Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 10 - BAYANGAN HITAM


__ADS_3

”Yixuan!”


Dalam sebuah ruangan putih, Shin Yixuan berdiri dan membuka matanya. Saat ini ia berada di alam bawah sadarnya sendiri dan sedang berhadapan dengan sesosok bayangan hitam berbentuk seperti seorang pemuda berumur 20 an tahun.


”Tempat apa ini? Dan kakak ini siapa?” tanya Shin Yixuan yang terlihat bingung karena sebelumnya, ia sempat mendengar suara Luo Hein yang memanggil namanya.


Terlihat jelas bayangan tersebut tidak mengatakan apapun. Ia hanya diam di tempat seperti sedang menatapnya. Namun, Shin Yixuan tetap merasakan energi kebencian yang berada di dalam bayangan ini.


Tak lama setelahnya, bayangan tersebut mengeluarkan sebuah kristal berwarna ungu dari dalam tubuhnya. Ia kemudian memberikannya pada Shin Yixuan yang masih menatapnya dengan bingung.


Shin Yixuan menatap kristal yang telah berada di telapak tangannya. Kristal tersebut begitu bersinar dan warnanya seperti langit yang tenggelam dalam cahaya malam. Terlihat seperti kristal biasa namun, di dalamnya terdapat kekuatan yang bisa membuat siapapun bisa hidup lebih lama dari manusia kebanyakan. Seseorang hanya perlu memakannya dan ia akan mendapatkan kekuatan yang membuatnya tak pernah mati.


Tetapi, untuk sekarang ini Shin Yixuan masih tidak mengetahuinya dan ia juga tidak sadar kalau kristal ini adalah pecahan jantung milik Luo Hein. Raja iblis akan mati jika jantungnya perlahan tak bersinar dan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil. Dan sebelum jantungnya benar-benar hancur, mereka akan menunjuk seorang manusia untuk menggantikannya.


”Kakak memintaku untuk menjaganya?” tanya Shin Yixuan yang memperhatikannya.


Bayangan itu kemudian mengangguk dan menunjuk ke arah sebuah ruang gelap yang ada di sana. Di dalam ruangan gelap tersebut, terdapat seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya. Tubuh anak itu diikat menggunakan tali dewa sehingga membuatnya tidak bisa bergerak kemanapun.


”Dia mirip sekali denganku. Tapi, mengapa dia diikat seperti itu?” tanya Shin Yixuan yang tampak heran dan kemudian melangkah untuk mendekatinya.


Akan tetapi, bayangan laki-laki itu langsung menghentikan Shin Yixuan dengan berdiri di hadapannya. Bayangan itu menggelengkan kepalanya seakan sedang memperingatkannya untuk tidak berjalan mendekatinya.

__ADS_1


”Mengapa aku tidak boleh mendekatinya? Anak itu terlihat sangat kesulitan dan dia juga terlihat sangat sedih.” ucap Shin Yixuan sambil menatapnya. Akan tetapi, bayangan itu tetap menggelengkan kepalanya dan mendorong Shin Yixuan ke belakang.


Setelah mendorongnya dan membuatnya menjauh, bayangan itu menunjuk lagi ke arah seorang pemuda berwajah suram. Pemuda itu berdiri di sana dengan membawa pedang yang telah berlumuran dengan darah. Selain itu, di sekelilingnya terdapat mayat manusia yang telah mati dengan akhir yang mengerikan dan berbeda-beda.


”Kakak berusaha mengingatkanku untuk tidak mendekatinya dan inilah yang akan terjadi jika aku tetap berjalan mendekatinya dan melepas seluruh ikatannya?” tanya Shin Yixuan.


Bayangan itu kemudian mengangguk.


”Tapi, apakah aku akan menjadi orang jahat dan membunuh semua orang yang tidak bersalah seperti yang dilakukan Ayah?” tanya Shin Yixuan. ”... Jika bukan sekarang, aku mungkin akan melepas ikatan anak itu dan berubah menjadi jahat saat aku berada dalam tekanan. Bagaimanapun juga, aku bisa merasa marah, sedih dan senang. Siapa yang akan menghalangiku jika aku menjadi jahat nanti?”


Bayangan itu langsung menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke arah kristal yang berada di telapak tangan Shin Yixuan. Ia seakan mengatakan kalau kristal itulah yang akan melindunginya dan menghalanginya untuk melepas ikatan dari sisi tergelapnya. Selama ia tidak menghancurkannya, amarahnya bisa dikendalikan olehnya.


Shin Yixuan terdiam dan memperhatikannya. Tak lama setelahnya, ia pun menatap kembali ke arah bayangan yang ada di depannya dan berkata, ”... Terima kasih karena sudah melindungiku, Ayah!”


***


HAH!


Seketika Shin Yixuan terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa dirinya tengah berada di atas dipannya padahal sebelumnya, ia tertidur di luar karena ingin menunggu Luo Hein pulang.


”Mimpi? Tapi, mengapa terasa sangat nyata?” batin Shin Yixuan yang memikirkannya. Ia kemudian menyentuh lehernya dan merasa ada sesuatu sebuah tali yang sedang melingkarinya. Ia pun mencoba untuk mengambilnya dan melihat sebuah kristal berwarna ungu cerah seperti yang ditunjukkan dalam mimpinya tadi.

__ADS_1


”Indah sekali. Apakah ini milik Ayah?” gumam Shin Yixuan yang memperhatikannya.


”Yixuan! Kau sudah bangun?” seru Shin Buyen yang baru saja memasuki kamarnya dengan membawa semangkuk sup daging untuknya.


Shin Yixuan langsung menatap ke arah Shin Buyen yang telah berada di dekatnya. Pandangannya kemudian menatap pintu yang masih terbuka dan menatap kembali ke arah Shin Buyen. ”Dimana Ayah? Apakah Ayah sudah kembali?” tanya Shin Yixuan.


”Dia baru saja pergi. Ibu sudah berulang kali mencoba membangunkanmu tapi, kau tidak juga bangun.” jawab Shin Buyen.


Shin Yixuan kemudian menunjukkan sebuah kristal yang berada di lehernya dan bertanya ”Apakah Ayah yang memberikannya? Aku bermimpi ada bayangan hitam yang memberikan ini padaku. Selain itu, dia juga menunjukkan padaku kalau aku akan menjadi penjahat jika melepas tali yang mengikat sisi tergelapku.”


Shin Buyen terkejut setelah mendengarnya. Telapak tangannya kemudian menepuk pundak sempit Shin Yixuan dan berkata, ”Memang Ayahmu yang memberikan kristal itu padamu. Tapi, mimpi yang baru saja kau katakan padaku, aku pikir kau harus menjauhinya dan jangan pernah melepas ikatannya.”


”Tapi, bagaimana jika aku melakukannya? Saat semua orang yang ingin aku lindungi berada dalam bahaya sedangkan aku sendiri juga berada di posisi yang sama, aku pasti akan melakukan cara apapun untuk melindunginya.” ucap Shin Yixuan.


Shin Buyen terkejut dan ia pun terdiam selama beberapa saat. Tak lama setelahnya, ia pun kembali tersenyum dan berkata, ”Aku yakin, kau bisa mengendalikannya. Aku percaya.”


Di sisi lain, keduanya tak menyadari bahwa ada sekelompok pemuda berjubah hitam yang sedang mengawasi mereka dari balik kejauhan. Mereka semua menatap ke satu arah dengan bola mata hitamnya yang tampak seperti gagak.


”Itu dia. Keturunan Raja Iblis ketujuh yang harus dibunuh. Dia pasti lebih kejam daripada Ayahnya!” ucap pemuda yang lebih tua dari kelima orang lainnya.


”Ku dengar semua orang yang ada di kekaisaran Xu dibunuh oleh Ayahnya. Suatu saat nanti, ia pasti akan mencontohnya dan melakukan pembantaian yang lebih besar dari yang satu ini.”

__ADS_1


”Apa yang akan kita lakukan padanya?”


”Tentu saja. Kita akan membunuhnya dan mengembalikan kedamaian dunia.”


__ADS_2