Pernikahan Paksa Alea

Pernikahan Paksa Alea
PPA 141# 5.8 Undersea Restaurant


__ADS_3

"Mas, turunin dong .... malu," rengek Alea manja terdengar merdu ditelinga Ravka.


"Aku akan turunin kamu, tapi jangan bawel ya," ucap Ravka menahan degup jantung yang terus berpacu saat ia mulai melangkah menuju restoran.


"Iya, aku ga bakalan bawel lagi," jawab Alea tak sabar.


Ravka menurunkan istrinya dari atas bahunya dengan mudah. Lantas meraih jemari Alea dan membawanya ke dalam genggaman tangan. Jantungnya kian berpacu dengan deras, seiring langkah yang semakin mendekat ke restoran. Hari ini adalah hari istimewa yang tak pernah dibayangkan oleh lelaki itu, bahwa ia akan melakukan hal gila yang mungkin saja akan di tertawakan oleh teman-temannya. Membuat jantungnya berdetak semakin tak karuan.


Saat menggendong Alea tadi, ia sedikit mengalihkan kegugupannya. Namun, sekarang rasa gugup itu kian menebal. Digenggamnya erat tangan Alea untuk mengusir rasa yang membuatnya semakin tak menentu. Hingga ia berhasil menyeret kakinya di depan sebuah jembatan di atas laguna yang terletak berlawanan arah dengan kamar yang mereka tempati.


"Kita mau kemana sih, Mas?" tanya Alea heran saat Ravka membawanya melewati jembatan yang di ujungnya terdapat sebuah bangunan kayu yang tidak terlalu besar.


Gadis itu menautkan kedua alis, memperlihatkan keheranan yang tercetak jelas di wajah.


"Kitakan mau dinner, Istri ku sayang," jawab Ravka santai, tapi justru membuat Alea semakin cembetut lantaran pertanyaan bertambah banyak bercokol di kepala.


"Aku juga tau, Mas kita mau dinner," sambar Alea sebal, "Maksud aku dinner dimana? Restoran di dalam resort ini kan ada di sebelah sana. Kita ngapain ke sini? Lagian di sana ga keliatan kaya restoran?!" Tunjuk Alea pada bangunan yang hendak mereka datangi.


"Kata siapa? Aku itu sengaja pilihin restoran yang paling keren dari seluruh restoran yang ada di Maldives ini, cuma buat ngajak kamu dinner."


"Yakin ini restoran yang paling keren dari seluruh restoran yang ada di maldives?" tanya Alea seraya mencebik tak percaya.


"Yakinlah .... Kamu ga percaya sama suami mu ini? Aku bahkan bisa ngajak kamu pergi ke restoran terbaik di seluruh dunia ini kalau kamu mau," jawab Ravka pongah.


"Sombong," ledek Alea seraya terkekeh.


"Iyalah sombong itu harus buat sesekali. Kamunya aja yang ga nyadar seberapa hebatnya suami mu ini."


"Iya deh, suami ku emang yang paling keren dan hebat di seluruh dunia. Aku percaya kalau kamu bisa kasih apapun yang terbaik buat aku," ucap Alea dengan nada yang dibuat sedikit berlebihan.

__ADS_1


Ravka menghentikan langkahnya. Ia menatap tajam tepat ke manik Alea. "Kamu ngeledek, ya?"


"Ga suami ku sayang, aku itu ga ngeledek. Kamu emang udah ngasih semua yang terbaik buat aku," jawab Alea dengan senyum tulus mengembang di wajah.


Wajah Ravka sumringah mendengar Alea memanggilnya dengan sebutan sayang. Baru kali ini ia mendengar panggilan sayang tersemat dari bibir mungil istrinya. Membuat Ravka ketagihan mendengar panggilan itu.


Lelaki itu kemudian memutar tubuh menghadap Alea. Diraihnya pinggang gadis cantik itu dan membawanya ke dalam pelukan. "Aku suka kamu panggil sayang," ucap Ravka lembut seraya membawa lengan sang istri ke pundaknya.


Tiupan angin laut yang menyapa keduanya semakin menambah syadu suasana, hingga tanpa Alea sadari wajah sang suami sudah mendekat padanya. Lelaki itu sudah menghadiahinya dengan kecupan lembut yang menuntut. Membenamkan bibir mungilnya ke dalam pagutan penuh gairah.


"Setelah ini aku ingin lebih sering mendengar kamu memanggilku dengan sebutan sayang," bisik Ravka di telinga Alea setelah ia puas mereguk bibir ranum berlapiskan lipstik nude yang terasa manis.


Wajah Alea kembali merona saat menyadari permintaan sang suami. Permintaan biasa yang entah mengapa membuatnya tersipu malu. Ia sendiri baru menyadari kalau telah menyematkan panggilan sayang untuk sang suami. Panggilan yang pernah membuatnya bergidik geli kala teman-temannya memakai kata itu saat berpacaran semasa kuliah dulu. Kini justru ia sendiri yang mengucapkan kata yang pernah dimasukkannya dalam daftar ungkapan yang berlebihan.


"Kamu membuatku semakin tak terkendali, Al. Sebaiknya kita bergegas, karena aku sudah tak sabar ingin menunjukkan sesuatu padamu," ucap Ravka dengan jantung yang terpompa dengan cepat saat ia kembali mengingat kejutannya yang sudah ia siapkan.


Meski pemuda bertubuh jangkung itu yakin akan perasaan Alea padanya, entah mengapa kegugupan itu sulit sekali sirna.


"Namanya juga kejutan, kalau aku kasih tau bukan kejutan lagi dong namanya," ucap Ravka kembali menggandeng Alea dan berjalan menuju ujung jembatan.


Cuaca cerah, ditambah indahnya pemandangan sekitar cukup mengalihkan perhatian Alea dari rasa penasarannya, hingga tak lagi mau memusingkan kemana Ravka akan membawanya pergi.


Embusan angin serasa membelai wajah gadis yang sudah mengikat rambutnya dengan gaya cepol dan diberi sedikit sentuhan squift. Tatanan rambut yang Alea sesuaikan dengan short dress chiffon bermotif bunga yang ia kenakan.


Penampilan yang terlihat chic dengan suasan romantis di pinggir pantai sengaja dipilih oleh Alea. Terlihat anggun, tapi tetap memberikan kesan santai meski tanpa alas kaki yang melengkapi penampilan.


"Selamat datang, Tuan," sapa seorang lelaki yang sudah meunggu kedatangan mereka sejak tadi, "Mari saya tunjukkan jalannya," lanjut pemuda yang mengenakan baju berwana putih dan mengenakan sarung.


Dua gelas minuman selamat datang disuguhkan untuk Alea dan Ravka. Lelaki yang tadi menyambut kedatangan pasangan suami istri itu, menjelaskan latar restoran yang diberi nama 5.8 Undersea Restaurant melalui foto-foto yang dipajang di dinding bangunan yang baru saja mereka masuki.

__ADS_1


"Kita makan malam direstoran bawah laut, Mas?" tanya Alea antusias mendengar penuturan dari pelayan restoran yang menyambut kedatangan mereka.


"Yup .... itu kenapa kita diminta datang sebelum jam lima sore. Karena sinar matahari masih tembus ke bawah pada jam segini. Kamu bisa maksimal menikmati pemandangan di bawah nanti, sambil menunggu sunset," jelas Ravka dengan senyum bahagia melihat antusias yang memancar dari kedua mata Alea.


"Kita juga bisa lihat sunset dari bawah, Mas?" Alea melebarkan matanya semakin antusias.


"Iya, Sayang," jawab Ravka seraya mencubit hidung Alea gemas.


Wajah polos istrinya itu benar-benar membuat Ravka tak dapat menahan diri. Kalau saja tak mengingat ada seseorang yang bersama mereka, tentu Ravka sudah mlumat habis bibir ranum yang menyunggingkan senyum bahagia tersebut.


"Mari, Tuan dan Nyonya, saya antar kebawah." Pelayan restoran itu memotong keintiman pasangan suami istri di hadapannya tanpa rasa canggung sama sekali.


Resort mereka memang kerap dijadikan sebagai persinggahan bagi pasangan yang tengah berbulan madu. Membuat para karyawan resort terbiasa menyaksikan kedekatan yang dipertontonkan oleh pasangan yang tengah dimabuk asmara.


Pelayan itu kemudian mengajak keduanya menuruni sebuah tangga spiral menuju ke kedalaman lima koma delapan meter dibawah permukaan laut. Kedalaman posisi restoran yang dipatri sebagai nama restoran tersebut.


"Aku bener-bener udah ga sabar, Mas pengen liat sunset dari bawah laut," seru Alea penuh semangat.


Mata gadis itu tak berkedip sama sekali selama menuruni tangga spiral. Alea memperhatikan dinding di sebelahnya yang dipasangi kaca tembus pandang. Membuat Alea menyadari bahwa semakin mereka menuruni anak tangga, maka mereka semakin memasuki kedalaman lautan. Hal itu terlihat dari ketinggian air yang terpampang pada dinding kaca yang dilaluinya.


Memasuki ruangan restoran yang hanya memiliki luas sembilan puluh meter persegi, Alea semakin dibuat terkagum-kagum. Matanya melihat sekekiling bangunan restoran dengan atap melengkung seperti terowongan.


Restoran bawah laut terbesar di Maldeives ini, hampir semuanya dibangun dari kaca akrilik yang menghadirkan panorama tiga ratus enam puluh derajat dan memperlihatkan kehidupan bawah laut dengan sangat jelas terpampang di hadapan para pengunjung restoran.


*********************************************


maaf yah updatenya telat.. sabar yah.. soalnya dua hari ini RL aku unpredictable banget.. ini aja nulisnya dua hari ga kelar2 satu bab.. mau tak panjangin udah mumet duluan.. segini dulu yah.. besok aku pasti usahain up lagi kok..


sambil nunggu up kepoin juga karya temenku yang ini yah..

__ADS_1



__ADS_2