
Tiga hari setelahnya.
”Indah sekali.”
Shin Yixuan menatap ke arah sebuah bunga mawar yang tumbuh di sekitar halaman belakangnya. Bunga mawar itu memiliki warna merah menyala seperti darah dan selalu bersinar saat malam tiba. Shin Yixuan sendiri tidak sadar kalau bunga tersebut tumbuh di kediamannya dengan cepat padahal sebelumnya, bunga itu tidak pernah tumbuh di sana.
Saat Shin Yixuan akan menyentuhnya, tiba-tiba saja mawar itu mati dan menghitam padahal, ia hanya menyentuhnya seujung jari. ”... Apa yang terjadi? Aku tidak melakukan apapun padanya?” gumam Shin Yixuan yang tampak kebingungan.
Untuk memastikannya, Shin Yixuan mencoba untuk menyentuh mawar lain. Akan tetapi, hasilnya tetap sama saja. Mawar tersebut mati secara tiba-tiba ketika ia menyentuhnya. ”A- apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya?” gumam Shin Yixuan yang terlihat sedih sekaligus merasa ketakutan saat itu terjadi padanya.
Pandangannya kemudian tertuju pada suara yang berasal dari semak belukar yang tak jauh di depannya. Suara itu tak berhenti selama beberapa saat dan semakin membuat Shin Yixuan merasa penasaran. Ia mencoba berjalan mendekatinya dengan perlahan. Akan tetapi, saat ia telah berada di dekatnya, suara itu tiba-tiba saja terhenti.
”Jangan-jangan dia hewan buas.” batin Shin Yixuan yang langsung terdiam di posisinya saat ini. Wajahnya tampak ketakutan saat ia tak lagi mendengarnya. Lalu, tak lama setelahnya ia mendengar suara garukan tanah yang digali menggunakan kuku-kukunya yang tajam.
”Ternyata benar. Dia hewan buas! Aku harus pergi.” Shin Yixuan terlihat semakin ketakutan dan langkahnya pun terus berjalan mundur menjauhinya.
Namun, saat ia sedang melakukannya, muncul sebuah tangan kecil yang keluar dari dalam semak-semak. Tangan itu dipenuhi dengan luka dan memar yang tak pernah hilang sebelumnya. Hal itu tentu membuat Shin Yixuan berpikir kalau ada hewan buas yang sedang memakan seorang anak manusia. Akan tetapi, tidak mungkin hewan buas itu makan tanpa suara seperti ini.
Tak lama setelahnya, ia pun berjalan mendekati semak-semak yang ada ada di depannya. Selama beberapa saat, ia merasa tak ada yang aneh dengan semak-semak tersebut dan ada suara mengerikan yang keluar dari sana. Lalu, saat itu juga ia pun mencoba melihat seseorang yang tergeletak di sana.
Ia tampak terkejut saat melihat seorang anak seusianya yang terbaring penuh luka dengan darah yang memenuhi pakaiannya. Anak ini tampaknya tidak diserang oleh sekumpulan hewan buas melainkan, ia baru saja terjatuh dari tebing dan berusaha merangkak menuju tempat ini.
__ADS_1
***
”Lihatlah siapa yang datang berkunjung kemari!” seru Raja Iblis pertama bernama, kesombongan Lu Yuan yang menyambut kedatangan Luo Hein yang telah kembali ke istananya yang berada di alam iblis.
”Kami hampir saja merobohkan Istana Mu karena kau yang tidak pernah kembali selama ratusan tahun.” ucap Raja Iblis kedua, keserakahan Ma Zhixun.
”Biarpun begitu, ia pergi ke alam fana untuk membuat garis keturunannya sendiri. Lagipula, usianya sudah sangat tua dan jantungnya hampir hancur. Dia pasti tidak akan bertahan lama dan posisinya akan digantikan oleh Putranya sendiri.” lanjut Raja Iblis keempat, Si iri hati Le Xingyan.
”Kalian masih tidak bisa berhenti meninggalkan kebiasaan kalian?” tanya Luo Hein yang telah sampai di sana dan di sebelahnya sudah ada Guju yang menunggunya.
Raja iblis ketiga, keinginan berlebih A-Ling menatapnya dengan sinis dan menjawab, ”Kami hanya penasaran. Mengapa Raja Iblis yang kejam sepertimu bisa mendapatkan seorang gadis manusia. Apakah kau menggunakan sihirmu untuk melakukannya?”
”Huh! Rasanya sia-sia saja dia melakukannya!” celetuk Lu Yuan. ”... Putranya yang masih berumur lima tahun sama sekali tidak bisa diandalkan. Dia bahkan menunjukkan kebaikannya di depan semua orang yang telah berbuat jahat padanya. Saat itu, aku sangat yakin kalau Putramu sendiri yang telah melarangmu untuk membunuh para manusia itu. Dan aku rasa anak itu lebih memilih mati di tangan Ayahnya sendiri daripada harus menjadi Raja Iblis ketujuh yang kejam.”
Mendengar ocehan ini membuat Luo Hein merasa kesal. Meskipun ia adalah Raja Iblis yang pertama kali lahir namun, ia tetap ditempatkan di posisi terakhir karena sifatnya yang hampir menyerupai manusia. Pada akhirnya ia hanya bisa mengeraskan kepalan tangannya dan menahan amarah yang sewaktu-waktu akan meluap.
Luo Hein menoleh ke arah Guju yang berdiri di sebelahnya dan berkata, ”Ayo kita kembali dan jangan pernah datang kemari.” ucapnya pelan sambil berjalan keluar ruangan besar tersebut.
Sebelum pergi, Guju menyempatkan diri untuk bertanya, ”Apakah Yang Mulia tidak marah? Yang mulia tidak seperti biasanya. Jika kau terus seperti ini, keenam Raja yang lain akan semakin bersemangat untuk melawanmu.”
Luo Hein sedikit menoleh ke arah Guju yang ada di belakangnya dan menjawab, ”Tidak hari ini. Aku sedang malas meladeni mereka semua. Sangat percuma jika kau berbicara dengan mereka yang tak ingin mendengarmu bicara.” setelah itu ia pun benar-benar pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
***
”Hei! Kau sudah sadar? Bagian mana yang masih sakit?” Shin Yixuan bertanya pada seorang anak laki-laki berumur lima tahun yang ditemukannya di bawah semak-semak. Dan kemudian, ia pun membawanya ke dalam kamarnya saat Shin Buyen tidak sedang berada di rumah.
Anak laki-laki berambut coklat itu membuka matanya secara perlahan begitu ia tidak lagi merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Saat itu juga, pandangannya langsung mengarah pada Shin Yixuan yang duduk di atas dipannya.
”Ini dimana?” gumam anak laki-laki yang tampak bingung.
Dengan cemas, Shin Yixuan menjawab, ”Syukurlah kau sudah sadar. Aku sempat khawatir karena lukamu sangat parah dan hampir membusuk.”
”Apa yang terjadi padaku?” tanya anak laki-laki.
”Harusnya aku yang bertanya. Apa yang terjadi padamu sampai-sampai kau terluka sangat parah?” ucap Shin Yixuan.
Anak laki-laki itu tampak kebingungan. Ia kemudian menggelengkan kepalanya dan berkata, ”Aku tidak ingat apapun. Aku juga tidak tahu mengapa aku bisa sampai berada di rumahmu.”
Shin Yixuan terkejut setelah mendengarnya. Ia kemudian memperhatikannya selama beberapa saat. Dari lukanya saja ia sudah tahu kalau sebelumnya anak ini terjatuh dari atas tebing setelah dikejar oleh sekelompok orang yang tak dikenal olehnya. Tetapi, ia tidak ingin anak ini mengalami ketakutan begitu ia mengingat kejadian yang terjadi padanya tadi.
”Kalau begitu, apakah kau ingat namamu sendiri?” tanya Shin Yixuan.
Anak itu tertegun dan langsung menatapnya dengan bingung. Ia sempat berpikir selama beberapa saat dan tak lama setelahnya, ia pun menjawab, ”Aku masih bisa mengingatnya. Kalau tidak salah, namaku adalah Shu Ye.”
__ADS_1
”Yixuan? Siapa lagi yang kau bawa ke kamarmu itu?” tanya Shin Buyen yang datang secara tiba-tiba padahal sebelumnya, Shin Yixuan tidak mendengar suara langkah kaki dari arah manapun.