
Saat Bisma keluar dari ruangan, Abimanyu segera menghampirinya menanyakan kepadanya tentang keadaan Karina.
Hari ini Abimanyu datang saat dokter hendak masuk ke dalam ruangan. Namun ia tidak bertanya pada dokter mengapa dokter itu datang. Jadi, secara otomatis ia merasa sangat cemas.
Abimanyu datang setiap hari untuk melihat perkembangan keadaan putrinya yang baru saja ditemukan. Tetapi ia hanya melihatnya dari jauh. Bukannya ia tidak ingin mendekati Karina, itu lebih karena ia khawatir dia akan membuat Karina tidak nyaman ketika ia melihatnya saat ia sadar nantinya.
Selain itu, Ia selalu emosional ketika melihat Wajah Karina yang sangat mirip dengan almarhumah istrinya. Andra yang juga selalu ikut Abimanyu ke rumah sakit juga tidak masuk ke dalam ruangan. Andra khawatir Karina malah akan terkejut dan kebingungan saat melihat mereka ada di dalam.
Bagaimanapun, Karina tidak mengetahui apapun. Dari informasi yang berhasil mereka peroleh, Karina kehilangan ingatannya begitu sadar setelah ia tidak sengaja ditemukan di sungai oleh neneknya. Kisah itu sudah sangat lama. Jadi hampir tidak ada yang mengingatnya. Penduduk desa kebanyakan tidak saling mengganggu hal-hal yang tabu seperti itu demi kenyamanan semua orang. Jadi, selama bertahun-tahun tidak ada lagi yang membahas mengenai Karina yang ditemukan.
Sedangkan para generasi muda secara otomatis tidak mengetahui ada cerita seperti itu.
Pertimbangan lainnya adalah demi kenyamanan Karina. Mereka memilih untuk bersembunyi untuk beberapa saat sampai kondisi Karina benar-benar stabil untuk menerima informasi yang mungkin akan membuatnya terkejut.
Bertahun-tahun Karina hidup hanya berdua bersama dengan nenek angkat yang sudah dia anggap sebagai neneknya sendiri. Karina tidak pernah merasakan hangatnya sebuah keluarga yang menghujaninya dengan kasih sayang. Karina juga tidak pernah berpikir bahwa di luar sana, keluarga aslinya sangat merindukannya.
Nenek angkat Karina telah mengatakan bahwa kedua orang tua Karina sudah meninggal. Nenek Karina tidak memiliki anak. Jadi, dengan mengangkat Karina sebagai cucunya dan mempertimbangkan bahwa Karina hilang ingatan saat itu, memperkenalkan dirinya sebagai neneknya dan mengatakan bahwa kedua orang tuanya sudah meinggal. adalah hal yang paling mungkin dia katakan. Jika tidak, dia akan kebingungan sendiri saat Karina menanyakan keluarganya suatu saat nanti.
"Bagaimana keadaan Karina?" Abimanyu tidak mengganti panggilan Karina.
"Dia sudah sadar. Dia ingin melihat putra kami. Jadi aku akan mengambilnya dulu." Jawab Bisma. Bisma sendiri juga masih merasa canggung dengan ayah mertuanya. Lagipula, Karina juga masih belum mengkonfirmasinya.
"Itu bagus. Tunggu apa lagi? Cepat pergi dan ambil putra kalian. Biarkan dia melihat bahwa bayinya mirip Dengannya." Abimanyu bersemangat. Ia mendorong Bisma untuk segera pergi.
Abimanyu tentu saja sangat ingin masuk ke dalam dan melihat sendiri putrinya. Tetapi ia menekan keinginannya. Mungkin ia tidak bisa mengendalikan diri jika ia masuk dan melihat Karina. Bukannya tidak mungkin ia akan memeluk Karina saat itu juga.
Melihat papanya, Andra segera membawa Abimanyu untuk duduk. Di usianya, berdiri terlalu lama bisa mengganggu kesehatannya yang memang sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Bisma datang dengan bayi kecil di tangannya. Karena paksaan Nadia untuk belajar menggendong bayi, kini ia bisa menggendong bayinya meskipun masih membutuhkan suster untuk membantunya meletakkan dan mengatur bayinya di lengannya.
Sebagai orang tua baru, gaya menggendong Bisma masih sangat kaku dan terlihat canggung. Pria itu tidak berani menggerakkan tangannya sama sekali. Ia pun sampai mengatur napasnya agar tidak terlalu besar dan takut helaan napas besarnya mungkin akan mengganggu bayu di tangannya.
Saat melihat Bisma datang dengan bayinya, Abimanyu berdiri sekali lagi. Sebenarnya ia masih belum melihat bayiku tu dengan seksama. Ia hanya melihatnya dari balik kaca dan tidak berani mendekat. Karina tidak sadarkan diri selama ini. Jadi suara otomatis bayi itu juga masih belum bisa mengambil asinya secara normal. Jadi, bayi itu juga tidak sering dibawa kepada Karina karena asi Karina dipompa dan diberikan kepada bayinya. Bayi itu hanya dibawa satu kali sehari untuk melakukan inisiasi dini dan merangsang kesadaran Karina.
Bisma berhenti di depan Abimanyu karena ia tahu pria itu pasti ingin melihat cucunya.
"Dia benar-benar lucu." Ucap Abimanyu tersenyum. Lalu ia segera meminta Bisma untuk membawa bayi itu masuk. Karina pasti sangat ingin bertemu dengan bayi yang sudah sembilan bulan ia kandung.
Karina baru selesai diperiksa dokter saat Bisma masuk. Dokter itu tersenyum lega dan mengatakan bahwa kondisi Karina baik-baik saja dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Mata Karina tidak bisa lepas dari bayi kecil yang tertidur pulas di lepas kokoh Bisma.
Setelah melakukan tugasnya, dokter pamit untuk keluar. Memberi kesempatan pada keluarga kecil itu untuk berkumpul.
Bisma menghampiri Karina dan dengan hati-hati menurunkan tubuhnya agar Karina dapat melihat putra mereka.
Karina mengulurkan tangannya yang bebas dari selang infus dan menyentuh pipi lembut bayi laki-laki itu. Air matanya hampir saja menetes setidaknya percaya ia akhirnya bisa melihat dan menyentuh bayinya.
"Tentu saja ini putra kita. Apa kamu tidak melihat dia memiliki bibir yang sama denganmu? Juga, perhatikan alis dan rambutnya. Dia memiliki yang sama denganku." Bisma mengerti apa yang dirasakan Karina.
Karina sudah menunggu untuk bertemu dengan bayi itu. Tapi pada akhirnya ia mengalami kecelakaan yang parah. Hal pertama yang ia khawatirkan tentu saja bayinya. Jadi, saat ia tahu bahwa ia selamat, Ia juga harus mengetahui nasib bayinya.
"Aku hanya tidak menyangka kami akhirnya selamat. Kecelakaan itu..." Karina tidak bisa melanjutkan. Dia masih sangat takut saat mengingatnya.
"Sudah, jangan diingat lagi. Semua itu sudah berlalu." Bisma memeluk Karina dengan hati-hati. Ada bayi diantara mereka, jadi meskipun Mereka berpelukan, itu masih banyak tersisa ruang.
"Bagaimana pria itu mas?" Karina masih mengingat wajah pria itu. Wajah itu hanya sekali itu ia lihat. Tetapi kesan yang dia tinggalkan untuknya membuatnya tidak mudah untuk dilupakan.
__ADS_1
"Sudah aku katakan untuk tidak mengingatnya sayang. Semuanya sudah berakhir." Jawab Bisma. Ia takut Karina akan mengalami trauma.
"Tapi, pria itu berkata dia mengenal ibuku." Bisma melepaskan Karina dan dengan hati-hati meletakkan bayinya ke dalam boks bayi yang ada di sebelah ranjang Karina sebelum ia duduk di sisi brangkar Karina.
"Apa yang dia katakan padamu?" Bisma menatap Karina serius.
"Dia berkata bahwa ia mengenal ibuku dan akan membawaku menemuinya sebelum mobil itu akhirnya jatuh. Aku ingin bertanya padanya mengenai ibuku." Karina masih takut. Tetapi rasa penasarannya terhadap ibunya menekan rasa takut di hatinya.
Melihat Bisma hanya diam, Ia melanjutkan untuk meyakinkan, "Mas, saat aku tidak sadarkan diri, aku bertemu dengan seorang Wanita yang mengaku sebagai ibuku. Dia memiliki wajah yang mirip denganku. Jadi aku ingin bertanya padanya mengenai ibuku."
"Dia sudah tiada." Jawab Bisma. Mendengarnya, Karina menutup mulutnya tidak percaya. Air mamatanya mengalir. Ia mulai menangis. Sudah lama ia ingin mengetahui tentang ibunya. Neneknya berkata bahwa kedua orang tuanya telah tiada. Tetapi, saa mt Karina masih kecil, setiap kali Karina ingin bertanya mengenai bagaimana orang tuanya, neneknya selalu berkata padanya agar ia tidak memikirkannya lagi atau orang tuanya akan sedih nanti di atas. Jadi, Karina tidak lagi menanyakannya.
Melihat Karina yang menangis, Bisma segera menariknya ke dalam pelukannya. Ia mengelus kepala Karina dengan hati-hati.
"Sayang, dia memang mengenal ibumu, tetapi ada orang lain lagi yang mengenal ibumu lebih dari dia." Bisma berniat untuk memberitahu Karina tentang Abimanyu.
Melihat Abimanyu beberapa hari ini, ia merasa sangat kasihan. Karina juga mungkin akan lebih baik jika mengetahui jika papanya sebenarnya masih hidup.
Mendengar perkataan Bisma, Karina mendongak dan bertemu dengan mata Bisma yang terlihat serius. Menandakan bahwa ia tidak mengarang apa yang dia katakan hanya untuk menghibur Karina.
"Apa kamu mengenal orang yang mengenal ibuku mas? Siapa dia?" Karina bertanya dengan antusias.
Bisma menatap Karina beberapa saat sebelum membuka mulutnya dan menjawab, "Papamu."
*
*
__ADS_1
*
Terima kasih sudah mampir ☆~(^,^)~♡