
Huang Zixin dan Shuwan mendatangi selir Xuangqi dan seluruh anggota keluarga Wang yang yang sedang berkumpul diruangan biasa mereka berkumpul.
"Salam ibunda,kakek,nenek,paman,bibi." Shuwan menunduk hormat pada seluruh anggota keluarga suaminya itu."Maaf,aku bangun terlalu siang." ucap Shuwan sambil menunduk.
"Tak apa nak.Kalian baik-baik saja?" selir Xuangqi tak mempermasalahkan keterlambatan mereka bangun.Dia justru mengkhawatirkan mereka karena kejadian tadi malam.
"Kami baik-baik saja ibunda.Apakah semua baik-baik saja?" Shuwan memandangi mereka semua satu per satu.
"Kami semua baik-baik saja,hanya saja Min'er dan Huanran..." selir Xuangqi tak melanjutkan ucapannya.
"Apakah mereka belum sadar?" menurut perhitungannya,seharusnya kedua orang itu telah sadar saat ini.
"Mereka sudah sadar.Terimakasih karena telah mengobati mereka berdua dengan sangat baik." ucap selir Xuangqi tulus.
"Tak perlu berterimakasih ibunda,Xuemin adalah teman baikku.Dan gadis itu,bukankah dia pelayan ibunda?Sudah seharusnya aku menolong mereka." jawab Shuwan sambil tersenyum.
"Oh ya,ibunda akan kembali ke istana hari ini.Walaupun Huanran terluka,ibunda akan membawanya ke istana." pamit sang selir.
"Ya,kami juga akan kembali ke kediaman hari ini,karena perbaikannya sudah selesai." jendral Wang Haocun juga ikut berpamitan.
"Kenapa secepat itu?Tinggalah lebih lama." sang pangeran kali ini bersuara.Dia merasa istananya lebih hangat sejak mereka tinggal disana.
"Untuk apa kami berlama-lama disini?Biarkan pasangan baru menikmati hari bahagia bersama,tanpa gangguan dari orang-orang yang sudah tua ini." ucap sang kakek sambil tersenyum menggoda pada cucunya itu.
Tiba-tiba seorang pelayan memasuki ruangan,"Yang mulia selir,kereta sudah siap."
Tak lama,seorang pelayan lagi datang,"Jendral besar,kereta sudah siap." "Ya tunggu sebentar!" jawab sang jendral acuh.
"Kenapa begitu cepat?" Shuwan cemberut menatap seluruh anggota keluarga barunya yang semuanya akan segera kembali ke kediaman masing-masing.
Mereka hanya tersenyum menanggapi ucapan gadis itu."Berkunjunglah ke kediaman bila merindukan kami." ucap sang nenek sambil menggenggam tangan cucu menantunya itu. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum.
Seorang pelayan pria terlihat menggendong Huanran ala bridal style menuju kereta rombongan selir Xuangqi,tak lama pelayan lain juga terlihat melintas.
"Zie zie" sang pangeran memanggil pelayan yang tadi melintas.Zie zie adalah panggilan untuk anggota perempuan pasukan zie shen yang belum diketahui namanya.
Dan Shen shen adalah panggilan untuk pasukan laki-laki.Itu adalah kode yang hanya diketahui oleh pemimpin dan anggota pasukan tersebut.
__ADS_1
Bagaimana Huang Zixin tahu kalau itu anggota pasukan Zie shen?Karena dia yang membawa gadis itu ke istana sang ibu sama seperti Huanran.
Gadis pelayan itu berhenti karena dia tahu pangeran berjalan ke arahnya. "Ya yang mulia." jawabnya sambil menunduk.
"Rawat Huanran dan jaga ibunda dengan baik!" "Baik yang mulia." jawab pelayan itu patuh. Setelah mengucapkan itu,sang pangeran kembali ke tempat keluarganya berkumpul.
Putri Meilan yang menginap juga akan kembali ke istana bersama dengan selir Xuangqi.
Huang Zixin dan Shuwan berdiri didepan pintu istana melepas kepergian selir Xuangqi dan keluarga Wang yang akan kembali ke kediaman masing-masing.
Setelah semua kereta keluar dari istana, sepasang pengantin baru itu kembali memasuki istana.
"Makanlah dulu,setelah itu kita akan pergi ke istana menghadap kaisar." mereka berdua duduk ditempat khusus untuk bersantap/ruang makan.
Pelayan menyiapkan beberapa makanan untuk pasangan pengantin baru itu.
Shuwan bersantap dengan wajah menunduk.Dia masih belum berani menatap pria yang sudah menjadi suaminya itu.
Setiap dia melihat Huang Zixin,maka terngianglah ucapan Yu zi yang menggodanya waktu itu."Kau menyerangnya dengan bersemangat dan tak melepaskannya."
Dan hal itulah yang membuat Shuwan tidak memiliki keberanian menatap pria itu walau hanya sebentar.
Merekapun keluar dari istana dan langsung memasuki kereta yang telah menunggu di halaman istana,dengan Yuwen yang menjadi kusirnya.
Yuwen memacu kuda yang menarik kereta setelah memastikan kedua majikannya duduk didalam kereta.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, kereta kuda milik Huang Zixin tiba didepan gerbang kekaisaran.
Penjaga yang berjaga di gerbang langsung membuka gerbang dan membiarkan mereka masuk saat kereta yang datang adalah milik istana pangeran ke empat.Bahkan yang menjadi kusir adalah pengawal pribadinya.
Begitu sampai di istana kekaisaran,Huang Zixin membawa sang istri ke aula istana.Disana kaisar,permaisuri dan para selir sedang berkumpul menunggu kedatangannya.
Saat memasuki aula,Huang Zixin berjalan berdampingan dengan sang istri sambil terus menggenggam tangannya,tanpa menghiraukan tatapan semua orang yang terfokus pada mereka.
"Salam yang mulia kaisar,salam permaisuri,salam yang mulia selir." ucap pasangan suami istri itu kompak sambil sedikit membungkukkan badannya.
Dengan statusnya sebagai raja perang,memang mereka tidak diharuskan membungkuk hormat seperti orang lain.
__ADS_1
Namun karena mereka berada di aula dan banyak pejabat yang hadir,mereka memberikan sedikit wajah pada pemimpin negeri itu.
Setelah berbasa-basi sebentar dengan seluruh keluarganya,sepasang suami istri itu berjalan menuju istana sang ibunda.
Namun sebelum mereka keluar dari aula,suara kaisar menghentikan mereka. "Pangeran ke empat tunggu sebentar!"
Kaisar mendekati putra keempatnya itu."Kenapa kalian datangnya siang sekali?" "Kami bangun kesiangan ayahanda kaisar,tadi malam sangat melelahkan dan menjelang pagi kami baru bisa beristirahat."
Wajah kaisar dan beberapa orang yang masih berada diruangan itu dan mendengar ucapannya berkedut dan sedikit memerah.
"Anak ini,apakah harus seterbuka ini?" keluh kaisar dalam hati.Apa yang mereka pikirkan tentu saja tentang malam pengantin yang luar biasa hingga membuat mereka kelelahan.
Padahal mereka kelelahan karena bertarung dengan para penyusup hingga menjelang pagi.
"Kakak kedua mu dalam masalah.Apa kau mengenal tabib hebat yang bisa mengobati kakakmu?" kaisar mengungkapkan tujuannya setelah menepis rasa canggung karena mendengar ucapan putranya itu tadi.
"Bukankah di istana kekaisaran banyak tabib hebat,ayahanda kaisar?" Huang Zixin bertanya dengan nada heran.
"Mereka tidak ada yang bisa mengobati kakakmu." kaisar menjawab dengan nada pahit.
"Memangnya apa yang dialami kakak kedua hingga tabib istana yang begitu banyak tidak ada yang bisa mengobatinya?"
Kaisar hanya menggelengkan kepala mendengar pertanyaan putra ke empatnya itu.
"Pergilah ke istananya dan lihat kondisinya!Bila kau mengenal tabib hebat,bawalah ke istana untuk mengobatinya!"
Setelah mengucapkan itu,kaisar langsung pergi menjauh dari pasangan baru tersebut.
Sudut bibir pangeran ke empat tertarik membentuk seringai kecil."Tabib hebat?Tentu saja aku mengenalnya.Dia bahkan ada dihadapanmu ayahanda."
"Walaupun aku membawanya ke hadapan kakak kedua,aku yakin dia tak akan sudi mengobati kakak ku itu." ucap Huang Zixin dalam hati.
Huang Zixin mengalihkan pandangannya ke samping,tempat sang istri berdiri dan mendengarkan percakapannya dengan sang ayah.
"Mau melihat kakak kedua?" tanyanya pada sang istri dengan nada lembut dan senyum terukir dibibirnya.
"Aku jamin kau tidak akan menyesal jika melihatnya.Tapi ingat,jangan sampai mereka mengetahui kemampuanmu dalam hal pengobatan." lanjut sang pangeran.
__ADS_1
Shuwan melirik suaminya sesaat."Apa maksudnya aku tidak akan menyesal?" gumam gadis itu dalam hati.
"Baiklah,ayo lihat kakak keduamu." merekapun berjalan menuju istana pangeran kedua.