Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

"Dan penderitaanmu ini,aku sangat yakin ini adalah hadiah perpisahan darinya saat kau berusaha melarikan diri dari kami." Huang Zixin menyeringai jahat menatap sang kakak.


"Bukankah kau sangat ingin menikmati tubuhnya, hingga kau menculiknya,menggunakan senikto dan ramuan cinta padanya?Kau tahu betapa menderitanya dia karena ramuan cinta mu itu?"


"Karena nafsu besarmu terhadap wanita hampir mencelakai wanita ku,bagaimana kalau aku membuang pusaka mu itu?Agar kau tak bisa menyalurkan hasrat mu lagi."


Pangeran kedua membelalakkan matanya mendengar ucapan adiknya itu.


Dia tahu betul seperti apa adiknya itu.Dia selalu melakukan apapun yang dia pikirkan dan dia ucapkan.Bukan omong kosong belaka.


Ingin rasanya dia menendang adiknya itu agar menjauh dari tubuhnya,atau berteriak memanggil pengawal agar segera mengusir iblis berwujud pria tampan itu.


Huang Zixin mengangkat baju sang kakak,lalu menurunkan celananya.Ditangan kanannya, sebuah belati yang sangat tajam telah siap mengeksekusi calon korbannya.


Sreet.Dengan wajah datar tanpa ekspresi,Huang Zixin memisahkan pusaka sang kakak dari tubuhnya.


Darah sudah menghiasi tubuh bagian bawah pangeran kedua.Huang Zixin menurunkan kembali baju kakaknya untuk menutupi luka yang telah dia buat.


Tubuh pangeran kedua menegang.Rasa sakit yang teramat dia rasakan.Mulutnya berteriak namun tak ada suara yang keluar karena telah dililit oleh kain.


"Iblis sialan." rutuknya dalam hati dengan pandangan penuh kebencian pada sang adik.


"Apa?Kau sedang mengutukku?Seharusnya kau berpikir ribuan kali sebelum mengusikku atau wanitaku.Kau tahu jelas akan seperti apa akibatnya." Huang Zixin mencibir sang kakak.


"Oh...tangan ini yang telah menyentuh wajah calon istriku dengan tak senonoh." Huang Zixin tengah memainkan tangan kiri sang kakak.


"Apa lagi yang ingin kau lakukan iblis sialan?" namun kalimat itu hanya bisa diucapkan dalam hati oleh pangeran kedua.Tatapan membunuh dia layangkan pada adik durhakanya itu.


Sraing.Tanpa banyak bicara,Huang Zixin mengayunkan pedangnya,memisahkan tangan sang kakak dari tubuhnya.


Setelah memotong tangan sang kakak,Huang Zixin mendekatkan wajahnya pada wajah kakak itu.


"Kalau kau ingin melaporkan kejadian ini pada kaisar,maka laporkan saja.Dengan begitu, kebusukan yang kau lakukan pada calon istriku akan terbongkar dan menjatuhkan reputasimu yang memang sudah tak bagus."


Setelah mengatakan itu,raja perang itu beranjak dari tempatnya dan hendak berjalan keluar. Namun dia menghentikan langkahnya dan berkata dengan dingin.


"Aku tidak akan memberimu kematian yang mudah.Istriku ingin kau menderita,maka itulah yang akan terjadi."


Pangeran ke empat meninggalkan kamar sang kakak,kembali ke kegelapan malam menuju istananya kembali.


"Dasar pasangan iblis mengerikan.Aku akan membalas kalian berdua!" teriak pangeran kedua dalam hatinya.


Bukan hanya kehilangan satu tangannya,dia juga telah kehilangan pusaka kebanggaannya yang selalu membuatnya menikmati kenikmatan duniawi bersama selir-selirnya.

__ADS_1


Bukan hanya tak bisa menikmati wanita-wanita cantik lagi,dia juga tak akan pernah bisa memiliki keturunan.


Selama ini,selirnya yang berjumlah enam orang itu belum ada satupun yang memberinya keturunan.


Tak ada satu orangpun yang mengetahui penderitaan pangeran kedua setelah dikunjungi oleh pria yang dia juluki iblis itu.


Bukan hanya dewa kematian,dia juga seperti penguasa neraka yang menentukan seseorang patut menderita atau tidak atas kehendaknya.


Pagi harinya,keheningan di istana pangeran kedua langsung pecah oleh teriakan seorang wanita.


Dia adalah seorang pelayan ,yang mendatangi kamar tersebut yang akan membersihkan tubuh dan mengganti pakaian sang pangeran.


Bahkan si pelayan langsung jatuh pingsan begitu melihat tangan sang pangeran dari jari sampai sikutnya telah terlepas dan tergeletak di lantai.


Dua orang penjaga yang mendengar teriakan berasal dari kamar tuannya langsung berlari ke dalam kamar tersebut.


Seorang pelayan tergeletak tak sadarkan diri dilantai tak jauh dari tempat tidur sang pangeran. Sementara kondisi pangeran sangat buruk.


Satu orang penjaga langsung memanggil tabib, sementara satu penjaga lagi memindahkan si pelayan ke tempat lain.


Dengan tergesa-gesa,tabib langsung menghampiri tubuh pangeran kedua yang masih terbaring ditempat tidur.


Tabib tersebut langsung merawat luka ditangan sang pangeran yang sudah tak utuh karena ditebas oleh seseorang.


Namun tabib sangat terkejut saat melihat pakaian sang pangeran telah memerah oleh darah dibagian bawah perutnya.


Tabib itu langsung menganggkat baju sang pangeran untuk memeriksa apakah disekitar perut pangeran kedua ada luka.


Tabib mematung saat melihat pusaka sang pangeran sudah tidak berada ditempatnya,dan darah masih merembes dari lukanya itu meski tak deras.


Sang tabib menelan ludahnya dengan kasar. Dengan tangan gemetar,dia mengobati luka pangeran ditempat pusakanya itu.


"Siapa yang berbuat sadis seperti ini?Menghilangkan beberapa bagian tubuh dan membuatnya cacat seumur hidup.Bahkan tak mungkin memiliki keturunan." si tabib bertanya dalam hatinya.


Saat mengobati luka,tabib bahkan baru menyadari kalau mulut sang pangeran telah dililit kain dan tak bisa bicara.Segera dia membuka kain itu.


Wajah pangeran kedua telah memucat karena kehilangan banyak darah.


"Cepat panggil pelayan untuk membersihkan tempat ini!" perintah sang tabib pada penjaga yang ada diruangan itu.


"Pangeran,apa yang terjadi pada anda?Apa tidak ada yang berjaga ditempat ini tadi malam hingga pagi?" namun tak ada jawaban apapun atas pertanyaan sang tabib.


Orang yang ditanya hanya diam membisu,seakan yang dia dengar hanya hembusan angin.

__ADS_1


****


Di kediaman Li


Shuwan sedang dirias oleh perias khusus yang didatangkan oleh Li Minghao.


Perasaan Li Minghao saat ini campur aduk tak menentu.Dia sangat sedih karena gadis yang sangat dia cintai dan ingin dia nikahi malah menikah dengan pria lain.


Namun disisi lain,hatinya merasa bahagia karena adik tercintanya itu menikah dengan pria yang tak memiliki satupun wanita dalam hidupnya.Tidak seperti pangeran lain yang memiliki banyak selir.


Meskipun pria yang menikahi adiknya dirumorkan sangat kejam dan dingin,namun Li Minghao tahu, tak semua rumor tentangnya itu benar.


Shuwan telah selesai dirias dan telah siap dengan gaun pengantin,lengkap dengan mahkota phoeniknya.


Ketiga wanita tua keluarga Li ada disampingnya dan menatap penuh takjub pada sang pengantin yang terlihat semakin cantik dari biasanya.


Nyonya Li membawakan makanan yang banyak untuk putrinya itu.


"Makanlah yang banyak! Setelah pengantin pria datang menjemput,kau akan melakukan ritual pernikahan dan tak boleh makan sebelum pengantin pria kembali ke kamar pengantin."


Nyonya Li berkata dengan penuh kasih sayang pada sang putri.Walaupun Shuwan hanya putri angkat dan belum lama bergabung dengan keluarga Li,namun seluruh anggota keluarga sangat menyayangi gadis itu.


***


Di istana pangeran ke empat


Pria gagah nan rupawan itu telah tampil rapi dengan hanfu pengantin berwarna merah. Rambutnya yang panjang diikat dibagian atas,sedangkan bagian bawah dibiarkan terurai dengan indah.


Dihalaman istanya,kereta mewah dengan nuansa merah telah terparkir rapi.Tak jauh dari kereta mewah itu,pria-pria tampan telah duduk dengan gagah diatas kuda masing-masing.


Mereka adalah Yuwen,Murong,Yao Zi,dan Mudan yang telah siap mengawal pengantin pria menjemput pengantin wanita di kediaman Li.


Beberapa anggota Zie shen yang menyamar sebagai prajurit biasa juga siap mengawal sang pangeran.


Karena jarak yang lumayan jauh,rombongan pria akan berangkat saat matahari telah condong sedikit dari tempatnya terbit.


Kaisar,selir Xuangqi, juga seluruh anggota keluarga Wang berdiri didepan istana untuk melepas rombongan pengantin pria menjemput pengantin wanitanya.


Rombongan pengantin pria pun bergerak keluar dari istana sang pangeran.Dia duduk dibarisan paling depan dengan gagah dan berwibawa, dengan aura mendominasi yang sangat kuat.



__ADS_1


__ADS_2