Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina
Eps_14. Aku Temani Dari Sini


__ADS_3

Masalah memang sudah berakhir berkat penjelasan Nara. Tapi hati Karina tetap terluka. Entah kenapa dirinya jadi sering melow seperti ini.


Awalnya, Karina berniat akan pergi ke mall untuk membeli beberapa baju yang baju yang pas ia gunakan di rumah sehari-hari. Kebanyakan bajunya adalah kaos dan celana. Jadi itu tidak akan cocok lagi untuknya. Namun karena moodnya yang sudah drop ia pun memutuskan untuk langsung pulang.


"Tadi katanya mau belanja dulu di mall. Kenapa jadi langsung pulang?" tanya Bi Eni saat mendengar jawaban Karina saat sopir menanyakan tujuannya.


"Tidak apa-apa bi. Aku hanya sedikit lelah."


Bi Eni tentu saja mengetahui jika jawaban yang diberikan Karina adalah suatu kebohongan. Tapi ia juga tidak mau mendesak Karina.


"Oh baiklah. Kalau begitu memang sebaiknya kita segera pulang dan istirahat."


Karina segera masuk ke dalam kamar setelah ia sampai. Langsung direbahkannya tubuhnya di atas ranjang besarnya. Ia menelungkup kan tubuhnya. Iapun mulai menangis.


Suara ponsel miliknya membuatnya terkesiap. Ia berdiri dan mengambil ponsel yang ada di dalam tas yang ia lempar begitu saja di atas meja.


Di layar ponselnya, nama Bisma muncul sedang meminta panggilan vidio dengannya.


Menyadari itu Karina menjadi panik. Ia segera menghapus air matanya. Ia juga merapikan rambutnya yang berantakan dengan jarinya. Kemudian duduk di sofa mengarahkan kamera di depannya.


"Hai." sapa Karina garing saat melihat wajah tampan Bisma memenuhi layar ponselnya.


"Bagaimana hasil periksanya tadi?" Bisma menatap lekat wajah Karina yang tampak murung. Matanya juga terlihat sembab. Bi Eni sudah menceritakan apa yang terjadi di depan ruangan dokter tadi. Karina pasti habis menangis. Kini ia menyesal tidak bisa mengantar Karina tadi. Dalam hati Bisma berjanji bahwa ia tidak akan lagi membiarkan Karina pergi periksa tanpa dirinya.


"Semuanya baik. Bayinya juga sehat. Kamu mau lihat foto USG nya?" tanya Karina semangat. Bisma mengangguk. Karina segera mengeluarkan foto cetak hasil USG nya dari dalam tas. Menunjukkannya pada Bisma yang ada di seberang sana.


"Jika semuanya baik kenapa kamu terlihat tidak baik?"


"Kata dokter aku harus makan lebih banyak lagi. Berat badanku turun. Padahal seharusnya bertambah agar tidak berpengaruh pada pertumbuhan si baby."


"Kenapa bisa?" tanya Bisma heran. Ia tahu sendiri jika Karina makan cukup banyak. Lalu kenapa bisa sampai kekurangan gizi?


"Tidak masalah. Kamu hanya perlu makan yang banyak dan bergizi. Nanti malam aku akan mengajakmu makan di luar sampai puas." Mendengar ucapan bisma Karina kembali bersemangat. Baginya, waktu Makan yang paling menyenangkan adalah di malam hari karena ia tidak akan merasa mual setelahnya seperti halnya jika ia sarapan ataupun makan siang.


"Apa sekarang Kamu sudah makan siang?" Karina menggeleng dengan lemas. Ia tidak terbiasa makan siang meskipun Bi eni selalu menyiapkannya. Ia sarapan sudah menjelang siang. Jadi untuk makan di siang hari rasanya perutnya begah.


"Apa Bi Eni belum masak?"


"Sudah."


"Lalu kenapa belum makan?"


"Masih belum ingin."

__ADS_1


"Kamu lupa apa kata dokter?"


"Apa?"


"Bukankah dokternya bilang kamu harus makan dengan teratur?"


"Kok kamu tahu? Kamu tadi nguping ya?" tanya Karina penasaran.


"Hahahaha. Kamu ini lucu. Bagaimana caranya aku nguping di ruang dokter. Lagipula untuk apa aku nguping jika aku memang ada di sana? Aku tinggal masuk dan duduk tenang mendengarkan penjelasan dokter."


"Lalu dari mana kamu tahu kalau dokternya bilang aku harus makan teratur?"


"Semua dokter akan bilang seperti itu pada pasien yang datang padanya."


"Benar juga ya." Karina menggaruk pipinya dengan lucu. Ia berpikir kenapa tidak terpikirkan sejak tadi. Malah menanyakan hal yang aneh pada Bisma.


"Sudah jangan dipikirkan lagi. Otak kecilmu tidak akan sampai." goda Bisma.


"Huh!"


"Kenapa tidak segera pergi makan?"


"Aku malas. Tidak ada yang menemani."


"Bi Eni kemana?"


"Bagaimana kalau aku saja yang temani?"


"Kamu mau pulang?" tanya Karina semangat.


"Tidak harus pulang juga kan. Kalau aku pulang akan butuh waktu lama."


"Lalu?"


"Aku bisa menemanimu dari sini." jawab Bisma.


"Bagaimana?" tanya Karina bingung.


"Kamu makan saja di sana. Dan aku akan makan di sini. Kamu nanti letakkan ponselnya di meja. Jadi aku bisa menemanimu nanti."


"Oke." Karina mengangguk dan berjalan keluar kamar dengan patuh. Ia duduk di meja makan dan meletakkan ponselnya dia sandarkan agar bisa berdiri. Dengan begitu ia juga bisa melihat wajah Bisma yang ada di jauh sana.


Karina mengambil piring dan segera mengisinya dengan nasi dan lauk yang disediakan bi Eni untuknya sebelum pergi tadi. Bisma yang memang ada di restoran juga mulai makan. Dengan ponsel yang ia sandarkan agar bisa berdiri. Sama seperti Karina.

__ADS_1


"Kamu ada di mana?"


"Restoran. Aku baru selesai meeting di sini tadi."


"Oh begitu."


"Em. bi Eni masak apa?"


"Sayur kangkung dan ayam goreng. Tempe goreng juga ada. Ada sambal udangnya juga."


"Kamu jangan makan yang terlalu pedas."


"Tapi aku ambil dikit kok."


Keduanya pun makan sambil sesekali berbicara. Karina sampai tidak sadar jika semua yang ada di piringnya telah berpindah ke perutnya dan mengambil lagi untuk yang kedua kali dan ketiga kali.


Bisma yang mengetahui Karina makan banyak ikut senang. Ia bisa tenang jika makan Karina seperti ini setiap hari. Tapi setiap hari ia juga melihat Karina makan dengan banyak. Dan ia juga meminta Bi Eni untuk memasak makanan yang bergizi. Kenapa sampai ada kejadian Karina kekurangan gizi dan berat tubuhnya berkurang?


"Aku kenyang sekali." kata Karina puas sambil mengusap perutnya yang menggembung karena terisi makanan. Ia tidak pernah makan puas di siang hari sebelumnya karena baru satu dua suap langsung keluar lagi. Dan itu langsung membuat mood makannya hilang.


"Jelas saja kenyang. Kamu habis tiga piring lho." ucap Bisma tersenyum.


"Iya kah? Aku benar-benar tidak sadar sudah makan sebanyak itu." Karina menggaruk tengkuknya saat melihat semua menu yang disediakan tinggal sedikit di atas meja.


"Tidak apa-apa. Itu bagus untukmu."


"Hem. Kamu benar. Ya sudah. Aku ke kamar dulu. Rasanya aku mengantuk sekali."


"Iya. Istirahat yang cukup. Sampai jumpa nanti sore." Bisma menggoyangkan tangannya sebelum mematikan sambungan vidio callnya. ia juga harus segera kambali ke kantor.


Bi Eni yang baru pulang dari belanja heran melihat lauk yang ia masak berkurang banyak. Tapi ia senang jika Karina mau makan banyak. Tadi ia juga ikut masuk ruang periksa. Dan mengetahui jika Karina kekurangan gizi dan berat badan. Itu pasti karena makanan yang ia makan lebih banyak yang dikeluarkan lagi dari pada yang diserap.


Dokter Kania juga memberikan obat untuk mengurangi mual untuk Karina. Ia senang jika obanya bekerja dengan baik.


Ting tong


Suara bel di pintu terdengar satu jam kemudian. Bi Eni segera bergegas membuka pintunya. Ia terkejut saat melihat tamu yang datang.


*


*


*

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😊


Kita-kira siapa ya yang datang? Semoga saja bukan orang yang memiliki niat yang buruk...


__ADS_2