Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 48 - MERAYU ARWAH NYONYA BESAR


__ADS_3

Jiwa Shin Yixuan didorong paksa kembali ke tubuhnya oleh Yu Yuanyi yang sangat marah padanya. Ia pun mendapatkan kesadarannya kembali akan tetapi, hal yang sama tidak dialami oleh Shu Ye saat ini. Lalu, rasa sakit pada bagian perutnya muncul kembali sehingga membuatnya tidak bisa berpikir lagi.


”Aku kehilangan banyak darah. Tanamannya memang sudah hilang tetapi, aku masih bisa merasakan sakitnya.” batin Shin Yixuan yang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Ia kemudian merobek jubahnya sendiri untuk kemudian diikat pada perutnya yang terluka. Ia tahu kalau seharusnya ia melakukan ini sejak tadi. Akan tetapi, melihat hari yang sudah semakin pagi dan khawatir Shu Ye tidak akan bisa menunggu lebih lama, ia pun membuat keputusan yang jarang sekali diambil oleh orang normal.


”Shu Ye! Bangunlah! Shu Ye!” seru Shin Yixuan sambil mengguncangkan kedua pundak Shu Ye, berharap dia akan sadar kembali. Akan tetapi, beberapa menit setelahnya ia tidak menunjukkan satupun pergerakan. Terus memejamkan matanya dan lupa tentang keadaannya saat ini. Ia pun mendecakkan lidahnya karena takut Yu Yuanyi akan menahan jiwa Shu Ye bersamanya.


Suara gaduh mulai terdengar ketika tanaman rambat itu mencoba memasuki tempat mereka yang tertutup oleh penghalang. Sampai Shu Ye mendapatkan jiwanya kembali, tentu ia tidak akan bisa keluar dari tempat ini. Lagipula, tanaman-tanaman itu telah mengepungnya sehingga tak ada cara lain selain membakar mereka sekaligus seperti tanaman padi yang gagal panen.


”Nenek Yuanyi! Aku tahu kau sangat membenciku tetapi, jika jiwa Shu Ye tidak dikembalikan, ia akan tinggal di sini dan arwahnya akan dihabisi dengan paksa oleh Wang Ye sehingga, Nenek Yuanyi tidak bisa menemuinya lagi.” ucap Shin Yixuan dengan nada membujuk.


Memang benar jika arwah yang belum tenang akan tetap tinggal di tempat kematiannya terjadi. Ia akan berada di sana untuk mengganggu siapapun yang ada di sana. Dan jika jiwa Shu Ye tidak dikembalikan dalam sehari, Shu Ye akan mati dan jiwanya akan tinggal bersama orang-orang yang mati di tempat ini.


Shin Yixuan merasa percuma dan terus menunduk. Yu Yuanyi sangat menyayangi cucunya dan ia tidak ingin kehilangannya lagi. Pada akhirnya, Shin Yixuan dipaksa untuk diam seribu bahasa olehnya. Bukan hanya mengenai luka berdarah-darah yang ada di perutnya tetapi, bagaimana caranya agar ia bisa pergi dari tempat yang sudah ditinggali ratusan arwah kebencian yang sangat besar.


”Aku tidak akan mati di sini.” ucap sebuah suara yang muncul tiba-tiba di telinganya dan suara ini, mirip sekali dengan Shu Ye.


Untuk memastikannya, Shin Yixuan mulai menatap Shu Ye dan melihat kalau saat ini ia tampak baik-baik saja dengan kesadarannya yang sudah kembali. ”... Bagaimana bisa itu terjadi?” tanya Shin Yixuan yang masih terlihat tak percaya.

__ADS_1


Shu Ye mengalihkan perhatiannya dan menjawab, ”Aku mengatakan padanya kalau aku ingin hidup. Meskipun agak sulit merayu arwah yang tidak tenang, pada akhirnya aku bisa mendapatkan kesadaranku kembali.”


Shin Yixuan menghela nafas ketika semuanya telah selesai. Tetapi, beberapa detik setelahnya, Shu Ye menatap luka yang ada di perut Shin Yixuan. ”... Kau baik-baik saja? Luka di perutmu, sepertinya parah sekali. Apa yang terjadi?” tanya Shu Ye yang tampak terkejut. Setelah itu, ia pun memperhatikan sebuah tanaman liar berukuran sedang yang memiliki darah pada bagian akarnya.


”Jangan bilang tanaman itu yang sudah menyerangmu hingga seperti ini? Banyak sekali darah yang keluar.” ucap Shu Ye yang terlihat cemas.


Shin Yixuan berdiri kembali sambil bergerak membelakanginya, ”... Aku baik-baik saja. Luka ini tidak seberapa,...” jawab Shin Yixuan yang kemudian berkata dalam benaknya, ”... Dibandingkan saat aku membunuhmu nanti. Semoga saja tidak benar-benar terjadi.”


Shu Ye juga ikut berdiri dan berjalan menghampirinya. Ia bertanya, ”Dalam keadaan seperti ini, kau masih bisa berlari? Kau hanya akan membuat lukamu semakin parah!”


Shu Ye mengambil sesuatu dari dalam kantongnya dan mengeluarkan sebuah pil berwarna merah tua yang memiliki ukuran sebesar setengah dari koin emas. ”... Kau kehilangan banyak darah. Aku juga tidak bisa membiarkanmu begitu saja. Nyonya Shin memberikan begitu banyak obat-obatan untukmu karena takut kau akan terluka. Setidaknya, pil ini akan membuat rasa sakitnya memudar meskipun sebentar.” ucapnya.


Shin Yixuan menatap pil tersebut dengan tatapan menilai. Ia memang pernah melihatnya di suatu tempat tetapi, ia tidak tahu apa gunanya pil ini. Ia mungkin juga takut jika yang diberikan oleh Shu Ye adalah pil yang salah.


Ia mengambil pilnya dan memperhatikan. Namun, ketika ia berpikir untuk segera menelannya, tiba-tiba muncul akar pohon besar yang langsung menyerang mereka!


Dengan cepat, Shin Yixuan langsung mendorong Shu Ye hingga membuatnya tidak sengaja menjatuhkan pilnya. Keduanya terbanting ke lantai berkali-kali hingga akhirnya menghantam dinding bangunan.

__ADS_1


”Apa itu?” gumam Shu Ye yang terlihat terkejut setelah mendapatkan serangan tersebut. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika saja Shin Yixuan tidak bergerak cepat untuk mendorongnya.


”Cih! Jadi, mereka bisa tumbuh meskipun tak menancap di tanah.” batin Shin Yixuan yang memperhatikan. Saat keduanya terbanting, secara tak sengaja Shu Ye menyikut luka yang ada di perutnya hingga membuat darah semakin keluar dari tubuhnya.


”Jangan sampai terkena serangan mereka dan juga jangan pernah melakukan perlawanan. Kau hanya akan membuat mereka jauh lebih kuat.” ucap Shin Yixuan sambil menatapnya dengan serius.


”Kalau begitu, kita harus cepat pergi dari sini!” seru Shu Ye yang langsung menarik Shin Yixuan keluar melalui sebuah jendela yang terbuka. Tetapi, saat mereka telah sampai di luar, puluhan tanaman rambat dengan ujung durinya yang beracun sudah mengepung mereka!


”Tidak ada jalan keluar! Mereka ini, benar-benar membenci keturunan mereka sendiri!” batin Shu Ye yang memperhatikan sekitar. Lalu, perhatiannya seketika terpaku pada Shin Yixuan yang berjalan di depannya.


”Heh! Apa yang kau lakukan?! Kemarilah!” ucap Shu Ye dengan sedikit berteriak melihat gerak-gerik Shin Yixuan yang tampak mencurigakan dan sedikit berbeda.


”Ahh! Menyebalkan! Dia sudah membuat dirinya sendiri terluka.” ucap Shin Yixuan dengan nada bicaranya yang sangat berbeda dari sebelumnya.


Saat melihatnya, Shu Ye merasa sangat terkejut dan sangat tak mempercayainya. ”... Sama seperti kemarin! Jiwanya yang lain, pasti sudah mengambil alih tubuhnya!” batinnya yang langsung bergerak mundur menjauhinya.


Shin Yixuan menyentuh luka yang ada di perutnya. Lalu setelah menyentuhnya, perlahan luka itupun menutup dan sembuh sepenuhnya. Ia menyeringai. Tak lama, ia pun menoleh ke belakang dan menatap ke arah Shu Ye yang tampak waspada terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2