Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina
Eps_34. Andra Nauval Abimanyu


__ADS_3

Malam ini, Bisma dan Karina tengah menghadiri acara ulang tahun salah relasinya yang ke enam puluh delapan tahun. Awalnya Bisma melarang Karina ikut. Meskipun kejadian di taman dua minggu yang lalu tidak terulang lagi, tetapi Bisma tetap merasa khawatir jika Karina akan kelelahan dan berimbas pada kondisi kesehatan Karina nantinya.


Namun saat dilarang, Karina malah menangis tanpa sebab. Jadi dengan terpaksa Bisma mengizinkan Karina ikut dengannya


Bisma mengalungkan tangan Karina di lenganya. Sedangkan tangan kiri Bisma tanpa canggung melingkar di perut Karina yang kini sudah membuncit. Bisma membimbing Karina menyapa pamilik acara yang sedang berbicara dengan tamu-tamu lainya.


Keduanya tidak menyadari jika sejak mereka masuk, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua.


"Selamat malam tuan Abimanyu." Bisma mengulurkan tangannya pada seorang laki-laki tua yang terlihat sangat berwibawa.


Bisma mengernyitkan alisnya saat tanganya yang terulur tidak mendapat sambutan dan malah mendapati bahwa pandangan mata pria tua itu malah fokus memperhatikan Karina yang membuat Karina merasa canggung.


"Tuan, Abimanyu." Panggil Bisma lagi yang baru bisa menarik perhatian Abimanyu dari Karina.


"Oh Bisma. Maaf aku sampai tidak sadar karena terpesona pada kecantikan wanita cantik yang menemanimu." Abimanyu tersenyum memandang Karina dengan tatapan yang rumit.


"Perkenalkan tuan, Ini Karina. Istri saya." Bisma menarik Karina agar lebih dekat dengannya. Menunjukkan kepemilikannya pada perempuan berperut buncit yang tengah mengandung buah hati mereka.


"Ahahaha. Benar-benar pasangan yang serasi. Aku jadi teringat mendiang istriku yang telah lama meninggal." Pandangan mata Abimanyu semakin dalam. Ada rasa rindu dan sedih yang tersirat dalam tatapan mata itu.


Melihat tatapan Abimanyu padanya seketika tidak membuatnya merasa canggung lagi. Tetapi dia seperti ikut merasakan rasa sedih yang dirasakan pria tua yang baru pertama kali ia lihat ini.


"Ah maaf tuan. Saya benar-benar tidak bermaksud mengingatkan anda."


"Tidak masalah Bisma. Aku sudah tua, aku rasa sebentar lagi juga akan menyusul istri yang sangat aku cintai."


"Kisah cinta yang sangat manis. Saya benar-benar tidak menyangkan akan menyaksikan kisah cinta yang begitu manis ini. Tapi tuan, melihat anda sepertinya anda masih lama untuk menyusul istri anda. Anda begitu bersemangat."


"Ahahaha. Bisma kamu dari dulu sangat pandai berkata manis. Baiklah kalau begitu silahkan nikmati pestanya. Semoga tidak kapok jika aku undang lagi tahun depan." Abimanyu menepuk pundak Bisma.


"Tidak tuan. Tentu saja tidak."


"Oh ya! Alex juga datang tadi. Tapi dia tidak mengajak istrinya. Padahal akusangat ingin bertemu dengan istrinya yang ceria itu."


"Nara sedang hamil besar. Tinggal menunggu harinya melahirkan saat ini." Bisma mengangguk.


"Haaah. Betapa beruntungnya Tuan Nathan ini. Sebentsr lagi akan segera menimang cucu dari dua anaknya sekaligus. Sedangkan aku, Menantu saja belum punya."


"Tuan Abimanyu harap bersabar sebentar lagi. Jodoh pasti tidak kemana."


"Kamu memang benar. Tapi kedua putraku membuat pusing. Yang satu tidak memikirkan wanita. Dan yang lain yang dia pikirkan hanya main-main saja. Kalau ada satu lagi yang seperti istrimu ini kamu bisa bawakan padaku untuk menjadi menantuku."


"Hahaha. Baik tuan. Kalau begitu saya pamit untuk menyapa tamu yang lain dulu." Abimanyu mengangguk sambil tersenyum senang. Ia menatap kepergian Bisma dan Karina dengan binar mata yang rumit.


"Mas aku lelah. Bolehkah aku duduk dulu?" Bisik Karina yang membuat Bisma seketika merasa khawatir.

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu." Bisma segera pamit pada rekan-rekannya dan mengantar Karina mencari tempat duduk.


"Sudah aku bilang kan kalau tidak usah ikut saja. Kamunya malah ngeyel. Sekarang jadi kecapekan. Bagaimana jika terjadi sesuatu nanti?" Omel Bisma.


"Aku tidak apa-apa. Hanya kakiku yang pegal jika terus berdiri." Elak Karina. Ia tidak mau disalahkan.


"Baiklah. Kamu duduk di sini." Bisma mendorong pelan tubuh Karina untuk duduk di kursi yang disediakan. Karina mengangguk setuju. Ia tidak mau mendebat suaminya yang sedang dalam mode Posesif on itu.


"Kamu mau apa? Biar aku ambilkan untukmu." Tawar Bisma.


"Emm... aku mau kue. Lalu beberapa camilan. Juga es sirupnya ya. Kalau ada es krim juga boleh. Yang rasa setrawbery dan jiga coklat. jangan lupa diberi kacang mede diatasnya." Jawab Karina tanpa ragu. Bisma tersenyum sambil mengelus kepala Karina sebelum akhirnya pergi meninggalkan Karina untuk mengambilkan pesanannya.


Tak lama kemudian Bisma kembali dan meletakkan semua pesanan istrinya di atas meja di depannya. Pria itu sampai membutuhkan bantuan dari seorang pelayan untuk membantunya membawakan pesanan Karina. Mata Karina berbinar senang melihat banyak makanan di depan matanya. Ia pun segera memakannya setelah mengucapkan terima kasih.


"Hati-hati. Nanti kalau mau lagi akan aku ambilkan."  Ucap Bisma melihat Karina yang makan dengan lahap. Karina hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu aku tinggal dulu sebentar ya. Ada beberapa orang lagi yang harus aku sapa." Lagi-lagi Karina hanya mengangguk sambil berdehem. Bisma hanya bisa tersenyum melihatnya. Semenjak Karina tidak kesusahan makan, istrinya ini selalu saja makan dengan lahapnya.


"Kalau ada apa-apa kamu panggil aku ya. Pakai telpon. Tidak usah cari langsung."


"Iya-iya suamiku yang perhatian. Istrimu ini pasti aman di sini. Selama ada makanan kamu tenang saja." Karina tersenyum lebar. Menunjukkan gigi-gigi putihnya yang berjejer rapi.


"Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu." Bisma mencium sekilas kening Karina sebelum benar-benar meninggalkan Karina bersama dengan makanannya.


"Ehem." Pria itu berdehem setelah lima menit Karina tidak menyadari keberadaannya.


Karina mendongak dan melihat pria tampan yang mungkin seumuran Bisma itu. "Maaf, anda siapa ya?" Tanya Karina heran.


"Perkenalkan, saya Andra Nauval Abimanyu." Pria tampan itu mengulurkan tangannya dan disambut Karina dengan ragu-ragu.


"Saya Karina. Istri dari Bisma Mahardika."


Andra mengangguk sambil tersenyum untuk menutupi keterkejutannya. Ia bukan terkejut karena mengetahui jika Karina adalah Istri Bisma. Tetapi terkejut karena mendengar namanya. Lagipula mengenai Karina adalah istri Bisma ia sudah tahu. Ia lah yang memperhatikan Karina dan Bisma sejak mereka berdua masuk ke dalam ruang acara. Jadi ia tidak terkejut akan hal ini.


"Boleh saya duduk di sini? Saya sedikit lelah." Tanya Andra lagi. Karina mengangguk dengan ragu. Ia tentu saja takut. Ia belum pernah bertemu laki-laki ini sebelumnya.


Menyadari ada orang asing yang memperhatikannya, Karina mencoba mengalihkan perhatian dengan makan kue yang diambilkan Bisma untuknya.


"Melihat wajah Karina sepertinya saya merasa tidak asing. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"


"Hem...saya rasa tidak. Saya baru pindah ke Jakarta belum ada satu tahun. Dan saya semenjak hamil selalu di apartemen." Jawab Karina.


"Benarkah? Lalu sebelum di sini Karina tinggal dimana?" Tanya Andra sedikit bersemangat.


"Lombok. Saya merantau beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya saya bekerja di hotel. Lalu berteman dengan Nara, adiknya Bisma. Eh tidak menyangka kami malah menjadi saudara ipar." Karina tentu saja tidak akan mengekspos tentang kehamilannya yang di luar nikah.

__ADS_1


"Lombok?" Tanya Andra terkejut.


"Iya. Ada apa?"


"Tidak ada. Berarti kita memang belum pernah bertemu. Saya sudah lama tidak pernah ke Lombok lagi."


"Ya. Saya rasa juga seperti itu."


"Baiklah kalau begitu saya pergi dulu. Saya tidak akan mengganggumu."


"Anda tentu saja tidak mengganggu. Saya senang jika ada yang menemanu berbicara."


"Ya. Memang benar. Saya suka berbicara dengan Karina. Saya harap kita bisa bertemu lagi lain kali." Ucap Andra sebelum berdiri dan menepuk celananya.


"Ya." Jawab Karina singkat sambil menganggukkan kepalanya. Andra meninggalkan Karina setelah memandang Karina dengan dalam.


Bisma yang dari jauh mendapati jika Karina sedang berbicara dengan seorang laki-laki langsung menghampiri istrinya. Namun belum sampai ia sampai di tempat Karina, pria iru sudah pergi meninggalkan Karina. Sialnya Bisma tidak melihat wjaah pria itu. Jadi Bisma tidak tahu siapa yang berani mendekati istrinya meskipun tahu jika istrinya itu tengah hamil.


"Siapa tadi?" Karina menarik pandangannya dari Andra yang sudah menjauh ketika mendengar suara yang ia kenali. Ia mendapati Bisma berdiri di depannya dengan raut wajah yang aneh.


"Siapa tadi?" Tanya Bisma lagi setelah pertanyaanya tidak kunjung dijawab.


"Entah. Aku juga lupa siapa namanya tadi. Tapi sepertinta nama belakangnya sama seperti nama yang punya pesta ini deh." Jawab Karina setelah ia mencoba mengingat.


"Marcel Leonard Abimanyu?" Bisma mengerutkan alisnya.


"Bukan. Bukan itu."


"Andra Nauval Abimanyu?"


"Iya itu." Karina menganggukkan kepalanya dengan yakin.


"Apa kamu yakin?"


Lagi-lagi Karina mengangguk. "Iya. Kenapa memangnya?" Kini Karina yang merasa heran. Memang kenapa jika memang pria bernama Andra yang menemuinya tadi?


"Tidak apa-apa." Bisma menggelengkan kepalanya. Tetapi ia melirik punggung pria yang tadi duduk bersama istrinya itu yang kini duduk seorang diri.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😊

__ADS_1


__ADS_2