Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina
Eps. 11. Istri Ngidam Suami Kelimpungan


__ADS_3

Lewat tengah malam Bisma baru pulang seperti yang ia katakan pada Karina sebelumnya. Laki-laki itu langsung masuk ke dalam kamarnya. Kamar yang sama dimana Karina sedang tidur dengan nyenyaknya hingga tidak menyadari kedatangan Bisma.


Karina tidur meringkuk di atas ranjang. Bajunya tersingkap. Memperlihatkan perut polos yang terlihat mulus itu. Tanpa sadar, jakun Bisma naik turun dengan sendirinya. Ia segera membenarkan selimut hingga menutupi leher Karina.


Bisma langsung keluar dari kamar setelah ia selesai mandi dan berganti pakaian. Ia tidak yakin bisa mengendalikan dirinya untuk memikirkan hal yang tidak-tidak pada Karina.


Belum sampai lima belas menit setelah Bisma keluar dari kamar dan tidur di atas sofa ruang tamu, calon ibu muda itu membuka matanya. Matanya berbinar cerah memikirkan sesuatu.


"Kayaknya makan klepon enak deh." gumamnya. Ia segera mencari ponselnya.


Di zaman sekarang, hampir semuanya dijual online. Dan Karina berharap.bisa menemukan satu penjual klepon di sana yang bisa mengantarkan klepon untuknya.


Dengan segera, Karina memposting jika dirinya sedang mencari penjual klepon.


Beberapa saat setelah postingannya diunggah. Beberapa kali bunyi notifikasi terdengar. Tapi dari semuanya, tidak ada yang sesuai dengan keinginan Karina.


Kebanyakan, orang yang mengomentari postingannya malah menawarkan makanan lain yang mungkin cocok. Tapi dia hanya ingin klepon! Bukan yang lain.


Tak kehabisan akal. Ia pun membuat orderan di salah satu ojek online yang menawarkan jasa pemesanan makanan. Crabfood. Tapi sayangnya tidak sada satu pun yang mau mengambil orderannya.


"Ah ini dia." pekik Karina semangat saat mendapatkan informasi penjual klepon.


"Yah tapi tidak bisa diantar. Harus pergi sendiri." katanya lemas.


"Hem baiklah. Lagipula tempat itu tidak jauh juga. Aku bisa jalan kaki ke sana." Ucap Karina setelah berpikir beberapa saat. Ia turun dari ranjang. Masuk kamar mandi dan membasuh wajahnya. Sebelum keluar kamar, tidak lupa ia memakai sweeter untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin yang sangat tidak disukainya.


Karina segera menyalakan lampu agar memudahkannya melihat di kegelapan. Lagi pula ia takut gelap.


Saat Karina menyalakan lampu di ruang tamu, ia begitu terkejut melihat Bisma. Laki-laki itu juga terkejut karena nyala lampu yang menyilaukan.


"Maaf ya. Aku tidak sengaja membangunkanmu." ucap Karina tidak nyaman saat melihat Bisma duduk perlahan. Mata suaminya itu jelas terlihat sangat lelah dan mengantuk.


"Tidak apa-apa. Kamu kenapa bangun?" tanya Bisma dengan mata yang masih separo tertutup.

__ADS_1


"Aku...aku..." Karina ragu untuk mengatakannya. Meskipun Bisma menyuruhnya untuk mengatakan apa saja yang ia inginkan, tapi itu tidak mengurangi sedikitpun rasa canggung Karina.


"Kenapa kamu pakai sweeter? Mau pergi kemana malam-malam begini?" tanya Bisma setelah matanya benar-benar terbuka. Ia penasaran kenapa istrinya memakai sweeter di dalam rumah.


Merasa tidak mendapat jawaban, Bisma mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening Karina. "Tidak demam. Tidak sakit. Lalu kenapa pakai sweeter di dalam rumah?" tanya Bisma lagi. Kali ini kesadarannya benar-benar kembali. Ia menatap Karina penuh selidik.


"Aku... aku... sebenarnya tiba-tiba aku ingin makan klepon. Tadi aku sudah cari di FB. Juga di Crabfood. Tapi nggak ada yang bisa antar."


"Malam-malam begini ingin beli klepon? Yang jual ada kah?" Bisma mengerutkan alisnya.


"Ada! Tadi di FB ada yang kasih info. Katanya di taman R ada yang jual. Taman R kan dekat dari sini. Jadi aku mau keluar." jelas Karina berbinar. Ia sudah bersiap untuk pergi tanpa mendengar tanggapan Komentar.


"Nanti dulu. Biar aku antar."


"Tidak usah. Aku bisa berangkat sendiri kok!" tolak Karina. Bagaimanapun ia tidak ingin merepotkan suaminya itu.


"Aku antar atau tidak usah keluar." Ancam Bisma


Karina pun mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Bisma. Ia pun terpaksa mengiyakan permintaan Bisma untuk mengantarnya.


Karina turun dengan semangat. Matanya berkeliaran membaca tulisan di depan gerobak yang menjelaskan apa yang dijual.


Meskipun malam, suasana terlihat masih ramai. Banyak anak muda yang sedang nongkrong bersama kelompok mereka di beberapa sudut taman. Sambil bercanda, bernyanyi dan bermain gitar.


Begitupun dengan para penjual. Masih banyak gerobak yang berjejer di sekitar taman untuk menjajakan dagangannya.


"Dimana yang jual?" tanya Bisma setelah ia berada di samping Gadis itu. Karina menoleh pada Bisma dengan sedih. Ia pun menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada. Di sini tidak ada yang jual. hiks hiks." Karina mulai menutup wajahnya begitu ia sadar jika tanpa.bisa ia tahan air mata keluar dari matanya.


"Hei kenapa menangis?" Bisma panik. Ia tidak pernah menghadapi seorang wanita yang menangis sebelumnya. Iapun hanya bisa menarik tubuh Karina dengan canggung ke dalam pelukannya.


"Kenapa mereka tega membohongiku? huhuhu." Karina semakin terisak. Kini Bisma paham apa yang membuat Karina menangis. Itu karena ia merasa dibohongi oleh orang.

__ADS_1


"Jangan menangis. Mungkin mereka memang tidak bohong. Pasti yang jual sudah pulang." jelas Bisma. Karina masih sesenggukan di dalam pelukannya.


"Tidak peduli dimanapun, aku akan mendapatkannya untukmu. Sekarang kamu diam ya. Habis ini kita lanjut carinya." bujuk Bisma yang akhirnya membuat Karina mengangguk senang.


Setelah itu, Bisma mengajak Karina untuk mencari penjual klepon. Bisma sengaja memelankan mobilnya begitu melewati daerah dengan gerobak-gerobak yang berjajar di tepi jalan. Bisma dan karina sudah lama berputar-putar di jalanan.


"Ayolah siapa saja yang bisa kasih tahu di mana penjual klepon dimana saja akan aku beri hadiah." Bisma, sudah lama sejak terakhir ia melihat penjual klepon tiga tahun lalu. Bahkan bagaimana bentuk makanan kecil itu. Dan ia sama sekali tidak tahu harus mencarinya dimana?


"Itu Bisma penjual kleponnya!" Seru Karina bahagia saat melihat penjual klepon di tepi jalan. Berjajar dengan penjual lainnya.


Bisma segera menepikan mobilnya. Karina turun begitu mesin mobil dimatikan. Ia segera menghampiri penjual klepon dan membuat pesanan.


Menunggu pesanannya siap, Karina duduk di kursi plastik yang disediakan. Bisma menyusul tak lama setelah itu.


Karina berbinar begitu dua piring klepon dan semua temannya berada di hadapannya. Ia segera menarik satu piring ke depannya dan piring yang lain ia dorong ke depan Bisma.


"Aku memesankannya sekalian untukmu." ucap Karina sambil tersenyum.


"Aku tidak suka makanan yang manis seperti itu." tolak Bisma. Jika menggigit klepon, cairan gula merah akan langsung menyebar di seluruh mulutnya. Dan Bisma tidak menyukai hal ini sejak kecil.


"Oh baiklah. Kalau begitu biar aku saja yang makan." Karina menarik kembali piring yang ia sodorkan pada Bisma ke depannya.


Akhirnya Bisma hanya jadi penonton. Karina menghabiskan satu porsi dengan cepat. Ia sudah mulai memakan dari piring milik Bisma.


"Istrinya sedang hamil ya mas?" tanya penjual klepon pada Bisma. Bisma hanya mengangguk mengiyakan. Ia lelah dan hampir tidak bertenaga.


"Oh itu biasa mas. Kalau istri hamil itu memang sering ngidam. Kadang-kadang ngidamnya yang aneh-aneh. Susah di dapat. Dan bla bla bla..." ceramah panjang kali lebar penjual klepon menceritakan pengalaman ngidam yang dialami istrinya selama hamil tiga kali anak mereka.


Tapi berapapun panjang kali lebar penjelasan yang lebih banyak mengandung cerita itu, yang menjadi hasilnya adalah satu hal: Istri Ngidam Suami Kelimpungan.


*


*

__ADS_1


*


Terima Kasih sudah mampir 😊


__ADS_2