Pernikahan Paksa Alea

Pernikahan Paksa Alea
PPA 96# Masa Lalu


__ADS_3

"Apa kamu ada kaitannya dengan semua ini, Erica?" ucap Bayu sepeninggalan Ravka dari ruang kerjanya.


"Papa menuduhku?" sambar Erica tak terima.


"Saya bertanya, bukan menuduh," jawab Bayu lugas.


"Aku tidak tahu apa-apa tentang perusahaan, Pa. Dan aku tidak mau ikut campur," tandas Erica.


"Lantas kenapa kamu meminta Alex untuk menikahi Sherly?" cecar Bayu.


"Karena dari dulu Papa selalu meng-anak emas kan Ravka. Aku hanya berharap dengan begini Papa juga bisa melihat Alex sebagai cucu Papa. Dia rela melakukan apa saja agar Papa tidak selalu memalingkan wajah darinya," ucap Erica sarkas.


"Saya tidak pernah membeda-bedakan mereka. Saya hanya tidak menyukai sikap Alex yang terlalu bebas dan tidak bertanggung jawab," tegas Bayu.


"Hhhh .... " desah Erica kesal. "Sejak awal, kami memang tidak pernah Papa harapkan. Kalau bukan karena permintaan Mas Dika untuk terus mempererat ikatan keluarga dengan Dinata, aku mungkin sudah kembali ke Amerika," Erica memalingkan wajahnya.


Ada perasaan kecewa yang begitu besar menggayut di hati. Matanya mulai berkaca-kaca saat ia kembali menyebutkan nama sang suami yang sudah lama pergi meninggalkannya.


"Mbak, kurang baik apalagi sih Papa sama kalian? Kamu tuh bener-bener ga tahu diri, Mbak!" tukas Dilla kasar.


Derry meraih tangan Dilla, memberi isyarat agar istrinya itu tak memulai pertengkaran dengan istri mendiang kakaknya.


"Kenapa Mas? kamu masih mau bela dia? kamu masih cinta sama dia?" tuding Dilla pada sang suami.


"Bukan begitu Ma. Lagipula untuk apa kamu mengungkit segala hal yang sudah lama berlalu?" ucap Derry lembut, berupaya menenangkan hati Dilla yang tampak sudah mulai terpercik kobaran api cemburu.


"Aku muak dengan segala sikap Mbak Erica yang selalu merasa tersakiti di rumah ini," Dilla tersenyum sumir menatap Erica tajam, "seolah-olah hanya dia yang menjadi korban di sini."


"Kenyataannya memang seperti itu Dilla. Aku dan Mas Dika saling mencintai. Dan hidup kami sudah bahagia di luar negeri. Hanya karena Mas Dika masih menganggap keluarga ini, makanya kami kembali kesini. Tapi apa yang aku dan anakku dapatkan di sini? Hanya kebencian dari Papa,"


"Cukup Erica, jangan keterlaluan. Dari dulu kamu selalu bersikap egois. Karena keegoisanmu dan Mas Dika, dua keluarga jadi bermusuhan dan hampir menghancurkan perusahaan," ucap Derry mulai terpancing emosi.


"Sudah cukup. Saya meminta kalian kemari untuk menyelesaikan persoalan. Bukan melihat kalian bertengkar di sini," ujar Bayu menengahi pertikaian yang mulai timbul.

__ADS_1


Wajah Dilla tampak menahan geram dan tak setuju atas keputusan Ayah mertuanya. Begitupula dengan Erica. Hanya Derry yang terlihat berusaha menguasai diri agar tak hanyut dalam emosi.


"Masalah kali ini, bukan masalah ringan. Kita sama sekali tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Tapi saya meyakini segala sesuatu yang sudah terjadi saling berkaitan. Dan itu semua dimulai saat kalian memergoki Ravka dengan Alea berada di kamar hotel waktu itu,"


"Saya tidak mengerti apa kaitannya perusahaan dengan kejadian waktu itu?" sambar Derry dengan alis saling bertautan.


"Ravka kesulitan menyusun puzzle kejadian malam itu karena tak bisa menemukan motif penjebakan terhadap dirinya. Tapi belakangan dia menemukan segala kecurangan yang terencana dilakukan di dalam perusahaan. Sepertinya apa yang terjadi di dalam perusahaan, berkaitan dengan penjebakan dirinya," jelas Bayu pada anak dan kedua menantunya yang masih menampakkan raut bingung.


"Maka dari itu, saya minta kalian untuk bicara jujur disini. Terutama kamu Erica," ucap Bayu kemudian.


"Aku tidak tahu apa-apa soal penjebakan atau apapun itu. Apalagi masalah yang menyangkut perusahaan," ucap Erica acuh.


"Bukankah kamu yang pertama kali mengetahui soal kejadian di kamar hotel?" tanya Bayu lagi.


"Bukan aku, tapi Sherly. Waktu itu kami sedang berbelanja bersama. Dia tiba-tiba shock mendapat telpon seseorang yang mengatakan Ravka berselingkuh di kamar hotel. Dia histeris saat itu. Aku berusaha menenangkannya. Kemudian kami memutuskan untuk memergoki Ravka. Aku memang sengaja menghubungi Dilla, agar ia tahu bagaimana kelakuan anak kebanggaannya," jelas Erica panjang lebar.


"Berarti benar duganku kalau ini semua masih ada kaitannya dengan dendam masa lalu?!" gumam Bayu yang terdengar samar di telinga ketiga orang lainnya yang berada di ruangan itu.


"Aku masih belum mengerti maksud Papa," ucap Derry dengan kedua sudut mata yang meruncing tajam.


"Apa kalian tahu siapa Sherly sebenarnya?" tanya Bayu pada ketiga orang yang masih memandangnya heran.


Ketiganya serempak menggelengkan kepala. Bayu menarik nafas panjang sekali lagi. Ia tak menyangka bahwa akar permasalahan ini adalah dari sebuah kesalahan di masa lalu.


"Sherly adalah keponakan Elia," ucapan Bayu membuat anak dan menantunya membelalakkan mata mereka.


Nama Elia membuat keempat orang yang berada didalam ruangan itu hanyut dalam pikirannya masing-masing. Namun, keempatnya memikirkan hal yang saling berkaitan.


Pikiran mereka melayang pada kejadian lebih dari tiga puluh tahun silam. Dimana saat itu, Derry terpaksa menikah dengan sahabatnya sendiri yang kini setia menemani harinya dan memberikannya tiga orang putra dan putri. Derry terpaksa menikahi Dilla lantaran sang tunangan yang tak lain adalah Erica, kabur di hari pernikahannya. Parahnya lagi, Erica kabur dengan kakak kandung Derry sendiri, yakni Dika. Padahal saat itu Dika juga sudah mempunyai tunangan bernama Elia.


"Bagaimana bisa dia ada hubungannya dengan Elia? Bukankah Elia anak tunggal?" ucap Derry masih terperangah.


"Saya juga baru mengetahui ini beberapa waktu belakangan ini. Saat sedang melakukan penyelidikan terhadap penjebakan Ravka," ucap Bayu kemudian.

__ADS_1


Mendengar penuturan bayu, pikiran Derry kembali menerawang. Derry masih ingat betul setelah kaburnya Dika dan Erica ke luar negeri, Elia mengamuk lantaran tak terima akan penghianatan Dika dan membalaskan dendam dengan mencoba menghancurkan Dinata group yang saat itu masih perusahaan berskala nasional. Sayangnya usaha Elia sia-sia, kehancuran itu justru berbalik pada perusahaan milik orangtuanya sendiri. Sejak itu Elia hilang bak ditelan bumi.


"Sepertinya Sherly sengaja mengumpankan diri agar bisa masuk ke dalam keluarga kita. Saya juga tidak menyadari sewaktu Ferdi begitu gencar menjalin kerjasama dengan Dinata Group. Dia memiliki background yang bersih sebagai seorang investor. Karena itu denga mudahnya saya terperosok ke dalam perangkapnya,"


"Tapi kita sudah mengenal keluarga Ferdi belasan tahun lamanya. Bahkan kedekatan Sherly dengan Ravka bukanlah sekejap mata," ucap Dilla terbata.


"Sepertinya mereka memang merencanakan ini dengan sangat matang. Hingga kita terlean dengan kebaikan dan ketulusan yang berusaha mereka tunjukkan. Ferdi ternyata kakak Elia beda Ayah. Karena itu mereka tidak memiliki marga keluarga yang sama dan sangat mudah mengaburkan kedekatan hubungan diantara mereka," jelas Bayu lagi.


Wajah Erica tampak pias. Tubuhnya seolah lunglai tanpa tulang yang mampu menyanggahnya untuk tetap tegar. Ia sama sekali tak menduga bahwa anaknya lah yang akan mendapat karma atas kelakuan buruknya di masa lalu. Bahkan ia sendiri yang sudah menjerumuskan Alex ke dalam kehancuran dengan menikahi Sherly. Ia yang sudah mendorong bahkan memaksa Alex demi untuk mendapat pengakuan dari mertuanya. Nyatanya itu hanya akan membawa keterpurukan bagi anak satu-satunya yang ia miliki.


"Sekarang sudah sangat larut. Kita harus membicarakan ini lagi setelah anak-anak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Kamu harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi Erica. Ini akan berimbas pada rumah tangga Alex," ucap Bayu sembari memejamkan matanya perlahan sebelum ia menarik nafas dalam-dalam.


"Sudah waktunya Papa minum obat. Aku akan mengantar Papa ke kamar," ucap Dilla melihat Bayu yang tampak kelelahan.


Dilla mengajak Bayu keluar ruangan dengan pikiran yang masih melayang memikirkan Sherly. Sementara di belakangnya Derry masih belum bergeming dari duduknya.


"Apa kamu tahu Erica? Semua biaya hidupmu dan Alex selam ini berkat kebaikan Papa. Hanya saja ia tak membiarkan seorangpun mengatakan yang sebenarnya kepadamu,"


"Aku hidup dari peninggalan suamiku," ucap Erica lirih dengan sisa kekuatan yang masih ia miliki.


"Asal kamu tahu, Mas Dika membawamu ke luar negeri dengan menjual sejumlah aset perusahaan yang sudah Papa bangun dari nol," ucap Derry dengan penuh penekanan. "Kami cukup kesulitan untuk bisa bangkit dari keterpurukan akibat ulah kalian berdua," lanjut Derry dengan sorot mata menghujat.


Erica hanya terdiam mendengar ucapan Derry. Tak dapat ia pungkiri bahwa apa yang dikatakan oleh Derry benar adanya. Mereka bisa bertahan hidup di negeri asing berkat aset milik keluarga Dinata yang sempat dibawa kabur oleh mendiang suaminya. Namun, di tanah rantau mereka bisa mengenyam keberhasilan. Hingga Dika di vonis mengidap penyakit kanker dan mengharapkan maaf dari keluarga. Untuk itulah mereka kembali ke Indonesia dan menemui keluarga suaminya.


"Satu hal yang tidak kamu ketahui selama ini. Mas Dika kembali kesini tidak hanya untuk mendapatkan maaf dari kami. Tapi ia juga memohon agar kami bersedia menerima kalian. Kau dan juga Alex. Bersedia menjaga kalian sepeninggalan dia, karena perusahaan yang dia bangun di Amerika dinyatakan pailit. Perusahaan itu bisa terus berdiri dan bisa menghasilkan uang yang dikirimkan ke rekeningmu setiap bulan karena suntikan dana dari Papa. Papa juga mengirimkan orang terbiknya agar perusahaan itu bisa keluar dari keterpurukannya," jelas Derry panjang lebar sebelum ia menyusul istrinya keluar dari ruang kerja Ayahnya. Meninggalkan Erica yang sudah dibanjiri air mata.


*********************************************


rekomendasi bacaan buat kalian yah biar ga bosen nunggu up dari aku... hehheeee



__ADS_1


__ADS_2