
engan bukti yang menunjukkan bahwa Bisma tidak bersalah dan merupakan korban fitnah, dia pun di bebaskan pada akhirnya. Pelaku memang ditemukan, tetapi dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa. Tidak ada barang bukti yang menunjukkan keterlibatan orang lain dalam rencana ini. Jadi, polisi dengan paksa menutup kasus ini.
Karina sangat senang saat ia melihat Bisma pulang. Ia langsung berlari dengan kesusahan tanpa memikirkan kandungannya dan mememeluk Bisma dengan erat.
"Hati-hati, kamu bisa menyakitinya." Bisma membelai perut Karina.
"Hiks hiks hiks. Tidak tahukah kamu membuatku sangat takut mas?" Karina menangis terisak di pelukan Bisma.
"Maaf. Aku sudah membuatmu khawatir." Pasangan itupun saling berpelukan sama-sama menyalurkan ketenangan bagi pasangan mereka.
Dua minggu telah berlalu sejak kejadian itu. Tetapi kerugian besar akibat kejadian itu sangat besar. Produk yang sudah siap dipasarkan harus ditarik dari pasaran dan tidak bisa dipasarkan lagi. Jadi, dua minggu terakhir Bisma sangat sibuk menangani masalah ini. Ia sibuk meeting bersama dengan beberapa investor yang dikenalnya. Namun sampai saat ini, belum ada satupun yang bersedia membantu Bisma. Alasannya cukup masuk akal, dengan kejadian yang terjadi, citra buruk produk sudah tersebar di masyarakat. Sebagai seorang pebisnis, mereka tentu saja tidak akan bersedia untuk menanggung resiko yang besar dengan membuang uang mereka pada sesuatu yang memiliki resiko tinggi untuk gagal.
"Tuan, bagaimana kalau kita mengajukan proposalnya pada tuan Nathan? Bukankah tuan Nathan sudah pernah berkata bahwa jika tuan membutuhkan bantuan, beliau siap membantu." Andi yang putus asa memberikan sarannya saat mereka baru saja keluar dari ruang VIP sebuah restoran setelah meeting yang gagal untuk kesekian kalinya
Bisma diam tidak menanggapi. Sejak awal, ia sudah bertekad untuk mendirikan perusahaannya dengan kemampuannya sendiri. Sampai keadaan tidak bisa ia tangani, sebisa mungkin ia tidak melibatkan keluarganya dalam hal ini.
"Kesampingkan ide itu. Sekarang, cari beberapa investor lagi. Aku tidak percaya jika tidak ada yang akan bersedia membantu." Bisma melirik Andi.
"Meskipun mereka bersedia, mereka pasti menginginkan hal yang sama. Merubah merek kita. Bagaimanapun, merek kita sudah tercemar sejak kejadian itu. Mereka tidak mau mengambil resiko." Andi menggaruk tengkuknya.
"Ini produk kita. Mereka yang seharusnya mengikuti. Dan bukan kita. Cari mereka yang bersedia tanpa mengubah merek." Ucap Bisma tegas.
"Baik." Andi mengangguk paham.
Menurut Bisma, kejadian yang menimpa mereknya merupakan bentuk promosi gratis. Dengan begitu merek mereka akan terkenal meskipun terkenal dengan sebuah fitnah buruk. Tetapi, jika ia mampu meyakinkan masyarakat dan membawa mereknya keluar dari reputasi buruk ini, mereknya diterima baik di masyarakat. Ia memiliki strategi pemasarannya sendiri untuk mengatasi hal ini.
__ADS_1
Langkah berani harus diambil.
**
Kandungan Karina sudah masuk sembilan bulan. Bisma menemaninya periksa malam ini. Bisma menuntun Karina dengan hati-hati sepanjang jalan. Karina berjalan dengan sedikit kesusahan dengan perut besarnya. Tangannya memegang erat tangan Bisma.
Bisma menemui dokter Kania selagi Karina diperiksa di dalam ruangan. Malam ini, Karina diperiksa oleh dokter spesialis.
"Bagaimana dokter? Apa sudah ditemukan donor yang cocok?" Tanya Bisma. Dokter Kania menggelengkan kepalanya.
"Kami sudah mencari di beberapa rumah sakit. Tapi mereka juga tidak memiliki stok darah yang sesuai. Golongan darah Karina merupakan golongan darah yang sangat langka. Tidak sembarang orang akan memiliki golongan darah yang sama. Kalau saja ada keluarga Karina disini, kita bisa mencarinya. Di dalam keluarga, kemungkinan besar memiliki golongan darah yang sama."
"Tapi sayangnya, Karina hanya sendirian. Neneknya satu-satunya sudah meninggal. Saya sudah menghubungi temannya di kampung, dan dia juga berkata Karina tidak memiliki saudara yang lain. Hanya Karina yang ada." Jawab Bisma. Mendengar hal ini, dokter Kania menghela napas.
Banyak persalinan yang membutuhkan donor darah. Para ibu memiliki resiko kehilangan banyak darah selama proses persalinan. Dan jika tidak ditangani dengan tepat dan mendapat donor darah yang sesuai, keadaan mereka bisa berada dalam bahaya bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Dan Karina, dari sekian banyak pasien yang ditanganinya adalah satu-satunya yang memiliki golongan darah yang sangat langka. Selama ia menjadi dokter, ia bahkan belum pernah menemui seseorang yang memiliki golongan darah yang sama dengan Karina. Ini membuat dokter Kania frustasi sejak awal Karina memeriksakan dirinya padanya.
Dan lagi, Bisma adalah seorang suami yang sangat menyayangi istrinya. Sampai saat ini, Karina bahkan tidak tahu kesulitannya untuk mencarikan nya darah yang cocok dengannya.
"Saya akan mencarinya di luar negeri juga. Selain itu, saya akan membuat pengumuman di media sosial untuk menemukan darah yang cocok." Bisma membuyarkan lamunan Dokter Kania.
Golongan darah Karina adalah Rh-null yang hanya ada kurang dari lima puluh orang saja di seluruh dunia yang memiliki golongan darah jenis ini. Golongan darah jenis ini juga sering disebut sebagai golongan darah emas. Bukan hanya karena kelangkaannya, golongan darah ini bisa mendonorkan darahnya pada siapapun, tetapi tidak dapat menerima donor darah selain dari jenis yang sama.
"Ya. Itu ide yang bagus." Dokter Kania mengangguk setuju. Pasti ada seseorang diantara jutaan orang yang memiliki golongan darah yang mereka cari.
__ADS_1
"Ide bagus apa?" Tanya Karina begitu ia masuk ke dalam ruangan. Seorang perawat mengikutinya di belakangnya dengan membawa hasil pemeriksaan. Lalu menyerahkannya pada dokter Kania.
"Tidak apa-apa. Dokter Kania hanya menyarankan membeli beberapa perlengkapannya bayi yang bagus." Bisma menoleh dan tersenyum. Lalu ia berdiri dan meraih tangan Karina. Membantunya duduk di sampingnya.
"Ooh."
"Bagaimana hasilnya?" Bisma segera mengalihkan pembicaraan.
"Baik." Karina mengelus perutnya sambil tersenyum senang. "Dokter berkata kalau posisinya sudah baik. Beratnya juga sudah pas. Air ketubannya juga tidak keruh. Jadi hanya tinggal menyiapkan diri untuk proses persalinan." Lanjutnya.
Dokter Kania tersenyum setelah melihat hasil pemeriksaan yang baru dibacanya dari asistennya. Menurut hasil pemeriksaan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. In8embuatnya sedikit merasa lega. Tetapi dalam proses persalinan tidak ada yang bisa menjamin semuanya berjalan lancar. Jadi masih harus mempersiapkan semuanya dengan sebaik-baiknya. Masalah donor darah juga harus tetap dipersiapkan.
"Benar. Yang dikatakan Karina memang benar. Jadi calon ibu harus menyiapkan fisik dan mental. Jangan takut. Semua akan baik-baik saja." Dokter Kania tersenyum memberi semangat.
"Iya dokter. Saya sudah siap." Karina mengangguk yakin. Ia sudah membaca semua buku yang diberikan padanya. Video yang diberikan padanya juga sudah ia tonton. Di kelas hamil, ia juga sudah diajarkan bagaimana nanti saat ia melahirkan. Cara bernapas dan mengejan yang baik juga diajarkan. Jadi, Karina sudah siap sampai saat ini. Yang tidak dia tahu adalah, suami dan dokternya yang berada dalam kekhawatiran.
Setelah samapi di rumah, Bisma langsung memebri perintah pada Andi untuk membuat pengumuman tentang mencari orang yang bersedia mendonorkan darahnya. Jika ada yang sesuai, imbalan besar akan diberikan sebagai balasannya. Tidak tanggung-tanggung, Bisma bersedia memberikan seratus juta untuk setiap kantong darah yang diberikan.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir ~《♡,♡》~
__ADS_1