
6 Tahun Kemudian.
”Aduh,... Berat sekali. Aku nyaris tidak bisa bergerak.” batin Shin Yixuan yang tampak kesulitan menggerakkan seluruh tubuhnya ketika ia baru saja bangun tidur. Malam harinya, ia merasa tidak ada satupun yang aneh di sini. Tetapi, saat pagi harinya, ia merasa sedang tertimbun bebatuan longsor.
Tak lama setelahnya, ia pun berusaha untuk membuka matanya yang terasa sangat berat setelah kemarin malam terus berlatih di tengah hutan. Ia menoleh ke sisi kanan dan melihat Shin Furong yang sedang tertidur sambil memeluk lehernya. Akan tetapi, ada satu orang lagi yang juga sedang tertidur di belakangnya dengan posisi yang sama. Dengan cepat ia langsung berbalik dan menoleh ke kiri. Tampak jelas wajah dari seorang pemuda yang juga sedang tertidur di sana sambil meletakkan kedua kakinya di atas kaki Shin Yixuan.
Mencoba untuk mengumpulkan nyawanya, ia pun sadar kalau kedua pemuda ini adalah Luu Houyi dan Shu Ye. Keduanya saling meletakkan kakinya di atas tubuhnya sehingga hal itu jelas membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali. Posisi ini mengingatkannya pada sekelompok ikan kering yang sedang dijemur.
”Cih! Kalian berdua pergilah dariku!” teriak Shin Yixuan yang langsung menendang Shu Ye dan Luu Houyi hingga terjatuh dan terbanting dari atas dipannya. Seketika, saat itu juga keduanya langsung terbangun dengan perasaan terkejut meskipun leher mereka nyaris mengalami dislokasi.
”Seperti inikah kau membangunkan seseorang yang kelelahan setelah terus berlatih semalaman?!” bentak Shu Ye.
”Dan seperti inikah kau membangunkan Gurumu sendiri?” lanjut Luu Houyi yang juga berteriak padanya.
”Bukankah kalian memiliki kamar masing-masing?! Mengapa harus tidur di tempatku?” balas Shin Yixuan yang juga berteriak.
”Lalu, bagaimana dengan Furong? Dia melangkah pergi malam-malam hanya untuk tidur di tempatmu dan kau tidak menghukumnya juga?” tanya Shu Ye sambil menunjuk ke arah Shin Furong yang sedang memeluk pinggang Shin Yixuan.
Shin Yixuan langsung menjawab, ”Jangan samakan Furong dengan kalian! Dia itu masih kecil dan polos! Berbeda dengan kalian yang sudah tua dan tidak tahu diri!” jawabnya sambil memeluk Shin Furong yang masih tertidur.
__ADS_1
”Hah? Apa maksudmu?! Aku tidak seperti itu!” balas Shu Ye yang juga ikut berteriak. Namun, bukannya mendapatkan jawaban, ia malah mendapatkan sebuah tendangan yang mengarah tepat di wajahnya hingga membuatnya terpental sampai ke sudut ruangan.
”Jangan berisik! Furong sedang tidur.” ucap Shin Yixuan dengan dingin sambil menatapnya dengan tajam.
”Baiklah. Kalian lanjutkan. Aku akan pergi ke ruangan ku.” ucap Luu Houyi sambil berjalan meninggalkan kamarnya dengan santai seolah tak pernah terjadi apapun padanya.
Semenjak Shin Furong bisa berbicara, Shin Yixuan mulai menunjukkan sifat dinginnya pada mereka berdua. Ia mungkin terlalu melindunginya dan terlalu memprioritaskannya. Tetapi, ia tidak pernah terlambat dalam melakukan hal lain dan bahkan sempat berlatih hingga tengah malam seperti kemarin.
Shin Furong masih memiliki hobi menangis. Bahkan suatu hari saat Shu Ye tak sengaja membuatnya menangis, ia langsung dilempar keluar dan dibiarkan tidur di luar oleh Shin Yixuan yang tak bisa menerimanya meskipun Shin Buyen menganggap hal ini adalah hal yang wajar.
”Yixuan! Tolong pergi ke kota dan belikan beberapa bahan makanan di sana.” ucap Shin Buyen ketika dia melihat Shin Yixuan yang sedang bersama dengan Shin Furong di halaman belakang.
Begitu mendengarnya, Shin Yixuan langsung menoleh dan kemudian berjalan ke arahnya. Shin Buyen memberikannya secarik kertas dan sebuah benda bulat bersinar. Benda bulat itu yang akan digunakan olehnya untuk membeli beberapa bahan makanan yang ada di sana.
”Kepingan emas ku hilang dan yang tersisa hanya itu saja. Untuk sementara, aku harus menggunakannya.” jawab Shin Buyen.
Shin Yixuan merasa ragu dengan benda kecil bersinar yang diberikan oleh Shin Buyen untuk membeli beberapa bahan makanan di kota. Biasanya benda ini hanya akan menjadi sampah di rumahnya dan ia selalu membuangnya ketika Shin Buyen menyuruhnya untuk menyapu halaman. Sesekali, ada sekelompok pencuri yang merogoh tempat sampah hanya untuk mengambil benda bersinar yang sudah dibuang olehnya.
”Memangnya benda ini bisa melakukan segalanya?” batin Shin Yixuan yang kemudian berkata, ”Aku akan segera pergi sekarang.” ucapnya sambil melangkah ke depan. Lalu, tiba-tiba langkahnya terhenti di saat Shin Furong menarik lengan pakaiannya dari belakang.
__ADS_1
Seketika, perhatian Shin Yixuan langsung tertuju pada Shin Furong yang sedang berdiri di sana. Ia pun bertanya, ”Ada apa? Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?”
Shin Furong menatapnya dengan mata merah yang dimilikinya sejak lahir. Mereka tidak tahu darimana datangnya mata merah itu tapi, yang jelas semua perkataan yang dikatakan oleh Shin Furong selalu benar terjadi. Hal itu membuat orang-orang biasa akan merasa sangat ketakutan padanya karena yang bisa dilihat olehnya hanyalah masa depan buruk atau kematian yang akan menimpa orang itu.
”Jangan sampai ada yang mengikuti kakak dari belakang.” ucap Shin Furong dengan pelan dan tak berekspresi.
Shin Yixuan tertegun dan terdiam selama beberapa saat. Telapak tangannya kemudian menyentuh kepala Shin Furong dan berkata dengan hangat, ”Aku akan baik-baik saja.” beberapa detik setelah mengatakannya, Shin Yixuan segera berjalan pergi meninggalkannya.
Dan saat ia baru saja sampai di pintu depan, lagi-lagi ia menemukan Shu Ye yang sedang duduk bersantai di teras halaman sambil memainkan seekor kalajengking yang ukurannya cukup besar bahkan melebihi telapak tangannya.
”Jangan bermain-main dengan benda itu! Racunnya sangat berbahaya.” ucap Shin Yixuan yang menghentikannya.
Shu Ye langsung menatapnya dengan malas dan menjawab, ”Aku sudah bilang bertahun-tahun lalu kalau aku tidak bisa diracuni!” jawabnya sambil menunjukkan lengannya yang sudah dipenuhi dengan luka sengatan kalajengking. ”... Lihatlah! Dia sudah melakukan ini sebanyak sepuluh kali dan aku baik-baik saja. Sejak dulu, kau tidak percaya kalau aku bisa melakukan ini?”
Shin Yixuan berdecak kesal dan kemudian ia pun melangkah ke arahnya dan langsung menginjak kalajengking itu sampai hancur, terpotong-potong. ”... Hanya kau yang kebal terhadap racun di sini. Tetapi, aku tidak bisa sepertimu.” ucap Shin Yixuan sambil berjalan pergi.
Shu Ye yang melihatnya langsung menyahut, ”Kemana kau akan pergi? Aku harus ikut denganmu!” ucapnya sambil berlari menyusulnya.
”Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak mengikutiku!” ucap Shin Yixuan dengan tegas.
__ADS_1
”Kau itu selalu berada dalam bahaya setiap kali pergi sendirian! Kau mungkin tak akan pernah menyangka seperti apa dirimu jika aku tidak ada di sebelahmu.” jawab Shu Ye.
Shin Yixuan langsung menjawab, ”Tidak perlu melakukannya! Aku sudah berumur 16 tahun!”