Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina
Eps_25. Pulang Kampung


__ADS_3

Bisma dan Alex kembali duduk bersama di kafetaria. Kali ini kedua orang itu sedang menunggu Karina dan Nara yang sedang melakukan perawatan di salon.


"Sepertinya kita harus jalan terpisah mulai besok." Alex melirik Bisma yang dari tadi hanya duduk dengan diam.


"Kenapa?" Bisma menoleh dan bertanya dengan heran.


"Kita ini sedang liburan. Tapi lihatlah nasib kita yang seperti orang terlantar di sini." Bisma terkekeh mendengar protesan Alex.


Hari ini adalah hari kedua liburan mereka dari empat hari yang dijadwalkan. Sejak kemarin mereka hanya mengikuti dua orang ibu hamil yang menghabiskan waktu bersama. Keduanya sudah tak ada bedanya dengan bodyguard bahkan lebih mendekati pelayan.


Kemarin hampir seharian Nara dan Karina berbelanja. Membeli banyak barang yang berhasil menarik perhatian mereka. Bahkan walau hanya sekedar gantungan kunci yang menurut mereka lucu. Dan semua barang belanjaan mereka, Alex dan Bisma lah yang bertugas membawa semuanya.


Dan hari ini juga seperti itu lagi. Lagi-lagi Nara dan Karina mengabaikan mereka berdua. Keduanya malah asik dengan dunia mereka sendiri tanpa menghiarukan nasib suami mereka. Apa tujuan mereka berlibur hanya untuk pindah tempat menghabiskan waktu berdua? Jika hanya itu kenapa mesti jauh-jauh?


"Ayo kita susul mereka. Aku mulai ngeri melihat tatapan para wanita di sini." Alex menatap sekeliling. Dari tadi ia sudah merasa risih. Semenjak Nara hamil, Alex menjadi sedikit sensitif.


"Sebentar, kita buat rencana dulu untuk memisahkan mereka besok." Ucap Bisma segera diiyakan oleh Alex. Nasib mereka sudah harus dirubah.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Bisma emngajak Karina untuk meluar dari hotel. Laki-laki itu mengatakan jika ia akan mengantar Karina ke makam neneknya. Tentu saja Karina langsung setuju dan segera berangkat dan melupakan janjinya dengan Nara untuk berkeliling di sekitar dan berwisata kuliner.


Menempuh perjalanan hampir satu jam mereka pun akhirnya sampai di kampung Karina. Kampung tempat Karina tinggal berada di pelosok. Bisma hampir tidak mendapatkan sinyal untuk GPS nya, jadi ia terpaksa membangunkan Karina di tengah jalan untuk menunjukkan jalannya.


Tadi, Sebelum mereka memasuki kampung, Karina sempat meminta Bisma untuk berhenti di sebuah swalayan untuk membeli beberapa snack yang akan ia bagikan untuk anak-anak yang mereka temui nantinya.


Saat mobil mereka memasuki jalan kampung, banyak anak kecil yang menunjuk mobil mereka dengan bahagia. Berteriak dan melompat-lompat bahagia seperti melihat sesuatu yang luar biasa. Di kampung mereka memang tidak ada satu pun orang yang memiliki mobil, jadi mereka akan sangat kagum bahkan hanya pada sebuah mobil yang disewa Bisma dari pihak hotel.


Karina sudah menebak semua ini, jadi itulah sebabnya ia membeli banyak snack.


"Bisma hentikan dulu mobilnya." Bisma menuruti perkataan Karina. Lalu Karina membuka jendelanya dan memberikan snack kepada semua anak yang ada di sana.


"Lah ini kak Karina?" Seorang anak perempuan mengenali Karina. Kebetulan anak ini adalah adik dari Fania.

__ADS_1


"Iya Fira. Kakakmu ada di rumah?" Tanya Karina sambil terus membagikan snack yang ia siapkan. Karena semakin banyak anak yang datang, Bisma pun ikut membantu.


"Iya kak. Kak Fania mau menikah. Jadi dia sudah tidak bekerja lagi."  


"Menikah? Kenapa dia tidak bilang padaku?"


"Kakak dipaksa menikah." Karina tertegun mendengar jawaban Fira.


"Fira ikutlah kakak sebentar. Kakak ada yang ingin kakak bicarakan." Fira mengangguk. Karena anak yang tadi berkerumun sudah pergi detelah menerima snack, Karina turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Fira masuk. Ia juga ikut duduk di samping Fira setelah meminta ozin dari Bisma melalui pandangan matanya.


Saat di dalam mobil, Fira nampak takjub dengan mobil itu. Gadis kecil itu tampak sangat kagum. Ia bahkan menepuk-nepuk kursi yang terasa empuk.


"Ini mobil kakak? Nyaman sekali?" Tanyanya kagum pada Karina.


"Bukan. Ini mobil yang kami sewa dari hotel. Fira sebelumnya kenalkan itu kak Bisma, suami kak Karina." Karina menunjuk Bisma dengan telunjuknya.


"Kak Karina sudah menikah?"


"Wah kakak hebat bisa punya suami yang kaya dan juga ganteng." Puji Fira tulus. Karina tertawa mendengar pujian Fira. Andai Fira tahu bagaimana ia bisa menikah dengan Bisma mungkin ia tidak akan lernah berkata seperti itu.


"Tuh dengar Karina. Kamu beruntung memiliki suami sepertiku." Ucap Bisma membanggakan dirinya sendiri.


"Iya-iya aku tahu. Aku beruntung. Sedangkan kamu yang buntung." Ucap Karina masam sambil mengerucutkan bibirnya. Andai saja saat itu tidak ada Fira, Bisma pasti sudah menghentikan mobilnya dan menghabisi bibir yang manis itu.


"Tidak juga. Aku juga beruntung memiliki istri yang cantik dan manis sepertimu." Bisma segera berkata sebelum Karina marah padanya.


"Kakak tampan sangat beruntung mendapatkan istri seperti kak Karina. Kak Karina ini selain cantik dan manis juga sangat baik." Fira memang sangat dekat dengan Karina.


"Iya kamu benar. Aku laki-laki yang paling beruntung di dunia ini." Ucap Bisma. Ia melirik Karina dari spion dengan penuh perasaan. Karian yang mendengar ucapan Bisma merasa Bisma saat ini bermulut sangat manis. Tapi tidak dapat ia pungkiri jika ia sangat terharu mendengar ucapan Bisma hingga ia sempat melupakan tujuannya mengajak Fira masuk ke dalam mobilnya.


"Ehm. Jadi apa yang terjadi sebenarnya? Apa kamu bisa menceritakannya padaku?" Karina berdehem untuk menghilangkan canggung dan mengalihkan pembicaraan. Untuk saat ini, itulah yang terpenting.

__ADS_1


Ketika di dalam mobil, Karina menanyakan masalah yang terjadi pada Fania. Ternyata Fania dipaksa menikah dengan anak dari orang yang pernah dimintai hutang oleh orang tua Fania. Orang tua Fania pernah berhutang padanya dan tidak mampu membayar. Karena anak dari orang itu menyukai Fania makanya ia akan menganggap lunas hutang orang tua Fania jika Fania bersedia. Sebaliknya, mereka akan melaporkan orang tua Fania pada polisi jika Fania tidak bersedia.


"Kurang ajar sekali orang itu. Masak hanya gara-gara uang memaksa orang seperti itu? Benar-benar tidak berperasaan." Ucap Karina setelah mendengar cerita dari Fira.


Bisma yang ikut mendengarkan juga merasa simpati. Bagaimanapun ia juga mengetahui tentang masa lalu keluarganya. Bagaimana ia bisa lahir di dunia dan juga hubungannya dengan Nadia. Semua ini juga karena paksaan hutang. Dan Bisma mengetahui bagaimana nasib teman Karina ini. Di dalam hati ia sudah berjanji untuk ikut membantu.


"Baiklah. Katakan pada kakakmu nanti aku akan mengunjunginya. Tapi aku pergi ke makam nenekku dulu." Ucap Karina setelah ia merasa cukup mendapat informasi dari adik Fania ini. Ia meminta Bisma menghentikan mobilnya.


"Tunggu sebentar Fira." Karina menghentikan Fira yang hendak membuka mobil. Gadis cilik itu terlihat bertanya-tanya.


Karina mengambil dompetnya yang ada di dalam tas. Lalu membukanya. Ia ingin memberikan uang pada Fira. Namun yang ia temukan hanyalah satu lembar dua luluh ribuan dan satu lembar lima ribuan.


"Bisma bolehkan aku pinjam uangmu dulu? Aku tidak punya uang cash. Seratus ribu saja." Ucap Karina malu-malu pada Bisma.


"Boleh." Bisma tersenyum senang. Ia mengeluarkan dompetnya dan memberikan semua uang cash yang dimilikinya pada Karina. Ada lima lembar uang seratus ribuan.


"Banyak sekali? Aku kan cuma pinjam satu saja." Karina menatap heran uang yang disodorkan Bisma di depannya.


"Kamu pegang saja. Siapa tahu kamu membutuhkan sesuatu nanti." Jawab Bisma. Karina mengangguk, lalu memberikan dua lembar uang itu kepada Fira sambil berkata terima kasih.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir😙


Maaf akoh terlambat up😘


Semoga tidak mengecewakan kalian 😊

__ADS_1


__ADS_2