Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina
Eps_82. Karina Minta Pelukan


__ADS_3

Karina memandang dua pria yang berdiri di depannya. Bisma berdiri di samping ranjangnya sambil mengelus kepalanya. Dua wajah pria yang dipandangnya juga tidak asing untuknya. Tetapi ia masih belum mempercayai informasi yang baru saja Bisma katakan padanya.


Satu pria itu adalah Andra. Yang Bisma katakan padanya bahwa dia adalah kakak kandung Laki-laki nya. Bagaimana bisa? Karina cukup lama mengenalnya. Tidak ada yang aneh selama ini. Hanya saja memang terkadang perhatian yang dia berikan sedikit berlebihan. Tapi Karina tidak akan pernah berpikir bahwa itu karena dia adalah kakaknya.


Dan satunya lagi pernah Karina temui satu kali. Tapi Karina masih bisa mengingatnya dengan jelas. Dia adalah Abimanyu yang kata Bisma adalah papa kandungnya. Karina masih sangat mengingatnya dengan jelas saat Abimanyu memandangnya dengan intens saat itu. Juga saat mengatakan bahwa wajahnya mirip dengan seseorang. Kata orang, di seluruh dunia ada tujuh orang yang memiliki wajah yang mirip dengan orang lainnya. Jadi Karina mengabaikannya begitu saja.


"Saat aku mendengar kemungkinan bahwa putriku yang telah meninggal ternyata masih hidup, hatiku bergetar seakan ini bukanlah kenyataan. Saat hasil lab keluar dan menyatakan bahwa kamu memang putriku, baru aku akhirnya yakin bahwa semua ini adalah kenyataan yang indah." Abimanyu menatap Karna dengan sendu. Mencoba memberikan keberanian Pada dirinya sendiri, ia mengepalkan tangannya.


Melihat Karina yang hanya diam menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa ia tebak, Abimanyu mengambil napas dalam sebelum melanjutkan ucapannya. "Awalnya aku membantu Bisma karena ingin mendekatimu sedikit demi sedikit hingga aku bisa meyakinkan diriku untuk menghadapimu. Tidak menyangka ada kejadian ini yang membuatku takut kehilanganmu untuk yang kedua kali." Abimanyu menghela napas. Beban di hatinya seakan hilang.


"Yang membawamu dalam kecelakaan itu adalah saudaraku sendiri. Dia adikku satu-satunya. Norman. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Tidak menyangka dia masih menyimpan dendam yang begitu dalam hingga menyeretmu dalam bahaya. Aku.."


"Apa anda benar-benar ayahku?" Abimanyu terdiam mendengar pertanyaan Karina. Ia sedikit terkejut.


"I-iya. Aku adalah ayah kandungmu." Abimanyu menjawab dengan tergagap. Ini adalah kali kedua ia merasa gugup di dalam hidupnya. Pertama saat ia melamar Maria untuk menjadi istrinya. Saat itu ia takut ditolak karena adiknya yang lebih dulu mengungkapkan perasaannya juga ditolak.


"Jadi, Bisakah aku mendapat sebuah pelukan?" Karina menatap Abimanyu dengan haru. Ia sangat merindukan orang tuanya sejak lama. Ia selalu bertanya tentang bagaimana orang tuanya. Saat ia masih kecil, Ia selalu ingin merasakan dipeluk oleh orang tuanya seperti anak-anak yang lain. Tapi ketika ia bertanya pada neneknya, neneknya selalu berkata padanya bahwa mereka telah lama tiada. Lama kelamaan, Karina melupakan mengenai rasa rindunya.

__ADS_1


Karina merasa beruntung meskipun ia tidak bisa bertemu dengan ibunya secara langsung, ia masih bisa bertemu di alam mimpinya. Apalagi kenangan masa kecilnya yang telah ia lupakan karena kecelakaan itu perlahan ia ingat kembali. Ia juga lamat-lamat mengingat wajah ibu dan ayahnya. Bahkan ia juga mengingat bahwa ia memiliki seorang kakak laki-laki dan juga bahwa ia memiliki saudara laki-laki yang kembar dengannya.


Saat melihat Andra dan Abimanyu masuk ke dalam ruangan, perlahan-lahan ia melihat tampilan mereka di masa lalu. Ayahnya terlihat tidak banyak berubah selain ia terlihat lebih tua dibandingkan yang ia ingat di masa lalunya. Selain rambutnya yang sudah mulai memutih, juga kulitnya yang sudah memiliki banyak keriput, secara garis besar masih sama seperti yang ada di dalam ingatannya. Ayahnya masih terlihat tampan.


Sedangkan Andra, meskipun ia mengingat wajahnya di saat kecil dulu, sekarang penampilannya sangat jauh berbeda. Tapi ia bisa mengenalnya jika dia adalah kakaknya dan bukan kembarannya karena kembarannya memilki ta-hi lalat di bawah ujung mata kanannya.


Abimanyu masih belum percaya perkembangan keadaannya. Perkembangannya sangat cepat. Ia mengira jika Karina mungkin tidak akan percaya dengan mudah dan menerimanya sebagai ayahnya. Tidak menyangka jika Karina akan langsung menerima dan mengakuinya. Bahkan meminta sebuah pelukan!


Jadi, saat ia mendengar permintaan Karina untuk memeluknya ia merasa bahwa Itu hanyalah hayalannya.


"Papa, apa papa tidak ingin memeluk Michel?" Abimanyu tertegun. Karina baru saja memanggil dirinya dengan panggilan Michel. Dia menoleh pada Bisma dan ternyata dia mendapati Bisma yang juga terkejut. Jadi bisa disimpulkan jika bukan dia yang memberitahu Karina.


"Sepertinya." Karina menoleh dan menatap Andra saat ia mengangguk dengan yakin. Ia juga tidak mengerti darimana ia tahu semua itu. Ia hanya merasa bahwa semua kejadian di masa lalunya tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya dan menyatukan dengan semua ingatannya yang lain.


"Jadi kamu juga mengingatkan?" Andra tidak percaya. Ia menunjuk pada dirinya sendiri.


"Ya. Kamu adalah kakakku kan? Dimana Marcel? Apa dia tidak ingin melihat saudara kembarnya?" Semua orang semakin tercengang. Tetapi mereka semua akhirnya percaya bahwa Karina sudah mengingat semuanya.

__ADS_1


"Hahahaha. Kamu benar. Akhirnya kamu mengingatku."  Andra menerobos dan memeluk Karina karena bahagia. Semau orang terkejut karena ini tidak terduga. Andra biasanya seorang yang kaku dan jarang bertindak begitu ekspresif.


Melihat istrinya yang dipeluk pria lain meskipun ia tahu bahwa itu adalah kakaknya membuat Bisma frustasi. Ia segera maju dan memisahkan mereka. "Dilarang peluk-peluk." Ucapnya. Ia segera memeluk Karina dengan posesif hingga membuatnya sedikit kesakitan di jahitannya. Andra tidak terima dipisahkan begitu saja. Ia juga berusaha memisahkan Bisma dari Karina dan semakin membuat Karina kesakitan.


"Hei kalian ini berhenti bertengkar.  Kalian membuat Michel kesakitan." Abimanyu kesal melihat keduanya. Ia yang ingin memeluk putrinya yang baru saja mengakuinya. Malah keduanya yang berebut sekarang ini.


"Maaf-maaf. Ini salahku yang terlalu senang." Andra menghentikan tingkahnya dan mundur beberapa langkah ke belakang dengan rasa bersalah di hatinya. Di hari pertama dia diakui oleh adiknya, dia malah membuat adiknya kesakitan dan membuatnya terlihat wibawa di depannya.


Bisma di sisi lain. Ia segera memeriksa Karina dan bertanya pada Karina apakah luka jahitannya terasa sakit. Ia juga merasa bersalah.  Tapi dia juga tidak ingin disalahkan karena tidak terbiasa dengan tiba-tiba ada seorang pria yang mengaku sebagai kakak Karina dan memeluknya di depan matanya. Ini membuat hatinya tidak nyaman.


Melihat kedua pria ini yang terlihat kekanak-kanakan, Karina tersenyum hangat dari dalam hatinya. Ia mengatakan bahwa itu tidak apa-apa selama keduanya tidak memulai untuk memeluknya dengan erat lagi. Lalu ia menoleh pada Abimanyu yang dengan kesal melihat pertunjukan.


"Papa, apa aku sudah bisa dapat satu pelukan?" Karina bertanya penuh harap.


*


*

__ADS_1


*


Terima kasih sudah mampir ☆~(^,^)~♡


__ADS_2