Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 25 - DIKENDALIKAN


__ADS_3

”Paman Luu? Ada apa?” tanya Shin Yixuan yang tampak terkejut setelah Luu Houyi memegang tangannya secara tiba-tiba.


Luu Houyi terkejut dan tampak tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukannya. Ia pun langsung melepas genggaman tangannya dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya. ”... Tidak! Bukan apa-apa!” ucapnya dengan sedikit terburu-buru.


Shin Yixuan menatap ke arah Luu Houyi dengan cemas dan bertanya, ”Apakah paman sedang merindukan murid Paman yang ada di sini?”


Luu Houyi terkejut dan langsung terdiam begitu ia selesai mendengarnya. Ia pun memutuskan untuk membisu selama beberapa saat sehingga membuat keheningan terasa sangat lama.


Ia pikir Shin Yixuan akan pergi darinya jika ia terus diam seperti ini dengan tidak menjawab semua pertanyaannya. Tetapi, ia tidak sadar kalau hal itu semakin membuatnya penasaran dan mencoba untuk lebih dekat dengannya.


”... Paman Luu! Tidak masalah jika paman tidak ingin menjawabnya. Aku juga tidak akan memaksa. Aku hanya ingin mengatakan kalau Ibu sudah menceritakan semuanya padaku dan aku mengerti jelas semua ucapannya. Paman tak ingin memiliki seorang murid karena Paman takut tidak bisa melindunginya. Aku juga terlalu serakah karena aku tidak menanyakan alasannya lebih dulu. Kalau Paman tidak mau, aku bisa mengerti dan aku bisa mencari orang lain untuk melakukannya.”


Luu Houyi membisu selama beberapa saat. Ia masih tak berani menatap Shin Yixuan yang menunggunya di belakang. Ia seperti berharap agar Shin Yixuan bisa cepat pergi meninggalkannya sendirian. Dan karena hal itu, lagi-lagi sebuah ingatan muncul di pikirannya. Muridnya yang bernama Rui, seperti sedang menyapanya saat ini.


Melihat Luu Houyi terus mematung dan tak berucap padanya, membuat Shin Yixuan berpikir untuk segera pergi meninggalkannya. Lalu, saat ia akan berdiri dan berjalan meninggalkannya, lagi-lagi Luu Houyi menahan tangannya sehingga langkahnya pun kembali terhenti sambil menatapnya.


”Jangan pergi.” ucap Luu Houyi dengan perhatian yang masih teralihkan dan kedua tangannya yang bergetar ketakutan.

__ADS_1


Shin Yixuan menunggu Luu Houyi mengatakan sesuatu padanya. Namun, hal yang terjadi berikutnya benar-benar membuatnya terkejut. Dengan gerakan yang cukup cepat, Luu Houyi bergerak ke arahnya dan langsung membanting tubuhnya ke tanah hingga membuat tanah tersebut hancur. Salah satu tangannya mencekik lehernya hingga membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.


Shin Yixuan menatap wajah Luu Houyi yang seperti sedang dikendalikan. Tatapannya kosong dan kedua matanya berubah menjadi merah menyala. ”Paman Luu!” ucap Shin Yixuan dengan suara pelan sambil berusaha melepaskan cengkraman tangannya yang begitu kuat. Ia nyaris tak bisa bernafas dan berusaha untuk tetap mendapatkan kesadarannya kembali yang sempat direnggut.


”Kau! Menjauh darinya!” seru seorang anak muda yang sedang berlari ke arahnya dengan membawa sebuah tombak yang mungkin tak akan membuat musuhnya bergerak mundur.


Tetapi, dengan begitu mudahnya Luu Houyi menepis serangan tersebut menggunakan tangan kosong dan kemudian mematahkan tombaknya. Kakinya menendang perut anak itu hingga membuatnya terpental beberapa meter dari tempatnya berdiri.


Shin Yixuan mencoba untuk menatap anak itu meskipun lehernya masih tercekik. Di antara debu tanah yang bertebaran dimana-mana, ia menatap seorang anak muda yang berusaha berdiri ketika kakinya terluka. Ia pun terkejut setelah tahu kalau anak muda ini adalah Shu Ye!


”Jangan dia!” teriak Shin Yixuan yang langsung memunculkan puluhan petir dari telapak tangannya dan berhasil membuat Luu Houyi terkejut setelah melihatnya. Ia pun langsung melompat menjauhinya dan menatap pergelangan tangannya yang terluka setelah Shin Yixuan menggenggamnya dengan puluhan petir yang muncul di tangannya.


”Ahh! Menyebalkan sekali! Mengapa kau pergi begitu saja dan tidak mengajakku untuk menemanimu?!” ketus Shu Ye yang tampak kesal padanya. Jika bukan karena Shin Buyen yang memintanya, ia mungkin tidak akan pernah datang kemari.


Shin Yixuan menurunkan pandangannya dan dengan cepat, ia kembali menatap ke arah Shu Ye lalu berkata, ”Maaf dan terima kasih. Jika kau tidak datang, mungkin aku benar-benar akan mati di sini.”


Shu Ye terkejut dan sempat memperhatikannya selama beberapa saat. Lalu, di tengah-tengah keheningan yang terjadi, terdengar suara tepukan tangan yang arahnya belum jelas darimana asalnya. Keduanya terus mengamati sekitar hingga pada akhirnya, tatapan keduanya terhenti pada sosok pemuda hitam yang sedang berdiri di belakang Luu Houyi.

__ADS_1


”Pemandangan yang sangat bagus. Terima kasih sudah memperlihatkannya padaku.” ucap sosok pemuda yang berdiri di sana. Ia kemudian menepuk pundak Luu Houyi dan membisikkan sesuatu padanya. ”... Houyi. Bisakah kau membawa anak itu padaku?”


Begitu melihatnya Shu Ye tampak waspada dan langsung menarik Shin Yixuan ke belakang punggungnya. Saat ia melakukannya, Shu Ye menoleh ke belakang dan berkata, ”Hawa kekuatannya sangat berbeda dari manusia. Sepertinya dia mengincarmu untuk sebuah alasan. Berhati-hatilah!”


Namun, baru saja ia mengatakannya, tiba-tiba saja muncul beberapa ular naga yang melompat keluar dari dalam tanah. Mereka semua memiliki ukuran yang berbeda-beda bahkan sampai ada yang tingginya hampir melebihi sebuah pohon besar.


”Ular berkepala naga? Jadi ini keahliannya? Berbeda dengan nyonya Shin. Dia bisa membangkitkan hewan-hewan langka yang tingkatnya sangat berbahaya.” batin Shu Ye yang memperhatikan.


”Shu Ye! Pegang tanganku!” seru Shin Yixuan yang langsung meraih tangannya. Saat itu mereka terkejut melihat para ular naga yang langsung terbakar begitu menyentuhnya. Ini jelas sangat aneh! Lima tahun lalu, mawar yang tumbuh liar di halaman depan rumahnya juga ikut mati setelah bersentuhan dengannya. Kecuali, dia menyimpan sebuah benda yang bisa melindunginya.


”Hanya ini yang bisa aku lakukan sekarang. Aku juga takut jika ini tidak akan bisa bertahan lama.” ucap Shin Yixuan sambil memperhatikan para ular naga yang terbakar satu persatu.


Pemuda itu memperhatikannya dengan baik. ”... Ternyata benar. Raja ketujuh telah memberikan salah satu pecahan jantungnya untuk melindungi Putranya. Sebesar itukah rasa keinginannya untuk melindungi manusia-manusia yang tidak bisa hidup lebih lama darinya?” gumam pemuda. Selama kristal itu masih menggantung di lehernya, mereka tidak akan bisa menyerangnya dari jarak jauh apalagi menggunakan kekuatan gelap untuk menaklukkannya.


”Houyi! Aku harap kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang.” ucap pemuda.


Luu Houyi langsung mengangguk dan ia pun segera bergerak cepat menghampiri Shin Yixuan untuk mengambil kristal miliknya. Dengan pedangnya yang terbuat dari bola mata monster air, ia mencoba menyerangnya dengan sekali gerakan cepat.

__ADS_1


Tetapi, gerakannya langsung dihentikan oleh sebuah bayangan hitam yang melesat masuk ke dalam arena pertarungannya. Sosok itu bukan hanya menahan pedangnya dengan satu kali gerakan cepat, ia juga menendang tubuhnya hingga membuatnya terpental puluhan meter dari tempatnya.


”Aku sudah tahu sejak awal. Kau repot-repot datang kemari hanya untuk membunuh Putraku, bukankah begitu Raja pertama Lu Yuan?” ucap sosok pemuda yang ternyata adalah Luo Hein dengan tangan kanannya yang sudah berubah hitam seperti monster dengan kuku-kukunya yang tajam seperti pedang.


__ADS_2