
”Kau pasti Shu Ye, kan?” tanya Shin Yixuan sambil berdiri menghadapnya dengan tatapan kosong.
Shu Ye menelan ludah dan menatapnya dengan waspada. Inilah yang pernah dimaksud oleh Shin Lujian mengenai seseorang yang memiliki dua jiwa yang berbeda sifat. Shin Yixuan yang asli tak akan pernah membunuh manusia dan keberadaannya tak pernah membuat siapapun terancam. Tetapi, tidak untuk jiwanya yang satu ini. Keberadaannya benar-benar membuat siapapun ngeri. Bukan hanya sorot matanya yang selalu tak terduga, dia juga bisa meniru jurus rahasia yang hanya bisa dimiliki oleh suatu keluarga.
”Rasanya tidak mungkin! Bukankah Nenek Yunqing baru saja menyegelnya saat pertarungan itu terjadi? Mengapa dia bisa bergerak bebas merasuki pikirannya?” batin Shu Ye yang tampak terkejut.
Belum sempat mengatakan kalimatnya, puluhan tanaman rambat itu menyerang mereka kembali. Akan tetapi, dengan cepat Shin Yixuan langsung menjentikkan jarinya dan secara bersamaan, muncul sebuah tanaman 'Embun Matahari' raksasa yang langsung mengikat seluruh tanaman rambat dan melelehkannya menggunakan embunnya.
”Tak ku sangka aku mampu menguasai jurus rahasia milik keluarga Lun dalam waktu singkat. Tidak heran jika tanaman rambat ini dirasuki oleh pemilik kediaman ini.” ucap Shin Yixuan sambil menatap embun matahari yang bertarung habis-habisan dengan ratusan tanaman rambat yang muncul dari dalam tanah.
Setelah mengatakannya, Shin Yixuan menatap kembali ke arah Shu Ye yang masih dalam posisi yang sama. Ia heran mengapa anak ini begitu waspada terhadapnya padahal saat ini perasaannya sedang baik-baik saja. ”... Aku tidak akan menyerang.” ucap Shin Yixuan yang berhasil mengejutkan Shu Ye. ”... Jika aku ingin, seharusnya aku sudah membunuhmu sejak tadi dan tidak membantu diriku yang lain. Entah apa yang akan terjadi jika aku tidak datang tepat waktu. Mungkin saja, kau sudah kehilangan Shin Yixuan yang kau kenal dulu.”
Shu Ye terdiam karena tidak mengerti. Meskipun begitu, ia tetap tak bisa mempercayai semua perkataannya. Harus tetap waspada karena bagaimanapun juga, dia bukanlah Shin Yixuan yang dikenalnya selama ini. ”... Aku tidak akan pernah bisa mempercayainya! Kedatanganmu adalah bencana yang akan dihadapi semua orang!” bentaknya.
Shin Yixuan seketika terdiam dan tidak berekspresi. Meskipun begitu, Shu Ye tetap yakin kalau saat ini Shin Yixuan merasa sangat marah begitu mendengar ucapannya. Ia tidak bisa membuatnya mengamuk di saat-saat seperti ini. Ia harus membuatnya tak sadarkan diri agar ia bisa pergi dari tempat ini.
Shu Ye menatap heran pada Shin Yixuan yang terus terdiam di posisinya yang sama. Pandangannya ke bawah dan terus menatap kosong seperti orang mati. Ia pun mulai cemas dan langkahnya semakin menjaga jarak.
__ADS_1
Tak lama, Shin Yixuan akhirnya bergerak cepat menghampiri Shu Ye yang tak melakukan apapun. Saat itu, ia langsung menarik tangan Shu Ye dan membawanya keluar dari kediaman tersebut. Dan saat ia telah berhasil melompat ke atas dinding gerbang depan, ia langsung menatap Wang Ye yang berdiri di sana dan berteriak, ”Lakukan sekarang!” sebelum akhirnya ia dan Shu Ye terbanting ke tanah berulang-ulang kali.
Wang Ye yang sudah menancapkan tongkatnya di atas tanah mulai merentangkan kedua tangannya dan membacakan sebuah kalimat yang disebut-sebut sebagai mantra pembasmi hantu. Beberapa detik setelahnya, dari atas langit muncul sebuah cahaya kuning yang langsung menghantam kediaman tersebut seperti lampu yang menyinari panggung pertunjukan.
Angin berhembus tanpa arah dan menyebabkan dinding depan bangunan tersebut nyaris menimpa mereka. Tanaman rambat yang melangkah keluar seketika hancur menjadi debu seperti kertas yang terbakar lalu terbawa angin. Tak lama, cahaya itupun meredup dan ketenangan mulai terjadi saat matahari terbit.
”Wang Ye. Kau sudah selesai melakukannya?” tanya Shin Yixuan yang langsung menoleh ke arah Wang Ye saat cahaya tersebut benar-benar menghilang dan hanya menyisakan debu yang berterbangan ke langit.
Wang Ye mencabut tongkat dewanya dan menjawab, ”Ya, aku sudah selesai. Kediaman Lun sudah tenang kembali.” jawabnya sambil meletakkan sebuah kertas mantra pada dinding bangunan tersebut.
Shin Yixuan yang mendengarnya merasa cukup terkejut. Ia tertawa kecil sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. ”... Tadi itu, aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja pandanganku berubah menjadi hitam dan langkahku tidak jelas kemana arahnya. Begitu aku sadar, aku langsung melihatmu dan merasa heran mengapa kau terlihat begitu waspada padaku. Jadi, aku langsung menarikmu keluar dari tempat tadi.”
”Hah?” Shu Ye terdiam heran. ”... Jadi, kau tidak sadar kalau sisi tergelapmu sempat menguasai pikiranmu hingga membuatku jantungan dan nyaris mati mendadak?”
Shin Yixuan menatapnya dengan bingung dan bertanya kembali, ”Memangnya aku begitu mengerikan atau kau saja yang begitu penakut?”
Shu Ye langsung menunjuk dan berkata dengan keras, ”Kaulah yang membuatku takut bahkan seluruh dunia juga akan takut berhadapan dengan dirimu yang lain.” tiba-tiba suara Shu Ye berubah menjadi pelan. ”... Tapi, setidaknya luka yang ada di perutmu sudah menghilang.”
__ADS_1
Shin Yixuan menenangkan ekspresinya. Ia kemudian menatap Wang Ye yang sepertinya akan pergi dan langsung menghampirinya. ”... Terima kasih sudah membantuku tadi. Wang Ye sudah membantuku dari jarak jauh saat aku sedang menarik jiwa Shu Ye kembali.” ucapnya dengan sopan dan langsung membungkuk.
Wang Ye melipat tangannya sambil mengalihkan perhatiannya. ”... Aku tidak ingin mengurus kematianmu lagi. Sejak kecil kau berkali-kali pergi mengunjungi tempatku sebab mati suri yang kau alami karena keingintahuan mu! Lain kali jangan bercanda denganku! Kalau kau ingin mati, mati saja! Dan kalau kau ingin hidup, jangan sampai mati!” ketusnya.
”Aku mengerti.” singkat Shin Yixuan yang kembali mengingat masa lalunya yang selalu merepotkan Shin Buyen dan Luo Hein saat keduanya masih sering bertemu.
”Baiklah, aku akan pergi! Jangan sampai aku melihatmu lagi! Mereka yang sudah mati pasti sedang mengantri panjang di tempatku.” ucap Wang Ye sambil berjalan membelakanginya dan perlahan, ia pun menghilang terbawa angin.
”Sepertinya kau sangat mengenalnya. Apakah dulu, kau memiliki hobi bunuh diri?” tanya Shu Ye yang berjalan menghampirinya lalu berhenti di sebelahnya.
”Aku hanya terlalu ceroboh saat masih kecil. Lagipula, sekarang aku sudah cukup besar dan bisa berhati-hati dengan siapa pun yang akan mengancamku.” jawab Shin Yixuan. ”... Ngomong-ngomong soal itu, maaf tentang keluargamu dan juga Nenekmu. Jika bukan karena Ayahku dan diriku yang tidak bisa menghentikannya, kau mungkin tidak akan berakhir seperti ini.” lanjutnya sambil menunduk.
Shu Ye tertegun. Dengan cepat perhatiannya tertuju ke depan dan sedikit mendongak ke atas. Ia melipat tangannya dan menjawab, ”Itu semua sudah menjadi masa laluku. Lagipula, setelah aku mengingatnya lagi, aku menjadi tidak penasaran lagi bahkan aku senang mendengar kematian Ayah dan Ibuku sendiri. Di saat terakhirnya, Nenek masih sempat menyelamatkanku sebelum akhirnya ia hanyut di sungai. Itu saja yang membuatku senang sampai sekarang. Jika saja kematian mereka tidak juga terjadi, aku mungkin akan menjadi lawan terbesarmu yang akan membunuhmu suatu saat nanti.”
Begitu mendengarnya, Shin Yixuan teringat kembali pada bayangan masa depan yang muncul dalam pikirannya saat ia menyelam masuk ke dalam alam bawah sadar milik Shu Ye. Yang dimana pada saat itu, dirinya yang lain sudah membunuh Shu Ye menggunakan pedangnya sendiri. Apalagi, orang itu mengakui dirinya sebagai iblis yang paling ditakutkan oleh dunia.
Aku pasti bisa merubahnya.
__ADS_1