Pernikahan Paksa Alea

Pernikahan Paksa Alea
PPA 115# Lari Pagi


__ADS_3

"Ayolah Kak buruan, keburu siang ini," rengek Sandra untuk kesekian kakinya seraya menghentakkan kaki karena kesal.


Tak hentinya Sandra melirik georgia mini sand leather strap wathc keluaran Fossil di pergelangan tangannya. Sudah lebih dari sepuluh menit semenjak Alea meninggalkan mereka berdua di kamar Tiara. Namun, kakak perempuannya itu masih belum selesai dengan ritualnya sehabis bangun tidur. Padahal ia sudah mewanti-wanti agar Tiara tak perlu mandi terlebih dahulu. Meski hanya mencuci muka dan menggosok gigi, ternyata kakaknya itu butuh waktu cukup lama agar siap untuk di seret ke kamar yang sekarang sedang ditempati oleh Nino.


"Sabar napa sih? Lagian kamu kenapa tiba-tiba jadi naksir Nino segala? Ga ada cowok laen apa? Yang seumuran kamu kek," gerutu Tiara sembari mengganti tanktop-nya dengan kaos olahraga berlengan pendek yang membungkus tubuhnya dengan pas, sehingga memperlihatkan lekuk tubuh yang tepat di tempat-tempat tertentu.


"Dari dulu, aku tuh dah suka sama Kak Nino. Dia tu gimana yah, enak gitu diliatnya. Lagian nih yah kak, temen-temen aku bilang pacaran sama yang lebih dewasa itu asik. Penuh tantangan," ucap Sandra dengan gaya didramatisir.


"Halah, gaya aja. Udah suka dari dulu, tapi kamunya malah gonta ganti pacar mulu," ucap Tiara seraya melemparkan tanktop serta celana pendek yang tadi dikenakannya ke wajah Sandra.


"Ih, habisnya Kak Nino tuh susah banget di deketinnya. Nempel mulu sama Mas Ravka. Kalo sekarangkan, Mas Ravka udah ada Kak Al. Jadi bisalah kalo deketin Kak Nino." ujar Sandra seraya memainkan alisnya naik dan turun berulang kali.


"Ga kapok apa kamu, pacaran sama yang lebih dewasa?" tany Tiara membuat raut wajah Sandra berubah seketika.


"Jangan dibahas lagi napa yang kemaren-kemaren," ucap Sandra seraya menekuk wajahnya teringat perlakuan Rama yang membuat ia trauma dan sempat menutup diri beberapa waktu.


Semenjak kejadian itu, Sandra tak mau lagi dekat dengan orang yang tidak terlalu dikenalnya. Ia hanya berani bergaul dengan orang-orang yang sudah dikenal lama olehnya, bahkan ia tidak mau berbincang dengan orang yang baru dikenal.


Sudut mata gadis itu mulai tampak mengembun dan bersiap menumpahkan rinai tak terbendung.


"Iya .... iya .... Maaf," ucap Tiara mengusak rambut adiknya. "Hayuk keburu siang tar. Bukan lari pagi lagi namanya," imbuh Tiara menggeret lengan sang adik agar bersiap bangkit berdiri.


Spontan wajah bermuram durja itu berubah seketika menjadi seringai lebar penuh tawa. Dengan segera, Sandra bangkit dari duduknya dan merapikan rambut yang sempat di acak-acak oleh kakaknya.


"Yang duluan sampe kamarnya Kak Nino ketuk pintu. Yang belakangan yang ngebujuk Kak Nino buat lari pagi," celetuk Sandra menantang Tiara.


"Siapa takut," ucap Tiara kemudian


Mereka berdua berkejaran, berlomba ke lantai bawah menuju kamar tamu yang sedang ditempati oleh Nino.


Terengah-engah Tiara mengetuk pintu di hadapannya dengan tak sabar. Berkali-kali tangannya menimbulkan suara berisik, memanggil orang di balik pintu kamar untuk segera membukanya. Tiara menoleh pada Sandra yang memegang pinggang sembari mengatur nafas yang tak beraturan.


"Ketuk lagi," ucap Sandra menjawab gelengan kepala Tiara sebagai tanda tak ada jawaban dari dalam kamar.

__ADS_1


Tiara mengembalikan pandangannya ke arah pintu dan hendak memukul pintu dihadapannya dengan kepalan tangan. Baru saja ia mengayunkan tangan, pintu dihadapannya sudah terbuka lebar.


Sebuah senyum manis yang meluluh lantakkan hati, mengembang dihadapannya. Nino yang bagian depan rambutnya masih tampak berkilau oleh tetesan air yang menempel disana, begitu sedap dipandang. Pria itu berkali lipat lebih tampan saat dilihat pagi hari hanya mengenakan kaos oblong serta celana pendek yang melekat di tubuh. Wajahnya yang kecoklatan, terlihat bersinar dan menyilaukan.


"Hey .... Ngelamun aja. Ada apa?" tanya Nino dengan mengangkat kedua alisnya saat bertanya.


"Sandra yang mau ngomong," jawab Tiara menutupi kegugupannya seraya bergeser memberi tempat untuk adiknya.


"Hmmm .... " gumam Nino mengalihkan pandangannya pada Sandra.


"Mau minta temenin lari pagi dong," ucap Sandra dengan seringai lebar menampakkan deretan gigi yang baru saja di bleaching.


"Lari pagi?" tanya Nino mengerutkan dahinya seraya menyisir rambut ke belakang menggunakan jemari, menambah kesan macho di mata dua perempuan muda yang berdiri termangu menatap wajah tampan dihadapannya.


Tiara menyenggol lengan Sandra yang masih terdiam, agar gadis itu segera menjawab pertanyaan Nino. Ia sama sekali tak berniat membantu adiknya untuk membujuk Nino menemani mereka berjalan santai di taman komplek dengan dalih lari pagi. Tiara bahkan berharap Nino dengan tegas menolak ajakan mereka. Hal itu tak lain agar jantungnya bisa bekerja dengan tenang.


"Eh iya, anu Kak. Kita udah lama ga lari pagi. Jangankan lari pagi, berjalan santai di tempat umum dan terbuka aja udah ga pernah. Habisnya tuh dua bodyguard yang Kak Nino siapin nyebelin banget." Perkataan meluncur deras dari mulut Sandra mengungkapkan alasan.


Sandra sengaja menyiapkan alasan yang bisa menyudutkan Nino hingga pria itu tak enak hati jika menolak permintaannya.


Pemuda itu menggeser tubuhnya hingga ke tengah pintu, kemudian menempelkan punggung pada kusen yang diperuntukkan membingkai pintu. Ia menekuk satu kaki dan menumpangkan telapak kakinya pada kusen pintu yang disandarnya serta menjatuhkan bobot tubuh pada kusen tersebut.


Tiara hanya dapat menghela nafas pada sikap pemuda tersebut. Nino sudah memasang kuda-kuda seolah siap meladeni omongan Sandra tanpa menjawab keinginan gadis itu dengan gestur tubuh yang sudah ia buat sesantai mungkin. Gestur tubuh yang menjadikan jantung Tiara semakin berdetak kencang.


"Tinggal jawab aja susah amat sih ah. Tinggal bilang iya apa enggak kek gitu. Ga usah dilama-lamain," gerutu Tiara dalam hati.


"Ih, Kak Nino ga tau apa? Mereka itu menarik perhatian orang-orang. Bikin kita ga nyaman berjalan di tempat umum," oceh Sandra sebal.


"Kan memang itu tugas mereka, membuat semua orang menjaga jarak dengan kalian," jawab Nino santai.


"Tapi itu bikin ga nyaman. Kami jadi kehilangan privacy. Kami jadi ga bisa berbuat apapun yang kami mau," sambar Sandra lagi.


"Memangnya kalian mau berbuat yang aneh-aneh, sampai membutuhkan privacy segala?" cecar Nino lagi.

__ADS_1


"Yah gitu juga maksudnya Kak," ucap Sandra frustasi.


"Terus maksudnya gimana?"


"Udahlah San, mending kita jalan aja yuk. Ngapain sih pake ngajak dia segala. Dia tuh ga bakalan ngerti, orang cuma pinter ngomong doang," sanggah Tiara mulai hilang kesabaran, menghadirkan pias di wajah Nino mendengar ucapan gadis itu yang sarat sindiran.


Gadis itu bersiap menyeret lengan adiknya saat Nino tiba-tiba meneggakkan punggungnya.


"Tunggu, aku ikut," ucap Nino cepat.


Wajah Sandra sumringah seketika mendengar pernyataan yang sudah ditunggunya sedari tadi.


"Kenapa tiba-tiba mau ikut? Perasaan dari tadi ngomongnya muter-muter doang. Bukannya mau ngusir secara halus itu?" desis Tiara tajam.


Nino membalas tatapan Tiara tak kalah tajam. Merasa tersindir dengan lontaran kata dari mulut manis yang mengeluarkan suara mendayu di telinga. Sayangnya suara mendayu itu tak ubahnya silet tajam yang mampu mengiris kulit dan menghadirkan perih.


Nino hanya menarik nafas panjang, menyiapkan hati menghadapi gadis manis dengan berjuta amarah terpendam.


"Kak Tiara," rengek Sandra mengendurkan pertahanan Tiara.


Tiara melemaskan ketegangan yang menyapa wajah dan hatinya. Kemudian berpaling dari lelaki yang membuat jantungnya seakan-akan melompat-lompat menghentakkan dada.


"Kak Nino jadi nemenin kita kan?" tanya Sandra dengan wajah memelas.


"Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu," jawab Nino seraya menghilang di balik pintu yang ia tutup dengan segera.


Sandra berdiri dengan tak sabar sambil tak hentinya menerbitkan senyum di bibir merah delimanya. Sementara Tiara menghela nafas seraya memejamkan mata. Menyiapkan hati menghadapi lelaki yang berusaha ia hindari beberapa tahun belakangan.


**********************************************


Hallo ha semuanya.. aku mau adakan polling nih.. aku kasih tahu dulu ya.. aku up dua part.. tapi part kedua setelah ini polling.. harap dibaca dan dijawab yah.. makasih untuk kalian semua readersku yang baik hati yang bersedia menggerakkan jempolnya dengan suka rela dan bersedia membaca up walau cuma pengumuman setelah ini.. hehehee


sekalian mau kasih rekomendasi novel karya temen-temenku

__ADS_1




__ADS_2