
Kerlip ribuan lampu yang menjuntai di langit-langit menghadirkan kemewahan dalam sebuah ballroom yang disulap menjadi tempat jamuan makan yang indah dan mempesona. Deretan kursi dan meja yang di tata sedemikan rupa terlihat epik dan tetap memberikan kesan hangat meski mampu manampung ratusan orang di dalamnya.
Lampu blitz kamera berbagai media dari seluruh penjuru dunia juga tak hentinya menyala, semakin menambah kemegahan resepsi pernikahan salah seorang bilioner muda yang saat ini Alea hadiri.
Binar mata Alea seolah tak berhenti mengagumi semua yang terpampang di hadapannya. Mimpi indah setiap wanita terwujud dalam ruangan ini. Sebuah pernikahan layaknya seorang putri yang akan membuat semua mata memandangnya dengan iri.
"Setidaknya aku bersyukur sudah mempelajari table manner," bisik Alea dalam hati saat melihat berbagai jenis sendok, garpu, dan pisau sudah tertata rapi di meja di hadapannya.
Sejumlah pelayan berseliweran mondar mandir di dalam ruangan menuangkan minuman kepada tamu-tamu undangan yang mulai memadati ballroom.
"Maaf sayang aku meninggalkanmu terlalu lama," bisik Ravka di telinga Alea.
Gadis itu hanya melemparkan senyum simpul kepada sang suami. Hatinya bergetar melihat aura ketampanan Ravka yang membuatnya semakin terpesona. Namun, disaat bersamaan ia juga harus menelan kekecewaan hingga tak dapat menepis senyum menawan di bibir serupa lelaki yang terlihat sempurna di matanya.
"Kamu tidak marah kan?" tanya Ravka khawatir.
Alea menggelengkan kepala seraya tersenyum setulus yang bisa ia sematkan di bibir. Tentu saja ia tidak dapat marah kepada lelakinya. Pria itu terpaksa menjauh saat seorang wartawan meminta wawancara khusus dengannya sembari menunggu kehadiran mempelai ke dalam ruang resepsi. Sebuah wawancara dari majalah bisnis terkemuka, tak dapat Ravka tolak.
"Kamu terlihat seperti kurang sehat, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Ravka penuh perhatian.
"Aku tidak apa-apa, Mas. Aku hanya mengagumi dekorasi pernikahan ini. Indah sekali," Alea menyungingkan senyum untuk kesekian kali, berusaha mengusir khawatir yang terlintas di mata suaminya.
"Apa kamu mau .... " kalimat yang meluncur dari mulut Ravka menggantung begitu saja saat keriuhan mulai memadati ruangan ketika sepasang pengantin memasuki ballroom.
Alexander dan Rianti, memang terkenal dengan ketampanan dan kecantikannya. Alea sudah beberapakali menyaksikan mereka saat tersorot kamera dan menjadi perbincangan hangat seantero negri. Namun, baru kali ini ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa gagah dan menawannya pasangan sensasional itu. Bak pangeran dan putri dari negeri dongeng.
Dengan gaun putih panjang menjuntai yang dihiasi ratusan permata menambah sempurna kecantikan si pemakai. Membuat Alea tak hentinya mengagumi ciptaan Sang Maha Kuasa melalui wujud indah dalam diri pengantin wanita. Alexander dan Rianti menampilkan kebahagiaan tiada tara melalui binar di kedua mata mereka yang terpancar di sana. Alea turut meriuhkan suasana memberikan tepuk tangan penuh semangat, saat keduanya berciuman dengan penuh cinta dihadapan tamu undangan.
"Ayo kita temui pasangan pengantin sekalian berpamitan pulang," ucap Ravka setelah mereka selesai menikmati jamuan makan malam.
Alea lagi-lagi hanya menganggukkan kepala dengan senyum yang ia paksakan mengembang di bibirnya. Jantungnya berdetak cepat, menyiapkan diri dengan segala hal yang akan membuat hatinya kian menciut. Ia tak mau menjadi pengganjal bagi kesempurnaan sang suami di hadapan para koleganya, dengan menampilkan wajah bermuram durja. Jadi dengan sangat piawai, Alea menyimpan semua sesak di dada agar tak tercetak jelas di wajah. Menggantinya dengan senyum indah yang membuat ia juga tampil mempesona agar setara dengan lelaki yang tengah menggandengnya mesra.
__ADS_1
"Selamat untuk kalian berdua," ucap Ravka seraya menyalami sang pengantin lelaki sembari memberikan pelukan hangat. "Pernikahan kalian berdua tidak akan mudah dilupakan. Dan aku ikut senang kau tampak sangat bahagia," lanjut Ravka.
"Terimakasih sudah mau menghadiri pernikahanku. Aku juga menunggu kau segera mengundangku ke acara pernikahanmu. Aku lihat kau sepertinya sangat mencintai teman kencanmu," jawab Alex sembari melirik Alea yang tengah berbincang hangat dengan Rianti.
"Of course, aku sangat dan teramat mencintainya," jawab Ravka yang masih dapat di dengar oleh Alea menghadirkan rona merah muda menjalar di pipi gadis itu.
Mereka kemudian berbincang hangat sembari melemparkan pujian untuk pasangan masing-masing. Sama-sama bersyukur dianugerahkan pasangan yang dicintai dan mencintai sepenuh hati.
"Hari ini kau adalah rajanya. Banyak yang menanti giliran untuk memberimu selamat. Jadi kami undur diri terlebih dahulu. Terimakasih untuk jamuannya," ucap Ravka mengakhiri perbincangan mereka yang memang tidak berlangsung lama.
Alea dan Rianti juga tampak berpelukan hangat sebelum keduanya berpisah. Ravka kemudian menggandeng erat pinggang Alea. Membawa gadisnya ke dalam pelukannya sembari berjalan kekuar area ballroom yang dijadikan sebagai tempat resepsi. Sepanjang perjalanan, Ravka berpapasan dengan sejawat di sana. Saling bertegur sapa dan berbincang sebentar sebelum benar-benar berlalu pergi dari ruangan tersebut.
"Hahh.... " desah Ravka saat sudah berada di dalam kamarnya. Acara yang sejatinya hanya ingin ia hadiri sebentar, ternyata memakan waktu hingga berjam-jam karena banyaknya kolega yang ia temui disana. Membuat ia terpaksa tertahan cukup lama di sana.
Ravka melepaskan jas serta beberapa kancing kemeja yang dikenakannya. Ia melirik Alea yang langsung masuk ke dalam kamar mandi. Gadis itu tampak tak biasa hari ini. Meski bibir terus menyunggingkan senyum, tapi Ravka sadar kalau ada sesuatu yang Alea sembunyikan. Ravka hanya melengkungkan bibirnya sedikit ke atas saat ia berusaha menebak apa yang mengganjal di dalam hati gadis cantik tersebut.
"Al, kamu lagi apa di dalam?" tanya Ravka memancing istrinya.
"Sebentar, Mas. Aku lagi bersih-bersih," jawab suara dari dalam kamar mandi yang terdengar agak bergetar.
Sementara di dalam kamar mandi, Alea berusaha mengatur nafasnya. Mencoba menghentikan linangan air mata yang terus mengucur sejak ia memasuki kamar mandi. Gadis itu duduk di atas closet seraya menutup wajah dengan telapak tangan.
"Ya Allah, kenapa rasanya begitu sesak? Kenapa aku sekarang menjadi semakin serakah dan tamak?" gumam Alea perlahan.
Sebutan sebagai teman kencan yang kerap disemat oleh kolega Ravka saat melihat keberadaannya di sisi sang suami, membuat dadanya serasa teriris sembilu. Begitu perih menyiksa. Bagi Alea sebelum ini, cinta sang suami cukup membuat hatinya berbunga. Dia tak pernah mau memusingkan apa yang orang lain gunjingkan tentang dia. Selama keluarga dan teman-temannya menerima dan mengetahu pernikahannya, itu cukup bagi Alea.
Akan tetapi, kejadian hari ini membuat gadis itu merasa seolah tak punya harga. Status sebagai teman kencan Ravka mungkin saja membuat sebagian perempuan di luar sana merasa bangga dan pongah. Namun, tidak bagi Alea. Ia merasa tak ubahnya gadis penghibur yang sedang menemani seorang don juan kaya raya. Membuat ikatan sakral diantara mereka seolah tak punya arti apa-apa.
"Apa aku salah jika aku ingin diakui dihadapan semua orang? Apa aku tak layak disandingkan dan diakui di hadapan teman bisnisnya?" tanya Alea pada dirinya sendiri.
Setelah puas berlama-lama termenung di dalam kamar mandi, Alea menarik nafas panjang. Ia tak ingin apapun merusak hari-hari yang membahagiakan baginya. Gadis itu tak mau berlarut-larut dalam derita yang ia ciptakan sendiri. Derita karena sibuk memikirkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya.
__ADS_1
Ia tak ingin menjadi gadis serakah yang tak pandai bersyukur dengan apa yang ia raih saat ini hingga merusak kebahagiaan yang sudah dalam genggaman. Menikmati liburan berdua adalah tujuan mereka datang kemari. Tak pantas ia berkeluh kesah pada momen bahagia mereka. Ia lantas mencuci wajahnya, meluruhkan air mata supaya ikut tersapu bersama rasa gundah di dada.
"Sudah selesai bersemedi?" tanya Ravka saat Alea keluar dari kamar mandi.
"Kamu udah ganti baju?" Alea justru menjawab pertanyaan sang suami dengan melontarkan tanya saat melihat Ravka sudah berada diatas tempat tidur mengenakan pakaian santai.
Ia segera mengganti gaun slim suit yang membungkus tubuhnya dengan indah. Memperlihatkan setiap lekukan yang mempesona. Ravka mendekati istrinya. Menarik resleting gaun Alea saat gadis itu terlihat kesulitan membukanya.
Ravka kemudian membalikkan tubuh Alea menghadapnya. Mengangkat dagu istrinya hingga membuat mata mereka saling beratatapan.
"Matamu sembab. Kamu habis menangis?" tanya Ravka seraya memaku manik hazel itu, menatapnya lekat.
"Aku hanya lelah, Mas. Aku ngantuk. Mungkin karena itu terlihat sembab," kilah Alea.
"Benar seperti itu?" tanya Ravka meyakini Alea.
"He hem ... " gumam Alea menjawab tanya Ravka.
Namun, sepasang manik hazel itu berusaha mengalihkan tatapannya agar tak melihat langsung ke kedalaman manik coklat milik sang suami. Ia tak dapat menyembunyikan rasa yang mengganggu di dalam sana jika terus menatap netra yang meneduhkan, tapi juga sangat tajam mengintimidasi.
"Baiklah, kalau kamu cuma merasa lelah. Sebaiknya kita berisitirahat sekarang. Supaya pagi-pagi sekali kita bisa berangkat ke Huruwalhi," ucap Ravka seraya menggosokkan ibu jarinya di pipi Alea.
Ravka memberi kecupan singkat di puncak kepala Alea. Kemudian beralih ke pipi lalu melahap bibir mungil gadis itu dengan segenap perasaan cinta yang ia punya untuk istrinya. Memberi perasaan damai di hati gadis itu. Saat melepaskan kecupannya, ia dapat melihat senyum merekah di bibir gadisnya. Membuang semua resah yang melanda jiwa.
Setelah mengganti pakaiannya dengan jubah tidur, Alea melesakkan tubuhnya disamping Ravka. Melingkarkan lengannya di atas tubuh Ravka yang sudah terpejam. Menyesap harum tubuh sang suami yang menenangkan hati hingga mampu membuang segala pikiran buruk yang melintas di kepala. Ravka membalas pelukan Alea, membawa gadis itu lebih erat ke dalam rengkuhannya. Membuai dua jiwa itu hingga menghantarkan mereka ke dalam mimpi indah.
*********************************************
yang kemren nanya gimana cara masuk group , ini aku lampirin gambarnya yah... klik aja yang ada tulisan ayo chat dengan author.. nanti bisa maauk ke dalam group...
__ADS_1
Boleh mampir sini yah manteman sambil nungguin up