
Shuwan yang melihat tatapan pangeran pertama terus tertuju padanya merasa risih,dan sama sekali tak menolak ucapan suaminya.Dengan senang hati dia meninggalkan ruangan itu.
"Apa yang membuat kakak repot-repot datang kesini?" Huang Zixin bertanya sambil berjalan ke kursi yang terletak di dekat pangeran pertama berada,lalu dia duduk dengan acuh.
"Kemarin aku tak bisa menghadiri pernikahanmu karena usahaku dikota lain mengalami masalah. Aku sangat menyesal untuk hal itu.Dan ini hadiah pernikahanmu."
Pangeran pertama meletakan sebuah kotak berukuran besar diatas meja yang berada dihadapan mereka.
"Lan'er mengatakan bahwa di malam pernikahanmu ada penyusup yang menyerang. Siapa orang bernyali besar yang berani membuat kekacauan di istana raja perang?" pangeran pertama bertanya dengan nada penasaran.
"Mereka hanya sekelompok semut yang tak memasuki mata raja ini." Huang Zixin mencibir pada sekelompok penyusup itu.
Ada kilatan tertentu dimata pangeran pertama saat mendengar ucapan adiknya itu,namun itu hanya sesaat.Dia kembali menetralkan raut wajah dan tatapannya seperti biasa.
"Apakah ada anggota keluarga yang terluka?Kau tahu atas perintah siapa mereka bekerja?" pangeran pertama terlihat masih sangat penasaran dengan peristiwa itu.
"Hanya Wang Xuemin yang terluka.Sepertinya kakak sangat penasaran tentang hal itu?" Huang Zixin menyipitkan matanya menatap sang kakak.
"Aku hanya penasaran pada orang itu.Apakah dia tidak tahu siapa orang yang dia targetkan?" jawab pangeran pertama dengan canggung.
"Baiklah,lupakan hal itu.Apa kau mengetahui kondisi Huang Yu?" pangeran pertama mengganti topik pembicaraan.
"Ya,kemarin saat berkunjung ke istana,ayahanda kaisar memberitahuku.Aku juga langsung melihat kondisinya.Sangat mengenaskan." ucap Huang Zixin dengan nada acuh.
"Ya,sangat mengenaskan.Entah siapa pelakunya?Aku hanya pergi beberapa hari dari ibu kota,tapi sangat banyak kejadian yang tak terduga terjadi." pangeran pertama menghela napas.
"Mungkin salah satu wanita yang dia sakiti yang melakukannya." ucap Huang Zixin sambil mengedikan bahu dan bersikap acuh tak acuh.
"Ayahanda bahkan memintaku mencarikan tabib hebat untuk mengobatinya.Bukankah hampir semua tabib hebat bekerja di istana kekaisaran?" Huang Zixin menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi.
Huang Zixin menatap kakak pertamanya dengan rumit.Berbagai pemikiran rumit terlintas dikepalanya terkait pria dihadapannya itu.
"Baiklah,aku akan kembali ke kediaman. Sampaikan permintaan maafku pada adik ipar karena tidak menghadiri pernikahan kalian."
Pangeran pertama bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruangan tersebut.Huang Zixin berdiri di depan istananya,melihat kakak pertamanya sampai kereta itu meninggalkan istananya.
__ADS_1
"Yang mulia,tentang pria yang melukai jendral muda Wang.." setelah melihat kereta pangeran pertama benar-benar meninggalkan istana, Yuwen menghampiri sang pangeran.
"Kita temui dia.Pergilah lebih dulu,aku akan menjemput Wan'er.Bukankah dia pernah menanyakan orang itu?"
"Ya yang mulia." kemudian Huang Zixin pergi ke dalam istana untuk mencari istrinya.
Sedangkan Yuwen pergi ke bagian belakang istana itu.Dia memasuki ruang penyimpanan barang-barang yang sudah tak terpakai atau gudang.
Dia membuka pintu sebuah lemari yang tampak sudah sangat tua dan usang.Siapa sangka, didalam lemari itu ada sebuah pintu yang menuju tangga yang mengarah ke bawah.
Yuwen menuruni undakan tangga itu yang lebarnya hanya berukuran sekitar setengah meter,dan menuju sebuah tempat yang semakin ke bawah semakin gelap.
Hanya ada beberapa obor sebagai penerangan ditempat itu.Tiba di lantai bawah,ada beberapa sel diruangan tersebut.
Yueen terus berjalan menuju sel paling ujung. Semua sel yang dilewati Yuwen kosong tak berpenghuni.
Hanya ada satu sel yang berpenghuni,yaitu sel paling ujung yang jadi tujuan Yuwen saat ini.
Saat Yuwen tiba didepan sel paling ujung,dia melihat seorang pria yang kedua tangan dan kakinya diikat dengan rantai besi yang sangat besar.
Sementara itu,Huang Zixin mengajak Shuwan ke bangunan bagian belakang istana,lalu pria itu membawanya masuk kedalam gudang.
"Untuk apa membawaku ke gudang?" Shuwan menatap heran pada suaminya.Namun pria itu tak mengatakan apapun membuat Shuwan berdecih dan mengumpat."Dasar patung hidup!"
Shuwan melihat Huang Zixin membuka pintu sebuah lemari yang sangat usang."Apa yang dia simpan dalam lemari usang itu?Apakah harta karun?Atau senjata legendaris?"
Saat hatinya masih diliputi berbagai pertanyaan, pria itu menarik tangannya lalu memasuki lemari usang itu.Setelah itu dia menutup dan mengunci pintu usang itu dari dalam.
Shuwan tak menyangka,lemari usang itu adalah jalan untuk memasuki lorong tangga yang mengarah ke bawah.
"Ternyata ribuan tahun sebelum zaman modern pun,tempat seperti sudah ada.Ruang bawah tanah yang luar biasa." Shuwan berdecak kagum dalam hatinya.
Setelah menuruni beberapa anak tangga,Shuwan dan Huang Zixin tiba disebuah ruangan dengan lantai tanah dan sangat gelap,yang hanya diterangi oleh beberpa obor.
Shuwan melihat Yuwen sedang berdiri diujung ruangan.Shuwan mengedarkan pandangannya. Ternyata disisi kanan kirinya adalah deretan beberapa sel yang tak berpenghuni.
__ADS_1
"Apa dia sudah sadar?" Huang Zixin bertanya pada pengawal setianya setelah mereka mendekat ke tempat sang pengawal berdiri.
"Sepertinya sudah yang mulia." "Buka pintinya!" Yuwen membuka pintu sel,lalu Huang Zixin membawa Shuwan memasuki sel tersebut.
"Siapa dia?" Shuwan tak dapat menahan rasa penasarannya tentang pria yang berdiri dengan tangan dan kaki dirantai diruangan tersebut.
"Dia pria yang melukai Xuemin dan Huanran. Bukankah kemarin Wan'er mencarinya?"
"Oh..rupanya dia orangnya." Shuwan mengamati pria itu dari dekat,lalu dia mundur beberapa langkah untuk mengamati postur tubuh pria tersebut.
"Aku pernah melihat pria itu di gunung Shuyun, saat aku menyelidiki markas mereka disana lalu kehilangan jejak." Yu zi yang berada diruang dimensi bersuara dan terdengar di benak Shuwan.
"Benarkah?Kau tahu siapa dia?" Shuwan antusias saat mwndengar ucapan Yu zi.Namun dipermukaan dia tampak seperti sedang melamun.
"Aku tidak tahu siapa dia.Tapi mereka memiliki sebuah token sebagai tanda pengenal di kelompok mereka.Carilah!Mungkin ada didalam pakaiannya." Yu zi memberikan informasi penting kali ini.
"Tuan Yuwen,periksa pakaiannya!Mungkin ada sesuatu yang bermanfaat untuk kita." wajah Yuwen berkedut saat mendengar panggilan dari istri pangerannya itu.
"Kenapa dia terus memanggilku tuan?Kalau yang mulia marah bagaimana?" keluh Yuwen dalam hati.
Sedangkan Huang Zixin hanya meliriknya sekilas. "Aku harus segera memberitahunya agar jangan memanggil Yuwen terus dengan sebutan tuan."
Yuwen langsung memeriksa tubuh pria yang bernama Chu Kong itu.
Setelah memeriksa beberapa bagian pakaian dan tubuhnya,Yuwen menemukan sesuatu dalam ikat pinggang pria itu.
Sebuah benda bulat seperti koin yang agak besar,memiliki lambang mawar hitam disalah satu sisinya.
"Ini putri." Yuwen menyerahkan benda yang dia dapatkan pada Shuwan. "Sepertinya ini token identitas mereka." Shuwan memperhatikan benda yang berada ditangannya.
"Dengan token ini,kita bisa menyusupkan orang ke dalam kelompok itu untuk mengumpulkan informasi yang kita butuhkan tanpa takut ketahuan." seringai kecil muncul diwajah Shuwan.
"Sepertinya token ini memudahkan rencana ku untuk menyusup mencari informasi didalam kelompok tersebut." Shuwan memiliki perubahan rencana dalam kepalanya.
Yuwen dan Huang Zixin hanya menatapnya sekilas lalu mereka saling lirik.Entah apa yang dipikirkan kedua pria itu tentang wanita yang ada dihadapan mereka.
__ADS_1