Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
PROSESI PERNIKAHAN


__ADS_3

Srak srak srak.Yuwen menebas dengan ganas setiap musuh yang mendekati kereta pengantin.


Sementara sang pangeran masih duduk tenang dipunggung Heima dengan wajah datar dan tatapan tajamnya yang menyapu seluruh tempat.


Ekor matanya menangkap seseorang yang sedang mengintai ke arah pertarungan dari atas pohon yang sangat rimbun.


Dengan gerakan yang sangat cepat dan hampir tak terlihat,Huang Zixin mengambil belati yang terselip dipinggangnya dan melemparnya ke tempat si pengintai berada.


Namun orang itu menghindar dan langsung keluar dari persembunyiannya.Bergabung dengan kelompoknya kedalam pertarungan.


Orang itu langsung melayangkan serangan ke arah Huang Zixin yang masih duduk dengan tenang diatas kuda.


Sepertinya dia memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi untuk menghadapi sang raja perang.


Trang.Huang Zixin menangkiskan pedangnya menghalangi serangan orang tersebut tanpa mengubah posisinya yang masih duduk diatas punggung Heima.


Si penyerang melebarkan matanya,tak percaya dengan yang dia lihat.Dia menyerang dengan sekuat tenaga,namun pria itu menahan serangannya tanpa melakukan gerakan lain selain menyilangkan pedangnya.


Huang Zixin langsung melompat dari kuda saat orang yang menyerangnya menjauh.Karena orang itu menyerangnya,maka dia akan membereskannya dengan cepat.


Trang trang trang.Bentrokan masih terjadi disana- sini.Shuwan sangat ingin keluar dan ikut bersenang-senang,namun Yu zi menahannya.


Dia mengatakan bahwa sang pangeran dan para pengawalanya pasti mampu menyelesaikan mereka dengan sangat cepat.


Srak srak srak.Tebasan demi tebasan dilakukan oleh para anggota zie shen pada para penyerang itu,hingga mereka tak memiliki kesempatan untuk tetap hidup ataupun melarikan diri.


Huang Zixin bahkan telah membereskan orang yang tadi menyerangnya.Hanya dengan beberapa gerakan,sang pangeran telah memisahkan kepala orang itu dari tubuhnya.


"Kemampuanmu bahkan jauh dibawah pengawalku,tapi nyalimu begitu besar hingga berani menyerangku.Sungguh tak tahu tingginya langit." dengusnya dingin.


Sang pangeran mendekat ke kereta pengantin dan memeriksa kondisi penumpangnya yang hanya satu orang itu.


Setelah mengetahui kondisi pengantinnya baik-baik saja,sang pangeran kembali menaiki punggung Heima dan melanjutkan perjalanan.


"Yang mulia,mereka adalah kelompok mawar hitam." Yuwen menyejajarkan kudanya dengan kuda sang pangeran untuk memberikan laporan.


"Murong,besok selidiki siapa yang menyuruh mereka! Cari sampai dapat orang itu!" perintah sang pangeran pada Murong,si ahli mencari informasi.


"Bagaimana kabar terbaru tentang para pangeran?" tanya sang pangeran pada Murong.


"Tidak ada yang aneh yang mulia.Hanya pangeran kedua yang waktu itu mengambil tindakan."


"Pangeran pertama tidak ada di ibu kota karena sedang mengelola bisnisnya di kota lain.Putra mahkota pergi ke negara Zhao karena kakeknya sedang sakit parah."


"Tapi..." Murong merasa ada yang janggal dalam laporannya itu.Kemudian Murong menatap pada sang pangeran.


Pangeran ke empat mengangguk.Memang ada keanehan.


Terutama seseorang yang dia duga terlibat dalam beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini.

__ADS_1


Dihari pernikahan saudaranya,bukankah sangat aneh ketika mereka tidak menghadirinya dan berada ditempat lain?


"Untuk tiga hari kedepan,yang mulia fokus saja pada berbagai ritual pernikahan.Biar kami yang melakukan tindakan." Yuwen mengingatkan sang pangeran.


Istana megah yang dihiasi pernak-pernik serba merah telah terlihat dikejauhan.Itu artinya sebentar lagi rombongan pengantin akan segera tiba ditempat tujuan.


Rombongan pengantin telah terlihat sedang mendekat ke gerbang istana pangeran ke empat. Penjaga gerbang langsung membukakan gerbang untuk menyambut pasangan pengantin.


Setelah melewati gerbang dan memasuki halaman istana,semua prajurit yang mengawal pangeran ke empat menjemput pengantin wanita menghentikan kuda lalu turun dari kuda masing- masing.


Mereka tiba di istana pangeran ke empat saat sore hari,karena tadi ada sedikit hambatan diperjalanan.


Kuda pengantin pria dan kereta pengantin wanita berhenti tepat didepan pintu masuk istana. Pangeran turun dari kudañya lalu mendekati kereta pengantin wanita.


Huanran datang dan mengulurkan tangannya untuk membantu pengantin wanita turun dari kereta.


Shuwan menyambut uluran tangan pelayan itu dan menuruni kereta dengan hati-hati. Pandangannya sedikit terhalang karena wajahnya ditutupi kain merah.


Seorang pelayan lagi datang memandu pengantin ke aula yang ada di istana tersebut.


Sepasang pengantin itupun tiba di aula. Diruangan itu semua anggota keluarga Wang, kaisar Huang Fu dan selir Xuangqi telah berkumpul.


Selain keluarga,diruangan tersebut ada seseorang yang akan memimpin ritual pernikahan.


Setelah kedua pengantin memberi penghormatan kepada seluruh keluarganya,orang yang akan memimpin ritual memberi tahu mereka.


Kedua pengantin berdiri berdampingan.Pemimpin ritualpun memberikan Intruksi.


"Hormat kepada langit dan bumi" kedua pengantin kemudian bersujud untuk melakukan penghormatan kepada langit dan bumi.


"Hormat kepada orang tua." kedua pengantin bersujud dihadapan kaisar Huang Fu dan selir Xuangqi.


"Hormat kepada pasangan" kedua pengantin saling berhadapan lalu bersujud memberi penghormatan kepada pasangannya.


"Ritual selesai." kemudian Huanran dan satu pelayan lain membawa pengantin wanita ke kamar pengantin,sementara pengantin pria menjamu para tamu yang terus berdatangan.


Tamu-tamu yang datang berasal dari berbagai tempat dan kalangan.


Para pejabat dan petinggi istana,para pejabat daerah,juga keluarga para bangsawan menghadiri pesta pernikahan itu.


Bahkan para jendral yang bertugas di barak militer dan perbatasan,sebagian pulang dan menghadiri pernikahan pemimpin tertinggi mereka tersebut.


Huang Meilan yang datang bersama kakaknya, putra mahkota langsung mencari keberadaan kakak iparnya itu.


Huanran mengantarkan sang tuan putri ke kamar pengantin,tempat Shuwan 'dikurung' menunggu suaminya.


Meskipun para pangeran telah memiliki istri dan selir,namun tak satupun dari mereka dekat dengan putri bungsu kaisar itu.


Kalaupun ada yang mendekati,bukan karena mereka suka atau menyayangi putri yang merupakan adik ipar mereka tersebut,tapi karena mencari keuntungan dari kedekatan itu.

__ADS_1


Kebanyakan istri dan selir para pangeran merupakan nona muda yang arogan dan sombong.


Apalagi setelah mereka menjadi bagian dari keluarga istana kekaisaran,kesombongan mereka menjadi berlipat.


Huang Meilan yang berkarakter ceria dan terbuka merasa tidak cocok dengan mereka yang banyak bermain trik hanya untuk mendapatkan hati para pangeran atau kedudukan di harem.


Hari ini dia mendapat kakak ipar baru dan dia belum tahu orang seperti apa kakak ipar barunya itu.


Apakah berbeda atau sama saja dengan para wanita pangeran yang lain?


"Kakak ipar,aku Huang Meilan,putri kelima ayahnda kaisar dan ibunda permaisuri." putri Meilan mendekati kakak iparnya yang sedang duduk disisi tempat tidur.


"Salam tuan putri" Shuwan hendak berdiri untuk memberikan hormat ,namun putri Meilan mencegahnya.


"Duduk saja kakak ipar.Kau adalah kakak iparku, mana mungkin kau memberi hormat pada adikmu sendiri."


"Kita belum pernah bertemu sebelumnya.Kakak ke empat sangat pelit,dia bahkan tidak pernah membicarakanmu dihadapanku."


"Tapi kakak ketiga bilang,kakak ipar datang ke acara ulang tahun ayahanda kaisar beberapa waktu lalu.Apakah benar?" putri Meilan berbicara panjang lebar.


"Apakah dia tidak ingat kalau aku sempat membuat kacau acara itu karena menolak pangeran kedua?" tanya Shuwan dalam hati.


"Ya,aku datang ke acara tersebut.Itu adalah pertamakalinya aku mendatangi istana." jawab Shuwan santai.


Kedua wanita itu terus berbincang hingga tanpa mereka sadari matahari telah menyembunyikan diri ke peraduannya.


"Kakak ipar,ini sudah malam.Mungkin sebentar lagi kakak ke empat akan mendatangimu." ucap sang putri sambil tersenyum.


"Ini hadiah dariku.Dan ini hadiah dari kakak ketiga.Dia bilang sebaiknya kakak ipar membukanya sebelum kakak ke empat memasuki kamar."


Putri Meilan memberikan kotak berwarna merah yang merupakan hadiah darinya,dan kotak berwarna biru yang katanya hadiah dari kakak ketiganya,yang merupakan putra mahkota.


Lalu dia pergi keluar dari kamar pengantin itu dengan riang.Pelayannya sedang menunggunya di depan pintu kamar pengantin.


"Memangnya hadiahnya apa sampai harus dibuka sebelum kakaknya masuk ke kamar ini?" gumam Shuwan penasaran sambil membuka kotak berwarna biru itu.


"Buku?Kenapa hadiahnya buku?" Shuwan membuka beberapa halaman buku itu dan melebarkan matanya.Wajahnya tiba-tiba memerah dan terasa panas.


"Apa-apaan putra-putri kaisar ini?Kenapa mereka begitu vulgar?Pangeran ketiga..kau?" tiba-tiba Shuwan merasa kesal pada pria yang berstatus kakak iparnya itu.


Apa yang membuat Shuwan merasa kesal?Tentu saja buku pemberiannya itu.Dihalaman setiap buku itu ada gambar-gambar pria dan wanita yang sedang.....bercinta???dengan berbagai pose.....aih



Note:


Ritual pernikahan: sumber by google dan beberapa referensi dari berbagai sumber.


Yang mau kondangan,sok lah datang aja ke istana si patung hidup...tenang aja,stok makanan melimpah..🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2