Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina
Eps_68. Ditangkap Polisi


__ADS_3

Karina syok. Nadia juga. Pagi ini saat mereka masih sarapan, polisi tiba-tiba datang dan membawa Bisma pergi. Nathan pergi ke kantor polisi untuk meminta keterangan bersama dengan  Gerry. Dini tinggal di rumah untukenenangkan Nadia dan Karina yang terus saja menangis sejak Bisma dibawa pergi. Acara sarapan keluarga itu rusak. Makanan yang ada di piring mereka masih tersisa banyak. Tapi mereka sudah tidak ada nafsu untuk melanjutkan makan mereka.


"Kak, ma, kita tidak boleh begini. Apa dengan menangis seperti ini kak Bisma bisa kembali? Papa dan kak Gerry membantu kak Bisma. Papa pasti akan segera membawa kak Bisma pulang." Dini bingung. Ia biasanya adalah gadis yang selalu dimanjakan oleh semua orang. Di rumah ini, semua orang memanjakannya. Jika dia tidak senang,  akan ada orang yang sibuk menghiburnya. Jadi saat sekarang dia berada pada posisi untuk menghibur, ia benar-benar tidak berpengalaman.


"Mas Bisma dibawa polisi Dini. Ada papa bisa membawanya pulang?" Karina terisak. Ia mengingat bagaimana kejadian mengajukan yang terjadi pagi itu.


Saat polisi datang, pembantu yang membukakan pintu. Lalu memanggil Bisma dan Bisma pergi menemui polisi itu. Nathan menyusul tidak lama setelah itu. Tetapi saat Nathan kembali, Bisma tidak ikut kembali. Wajah Nathan bahkan terlihat tegang dan buruk. Tanpa mengatakan apa-apa Nathan mengajak Gerry untuk ikut dengannya.


"Ada apa pak? Mana mas Bisma?" Tanya Karina saat merasa ada yang salah. Nathan yang akan pergi kembali berbalik dan berhenti. Menatap Karina dengan pandangan yang rumit lalu mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.


"Jangan khawatir. Pasti ada kesalahpahaman. Papa akan membawa Bisma kembali." Ucap Nathan sebelum ia kembali berbalik dan berjalan pergi dengan Gerry.


Sendok berisi nasi yang dipegang Karina jatuh membanting di piring. Nasi berisi lauknya tumpah berantakan di sekitar piring. Air matanya langsung menetes. Ia menangis tanpa suara.


"Karina jangan berpikir macam-macam. Kamu dengar kan apa yang dikatakan papa?" Nadia menghampirinya. Meletakkan tangannya di pundak Karina.


"Mas Bisma dibawa polisi ma. Apa yang sebenarnya terjadi?" Nadia memandang wajah Karina yang terlihat putus asa.


"Tidak apa-apa. Bisma tidak mungkin melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Pasti ada kesalahpahaman yang terjadi."


"Polisi tidak akan bertindak tanpa bukti ma. Bagaimana kalau mas Bisma akan... hiks hiks.." Suara tangis Karina mulai terdengar. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Sudah sudah. Jangan menangis lagi." Nadia memeluk Karina.


"Mama.. apa aku akan melahirkan tanpa mas Bisma di sampingku?" Karina menangis semakin keras.


"Jangan berpikir macam-macam.  Bisma tidak akan dipenjara. Bisma tidak mungkin bersalah."


"Mama bawa mas Bisma kembali ma. Aku mau mas Bisma Ma."


"Iya iya. Bisma pasti akan segera kembali. Kamu tunggu saja sebentar lagi papamu akan membawa suamimu pulang ya sayang. Sudah jangan menangis lagi." Nadia menepuk punggung Karina. Mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik  saja. Tetapi mendengar tangisan Karina dan juga memikirkan kenyataan bahwa Bisma emang dibawa pergi oleh polisi membuat Nadia juga ikut menangis.

__ADS_1


Dini yang ada di depan keduanya merengut. Mamanya ini malah ikut menangis dan bukannya menenangkan.


Di kantor polisi, Bisma sedang diinterogasi. Nathan dan Gerry menghubungi Alex dan pengacara kepercayaan mereka yang akan membantu menangani kasus ini.


Sabun B-Health yang diproduksi oleh perusahaan Bisma beberapa hari yang lalu mulai didistribusikan. Iklannya juga sudah mulai ditayangkan di beberapa stasiun televisi swasta nasional. Sabun itu memang belum dijual di pasaran. Karena rencananya akan diluncurkan dua hari lagi.


Produksi yang pertama, yang sama dengan yang dibawa Bisma pulang dibagikan pada para karyawan secara gratis kemarin. Tetapi tiba-tiba ada laporan bahwa sabun yang dibagikan bermasalah. Orang-orang yang memakai sabun itu dilaporkan mengalami alergi dan harus dilarikan ke rumah sakit.


Bisma yang merupakan pemilik dari perusahaan dipanggil untuk diperiksa. Statusnya sebagai saksi pada saat ini. Tetapi jika terbukti bahwa memang terjadi kelalaian dalam produksi, situs Bisma bisa saja ditinggal gkatkan menjadi tersangka.


Karena sabun yang bermasalah. Semua produk yang sudah tersebar di pasaran segera dicabut. Pabrik dalam sekejap pabrik sudah dipenuhi dengan sabun yang dikembalikan. Alex segera datang ke pabrik dia menangani semuanya sesuai dengan instruksi Nathan.


Bisma diperiksa sampai empat jam lamanya. Selain Bisma, beberapa orang yang terlibat di dalam proses produksi juga diperiksa sebagai saksi. Termasuk para ahli yang bekerja sama dengan Bisma.


Dari penjelasan semua orang, sebenarnya tidak ada masalah dengan sabun itu. Tetapi saat sabun sisa yang diperiksa juga menunjukkan adanya bahan berbahaya yang dapat mengakibatkan reaksi alergi yang berlebihan. Namun dalam hal ini harus ada yang bertanggung jawab.


Dengan banyaknya korban, beritanya pun menjadi vital dalam waktu singkat. Kasus itu juga menjadi pusat perhatian. Iklan yang baru saja ditayangkan dan membuat orang penasaran akhirnya dihentikan.


Nadia menemui teman-temannya tanpa Karina. Dengan ketidak mudah akhirnya Karina bisa tenang dan tertidur di kamarnya. Nadia juga sudah tenang setelah Nathan menghubunginya dan memberitahu apa yang menyebabkan Bisma ditangkap polisi.


"Sabar ya jeng. Kami percaya Bisma tidak bersalah. Bisma pasti akan segera dibebaskan." Bu Niken menyentuh lengan Nadia begitu Nadia keluar untuk menemui mereka.


"Terima kasih atas semua dukungannya. Aku juga yakin putraku tidak mungkin melakukan kesalahan. Apalagi dengan cara yang begitu terbuka seperti sekarang ini."


"Jeng Nadia benar. Saya yakin ada orang yang sudah merencanakan untuk menghancurkan perusahaan Bisma."


"Ya jeng. Saya juga berpikir demikian. Kami juga menggunakan sabun yang Bisma berikan saat itu. Dan keluarga kami juga baik-baik  saja. Ini aneh kan?"


"Benar-benar. Kasus ini harus diperiksa dengan teliti. Jangan sampai Bisma yang tidak bersalah malah masuk penjara dan mendapatkan hukuman. Kami semua mengenal Bisma dengan baik sejak Bisma masih kecil. Dia bekerja keras sampai pada tahap ini. Jangan sampai dihancurkan oleh orang-orang yang berniat jahat."


"Papanya anak-anak juga mengatakan hal itu. Kami sekeluarga juga menggunakan sabun ini. Jika ada yang salah, kami juga pasti akan mengalaminya. Dia juga sudah ada di kantor polisi untuk mengurusnya. Pengacara kami juga berusaha untuk membebaskan Bisma. Paling tidak, Bisma tidak harus tinggal di penjara sampai semuanya jelas."

__ADS_1


"Baiklah jeng. Kalau begitu kami akan pamit pulang dulu. Jika ada yang bisa kami bantu jeng Nadia katakan saka pada kami. Kami akan dengan senang hati melakukannya." Pamit bu Niken mewakili teman-temannya.


"Terima kasih sudah datang. Dukungan kalian sangat berarti bagi kami."


Satu persatu ibu-ibu memeluk Nadia sebelum akhirnya mereka pergi.


Alex baru datang ke kantor polisi setelah ia menyelesaikan urusan di pabrik dan kantor Bisma. Ia datang bersama dengan Andi setelah mereka berdua mengambil sampel yang mereka bawa ke laboratorium untuk diteliti.


Melihat menantunya datang, Nathan yang sejak pagi menunggu di ruang tunggu di luar ruang pemeriksaan segera menghampirinya. Dirinya juga masih belum bisa bertemu dengan Bisma. Dia hanya mendengar kabar Bisma dari pengacara yang diizinkan masuk.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Nathan.


"Kami sudah memeriksa sampel dari beberapa sabun. Tetapi dari hasil yang kami bawa ke laboratorium  menunjukkan hal yang sama dengan pemeriksaan dari pisah polisi." Jawab Alex tanpa daya.


"Bagaimana ini? Tidak mungkin ada kesalahan seperti ini dalam sebuah produksi." Nathan juga bingung. Kasus ini sangat sulit.


"Papa sebaiknya pulang dulu. Aku akan mengurus di sini." Alex menenangkan Nathan. Melihat wajah Nathan yang terlihat kelelahan membuat Alex tidak tega.


"Benar pa. Aku akan mengantar papa pulang. Papa harus istirahat sekarang. Jangan sampai papa malah jatuh sakit. Aku akan memeriksa pabrik setelah itu. Aku yakin ada sesuatu yang salah di sana." Gerry sejak tadi diam. Dia yang membantu Bisma dalam menangani masalah di pabrik selama ini. Jadi dia yakin semua masalahnya berasal dari pabrik.


"Gerry benar pa." Alex mengangguk setuju.


Nathan berpikir sebentar dan setuju pada akhirnya. Jika dirinya sakit, perhatian akan terpecah antara masalah Bisma dan dirinya. Jadi dia harus sehat dan tidak boleh sakit sekarang ini.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir  ~《♡,♡》~

__ADS_1


__ADS_2