Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina
Eps_45. Bima Datang


__ADS_3

Bima langsung bergegas pergi begitu mendapat kabar dari Bisma. Pria itu tidak memberitahu keluarga mereka terutama Nadia, berita seperti itu pasti akan membuat semua orang cemas . Jadi ia hanya memberi tahu Alex untuk memintanya menjaga keluarganya selama ia pergi menyelamatkan Karina bersama Bisma.


Sebelumnya Bisma sudah memberikan lokasinya pada Bima. Bima datang menggunakan helikopter miliknya. Kedatangan Bima yang menggunakan helikopter membuat semua orang terkejut. Mereka tidak mengetahui jika Karina diculik.


Helikopter berhenti di lapangan yang berada di ujung desa. Banyak warga yang berkumpul disana. Mererka berbisik-bisik menebak siapa yang datang.


Bisma juga segera datang bersama dengan Fania dan Tora. Saat ketiga orang itu datang turun dari mobil, kerumunan yang berkumpul di sekitar helikopter mendarat segera memberi jalan. Mereka mulai menduga jika sesuatu pasti terjadi karena mereka tidak melihat Karina ada di antara mereka.


Bima turun bersama empat anak buahnya. Mereka berpakaian serba hitam dengan beberapa senjata tersembunyi di balik baju mereka itu.


"Yang lain akan segera menyusul. Bagaimana kondisi di sini?" Bima langsung menghampiri Bisma. Bisma tidak serta mereta menjawab, ia melirik kerumunan.


"Hem. Kita memang belum lama mengenal. Tapi kalian sudah menenal Karina sejak ia masih kecil, saat ini hal buruk terjadi pada Karina, dia diculik." Bisma menghela napas.


Setelah ia berbicara dengan Fania dan Tora, Bisma sudah yakin jika warga kampung terlibat dalam penculikan Karina. Jadi dari pada terus menimbulkan keributan dan membuat pihak lain waspada, ia memutuskan untuk berbicara pada mereka dan membuat mereka bekerja sama.


Mendengar terjadi penculikan, apalagi yang diculik adalah orang yang mereka kenal membuat warga kampung terkejut. Mereka tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu. Sebelumnya, mereka mengenal Karina dengan sederhana. Hidup di kampung itu sederhana dan apa adanya.


"Saya ingin bertanya pada kalian, apa kalian pernah melihat orang-orang yang mencurigakan berkeliaran di sekitar kampung akhir-akhir ini?" Tanya Bisma menyapu seluruh kerumunan.


Mereka mulai berbicara. Satu persatu dari mereka mulai berbicara bahwa mereka memang kebanyakan pernah melihat. Tapi sebagian mereka tidak berpikiran negatif. Mereka berpikir jika itu adalah orang Bisma yang ditugaskan untuk menjaga rumah. Siapa yang sangka bahwa mereka adalah orang jahat.


Setelah mendapatkan informasi dari warga kampung, Bisma meminta mereka untuk kembali ke rumah mereka dan meminta mereka segera memberitahu jika melihat lagi orang yang mencurigakan. Akhirnya kerumunan itu bubar.


Sedangkan di tempat lain, di sebuah bangunan yang jaraknya cukup jauh dari kampung itu, Karina disekap. Tubuhnya di dudukkan di atas kursi dengan kaki dan tangan terikat. Karina masih belum sadar, jadi kepalanya terkulai.


Karina mengernyitkan alisnya saat merasakan kepalanya yang pusing. Ia samar-samar mendengar suara laki-laki yang serang berbicara. Sepertinya lawan bicaranya itu berada di lain tempat karena Karina hanya mendengar hanya suara satu orang.


"Segera kirimkan uangnya. Baru kami akan mengirimnya ke sana."


"..."


"Bagaimana jika kamu berbohong? Kami sudah mengambil resiko yang besar."

__ADS_1


"..."


"Kamu tenang saja. Kamu hanya perlu menyiapkan uangnya. Semuanya akan beres."


"..."


"Baiklah. Aku akan menyiapkannya sebentar lagi."


Karina menajamkan pendengarannya. Ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Karina hanya wanita biasa. Berada dalam keadaan seperti itu jelas membuatnya panik. Ia menggerakkan tangan kakinya berusaha melonggarkan tangannya, tetapi tali itu mengikatknya dengan begitu kuat. Semakin bergerak, tangan dan kakinya akan semakin sakit.


Kreek...


Pintu yang terbuat dari kayu itu berderak dengan kencang. Salah satu Engselnya sudah berkarat. Sehingga bagian bawah pintu itu akan menabrak lantai saat dibuka.


Karina melihat tiga orang masuk ke dalam. Tidak ada seorang pun yang dikenalnya. Bahkan melihat salah satunya pun tidak pernah. Jadi dia tidak bisa menebak kenapa dia bisa diculik oleh orang-orang itu.


"Sudah bangun?" Seorang laki-laki yang sepertinya adalah pemimpinnya bertanya.


"Siapa kalian? Kenapa kalian menculikku?" Tanya Karina penasaran. Ini menyangkut dirinya. Bukankah sudah seharusnya ia berhak tahu?


"Siapa yang menyuruh kalian?"


"Itu rahasia. Meskipun kami ini penjahat, kami bukan penghianat."


"Aku sarankan lepaskan aku. Kalau tidak kalian akan menyesal." Karina mengancam. Ia tidak yakin Bisma dapat menemukannya. Tapi ia harus mencobanya.


"Kalian, bantu wanita ini bersiap. Kita akan segera berangkat untuk menyerahkannya." Pria itu tidak menghiraukan ancaman Karina. Tugasnya hampir selesai. Pihak lain hanya menyuruhnya menculik Karina dan mengantarkannya ke bandara. Sisanya sudah ada yang akan melakukan tugasnya.


Jangan mendekat. Kita bicarakan dulu baik-baik." Karina harus mengulur waktu selama mungkin hingga Bisma datang menyelamatkannya.


"Apa lagi yang perlu dibicarakan?"


"Kalian tidak mengetahui siapa aku kan?" Karina tersenyum bangga.

__ADS_1


"Tidak. Untuk apa kami tahu?"


"Aku adalah istri dari seorang pengusaha. Suamiku itu sangat mencintaiku. Jika kalian ingin uang, aku bisa memberikan berapapun yang kalian inginkan." Ucap Karina percaya diri.


"Apa kamu pikir kami bodoh? Suamimu akan memberi kami uang. Tapi setelah itu ia akan menangkap kami dan memasukkan kami dalam penjara."


"Tidak tidak. Aku bisa menjaminnya. Kalian akan mendapatkan uangnya dan kalian juga akan bebas. Aku janji." Karina hatus berusaha keras untuk membuat mereka percaya.


"Tidak perlu. Bos kami sudah memberikan uang yang cukup."


"Setidaknya beritahu aku kenapa bos kalian menculikku?"


"Mana aku tahu? Itu bukan urusanku. Pikirkam sendiri olehmu siapa yang kamu singgung akhir-akhir ini." Jawab pria itu tidak peduli.


"Jika kalian memang tidak bisa memgatakannya, Kalau begitu bisakah kaliam katakan kalian akan membawaku kemana?" Karina tahu ini akan percuma. Mereka tidak bisa dibujuk untuk melepaskannya.


"Tidak tahu. Kami hanya perlu membawamu ke bandara. Tujuannya kemana aku juga tidak tahu. Sudahlah. Kamu menurut saja. Kalian lakukan tugas kalian!" Pria itu menatap kedua anak buahnya untuk melakukan tugasnya.


Dua orang itu memakaikan pakaian di atas pakaian asli Karina. Pakaian hitam berupa jubah besar lengkap dengan kerudung dan juga cadarnya. Mereka melakukannya sesuai intruksi dari bos mereka.


Pekerjaan ini sudah memakan banyak waktu mereka. Hampir enam bulan mereka harus bolak balik ke rumah Karina untuk mencari tahu keberadaan wanita itu. Mereka tidak bisa melacak keberadaan Karina. Jadi mereka hanya bisa menunggu Karina datang lagi.


Jika upah yang ditawarkan tidak besar, mereka mungkin tidak akan mau repot-repot seperti itu. Tetapi uang yang ditawarkan adalah jumlah yang sangat besar hanya untuk menculik seorang wanita hamil. Ini pekerjaan mudah. Tetapi mereka akan mendapatkan tiga ratus juta sebagai upahnya. Dan mereka sudah menerima seratus juta. Dua ratus juta akan mereka terima saat menyerahkan Karina di bandara nantinya.


Dua hari lalu, saat mereka berada tidak jauh dari kampung Karina, mereka melihat mobil yang membawa target mereka. Tidak menunggu waktu lama. Mereka segera beraksi. Menunggu waktu yang tepat untuk menculik Karina. Dua hari itu, mereka tidak menemukan celah sama sekali. Bisma selalu berada di sisi Karina. Jadi begitu ada kesempatan mereka segera beraksi.


Memanfaatkan Bisma yang sedang sibuk di depan rumah, mereka memancing Karina yang sedang berada di dapur untuk keluar dari pintu belakang. Saat Karina keluar, mereka langsung membungkam Karina dengan sapu tangan yang sudah mereka beri obat bius agar Karina tidak berteriak dan memudahkan mereka membawa wanita itu.


Sekarang, bisa dibilang uang dua ratus juta itu sudah hampir di depan mata.


*


*

__ADS_1


*


Terima kasih sudah mampir 😊


__ADS_2