
Shin Furong terus menatap Xiu Huan yang sedang mengobati seluruh lukanya. Di dalam sebuah rumah lapuk yang jauh dari desa tadi, Xiu Huan menyempatkan diri untuk beristirahat di sana dan melakukan sesuatu yang harus dilakukannya.
”Ada apa? Kenapa terus menatapku?” tanya Xiu Huan yang tampak heran padanya.
Shin Furong diam tak berekspresi. Tetapi, perlahan-lahan wajahnya berubah menjadi sedih bahkan sampai menangis. Ia menggigit bibirnya seakan mencoba menahannya. Akan tetapi, semua itu tumpah begitu saja di depan Xiu Huan yang masih kebingungan padanya.
”Kenapa menangis lagi? Aku sudah bilang aku tidak akan memukulmu. Kau akan baik-baik saja disini.” ucap Xiu Huan setelah ia selesai membalut semua lukanya.
”Paman tidak akan pergi dariku seperti yang lain, kan?” tanya Shin Furong dengan ekspresinya yang terlihat sedih sambil mengusap matanya.
Xiu Huan tersenyum tipis dan menjawab, ”Tidak lagi. Aku tidak akan pergi.”
Shin Furong terlihat sedikit senang dengan menunjukkan senyum tipisnya yang sangat jarang terlihat. Xiu Huan merasa kasihan begitu melihatnya datang dengan penuh luka apalagi, setelah penduduk desa tadi hampir saja merajamnya sampai mati.
”... Dia pasti begitu tertekan. Bagaimana aku bisa mengatakan padanya kalau kedua orang yang dicari olehnya sudah mati? Pemuda yang mati di depan sebuah makam dan dua orang yang sengaja menjatuhkan diri dari atas jurang. Jelas-jelas aku pernah melihat mereka sedang bersamanya. Jadi, tiga kematian yang aku lihat kemarin itu, mereka adalah Luu Houyi, seorang ahli senjata dan Shin Buyen, istri dari Raja Iblis ketujuh sekaligus penyihir ular yang sangat terkenal. Tidak heran, orang-orang langsung berkeinginan untuk membunuhnya.” batinnya.
”Paman sedang memikirkan apa?” tanya Shin Furong sambil menatapnya.
Xiu Huan tertegun dan langsung menjawab, ”Tidak! Aku tidak sedang memikirkan apapun. Ngomong-ngomong, apakah kau lapar? Kita akan pergi ke kota Wujie setelah ini.” ucapnya sambil beranjak dari duduknya.
Shin Furong mengikuti dan langsung berlari menghampirinya. Keduanya berjalan mengikuti jalan setapak yang mengarah ke kota Wujie. Sesekali, Xiu Huan menggandeng tangannya agar ia tidak terjatuh seperti tadi dan membuat luka yang baru.
Sementara itu, di sebuah desa bernama desa Lanyan, Shu Ye berjalan diantara orang-orang miskin dan kelaparan yang berada di setiap sisi desa. Tak ada satupun yang berjalan beriringan dengannya. Mereka semua tampak lemas dan tak berdaya.
__ADS_1
”Ada apa dengan orang-orang ini? Bau daging busuk ada dimana-mana.” batin Shu Ye sambil menutup hidungnya dan tak berhenti menatap orang-orang di sana.
Saat ia sedang melangkah di sana, tiba-tiba saja seorang pemuda kurus langsung menangkap kakinya sehingga membuat langkahnya tertahan saat itu juga. Shu Ye langsung menatap pemuda yang ada di bawah kakinya. Pemandangan yang sungguh mengerikan dimana, tulang rusuk pemuda ini terlihat begitu jelas. Mulutnya yang berusaha mengatakan sesuatu, tidak juga mengeluarkan suaranya sehingga membuat Shu Ye kebingungan. Tetapi, dari gerakan rahangnya yang begitu cepat, membuat Shu Ye merasa sedang diperingatkan oleh kejadian yang akan menimpanya.
Shu Ye langsung melangkah menjauh dan pemuda itu melepaskan pegangan tangannya. Beberapa detik setelah ia mulai berlari meninggalkan desa tersebut, tiba-tiba saja muncul suatu ledakan yang menghempaskan semua orang yang ada di sana termasuk Shu Ye yang masih bisa menahannya.
Kepulan debu dan serpihan bangunan mulai berterbangan dimana-mana. Shu Ye tak bisa menatap apapun selain debu tebal yang menghalangi pandangannya dan serpihan batu yang akan melukainya.
Di antara suara-suara angin, ia mendengar suara daging terkoyak dan tanah yang terbakar sampai habis. Shu Ye begitu terkejut ketika mendengar suara ini terlebih lagi, hawa kekuatan ini terasa sangat familiar dengannya.
Ia pun menunda pergi dan memutuskan untuk melihat siapa yang sudah melakukan semua ini pada sebuah desa terpencil. Beberapa menit setelah pesta daging selesai, bayangan sosok pemuda mulai muncul di hadapannya.
Hanfu pria dan rambut putih masih terasa begitu asing baginya tetapi, hawa kekuatannya begitu familiar dengannya. Shu Ye mungkin belum tahu kalau pemuda yang berdiri di depannya sambil memakan sebuah jantung manusia adalah Shin Yixuan yang sudah berubah!
Shu Ye ingin melangkah mendekati pemuda itu. Tetapi, ia ragu untuk melakukannya. Pada akhirnya, ia hanya bisa menatapnya dari kejauhan untuk memastikannya saja. Namun, siapa yang tak menduga bahwa diamnya ini membuat Shin Yixuan bergerak menyerang ke arahnya.
Sebuah telapak tangan yang memiliki jari kuku yang tajam, hendak akan menerkamnya dari depan. Dengan cepat, Shu Ye langsung menahan serangan tersebut menggunakan pedangnya sehingga wajah mereka berdua sempat saling bertatap-tatapan.
”Wajah ini,... Kau adalah—
Belum sempat mengakhiri perkataannya, tangan kiri Shin Yixuan sudah menyambar lebih dulu hingga membuat bahu kanan Shu Ye terluka cukup dalam. Ia pun tak memiliki pilihan selain bergerak mundur menjauhinya dan memperhatikannya dengan wajah serius. ”... Tidak! Tidak mungkin dia adalah Yixuan! Dia tidak akan pernah membunuh manusia sampai sebanyak ini!” batin Shu Ye yang masih tak percaya dengan sosok di depannya.
Shu Ye nyaris tidak bisa mengangkat pedangnya setelah bahunya mengeluarkan begitu banyak darah. Ia tak sempat menghentikan pendarahannya karena keadaan yang benar-benar tidak mendukungnya. ”... Katakan siapa kau ini?! Katakan padaku kalau kau bukanlah Yixuan yang selama ini ku kenal!” ucap Shu Ye dengan cemas.
__ADS_1
Shin Yixuan menyeringai. Ia menatap Shu Ye dengan sinis dan berkata, ”Menurutmu, aku ini siapa? Apakah kau tidak lagi mengenal wajahku? Wajah dari seseorang yang sudah bersamamu selama 11 tahun?” ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya dengan angkuh.
Shu Ye tampak serius dan berkata, ”Kau pasti bukanlah Shin Yixuan yang asli! Cepat! Kembalikan dia sekarang juga!” bentaknya.
Shin Yixuan tertawa lepas. ”... Kau datang kemari untuk mencariku dan ketika bertemu denganku, kau malah tidak bisa menerimanya? Bukankah seharusnya kau senang melihatku berdiri di depanmu setelah kau menjadi saksi atas kematianku?” ucapnya.
”Berbeda sekali dengan sisi tergelapnya. Mungkinkah iblis telah merasuki pikirannya hingga membuatnya seperti ini?” batin Shu Ye yang mencoba memikirkan sesuatu untuk mengembalikan Shin Yixuan. ”... Haruskah aku menyelam masuk ke alam bawah sadarnya?”
Shu Ye memulai sebuah gerakan kecil sebelum akhirnya ia bergerak menyerang Shin Yixuan dengan satu gerakan cepat. Saat ia akan mendaratkan pedangnya di atas kepalanya, Shin Yixuan berhasil menahan serangan tersebut hingga melemparnya ke arah sebuah tumpukan batu.
Setelah terjatuh, Shu Ye mencoba untuk berdiri kembali. Meskipun tampak mengerikan, ia harus mengembalikan kesadaran Shin Yixuan sebelum ia benar-benar gila dan membunuh semua orang yang ada di sini.
Menggunakan trik yang sama, Shu Ye mencoba menyerang. Tetapi, muncul puluhan benang putih yang langsung mengepungnya dan bahkan sampai mematahkan pedangnya menjadi dua.
Seharusnya ia bisa menghindari semua serangan ini. Akan tetapi, perjalanannya menuju tempat ini begitu panjang tanpa istirahat sedikitpun. Belum lagi, serangan hewan-hewan sihir yang tak terduga dan membuatnya menerima luka yang tidak sedikit.
”Cih! Aku pasti akan membuatmu menyesali semua kesalahanmu!” teriak Shu Ye yang langsung bergerak cepat ke arahnya dengan pedangnya yang sudah patah.
Ujung pedangnya mengarah ke depan dan akan menusuk dada kanan Shin Yixuan. Akan tetapi, gerakannya ini kalah cepat dengan tangan Shin Yixuan yang juga bergerak ke depan untuk mengakhirinya.
JLEBB!!
Alhasil, bahu kanan Shin Yixuan tertusuk pedang patah milik Shu Ye hingga mengeluarkan darah dan menutupi seluruh hanfu putihnya. Sedangkan, tangan kanannya yang semula diangkat ke depan juga berhasil menusuk jantung Shu Ye namun, tidak sampai melepasnya.
__ADS_1
Begitu darah Shu Ye menyiprat ke kedua matanya, Shin Yixuan langsung mendapatkan kesadarannya kembali. Suasana familiar yang selalu mengingatkannya pada sebuah rumah. Tanpa diduga, kesadarannya ini malah membuatnya harus membunuh seseorang yang sudah mencarinya selama ini.