Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
CALON ISTRI PANGERAN??


__ADS_3

"Lalu dimana mereka tinggal?" Shuwan masih mengkhawatirkan keluarga Li.


"Mereka tinggal di bangunan belakang yang tidak terlalu parah kerusakannya,nona.Mereka juga sudah melapor ke istana dan mendapat bantuan dari kaisar untuk memeperbaiki kediaman."


"Oh.Baguslah kalau begitu.Aku akan kembali ke kediaamn Li sekarang." ucap Shuwan sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Aku akan mengantarmu." suara dingin seseorang terdengar saat gadis itu berbalik dan hendak melangkah.


"Tidak perlu pangeran,aku sudah merepotkan anda sejak tadi malam.Aku bisa pulang sendiri." Shuwan tersenyum saat mengatakan itu.Dia merasa malu bila terus merepotkan orang yang sudah menolongnya itu.


Tiba-tiba udara yang sangat dingin menyelimuti ruangan itu.


"Aku bukan meminta izinmu!" ucap pria kaku itu seraya bangkit dari duduknya,lalu berjalan mendahului gadis itu.


Yuwen Shuwan saling pandang melihat pria kaku dan dingin itu berjalan begitu saja meninggalkan mereka.


"Ayo nona,kita pergi." Yuwen akhirnya mengajak gadis itu keluar saat sang pangeran sudah tak terlihat di ruangan tersebut.


Ketika Shuwan dan Yuwen tiba di depan pintu istana,kereta kuda yang sangat mewah milik pangeran ke empat telah menunggu mereka,lengkap dengan pemiliknya yang sudah duduk manis di dalam.


"Kenapa lama sekali?" tanya nya singkat dan tajam. "Kau pergi begitu saja,mana ku tahu kau langsung keluar." balas Shuwan tak mau kalah.


"Aih...kedua orang ini! Yang pria dominan dan tak mau dibantah.Yang gadis keras kepala dan tak mau mengalah.Apa jadinya kalau mereka hidup bersama?" keluh Yuwen dalam hati.


"Cepat naik!" suara dingin itu menyadarkan mereka berdua lalu segera menaiki kereta.


Yuwen duduk dibangku kusir,sedangkan Shuwan duduk berhadapan dengan si pemilik kereta.


Baru saja Yuwen menarik tali kekang kuda agar segera berjalan,dari luar muncul seseorang berpakaian prajurit istana kekaisaran sambil menunggangi kuda.


"Kenapa diam saja,Yuwen?" "Itu yang mulia.Ada seseorang memasuki gerbang istana.Sepertinya prajurit istana kekaisaran." Yuwen memberitahu sang majikan.


Setelah berada di jarak yang sangat dekat dengan kereta sang pangeran,prajurit itu langsung turun dari kuda dan membungkuk hormat pada Yuwen dan pangerannya.


"Yang mulia pangeran,selir Xuangqi sakit dan ingin bertemu dengan pangeran.Yang mulia diminta datang saat ini juga."


Prajurit itu berbicara dengan hormat dan hati-hati.Jangan sampai salah bicara,karena akan berakibat fatal bsgi dirinya.


"Kau kembalilah dulu!" ucap sang pangeran acuh pada si prajurit. "Yuwen,ke istana ibu!" perintahnya tanpa bertanya pada gadis yang ada di hadapannya.


"Pangeran,aku pulang sendiri saja." Shuwan bicara dengan cepat sebelum kereta itu berjalan ke istana.


"Ikut ke istana untuk periksa ibu!" ucap pria itu acuh.

__ADS_1


"Tapi aku bukan tabib.Lagipula di istana banyak tabib hebat,kenapa harus aku?Aku harus kembali ke kediaman Li" gadis itu menolak dengan tegas.


Pria di hadapannya hanya menatapnya datar dan tak bereaksi apa-apa.


"Jalan!" perintahnya singkat pada Yuwen.Dan kereta itu langsung bergerak menuju istana.


"Sudahlah tuan,ikut saja.Lagipula hanya memeriksa dan mengobati.Bukankah di dunia modern kau seorang dokter?"


"Dokter seharusnya mengobati seperti tabib kan?" suara Yu zi yang berada di ruang dimensi bergema di benak Shuwan.


"Yu zi,kenapa kau swlalu menyuruhku mencampuri urusan orang lain?Aku tidak terbiasa melakukannya!" Shuwan menggeram menahan amarah pada kelinci coklat itu.


Namun kelinci itu tak bersuara lagi,membuat Shuwan semakin merasa kesal padanya.Akhirnya gadis itu hanya bisa pasrah mengikuti si patung hidup.


"Kenapa tidak berkuda saja?Lebih cepat sampai." gerutu Shuwan pelan namun masih bisa di dengar oleh pria yang duduk dihadapannya itu.


"Yuwen,berhenti!" Yuwen langsung menghentikan kuda yang sedang berlari itu ketika mendengar perintah sang pangeran.


"Lepaskan satu kuda!" tanpa bertanya Yuwen langsung melepas ikatan kuda dan membawa kuda tersebut ke hadapan sang pangeran yang telah turun dari kereta.


"Kembalilah ke istana!" setelah membri perintah pada Yuwen,pria itu langsung membawa Shuwan naik ke punggung kuda lalu memacunya dengan sangat cepat.


"Kenapa hanya satu kuda?kita bisa menunggang kuda masing-masing." Shuwan bertanya dengan heran pada Huang Zixin.


Huang Zixin memacu kudanya dengan sangat cepat,agar dia segera sampai ke istana dan menemui ibunya.


Dia takut terjadi hal buruk pada wanita yang telah melahirkannya itu.


Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu tiga jam dengan menggunakan kereta,kini hanya ditempu dalam waktu setengahnya.


Saat kuda yang ditunggangi Huang Zixin melewati gerbang istana kekaisaran,dia langsung mengarahkan kudanya ke paviliun sang ibu.


Para penjaga dan pelayan sangat terkejut melihat kedatangan pangeran ke empat bersama seorang gadis cantik.


Apalagi mereka terlihat sangat romantis dengan duduk diatas satu kuda,dengan posisi pangeran yang duduk dibelakang sambil memegang tali kekang kuda.


Seolah sang pangeran sedang memeluk gadis itu dari belakang.


Mereka sangat tidak menyangka,seorang pangeran yang dikenal kaku,kejam dan dingin itu bisa memperlakukan seorang gadis dengan sangat manis.


Padahal kejadian yang sebenarnya tak seindah yang mereka lihat.


Sang pangeran membawa gadis itu hanya untuk memeriksa dan mengobati ibunya yang sedang

__ADS_1


sakit.


Sementara orang yang menjadi pusat perhatian itu sama sekali tak mempedulikan tatapan yang dilayangkan padanya.Dia tetap melajukan kudanya hingga sampai di paviliun sang ibu.


Setelah tiba di paviliun anggrek,Huang Zixin menghentikan kudanya lalu segera turun.


Dia menurunkan gadis itu dengan cara menggendong tubuh gadis itu yang masih berada diatas kuda.


Kejadian itu sontak membuat orang-orang yang melihatnya terkejut dan memandang tak percaya pada sang pangeran.


"Pangeran ternyata sangat manis." ucap seorang pelayan pada temannya yang berdiri disampingnya.


Teman yang diajak bicara hanya menganguk berulangkali dengan wajah yang berseri-seri.


Para pelayan paviliun anggrek saja sangat bahagia melihat sang pangeran datang membawa seorang gadis cantik.Bagaimana nanti perasaan sang ibu?


"Dimana ibu?" pertanyaan dingin dari sang pangeran membuat para pelayan dan penjaga kembali tersadar dari lamunan indah mereka tentang pria itu.


"Di kamarnya yang mulia." Huang Zixin memegang tangan Shuwan lalu berjalan menuju kamar ibundanya.


Pria itu mendorong pintu kamar sang ibu,dan tampaklah ibunya yang sedang berbaring lemah di tempat tidur.


Disampingnya ada bibi Nuan,pelayan yang sudah melayani Selir Wang Xuangqi sejak masih kecil di kediaman Wang.


Huang Zixin langsung menghampiri sang ibu dan menggenggam tangannya penuh kasih.


"Bu,apa yang terjadi?Tadi malam ibu baik-baik saja,kenapa sekarang begini?" pria itu berbicara dengan penuh kecemasan.


Shuwan menghampiri ibu dan anak itu,lalu tanpa meminta izin dia menyentuh pergelangan tangan


Wanita paruh baya yang terbaring lemah itu untuk memeriksanya.


"Ibu Kenapa?" tanya sang pangeran sambil menatap gadis yang masih memegangi tangan sang ibu.


Gadis itu tidak menjawab,tapi melirik wanita paruh baya yang berdiri di samping mereka.


Mengerti arti dari lirikan gadis itu,sang pangeran pun bertindak. "Bibi Nuan,ambilkan minuman dan camilan untuk kami!"


"Baik yang mulia,akan saya ambilkan." wanita itu langsung keluar untuk mengambil makanan yang diinginkan pangerannya.


"Dalam tubuh ibumu ada racun.Racun yang sama dengan yang aku keluarkan dari tubuhmu waktu itu." ucap gadis itu tanpa basa basi.


__ADS_1


__ADS_2