
Alex melangkah dengan pasti, tanpa keraguan sedikitpun menggelayuti. Lelaki itu sudah menyimpan segala amarah dalam lubuk hatinya terdalam. Dia harus menyelesaikan segala urusan ini tanpa menciptakan konflik baru. Suka ataupun tidak, apa yang terjadi sekarang berkaitan erat dengan dirinya. Meskipun bukan kesalahannya, tapi ini terjadi karena orang tua nya yang berupaya mempertahankan kehadirannya di dunia. Sebuah harga yang harus ia bayar sekarang, lantaran keberadaannya yang tak direncanakan di rahim Ibunya.
Meski mengatasnamakan cinta, tapi semua itu terjadi di atas kebencian yang mendarah daging. Ia harus menuntaskan semuanya dan mengembalikan kedamaian bagi keluarga besar Dinata.
Ia memasuki rumah mertuanya setelah dengan mudah melewati pos satpam yang membiarkannya melenggang dengan suka cita.
"Mana Ferdi?" seru Alex saat seorang pria paruh baya menyambut kehadirannya yang ia kenal sebagai orang kepercayaan Ferdi di kediaman mertuanya itu.
"Tuan Ferdi ada di kamarnya, Tuan," ucap lelaki paruh baya itu kaget mendapati sikap menantu majikannya yang tak memiliki tata krama.
"Panggil dia sekarang," seru Alex kasar.
Baru saja lelaki yang mulai beranjak sepuh itu hendak melangkahkan kaki menghampiri kamar tidur Ferdi, majikannya itu sudah muncul di ruang tamu.
"Mau apa kau mencariku?" tanya Ferdi yang sedang berjalan menghampiri Alex.
Melihat aura mencekam antara menantu dan mertuanya, lelaki yang sedari tadi bingung melihat sikap Alex yang berubah drastis dari yang selama ini ia kenal, memilih pergi meninggalkan mereka.
Alex melemparkan satu bundel berkas ke atas meja kaca di ruang tamu tersebut. "Ini hanya sekedar salinannya. Aku masih menyimpan berkas aslinya sebagai jaminan," ucap Alex tanpa tedeng aling membuat Ferdi menautkan kedua alisnya bingung.
"Mulai sekarang, jauhi keluargaku. Jangan pernah muncul lagi dihadapan keluarga Dinata. Satu lagi, sebaiknya kau jual semua sahammu di semua perusahaan milik Dinata Group. Jika tidak, aku akan mengobrak abrik seluruh perusahaan ilegal milikmu," Titah Alex dengan arogan.
Alex masih berdiri bersidekap di ruang tamu rumah Ferdi. Ia sama sekali tak menunjukkan tanda bersedia duduk dan berbicara baik-baik. Baginya, tak ada lagi sikap baik yang harus ia pertahankan di hadapan lelaki yang masih berstatus sebagai Ayah mertuanya.
Ferdi bergegas meraih berkas yang tadi dilemparkan oleh Alex. Matanya membelalak saat tulisan demi tulisan di dalam sana membuat wajahnya memucat.
__ADS_1
Semua itu adalah berkas yang berisi bukti keterkaitannya dengan seluruh perusahaan ilegal yang bahkan beberapa diantaranya menjadi sarang penyelundupan benda seni bernilai tinggi.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Ferdi dengan suara tajam.
"Aku tak akan mengulangi lagi apa yang sudah ku katakan. Lupakan semua urusan yang pernah terjadi antara adikmu dengan orang tua ku. Lupakan juga semua ambisimu untuk mengambil alih perusahaan milik keluarga Dinata. Urusan kita selesai sampai disini. Aku tidak akan segan-segan menghancurkanmu sampai ke akar-akarnya jika kau membuat ulah lagi dengan keluargaku, camkan itu baik-baik," seru Alex dengan penuh penekanan pada setiap kata yang terlontar dari mulutnya.
"Anak ingusan yang tak tahu diri. Kau bisa menduduki jabatan sebagai CEO itu berkat aku," hardik Ferdi tak terima diancam oleh anak kemarin sore.
"Kau pikir semua berkat dirimu? Kau menyodorkan anak perempuanmu untuk kebaikanku, begitu maksudmu?" seru Alex dengan tawa mengejek. "Apa kau pikir aku sebodoh itu? Kau salah berurusan denganku. Meskipun aku tidak menikah dengan anakmu, perusahaan Dinata tetap akan menjadi milikku jika aku menginginkannya. Apa kau lupa kalau aku adalah cucu tertua keluarga Dinata? Tanpa putrimu, aku akan tetap mewarisi perusahaan milik Kakekku." Senyum penuh penghinaan Alex tunjukkan pada Ferdi yang sudah mengetatkan rahangnya menahan amarah.
Wajah Ferdi merah padam saat diremehkan oleh anak yang ia pikir tak akan membuat masalah baginya. Namun, lelaki yang ia jadikan sebagai menantu bonekanya itu justru menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.
"Pergilah kau ke neraka," desis Ferdi tajam saat melihat Alex berbalik dan hendak berlalu dari hadapannya begitu saja.
"Kau berniat mengancamku? Apa kau pikir aku datang kemari tidak dengan persiapan, Ha? Kau pikir bagaimana aku bisa mendapatkan semua berkas ilegalmu itu? Aku tidak sebersih yang kau kira. Jadi jaga kelakuanmu dengan baik. Jangan membangunkan macan tidur jika kau hanya seekor kijang," kekeh Alex merendahkan Ferdi.
"Satu lagi, Ravka sudah menangkap perempuan gila suruhanmu itu. Saat ini, ia hanya akan di dakwa atas percobaan pembunuhan kepada seorang perempuan yang berusaha ia perdaya. Tapi jika kau tidak menghentikan segala omong kosongmu untuk menghancurkan keluargaku, kupastikan ia akan menjadi jalan mu untuk mendekam dipenjara," ancam Alex sebelum ia benar-benar berlalu dari hadapan Ferdi dan meninggalkan lelaki paruh baya itu dengan tangan terkepal.
Sementara di dalam sebuah kamar di lantai dua, suara Sherly meraung, "Lepaskan aku, Ma." Sherly berusaha menarik lengannya yang ditahan oleh orang yang telah melahirkannya.
Seseorang yang ia harap akan selalu ada untuknya. Orang yang akan selalu membela kepentingannya sebesar apapun rintangan yang akan dihadapi.
"Aku mohon, Ma. Aku hanya ingin bertemu Mas Alex sebentar saja," rengek Sherly dengan wajah penuh permohonan.
Genangan bening di pelupuk mata Sherly membuat Shinta mengendurkan cengkraman tangannya. Ia tak kuasa melihat tangis yang terus menggenang di wajah cantik putrinya. Selama ini ia sudah cukup mengalah mengikuti kegilaan suaminya. Memanfaatkan putri satu-satunya yang tak dapat ia limpahi kasih sayang akibat arogansi yang selalu diperlihatkan oleh sang suami yang selalu mendominasi.
__ADS_1
Sherly terdiam ditempatnya melihat Shinta menatapnya penuh iba. Ia bahkan melupakan keinginan untuk segera menemui Alex sebelum lelaki itu meninggalkan kediaman orang tuanya. Tadi ia sempat melihat kedatangan Alex saat ia tengah berdiri di balkon kamarnya. Namun, belum sempat melangkah keluar kamar, Ibunya sudah menahannya untuk tetap berada di dalam kamar. Segala bujuk rayu sampai amarah ia keluarkan dihadapan perempuan yang masih ia hormati meski tak mendapat curahan dan limpahan kasih sayang darinya. Sayangnya, perempuan yang selalu menuruti segala perintah dan kemauan Ayahnya itu tak bergeming. Namun, sekarang perempuan paruh baya itu melepaskannya begitu saja.
"Pergilah, kejarlah kebahagiaanmu sendiri," ucap Shinta menyadarkan Sherly untuk segera menemui Alex.
Dengan segera ia berlari menuruni tangga menuju bagian depan rumahnya.
"Mau kemana kamu?" hardik Ferdi menghentikan langkah Sherly. "Masuk ke dalam," perintah Ferdi keras tak mau dibantah.
""Sherly mohon, Pa. Sherly hanya mau menemui Mas Alex sebentar saja," pinta Sherly dengan mata berkaca-kaca.
"Sekali Papa bilang tidak, itu artinya tidak. Kembali ke kamarmu," seru Ferdi melpiaskan kekesalannya terhadap Alex pada Sherly.
"Cukup, Mas. Cukup kamu memperlakukan putrimu semau mu," seru Shinta yang sudah berada tepat di belakang Sherly.
**********************************************
Halloooo ha daku menyapa lagi.. ini hari terakhir di bulan ini.. aku akan up date 2part hari ini.. minta like yang banyak yah khusus hari ini.. pengen lihat seberapa banyak yang masih setia sama PPA menjelang tamatnya...
btw ga akan ada konflik baru dalam cerita ini.. hanya tinggal penyelesaian masalah dengan keluarga Sherly aja..
Nah di awal Alea sedih mulu.. jadi sebelum tamat aku mau bikin yang manis-manis tentang mereka.. aku juga mau belajar bikin cerita dengan detail ga cuma menonjolkan alur.. seperti cerita tentang bulan madu mereka yang panjang.. banyak narasi dan deskripsi di dalamnya.. itu semua aku riset loh.. bahkan aku bela2in baca artikel versi inggrisnya yang bikin puyeng karena minimnya artikel dalam bahasa indonesia tentang detail maldives.. seperti ke four season itu hanya bisa ditempuh dengan oesawat amphibi ataupun kapal ferry kecil dan lain sebagainya.. biar bisa membayangkan keseruan mereka disana.. aku pernah baca buku dan karena detailnya buku itu bukannya bikin aku bosen malah pengen ke tempat yang dideskripsikan.. berasa ngebayangin gimana suasana disana.. semoga aku juga bisa begitu membuat kalian bisa membayangkan suasana di maldives.. heheheee
Untuk masalah hamil aku akan jawab di part terakhir yah.. biar penasaran.. kecuali yang udah masuk group udah dibocorkan duluan.. kalau mau dapet banyak bocoran masuk group yah...
see you next part
__ADS_1