
Mobil Bisma sudah berisi banyak barang pemberian beberapa tetangganya. Mendengar jika Bisma dan Karina akan kebali ke kota mereka segera membuat makanan untuk mereka berikan pada pasangan muda tersebut. Mereka memang baru mengenal Bisma, tetapi Bisma dan Karina sudah berhasil mendapatkan hati warga kampung. Mereka kagum pada keduanya meskipun Bisma berasal dari kota, laki-laki itu tidak segan untuk bergaul dengan warga kampung mereka.
"Sayang apa kamu sudah siap?" Bisma segera mencari keberadaan Karina saat ia baru masuk setelah memasukkan barang-barang ke dalam mobil.
"Sayang kamu dimana kamu?" Panggil Bisma saat tidak mendapat sahutan dari istrinya.
"Kemana dia?" Gumam Bisma saat kembali tak mendapat sahutan. Bisma yang awalnya duduk di kursi tamu segera berdiri dan masuk ke dalam kamar. Tetapi Karina tidak ada di sana.
"Apa mungkin di dapur ya?" Bisma keluar lagi dan menuju dapur. Tapi istrinya juga tidak ada di dapur. Bisma panik. Ia segera membuka pintu kamar mandi karena takut jika terjadi sesuatu pada Karina.
"Karina sayang!" Teriak Bisma panik saat Karina tidak didapati di kamar mandi juga. Ia segera berlari keluar saat ia melihat pintu belakang terbuka.
"Sayang! Karina!" Teriak Bisma sambil menoleh ke segala arah. Di belakang rumah, ada sebuah lahan kosong yang hanya berisi pohon-pohon besar yang tampak seperti hutan. Tidak mugkin Karina ke sana.
"Astaga! Apa yang terjadi?" Bisma panik saat menemukan sebelah sandal Karina yang ada di pinggir kebun.
"Ini milik Karina. Dimana dia?" Bisma segera mengamati sekitar. Betapa terkejutnya ia saat melihat jejak ada orang yang berjalan ke dalam kebun. Dari jejak yang ditinggalkan, sepertinya bukan hanya satu orang yang menerobos di semak-semak.
Bisma segera berlari menuju kebun dengan panik. Ia tidak lagi memanggil istrinya. Ia hanya terus berlari mengikuti jejak yang ditinggalkan di semak belukar yang tersibak. Sudah jelas Karina tidak pergi dengan kemauannya sendiri. Sesuatu yang buruk jelas sudah terjadi.
Jejak yang ditinggallan sampai di ujung kebun. Berada di luar kampung. Bisma mendengar suara mobil yang dinyalakan. Ia pun semakin mempercepat langkahnya. Tapi ia masih terlambat. Saat ia sampai, mobil itu sudah pergi jauh. Sehingga meskipun ia berlari dengan sekuat tenaga pun ia tidak akan pernah bisa mengejarnya.
"Sial!" Umpat Bisma frustasi.
Bisma benar-bensr tidak bisa menebak siapa yang telah bertindak pada istrinya. Identitas Karina sebagai istrinya juga belum banyak yang tahu. Jadi kecil kemungkinan jika pihak lain menargetkan Karina karena menjadi istrinya. Tapi selain itu alasan apa yang memungkinkan?
__ADS_1
Merogoh ponsel di sakunya Bisma mendengus kesal karena ia tidak menemukan sinyal yang baik. Ia harus segera kembali untuk dapat menggunakan jaringan internet dari perangkat wi fi yang ia pasang di rumah.
Dengan melewati jalan yang sama Bisma kembali ke rumah. Ia segera menghubungi Bima untuk meminta bantuan pada laki-laki jomblo abadi itu. Di usianya yang sudah melewati tiga puluh tahun itu, pria itu masih belum terlihat dekat dengan wanita.
"Baik. Bergegaslah dan jangan beritahu mama." Ucap Bisma saat ia telah selesai memberitahukan detailnya pada Bima melelui telfon.
"Oke.hm." katanya lagi sebelum ia benar-benar menutup sambungan telfonnya.
Bisma menghela napas panjang. Wajahnya penuh dengan kekhawatiran dan juga panik. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Di tempat ini, Bisma masih lah orang asing. Ia tidak tahu harus percaya pada siapa. Ah! Bisma baru mengingat seseorang yang mungkin bisa ia mintai pertolongan.
Dengan cepat Bisma menyambar kunci mobil di atas meja dan bergegas keluar. Ia melajukan mobilnya ke arah rumah Tora, tempat dimana Fania berada saat ini.
Tora dan Fania memandang dengan bingung pria yang mereka kenal sebagai suami Karina. Pria tampan itu terlihat tidak baik-baik saja dilihat dari wajahnya yang terlihat panik.
"Ada apa? Mana Karina?" Fania bertanya setelah ia menoleh pada Tora.
"Hal ganjil apa maksud tuan Bisma? Dan dimana Karina? Dia baik-baik saja kan?" Melihat tampilan Bisma yang seperti itu Fania dapat menyimpulkan sesuatu yang buruk terjadi pada sahabatnya.
"Karina diculik." Jawab Bisma singkat.
"Ah!" Fania tidak bisa menutupi keterkejutannya. "Bagaimana bisa?"
"Aku juga tidak tahu. Aku menyuruhnya bersiap-siap selama aku memasukkan barang-barang ke dalam mobil. Itu tidak lama. Hanya dua puluh menit. Tapi saat aku kembali, Karina sudah tidak ada." Bisma mengingat kejadian sebelum Karina menghilang.
"Fania katakan padaku, apa kamu tahu ada yang tidak beres belakangan ini?"
__ADS_1
Fania tiba-tiba teringat kejadian satu bulan setelah Karina pergi dari kampung. Saat itu ada beberapa orang yang mencurigakan berkeliaran di sekitar rumah Karina. Tapi mereka pergi begotu saja saat tidak mendapati apapun di sana. Dan ia sudah memberitahukan hal ini pada Karina saat terkahir Karina datang bersama Bisma saat itu. Saat itu baik Fania maupun Karina pikir itu bukanlah masalah besar. Jadi mereka berdua tidak memikirkannya lagi.
Tetapi sekitar tiga minggu yang lalu, ia melihat lagi orang-orang mencurigakan yang datang. Mereka di sana hanya untuk mengawasi. Tidak melakukan apa-apa bahkan juga tidak menanyakan apapun pada seseorang. Jika orang itu memiliki niat mengenai rumah Karina, seharusnya ia akan bertanya pada orang yang dekat. Tapi ini tidak. Mereka bahkan langsung pergi saat tetangga Karina bertanya tujuan mereka. Merasa ada hal yang tidak beres, bi Jihan segera memberitahu Fania mengenai hal ini agar menyampaikan pada Karina.
Sebenarnya, Fania menghubungi Karina saat itu karena untuk memberitahu hal ini. Dan bilang padanya untuk tidak datang ke kampung mereka sampai beberapa waktu. Namun Karina malah menggodanya hingga ia malah memeritahukan rencana pernikahannya. Awalnya Fania ingin merahasiakannya agar Karina tidak datang ke kampungnya.
Fania sudah mewanti-wanti Karina agar tidak perlu datang. Dan saat itu Karina dengan patuh menurutinya. Siapa yang sangka bahwa calon ibu muda itu malah memilih datang hanya untuk memberinya kejutan. Dan malam itu, saat Karina datang ke rumahnya, ia benar-benar melupakan hal yang penting itu.
"Siapa orang- orang itu?" Tanya Bisma setelah mendengar informasi dari Fania.
"Aku juga tidak tahu. Penampilan mereka aneh. Mereka terlihat sangat misterius."
"Apa selama ini Karina memiliki musuh?" Tanya Bisma serius.
"Tidak!" Fania dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Karina tidak pernah memiliki musuh. Siapa yang akan menargetkan Karina?"
"Lalu siapa mereka?"
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir 😊