
Kota Wujie, selatan.
”Kau tahu? Belakangan ini, sering terjadi kemunculan puluhan kalajengking di setiap rumah. Semenjak keluarga Lun dibunuh oleh seseorang, kediaman itu berubah menjadi sarangnya para kalajengking yang beracun.” ucap seseorang.
”Ya, aku juga mendengarnya. Ada banyak penduduk desa yang disengat oleh mereka dan kemudian meninggal dalam beberapa hari saja.”
”Mereka yang berasal dari keluarga Lun, katanya tidak bisa terpengaruh oleh racun apapun. Mereka juga sangat kuat bahkan nyaris menyamai keluarga Shin! Kau tahu kan? Keluarga yang mati 21 tahun lalu! Katanya, mereka memiliki niat yang sama dengan mereka yaitu, untuk menguasai wilayah wilayah kecil yang ada di sini!”
”Jangan di dengar!” ucap Shin Yixuan yang melihat Shu Ye begitu memperhatikan pembicaraan para penduduk desa yang sedang berkumpul di sebuah kedai rumah makan. Sejak dulu, ia tahu kalau Shu Ye berasal dari keluarga Lun yang dihancurkan oleh Luo Hein 11 tahun lalu. Meskipun begitu, Shu Ye tak pernah mengunjungi kediamannya sendiri semenjak ia tinggal di bukit Xieyu untuk waktu yang cukup lama.
Shu Ye langsung menundukkan kepalanya dan berkata, ”Aku hanya berpikir untuk mengunjungi kediaman mereka sesekali. Katanya tak ada yang berani memasuki kediaman mereka saat pembunuhan itu terjadi dan bahkan mayatnya dibiarkan hancur bersama tanah.”
Shin Yixuan menatapnya dan memperhatikannya selama beberapa saat. Dengan cepat, ia langsung mengalihkan perhatiannya dan menjawab, ”Sebaiknya jangan pergi ke sana. Itu terlalu berbahaya untukmu.”
Shu Ye tertegun dan langsung menatapnya saat Shin Yixuan telah berbalik dan mengunjungi sebuah toko yang berada di sebelahnya. Sementara, Shu Ye hanya menemaninya membeli bahan makanan. Namun, pikiran untuk mengunjungi kediaman keluarga Lun itu muncul saat terdengar suara seseorang yang seperti sedang mengajaknya.
”Apakah benda ini bisa membeli sesuatu yang ada di sini?” tanya Shin Yixuan pada seorang pedagang sambil menunjukkan benda bulat bersinar yang sebelumnya diberikan oleh Shin Buyen.
Beberapa detik setelahnya, pedagang itu tampak terkejut sekaligus tak percaya dengan benda yang ada di tangan Shin Yixuan. Pedagang itu mengucek matanya berulang kali untuk memastikan bahwa yang dilihatnya ini adalah sungguhan.
”Tuan muda? Apakah kau sungguh akan membayarnya dengan itu?” tanya pedagang yang tampak tak percaya.
__ADS_1
Shin Yixuan tertegun dan langsung bertanya, ”Apakah benda ini tidak bisa dipakai? Atau tidak berharga sama sekali ketimbang emas dan perak? Aku sering membuangnya sembarangan. Jadi, aku pikir benda ini tidak begitu berharga.”
”Apakah orang ini sangat kaya?! Benda berharga seperti batu permata yang dipegangnya mudah sekali dibuang olehnya. Padahal, jika benda itu dijual, mungkin dia akan mendapatkan seribu keping emas atau bahkan lebih. Mungkin saja dia berasal dari anggota kerajaan. Dan jika aku mencoba memerasnya, bisa-bisa pasukan istana akan datang mengunjungiku dan menghancurkan tempatku.” batin pedagang yang memikirkannya selama beberapa menit.
”Jadi, bagaimana? Apakah aku bisa membelinya?” tanya Shin Yixuan kembali.
Pedagang itu terkejut dan langsung berkata, ”Tentu saja, Tuan muda bisa membeli semua barang yang ada di sini.” ucapnya dengan sedikit canggung karena takut Shin Yixuan adalah anak dari anggota kerajaan.
”Aku bisa membeli semuanya dengan batu ini?” tanya Shin Yixuan yang tampak tak percaya.
”Tentu saja Tuan muda. Aku akan membantumu mengemas seluruh bahan yang ada di sini.” ucap pedagang sambil menyiapkannya di satu tempat.
”Tidak perlu semuanya!” jawab Shin Yixuan yang langsung menghentikan pedagang tersebut. ”Aku hanya perlu membeli bahan makanan yang ada di sini saja. Aku tidak membutuhkan semuanya.” lanjutnya sambil menunjukkan secarik kertas yang diberikan oleh Shin Buyen padanya.
”Tentu, Tuan muda. Aku akan segera menyiapkannya.”
Beberapa saat setelahnya, pedagang itu kembali dengan membawa sebuah keranjang bambu yang sudah diisi dengan bahan-bahan yang ada di dalam secarik kertas tadi. Setelah membayarnya dan akan pergi dari sana, Shin Yixuan menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang.
Ia pikir Shu Ye masih berdiri di sana untuk menemaninya akan tetapi, untuk sekarang dia sudah tidak berada di sana. ”Kemana dia pergi? Tidak biasanya dia pergi begitu saja tanpa mengatakannya dulu padaku.” batin Shin Yixuan yang langsung memperhatikan sekitar tetapi, yang ditemukannya saat ini hanyalah para penduduk desa yang sedang melakukan kegiatannya.
”Ada apa Tuan muda? Apakah masih ada yang kurang?” tanya pedagang.
__ADS_1
Shin Yixuan menatap kembali ke arah pedagang itu dan menjawab, ”Tidak ada. Tapi, aku mungkin membutuhkan seseorang. Aku akan pergi sebentar dan untuk sementara, aku menitipkan barang-barang ini di sini. Kau bisa melakukannya?”
Pedagang itu langsung menjawab, ”Tentu saja, Tuan muda. Aku akan menyimpannya untuk Anda.” jawabnya dengan canggung.
Setelah itu, Shin Yixuan akhirnya pergi mencari Shu Ye yang menghilang begitu saja tanpa mengatakan sesuatu padanya lebih dulu. Ia mencarinya ke seluruh kota dan membuka satu persatu pintu yang ada di sana. Akan tetapi, ia tak pernah menemukannya dimanapun. Kota Wujie terlalu ramai dan membuatnya sempat kesulitan untuk memeriksa satu persatu wajah yang terlihat di depannya. Lalu, langkahnya tiba-tiba berhenti di depan seorang wanita tua yang bekerja sebagai peramal.
”Anak muda, apakah kau sedang mencari temanmu? Apakah dia itu adalah laki-laki yang dikuncir kuda, memakai setelan berwarna hitam dan biru? Aku rasa dia pergi menuju suatu tempat.” ucap wanita tua yang membuat Shin Yixuan penasaran.
”Apakah kau melihatnya, Nyonya?” tanya Shin Yixuan yang langsung berjalan ke arahnya.
Wanita tua itu mengangguk dan menjawab, ”Dia pergi ke arah barat untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.”
Shin Yixuan langsung terkejut begitu mendengar arah yang dikatakan oleh wanita tua ini. Ia sangat tahu wilayah yang ada di barat sana adalah kediaman keluarga Lun yang sudah menjadi porak-poranda.
”Terima kasih. Ini untukmu! Mungkin ini tidak terlalu berharga bagimu tapi. Terimalah.” ucap Shin Yixuan dengan cepat sambil meletakkan sebuah batu permata di atas meja milik wanita tua tadi. Sedangkan, wanita tua itu merasa sangat terkejut ketika melihat benda yang mungkin akan merubah masa depannya.
”Menakjubkan!”
Sementara itu, di waktu bersamaan. Shu Ye tengah berdiri di depan kediaman keluarga Lun yang sudah hancur dan berdebu karena tak terurus selama 11 tahun. Ada begitu banyak sampah daun kering dan ratusan rayap yang merapuhkan kayu-kayu bangunan tersebut.
”Benar, ini adalah tempatnya.” ucap Shu Ye yang memperhatikan sebuah dinding bangunan luas yang sudah dipenuhi dengan tanaman liar yang merambat.
__ADS_1
Shu Ye berjalan maju dan berniat untuk membuka gerbangnya sedikit. Tetapi, saat ia baru akan menyentuhnya, tiba-tiba saja suara teriakan dari orang-orang yang kesakitan begitu menusuk telinganya hingga membuatnya harus berjalan mundur ke belakang dan nyaris terjatuh jika saja orang yang ada di belakangnya tidak bergerak cepat.