Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 16 - BUNGA BINTANG II


__ADS_3

Terjatuh dari atas sebuah tebing, membuat keduanya berpikir bahwa kehidupan mereka akan berakhir di sini saja. Dan saat kepala hampir menyentuh tanah, tiba-tiba saja seekor serigala raksasa muncul di bawah mereka dan menjadikan punggungnya sebagai pijakan kaki mereka.


Benar saja, keduanya tak merasakan sakit setelah mendarat di atas bulu-bulu halus milik Serigala. Terasa hangat dan seperti tak terjadi apapun pada mereka. Shin Yixuan langsung terbangun saat ia mendengar suara dengkuran serigala di bawahnya sedangkan Shu Ye memilih untuk tetap diam di atasnya.


”Paman Serigala!” seru Shin Yixuan yang langsung tahu bahwa serigala ini adalah Guanyun yang belum lama ini menghilang dari pandangannya.


Guanyun tak bisa berbicara dengannya saat ia dalam wujud serigala. Ia harus kembali ke wujud manusia agar bisa berbicara dengannya. Karena itu, tak lama setelahnya, ia pun berubah wujudnya menjadi manusia dengan membawa Shin Yixuan di kedua tangannya sedangkan, Shu Ye ia lupakan karena ia belum mengenalnya. Alhasil, Shu Ye tetap terjatuh di tanah dan tak ada seorangpun yang mengasihaninya padahal, tujuannya datang kemari adalah untuk membantu Shin Yixuan mencari bunga bintang.


”Yang benar saja! Aku juga anak manusia! Mengapa hanya aku yang tidak ditolong?!” ketus Shu Ye sambil memegang kepalanya yang membentur tanah.


Guanyun tertegun saat melihatnya dan langsung menjawab, ”Maaf, aku tidak menyadari keberadaanmu. Lagipula, aku tidak mengenalmu. Jadi, untuk apa aku menolongmu? Sangat percuma kan?” jawabnya dengan senyum senang di wajahnya.


”Cih! Dasar hewan! Pilih kasih!” gerutu Shu Ye dalam benaknya.


”Paman serigala! Bisa turunkan aku? Kakiku baik-baik saja.” ucap Shin Yixuan yang tak nyaman karena Guanyun terus membawanya sejak ia terjatuh tadi.


”Tenang saja. Kau lebih ringan dari anak itu.” jawab Guanyun sambil menunjuk ke arah Shu Ye dan Shu Ye merasa tertuduh karenanya. ”... Aku bisa menebaknya. Belakangan ini, jatah makanmu dikurangi karena menyelamatkan anak ini. Itu alasannya mengapa berat badanmu jauh lebih ringan dari pada beberapa bulan lalu. Sudah diselamatkan, dia malah tidak tahu terima kasih.”


”Hah? Kenapa harus aku yang menjadi bulan-bulanan di sini?” batin Shu Ye yang menatap Guanyun dengan heran sekaligus kesal meskipun saat ini keduanya belum saling kenal.


”Tenang saja. Ibu tidak mengurangi jatah makananku. Shu Ye sudah ku anggap seperti saudara di rumah dan membicarakan soal berat badanku, mungkin itu hanya perasaan Paman saja.” jawab Shin Yixuan dengan wajahnya yang terlihat senang dan perkataannya, sempat membuat Shu Ye terkejut lalu terdiam dalam lamunannya.

__ADS_1


”Hah? Aneh.” batin Guanyun yang langsung menurunkan Shin Yixuan dan membiarkannya berdiri di depannya.


”Terima kasih Paman Serigala sudah membantu kami. Maaf jika kedatanganku mengganggu tidur siang Paman.” ucap Shin Yixuan.


Guanyun menatapnya dan berkata dalam benaknya, ”Syukurlah dia tidak mengingat kejadian kemarin. Jika saja Raja ketujuh tidak datang tepat waktu, mungkin saja aku tidak akan berbicara dengannya saat ini.” batinnya yang langsung berucap, ”Tidak masalah. Ngomong-ngomong, mengapa kalian berada di sini? Adakah yang sedang kalian cari?”


Shin Yixuan langsung menjawab, ”Ayah menyuruhku mencari bunga bintang. Dia bilang warnanya kuning dan terdapat corak merah di setiap ujung kelopaknya. Selain itu, bunga itu memiliki bentuk yang sangat bulat.”


Setelah mendengarnya, Guanyun tampak kebingungan dan sempat memikirkannya selama beberapa saat. ”... Bunga apa itu? Aku yang sudah hidup ratusan tahun saja tidak tahu bunga apa itu.” jawab Guanyun.


”Tapi, Ayah bilang aku harus mencarinya. Ayah juga tidak mengatakan dimana aku bisa menemukan bunga itu.” ucap Shin Yixuan.


Guanyun yang mendengarnya tertegun. Ia lantas tertawa dan berkata, ”Aku rasa, Raja ketujuh sudah membohongimu. Tidak ada yang namanya bunga bintang di tempat ini. Dia hanya mengarangnya saja agar bisa berduaan dengan Ibumu.”


Di belakangnya, saat ini Shu Ye terdengar sedang menertawainya dan setelah itu ia berkata, ”Aku sudah bilang ada yang aneh dengan perkataanmu. Tapi, aku sengaja tidak mengatakannya agar aku bisa pergi berjalan-jalan keluar.”


Seketika, bola mata Shin Yixuan menjadi berkaca-kaca setelah mendengar semua perkataan mereka. Ia sedikit mengusap matanya dan berkata, ”... Kenapa tak ada yang mengatakannya padaku sejak tadi? Padahal aku sangat mencemaskan keadaan Ibu saat ini. Aku tidak tahan melihatnya terluka seperti tadi.”


BRAKK!


Sebuah tendangan keras mengenai wajah Guanyun hingga membuatnya terpental dan menumbangkan beberapa pohon. Ribuan rambut yang sangat panjang berkumpul dan langsung mengikat Shu Ye dan Guanyun yang sedang berdiri di sana. Sosok wanita bermata hijau berdiri di antara rambut-rambut tersebut sambil membawa Shin Yixuan di kedua tangannya.

__ADS_1


”Beraninya kalian membuatnya menangis!” teriak wanita yang ternyata adalah Dewi peramal bernama ShuYuzhu. Ia kembali dari kedalaman Danau Shoyu setelah ia dan Guanyun diceramahi oleh Guju selama berhari-hari. Ditambah lagi, ia mengeluarkan hawa kemarahannya sehingga membuat suasana Istananya begitu mencekam selama beberapa Minggu ini.


”Uhh! Menjijikan! Apakah ini rambut sungguhan?” gumam Shu Ye yang tampak heran karena untuk pertama kalinya ia melihat rambut sepanjang ini apalagi bisa bergerak seperti ular yang akan menggigit.


”Kenapa kau menendangku? Aku hanya memberitahunya tentang bunga itu saja. Lagipula, aku sudah menyelamatkannya tadi.” ucap Guanyun dengan kepala yang mengucurkan darah dan memar yang ada di sekujur tubuhnya.


”Salahmu sendiri! Mengapa kau membuat anak orang lain menangis seperti ini!” bentak ShuYuzhu dengan wajah mengerikannya sehingga membuat Guanyun terdiam seketika.


Tak ingin hal ini terjadi begitu lama, Shin Yixuan menunjukkan wajah senangnya di depan ShuYuzhu dan menyempatkan diri untuk berkata, ”... Aku baik-baik saja kak Yuzhu. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku. Aku juga harus pulang untuk menemui Ayah.”


ShuYuzhu menatapnya dan bertanya, ”Kau yakin baik-baik saja bersama dengan anak itu?” ucapnya sambil menatap Shin Yixuan. Namun, perasaannya berubah menjadi sedih saat ia melakukannya. Ia teringat dengan bayangan masa depan yang akan dialami oleh Shin Yixuan beberapa tahun setelahnya. Tahun-tahun itu, adalah tahun terburuk yang akan dialami olehnya suatu saat nanti.


”Tentu saja. Aku dan dia sudah cukup dekat sejak lama.” jawab Shin Yixuan yang membuat ShuYuzhu tertegun.


”Sejak lama? Apakah beberapa hari itu, menurutnya sangat lama?” batin Shu Ye yang terdiam menatapnya dengan heran.


ShuYuzhu terdiam selama beberapa saat. Tak lama setelahnya, rambut panjang miliknya mulai memendek dan menghilang dari pandangan mereka semua. Ia juga telah menurunkan Shin Yixuan dari kedua tangannya. Raut wajahnya terlihat cemas. Namun, ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya.


Tak lama setelahnya, ia pun melihat Shin Yixuan dan Shu Ye pergi kembali ke rumahnya. Rasa cemas itu seolah tak lepas dari pikirannya. Ia bahkan sempat membuat Guanyun merasa penasaran bahkan ia sampai bertanya, ”... Lagi-lagi kau memikirkannya, ya?”


ShuYuzhu terdiam selama beberapa saat dan ia pun hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Guanyun menghela nafasnya dan berkata, ”Kau selalu mencemaskan siapapun yang kau ramal buruk. Aku yakin anak itu akan baik-baik saja sampai usianya 16 tahun. Lagipula, dia tidak sendiri. Anak yang berasal dari keluarga Lun, mungkin akan sedikit membantunya nanti.”


ShuYuzhu tetap berada dalam posisinya yang sama. Kedua tangannya gemetar dan mulutnya sempat bergumam, ”Sebentar lagi. Hukuman dari langit akan dijatuhkan.”


__ADS_2