
Kondisi istana pangeran keempat sangat kacau. Mayat bergelimpangan disetiap tempat.
Siapa yang menyangka,penyerangan yang mereka lakukan ke istana pangeran ke empat hanyalah menyerahkan nyawa mereka dengan sukarela.
Bukankah mereka tahu itu adalah istana dewa kematian?
Sepasang pengantin masih berada dikamar pengantin yang kini telah berubah jadi kamar mayat.
Yuwen dan Mudan yang baru menyelesaikan pertarungan di dekat tempat persembunyian para wanita,langsung berlari ke arah kamar sang pangeran.
"Mudan,aku akan memeriksa kamar yang mulia." Mudan pun langsung mengikuti langkah Yuwen untuk segera mencapai tempat pengantin berada.
Ketika Yuwen dan Mudan tiba didepan pintu kamar pengntin,mereka berdua mematung dan hanya bisa saling pandang.
Ditempat itu sangat tenang,tak ada suara pertarungan atau keributan apapun.
"Apakah tidak ada penyusup yang datang kesini?" Yuwen bertanya pada Mudan yang berdiri disampingnya,dan Mudan hanya mengedikkan bahu sebagai jawabannya.
"Yang mulia?" Yuwen memberanikan diri memanggil pangerannya untuk memastikan kondisi junjungannya itu.
"Bagaimana keadaan yang lain?" tanya sang pangeran dari dalam kamarnya.Yuwen mendorong pintu kamar tersebut perlahan.
Setelah pintu kamar terbuka seluruhnya,Yuwen dan Mudan membelalakkan matanya melihat pemandangan yang terpampang dihadapan keduanya.
Kamar itu telah diisi oleh puluhan mayat orang-orang berpakaian serba hitam dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Darah berceceran diseluruh kamar dan bau darah sangat menyengat ditempat itu.Banyak tubuh yang sudah tak lengkap,bahkan tak sedikit yang sudah tak memiliki kepala.
Sementara kedua pelaku sedang berdiri berdampingan dengan tangan menggenggam senjata masing-masing yang warnanya telah berubah menjadi merah.
Bahkan cairan berwarna merah segar masih terus menetes dari kedua senjata itu.Serasi dengan warna pakaian pengantin yang masih membalut tubuh keduanya.
"Pasangan iblis pencabut nyawa yang sangat mengerikan." ucap Yuwen sangat pelan namun masih bisa didengar oleh Mudan yang berdiri disampingnya.
Mudan mengangguk setuju dengan ucapan Yuwen.Mereka menelan ludah dengan susah payah saat melihat jumlah dan kondisi mayat yang berada dikamar pengantin tersebut.
"Aakkhhh Jendral Wang!"
Keempat orang yang berada dikamar pengantin saling pandang saat mendengar teriakan itu.
****
Wang Xuemin terus mengawal Huanran yang hendak membawa putri Huang Meilan ke tempat aman agar tak terluka.
Tempat yang akan mereka tuju adalah tempat rahasia yang terletak didekat kamar pelayan.
Namun saat mencapai ruang tengah istana, beberapa penyusup menghadang mereka,dan pertarungan tak bisa dihindari.
Trang trang trang.Wang Xuemin dan Huanran langsung menahan pedang yang diarahkan pada tubuh mereka.
__ADS_1
Bukan hanya menahan serangan,mereka juga melakukan serangan balasan pada para penyusup itu.
Srak srak.Pedang Wang Xuemin mendarat ditubuh dua orang penyusup dan menumbangkannya dengan meninggalkan luka yang sangat besar dan dalam.
Trang trang trang.Suara pedang beradu terus terdengar tanpa henti.Sebagian penyusup telah tumbang dan kehilangan nyawanya.
Tersisa satu orang yang sejak tadi memang tak melakukan apapun disana.Dia hanya menonton pertarungan Wang Xuemin dengan para penyusup itu.
Setelah melihat para penyusup yang tadi mengepung Wang Xuemin dan gadis pelayan tumbang semua,barulah orang itu bergerak menyerang Wang Xuemin dan Huanran.
Trang.Pedang Wang Xuemin menahan pedang penyusup itu yang mengarah pada putri Meilan. Melihat orang itu terus berusaha menyerang putri Meilan,Wang Xuemin langsung memberi perintah
"Huanran,cepat bawa putri pergi!" sementara Wang Xuemin sendiri menghalangi penyusup itu.
Diluar dugaan,penyusup itu malah menyerang Huanran yang berusaha pergi dari tempat itu sambil tetap menggenggam tangan sang putri.
Trang.Lagi-lagi Wang Xuemin menahan pedang yang diarahkan pada Huanran.Jendral muda itu mendorong si penyusup agar menjauh dari putri Meilan dan Huanran.
Karena langkahnya terus dihalangi,Huanran akhirnya mengambil keputusan untuk membantu Wang Xuemin menghadapi penyusup yang lumayan tangguh itu.
mungkin dengan gabungan mereka berdua,bisa menekan pergerakan penyusup itu yang hanya sendiri.
"Putri menjauhlah! Saya akan membantu jendral Wang untuk segera membereskannya.Sepertinya dia tidak akan membiarkan kita pergi dari sini."
Mendengar ucapan gadis pelayan itu,putri Meilan menganggukkan kepalanya dan segera menjauh ke sudut ruangan.
Dia tidak ingin menghambat pergerakan kedua orang yang sedang melindunginya itu.
Trang.Penyusup itu dengan mudah menangkis serangan Huanran,padahal dia sedang melawan Wang Xuemin.
Hal itu menunjukkan bahwa kemampuannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Huanran dan Wang Xuemin menjauh dari penyusup itu.Mereka memasang kuda-kuda lalu menyerang penyusup itu bersama-sama.
Saat penyusup itu sedang beradu pedang dengan Wang Xuemin,Huanran langsung menyerang dari arah belakang.
Trang trang.Penyusup itu belum tersentuh sedikitpun.Dia selalu bisa menahan serangan yang dilakukan oleh keduanya.
Trang trang duak.Huanran yang mendapat tendangan diperutnya langsung terpental beberapa meter.
Hal itu menunjukkan betapa kuatnya tendangan tersebut.
Tak membuang waktu,Wang Xuemin langsung menghunuskan pedangnya kembali ke tubuh penyusup itu.
Trang trang srak.Pedang Wang Xuemin berhasil menggores tangan kiri si penyusup saat tubuhnya berputar menghindari serangan.
Melihat musuhnya terkena tebasan,Huanran yang telah bangkitpun langsung menghunuskan pedangnya kembali lalu menyerang penyusup itu.
Trang trang trang.Pedang Huanran dan penyusup itu terus beradu.Sangat terlihat jelas penyusup itu menekan Huanran.
__ADS_1
Penyusup itu menebaskan pedangnya ke leher Huanran dengan sekuat tenaga.
Melihat serangan itu,Wang Xuemin langsung menarik tangan Huanran ke belakang sekuat tenaga hingga pedang itu tak berhasil bersarang dileher gadis itu.
Deg deg deg deg.Jantung Huanran berdegup kencang saat kematian nyaris menghampirinya.
Meskipun dia tergabung dalam pasukan rahasia milik dewa kematian,yang sering bertarung dan mengahadapi musuh,namun ini baru pertamakali baginya mendapatkan lawan yang sangat merepotkan.
Bahkan gabungannya dengan Wang Xuemin belum bisa menekan penyusup itu,padahal pertarungan telah berlangsung beberapa putaran.
Dari hal inipun, dia menyadari bahwa lawan yang sedang mereka hadapi bukanlah orang sembarangan.
Huanran langsung siaga dan memasang kuda- kuda kembali.Dia tidak boleh lengah sedikitpun, karena kekuatan dan skil lawannya saat ini diatas rata-rata.
Dia kembali melancarkan serangan bersama Wang Xuemin.
Trang trang trang srak.Pedang si penyusup menggores perut Huanran hingga darah langsung membasahi pakaiannya.Duak,si penyusup melayangkan tendangannya ke dada Huanran
Huanran terjatuh dengan posisi berlutut sambil bertumpu pada pedangnya.Dia memuntahkan seteguk darah dan merasakan sesak akibat tendangan penyusup itu didadanya.
Melihat Huanran terluka,putri Meilan berusaha mendekati gadis pelayan itu,namun gerakannya tertangkap oleh penglihatan si penyusup.
Tanpa membuang waktu,penyusup itu langsung menerjang ke arah putri Meilan.Wang Xuemin yang melihat hal itu langsung mengejar si penyusup.
Syut jleb.Wang Xuemin melempar pedangnya dan bersarang dipunggung si penyusup dan seketika menghentikan langkahnya.
Wang Xiemin langsung mendekati penyusup yang sedang berusaha bangkit itu.
Saat Wang Xuemin telah mendekat,penyusup itu menebaskan pedangnya dengan tangan kirinya ke arah sang jendral namun langsung ditangkis.
Namun,jleb.Sebuah belati telah bersarang diperut Wang Xuemin.
Ternyata tebasan pedang itu hanyalah serangan tipuan.Serangan yang sebenarnya dan mematikan justru berada ditangan kanannya, yaitu belati.
Sreeet.Si penyusup menarik belatinya yang berada diperut Wang Xuemin secara horizontal hingga meninggalkan luka memanjang yang dalam.
Tubuh Wang Xuemin ambruk seketika dengan darah yang terus keluar dari lukanya.
"Aakkhhh jendral Wang" putri Meilan berteriak histeris saat melihat Wang Xuemin ambruk dengan luka yang terus mengeluarkan darah.
***
Teriakan seseorang yang sangat nyaring membuat keempat orang yang berada di kamar pengantin saling pandang.
"Meilan" pangeran ke empat mengenali suara itu. "Jendral Wang?" gumam mereka serentak,dan tanpa dikomando ke empat orang itu langsung berlari ke tempat asal suara.
Saat keempat orang itu tiba di aula istana,mereka melihat Wang Xuemin dan Huanran yang tergeletak dan tak sadarkan diri dengan tubuh bersimbah darah.
Sementara putri Meilan sedang ketakutan karena penyusup itu sedang berusaha menyerangnya. Walaupun tubuhnya terluka,tapi penyusup itu masih bisa bergerak.
__ADS_1
Huang Zixin yang melihat kondisi adiknya langsung menyelamatkan sang adik dan membawanya menjauh.
Sementara penyusup itu langsung ditangani oleh Yuwen dan Mudan.