Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
EXTRA 5 - MENJADI MANUSIA


__ADS_3

Kisah setelah Raja Iblis ketujuh demam setelah memakan jantung kotor yang berasal dari seorang penjahat.


Aroma dupa yang menyala di pagi hari membuat Yun Weixian terbangun seketika. Saat ia baru saja membuka matanya, ia menatap langit-langit ruangan yang tampak bersih padahal, seharusnya tempat itu sangat berdebu mengingat ia yang tidak sempat untuk membersihkannya. Setelah ia menghela nafas beberapa kali, ia pun memutuskan untuk duduk dan menatap ke arah jendelanya.


Tirai-tirai bambu tampak bergerak mengikuti angin yang masuk di dalam kamarnya. Yun Weixian merasa ada yang ganjal di dalam rumahnya. Ia menyentuh debu yang tersisa dipermukaan meja dan kemudian ia pun segera berlari keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.


”A- Apa ini? Kenapa ini bisa terjadi?” gumam Yun Weixian yang tampak sangat terkejut setelah ia melihat ruang tamu yang ada di rumahnya sudah sangat bersih dan rapi. Di tengah-tengah ruangan tersebut, terdapat sebuah meja yang diatasnya memiliki banyak makanan. Pakaian-pakaian kotor yang biasanya bergelimpangan dimana-mana kini sudah tidak ada di sana.


Lalu, tak lama setelahnya ia segera berlari menuju kamar Guju yang berada tepat di depan kamarnya. Ia menggedor-gedor pintunya sambil berteriak, ”Ju-Jie! Buka pintunya! Kau yang sudah melakukan semua ini?!”


”Berisik!” teriak Guju dari dalam dan ia pun langsung membuka pintunya dan menatap Yun Weixian dengan malas. ”... Apakah kau tidak ada kerjaan selain membangunkan iblis yang sedang bermimpi indah?! Pergilah dan bereskan semua tempatmu!”


Yun Weixian tertegun dan bertanya, ”Jadi, kau yang sudah membersihkan rumah ini?”


Guju terkejut. Ia langsung menatap sekitar dan ia pun juga tampak heran karenanya. ”... Aku pikir kau yang sudah membersihkannya. Lalu, siapa yang melakukannya?” tanya Guju dengan ekspresi curiga.


”Hanya ada satu makhluk lagi yang belum ditanya dan dia itu,....


Keduanya langsung berlari menuju teras rumah. Lalu, saat mereka telah sampai di sana, mereka terkejut karena saat ini sedang ada pemandangan yang sangat jarang sekali terjadi. ”Bohong! Xuan-Ge mencuci dan menjemur pakaian?!” jantung Yun Weixian terasa akan copot ketika melihat hal itu. Begitu juga dengan Guju yang langsung pingsan saat melihatnya.


Menyadari kalau saat ini ia sedang diawasi, Shin Yixuan langsung menoleh ke belakang dan menatap langsung ke arah Yun Weixian yang juga sedang menatapnya. Sedetik kemudian, Shin Yixuan tersenyum tipis dan berkata, ”Pagi, Weixian.”


Yun Weixian merasa tersambar petir!


Bagaimana mungkin iblis pemalas seperti Shin Yixuan mengerjakan pekerjaan rumah sendirian?! Pasti ada yang salah di sini! Apakah seseorang mencoba untuk mempengaruhi pikirannya atau mungkin, malam tadi dia membentur tembok sehingga ia lupa kodratnya sebagai pemalas?!


Yun Weixian langsung berlari ke arahnya. Ia menyentuh dahinya dan mengecek suhu tubuh Shin Yixuan yang sekarang. ”Tidak ada yang aneh. Suhunya normal-normal saja. Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!” gumam Yun Weixian yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


”Ada apa Weixian? Apakah ada yang salah denganku?” tanya Shin Yixuan yang tak mendengarkan ucapan Yun Weixian.


Yun Weixian berdiri di depannya. Sambil menunjukkan dua jarinya, Yun Weixian bertanya, ”Xuan-Ge! Berapa jariku ini?” tanyanya dengan penasaran.


Shin Yixuan tertegun. Tak lama setelahnya ia tertawa pelan sambil menjawab, ”Tentu saja, jawabanku adalah dua puluh termasuk jari kaki.”


Yun Weixian langsung berkata, ”Bukan itu maksudku! Ada berapa jari yang kau lihat saat ini?”


Shin Yixuan menjawab, ”Tentu saja. Hanya dua yang kulihat sekarang. Memangnya ada apa? Sikapmu aneh sekali hari ini.”


”Kaulah yang paling membuat jantungan di sini!” batin Yun Weixian sambil menatapnya dengan datar.


”Kau pasti belum makan. Aku akan menyiapkan makananmu. Kau ingin makan apa?” tanya Shin Yixuan yang membuat Yun Weixian semakin tak percaya dengan apa yang dikatakan olehnya.


Biasanya, Yun Weixian yang selalu menyiapkan makanan dan membersihkan rumah setiap hari. Namun, kali ini saja dua-duanya saling terbalik.


”Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Apakah dia salah makan?” batin Yun Weixian yang semakin bingung karenanya. Ia pun menjawab, ”Makanan yang biasa kau sajikan sepuluh tahun lalu. Itu saja.”


Shin Yixuan tertegun. Ia sempat terdiam selama beberapa saat dan akhirnya menjawab, ”Baiklah. Kue ketan dan bubur daging. Itu yang kau mau saat ini?”


”Dia bahkan mengingatnya? Perubahannya terlihat sangat jelas! Dia yang biasanya pemalas dan tak bisa mengingat apapun dalam jangka waktu yang lama, sekarang berubah menjadi kebalikannya?! A- apakah aku harus melakukan sesuatu untuknya atau aku biarkan seperti ini saja?” batin Yun Weixian yang mulai cemas dan bingung.


Sambil membawa keranjang pakaiannya, Shin Yixuan berkata, ”Tunggulah di dalam. Aku akan segera menyiapkannya.” ucapnya sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya. Lalu, saat ia baru saja akan membuka pintunya, Yun Weixian tiba-tiba saja berkata, ”Aku akan membantu!”


Seketika, Shin Yixuan terdiam di tempat sambil menatap ke arahnya. Awalnya ia terkejut namun, karena ia sudah terbiasa melakukan segalanya sendiri, ia pun menjawab, ”Terima kasih. Tapi, aku tidak begitu membutuhkannya sekarang.” ucapnya sambil berjalan masuk ke dalam.

__ADS_1


”Ahh, sangat aneh. Apakah ini pertanda bencana besar akan datang? Tsunami? Longsor? Atau banjir?!” batin Yun Weixian yang masih terlihat kebingungan.


Sedetik kemudian, tiba-tiba saja Guju bergerak cepat ke arahnya dan ia langsung menarik kerah pakaiannya sambil memelototinya dengan tajam. ”... Katakan padaku, apa yang kau lakukan pada Yang Mulia!” teriak Guju sambil memunculkan pedang besarnya yang tampak tidak sabar untuk menebas kepalanya.


Yun Weixian tampak sangat terkejut dan ia pun langsung berkata, ”Tenang sebentar! A- aku tidak melakukan apapun!” jawabnya sambil menatap ke arah pedang tajam milik Guju yang berada tepat di sebelah lehernya.


Guju langsung berteriak, ”Omong kosong macam apa itu?! Kau pasti melakukan guna-guna pada Yang Mulia!”


Yun Weixian langsung menjawab, ”Sungguh! Aku tidak melakukan apapun! Kamarmu berada di depan kamarku. Seharusnya, kau bisa mendengarku saat aku berjalan keluar.”


Guju menatapnya semakin tajam dan berkata, ”Masa bodo apa yang terjadi saat kau tidur. Lalu, yang terjadi kemarin malam, apa yang kau lakukan? Kau pasti melakukan sesuatu!”


”Sungguh! Aku tidak melakukan apapun!”


”Guju! Weixian!” seru Shin Yixuan yang muncul kembali setelah ia berjalan keluar pintu. Lantas, keduanya pun terhenti dan langsung menatap ke arahnya secara bersamaan.


”... Bisakah panggilkan Huang Luo, Weixian?” lanjut Shin Yixuan. ”... Dia biasanya berada di danau Shoyu. Tolong panggilkan dia kemari.”


”Benar juga! Orang itu!” batin Yun Weixian yang mengingat sesuatu. Ia kemudian menjawabnya dengan antusias, ”Baik! Aku akan segera memanggilnya!” jawabnya yang langsung memulai langkah seribu dan meninggalkan rumah tersebut setelah ia dibuat ketakutan oleh pedang besar milik Guju.


”Huang Luo pasti mengetahui sesuatu!”


***


”Huang Luo! Ini gawat!” teriak Yun Weixian sambil berlari dan kemudian, ia pun menabrak Huang Luo hingga keduanya tersungkur di atas tanah.


”Apakah kau tidak punya mata?!” ketus Huang Luo yang tampak kesal setelah kepalanya ditabrak dan hal itu membuatnya nyaris terjatuh ke dalam danau.


Yun Weixian langsung mengambil posisi duduk dan langsung berkata, ”Ini gawat! Sangat gawat! X- Xuan-Ge!”


Bola mata Yun Weixian seketika berkaca-kaca saat ia menjawab, ”Dia sudah mencuci bajuku dan menjemurnya! Dia juga sudah membuatkanku sarapan! Benar-benar aneh! Aku tidak terima!” Yun Weixian sedikit berteriak saat mendengarnya sementara, Huang Luo tampak terdiam dan menatapnya dengan datar.


”Berhenti merengek seperti anak kecil! Jadi, intinya Yang Mulia tidak seperti tidak biasanya? Lalu, kenapa? Bukankah bagus jika dia bisa mandiri dan tidak mengandalkanmu setiap hari?” tanya Huang Luo dengan ekspresi merendahkan.


”Tapi, aku tidak menyukainya! Dia tidak seperti Iblis pemalas yang dikatakan orang banyak! Mana mungkin Raja seperti dia mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga! Aku yakin, Raja Iblis yang lain juga seperti itu.” celetuk Yun Weixian.


”Rendahan! Jadi, hanya itu masalahnya? Aku pikir dia datang untuk membawakanku masalah yang besar.” batin Huang Luo sambil mengalihkan perhatiannya. Ia pun berkata, ”Baiklah! Aku ingin melihat seperti apa Yang Mulia saat ini.” ucapnya sambil berjalan pergi.


Yun Weixian tampak terkejut dan langsung mengejarnya, ”Tunggu! Jangan! Sebagai tabib pribadinya, kau pasti tidak terima jika melihatnya!” teriaknya sambil mencoba menarik tangan Huang Luo namun, ia selalu gagal melakukannya.


Lalu, tak lama setelahnya, keduanya pun sampai di rumah. Yun Weixian terlihat sangat kelelahan saat ia terus mengejar Huang Luo yang memiliki gerakan cukup cepat. ”Hanya segitu saja kemampuanmu? Kau bahkan tidak bisa mengejarku!” cibir Huang Luo sambil melipat tangannya.


Yun Weixian langsung menatap dingin Huang Luo dan berkata, ”Berisik! Aku hanya perlu berlatih lagi!”


Huang Luo mengalihkan perhatiannya pada objek sekitar. Tampak jelas kalau saat ini rumah itu terlihat sangat rapi. Tak ada sampah dedaunan kering yang ada di sana. Semuanya tersusun dengan rapi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yun Weixian selama ini.


”Mencoba menipuku?! Semua terlihat baik-baik saja di sini!” bentak Huang Luo sambil menarik kerah pakaian Yun Weixian.


”T- tunggu sebentar! Aku tidak bohong! Xuan-Ge benar-benar berubah!” jawab Yun Weixian dengan canggung.


Huang Luo mengeluarkan sebuah api di atas telapak tangannya dan berkata, ”Seharusnya aku tidak percaya dengan ucapanmu itu!”


”Huang Luo! Weixian!” seru pemuda yang berdiri di ambang pintu sambil menatap keduanya dengan bingung.

__ADS_1


Lalu, saat mereka mencoba melihatnya, keduanya tampak terkejut setelah melihat Shin Yixuan yang sedang berdiri dengan memegang sebuah sendok sayur dan wajah yang dipenuhi dengan debu. Wajah itu menampilkan lengkungan bibir yang sangat jarang terjadi. Kedua matanya terlihat sayu seolah ia sangat menikmati pemandangan yang ada di depannya.


”Abnormal sekali!” batin Huang Luo yang tampak tercengang.


Beberapa saat kemudian. Keduanya masuk ke dalam rumah tersebut. Mereka duduk di depan sebuah meja duduk yang telah tersaji beberapa makanan yang memenuhinya seperti sup daging dan kue ketan kesukaan Yun Weixian. Namun, kebanyakan dari makanan tersebut adalah sayur-sayuran dan daging mentah.


”Kebetulan sekali aku menemukan banyak bahan makanan di dapur. Jadi, aku masak semua agar kalian bisa makan!” ucap Shin Yixuan dengan senang namun, dalam benak Yun Weixian dia berkata, ”Pemborosan! Padahal bahan makanan itu harus bertahan sampai seminggu! Dia juga tidak memberikanku uang cukup untuk membelinya lagi!”


”Yang Mulia ada apa dengan Anda. Kau tidak seperti biasanya.” ucap Guju dengan sedih karena melihatnya seperti ini.


Shin Yixuan tertegun dan berkata, ”Aku baik-baik saja. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan.” ucapnya sambil tersenyum senang padanya.


Yun Weixian berbisik pada Huang Luo yang duduk di sebelahnya, ”Aku benar 'kan. Tindakannya ini aneh sekali. Apakah dia sedang dirasuki atau dia mengidap penyakit langka?”


Huang Luo menurunkan gelas keramiknya dan berkata, ”Raja Iblis tidak mungkin bisa dirasuki arwah! Lagipula, menurutku dia baik-baik saja. Dia akan seperti ini selama sehari saja dan besoknya dia akan menjadi pemalas.” ucapnya sambil memakan daging cincang di depannya.


”... Sia-sia aku datang kemari! Lagipula, kau tidak perlu mencemaskannya sampai seperti itu! Kemalasannya bukan disebabkan karena ia adalah Raja Iblis ketujuh. Tetapi, dia mencoba untuk menghemat energinya sampai batas waktu yang sudah ditentukan. Jika Raja Iblis terus berada di alam fana, tenaganya akan semakin berkurang. Dan jika dia benar-benar kehabisan tenaga bahkan sampai rambutnya kembali berwarna hitam, ia akan mati dan posisinya sebagai Raja Iblis ketujuh akan tergantikan.”


Yun Weixian menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Siapa yang pantas mendapatkannya? Tidak mungkin Xuan-Ge akan memilih seorang manusia untuk menggantikannya.”


Huang Luo tersenyum seringai dan menatapnya dengan dingin. ”Menurutmu begitu tapi, menurutku itu tidak akan terjadi. Kaulah yang akan menggantikan posisinya. Tapi, untuk melakukannya, kau harus mati terlebih dahulu.”


Yun Weixian terdiam dengan ekspresinya yang terlihat serius sekaligus merasa ketakutan jika hal itu benar-benar terjadi padanya.


”Huang Luo! Berhenti berbicara saat makan!” pinta Shin Yixuan yang terus memperhatikan keduanya saling berbicara disaat dirinya sedang menyuapi Guju yang terus menangis.


”....”


****


Malam harinya, Yun Weixian terduduk di teras depan rumahnya. Ia memikirkan terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Huang Luo padanya siang tadi.


Benarkah ia akan menjadi pengganti Shin Yixuan jika dia sudah mati nanti? Tidak mungkin! Tentunya ia akan menolak tawaran tersebut apapun yang terjadi. Ia lebih memilih kematian dibandingkan harus menduduki singgasana neraka.


Yun Weixian menghela nafasnya dan berkata dalam benaknya, ”Aku sangat ingin pergi dari sini. Bagaimana caranya agar aku bisa melarikan diri dari kenyataan?” batinnya sambil menatap kolam kecil yang dipenuhi dengan ikan koi miliknya.


”Weixian? Kau terlihat cemas. Apa yang mengganggu pikiranmu?”


Yun Weixian tertegun dan langsung menatap ke arah seorang pemuda yang sedang berjalan ke arahnya.


Tampaknya, Shin Yixuan telah kembali menjadi dirinya sendiri. Saat ini, ukuran tubuhnya kembali menyusut menjadi anak kecil. Sambil memeluk sebuah bantal dan mengusap-usap matanya yang mengantuk, ia terus berjalan ke arah Yun Weixian.


”Kenapa kau ada di sini? Tidur sana!” ucap Yun Weixian sambil mengalihkan perhatiannya.


”Kenapa cuek sekali? Aku datang untuk menghiburmu.” jawab Shin Yixuan saat ia telah duduk di sebelahnya. Namun, ia tetap diam meskipun sudah berada di sana. Wajahnya tampak mengantuk namun, ia mencoba untuk tetap terjaga.


”Hei! Jadi, kau akan memutuskan untuk berbicara denganku?”


Yun Weixian membelakanginya dan berkata, ”Tidak! Aku tidak memiliki sesuatu untuk dibicarakan denganmu!”


Shin Yixuan terdiam namun, wajahnya membuktikan bahwa saat ini ia sedang kecewa. Ia menyentuh punggung Yun Weixian dan berkata, ”Setidaknya beri aku beberapa kata saja. Jika kau marah, pukul saja aku. Pada akhirnya, meskipun aku sudah mengurus mu sejak bayi, aku tidak akan pernah mengerti tentangmu maupun perasaan manusia. Kau benar. Iblis tetaplah iblis.” karena terlalu lelah, Shin Yixuan akhirnya tertidur saat itu juga.


Beberapa saat setelah ia memastikan kalau Shin Yixuan telah tertidur, Yun Weixian menatapnya kembali. Ia menyentuh kepala kecil Shin Yixuan dan bergumam, ”Kenapa kau tidak kembali ke istanamu saja? Jika terus berada di sini, apakah kau akan membuatku menempati singgasana mu saat kau sudah mati?”

__ADS_1


...****************...


Keesokan harinya, semuanya kembali seperti semula. Rumah yang tampak berantakan di pagi hari dan bahan makanan yang habis dimasak semuanya, tentu membuat Yun Weixian kerepotan untuk membereskan semua kekacauan itu.


__ADS_2