
”Xiu Huan? Bagaimana dia ada di sini?”
Huang Luo membeku begitu melihat wajah dari pemuda ini. Bersamaan dengan itu, Shin Yixuan kembali menyerang Xiu Huan menggunakan akar yang keluar dari punggungnya.
Karena wajahnya sudah terlihat jelas, Xiu Huan akhirnya meninggalkan wanita tadi dan membiarkannya terbunuh setelah terkena serangan yang dilakukan oleh Shin Yixuan. Ia mendarat di atas sebuah dahan pohon dan menatap mereka semua dengan tatapan dingin.
”Luo-Ge? Kau sepertinya mengenal orang itu.” ucap Yun Weixian setelah melihat wajah Huang Luo saat sedang memperhatikan Xiu Huan dengan ekspresinya yang tampak serius.
”Ya.” jawab Huang Luo sesaat kemudian. Ia berjalan menghampiri Shin Yixuan dan berdiri di depannya dengan ekspresi penuh keyakinan. ”... Yang mulia, tolong berhenti menyerangnya.” lanjutnya.
”Ada apa Huang Luo? Kau berani menghalangiku untuk membunuhnya?” tanya Shin Yixuan sambil menggertakan giginya karena kesal setelah ia berhasil dikalahkan satu kali oleh manusia seperti Xiu Huan.
Huang Luo terdiam selama beberapa saat sambil menundukkan kepalanya, ”... Karena aku mengenalnya.” ucapnya dengan suara pelan namun, bisa di dengar di telinga Shin Yixuan.
”Hm? Sepertinya ada yang aneh di sini. Apa ya?” pikir Xiu Huan sambil menatap Huang Luo tanpa ekspresi dan menatap kembali ke arah Shin Yixuan yang berdiri di sana. ”... Kenapa, kau memanggil kakakmu sendiri sebagai Yang Mulia? Ah! Aku rasa bukan itu karena, dia adalah Raja Iblis ketujuh. Wajar jika kau memanggilnya seperti itu. Tetapi, mengapa mereka memanggilmu dengan nama Huang Luo? Cukup mirip dengan nama Ayahmu. Apakah itu nama yang sengaja dibuat-buat olehmu agar kakakmu berpikir kalau adiknya sudah mati sejak kecil? Apakah seperti itu, Shin Furong?”
Mendengar ucapan ini, jelas-jelas membuat keduanya merasa sangat terkejut terutama yang dialami oleh Shin Yixuan. Perhatiannya langsung menatap punggung Huang Luo yang berdiri di depannya. Sebentar, ia mencoba mengingatnya kembali akan tetapi, hal itu benar-benar tidak bisa dilakukan olehnya.
Yun Weixian memperhatikan wajah Xiu Huan dengan baik. ”... Aku seperti pernah melihatnya. Tapi, kapan itu terjadi?” batin Yun Weixian. Lalu, tiba-tiba saja muncul sebuah ingatan yang menggema dalam pikirannya. Ingatan itu adalah milik seorang pemuda yang menyaksikan secara langsung ketika Raja terdahulu membunuh seorang pengelana di sebuah pegunungan dengan mengeluarkan jantungnya.
Ia tersentak kaget dan langkahnya perlahan mundur dengan kedua tangan yang terus memegangi kepalanya. ”... Sebenarnya apa itu tadi? Siapa kedua orang itu?” batin Yun Weixian yang masih tak percaya dengan apa yang tercermin dalam ingatannya.
__ADS_1
Sementara, Xiu Huan tersenyum seringai ketika Yun Weixian mendapatkan ingatan tersebut. Ia seperti sedang mengincar dan menginginkan sesuatu. Namun, ia rela menunggunya selama ratusan tahun. ”... Sungguh tidak tahu diri! Kau melupakan apa yang sudah kau lakukan padaku, Yang Mulia.” batin Xiu Huan yang tampak kesal.
”Yang mulia! Jangan menyerangnya!” seru Huang Luo bersamaan dengan datangnya puluhan akar pohon yang langsung menyerang Xiu Huan tanpa aba-aba. Beruntung saja, peringatan yang dikatakan oleh Huang Luo mampu membuatnya bergerak menghindar dari serangan tersebut meskipun ia nyaris saja terbunuh olehnya.
Xiu Huan melompat kembali dan mendarat di atas tanah yang dipenuhi dengan genangan darah. Seluruh pasukan istana Qin yang mendatangi tempat tersebut telah tewas bersama dengan wanita tadi. Terkecuali, Putri kecilnya yang masih diselimuti oleh sebuah kain lusuh.
”Tak ku sangka padahal sudah ratusan tahun berlalu tetapi, kau masih bisa mengingat wajahku, Furong. Apakah kau memiliki hutang budi padaku sehingga kau tidak ingin melupakan wajah yang sudah menemanimu selama sepuluh tahun?” tanya Xiu Huan sambil menatap Huang Luo dengan sinis.
”Apakah semua ini adalah jebakan yang sudah dibuat-buat olehmu?” ucap Shin Yixuan yang langsung menarik Huang Luo ke belakang punggungnya. ”... Kau berusaha membuatku ingat pada Furong padahal dia sudah tidak ada? Dia sudah berada bersama dengan Ayah dan Ibunya dan kau ingin mengganggu ketenangannya?”
Xiu Huan menatapnya dengan bingung seolah ia tak percaya kalau Shin Yixuan bisa melupakan wajah adiknya sendiri. ”Ah! Aku mengerti. Pantas saja kau tidak bisa mengingatnya. Ternyata aku masih belum mengembalikan ingatanmu yang jelek itu, ya?” ucap Xiu Huan sambil menunjukkan wajah senangnya.
Xiu Huan tertawa kecil dan berkata, ”Tentu saja kau pernah bertemu denganku.” jawabnya sambil menatap dingin ke arah Shin Yixuan setelahnya. ”... Saat pertarungan pertamamu dengan Lu Yuan dan saat kau kembali ke bukit Xieyu dengan membawa mayat temanmu yang bernama Shu Ye. Aku tak ingin kau bertemu dengan adikmu lagi. Karena itu, sebagai ganti kesalahanmu, aku menghapus semua ingatanmu tentang mereka saat mengembalikanmu ke alam iblis.” jelasnya sambil menjentikkan jarinya.
Argh!
Shin Yixuan berteriak kesakitan saat ia merasakan sakit kepala yang luar biasa hingga darah mengalir keluar dari kedua telinganya dan juga hidungnya. Ia langsung jatuh berlutut sambil memegangi kedua telinganya dan menghambat darah yang terus mengotori pakaian putihnya.
”Yang mulia!” seru Huang Luo yang langsung berlutut di hadapannya dan memeriksa apa yang terjadi padanya. Bersamaan dengan hal itu, Yun Weixian masih menatap dingin ke arah Xiu Huan yang sudah mengacaukan semuanya di sini.
”Kau tidak berani menyerangku sekarang?” batin Xiu Huan sambil menatapnya dengan serius.
__ADS_1
”Aku tidak tahu siapa kau ini. Tapi, tatapan mu itu, benar-benar membuatku marah.” ucap Yun Weixian yang langsung berlari menghampiri Xiu Huan di depannya dengan mengambil pedang Shurui yang selalu menggantung di pinggang Shin Yixuan.
Meskipun ia tidak tahu apakah kekuatan spiritualnya cukup untuk menggunakan pedang Shurui, dalam pikirannya dan gerakan tubuhnya, ia merasa harus membunuh Xiu Huan sekarang juga.
Pedang itu berayun ke berbagai arah dan gerakannya yang tidak terlalu cepat, mampu dihindari oleh Xiu Huan dengan sangat mudahnya. Ia mungkin akan kalah dalam pertarungan ini. Yun Weixian yang baru berkultivasi selama sepuluh tahun, tidak mungkin bisa mengalahkan Xiu Huan yang sudah hidup selama ratusan tahun.
”Kemampuanmu benar-benar payah! Tidak berguna!” cibir Xiu Huan yang terus menghindari gerakan pedang Shurui yang tak berhenti menyerangnya.
Akh!
Pedang Shurui terlepas dari genggamannya. Yun Weixian mendapatkan sebuah tendangan di perutnya hingga membuatnya terbanting berulang kali ke tanah dan akhirnya berhenti saat ia menabrak sebuah pohon.
Belum sempat bernafas, sebuah cengkraman tangan langsung menggenggam lehernya hingga membuatnya kesulitan bernafas.
”Kau benar-benar membuatku marah! Kau yang sudah membunuhku dan kau berani muncul kembali di hadapanku?! Apakah kau tidak tahu diri dan berpikir kalau aku sudah memaafkan mu?! Semua itu salahmu! Salahmu!” teriak Xiu Huan yang terlihat sangat marah sambil terus mencekik leher Yun Weixian dengan kuat.
JLEBB!
Sebuah pisau bedah menancap di punggung Xiu Huan hingga membuatnya terlihat terkejut. Perlahan, cengkraman tangannya melemah dan perhatiannya pun teralihkan pada seseorang yang berdiri di belakangnya.
”Lepaskan dia sekarang juga!” ucap Huang Luo dengan tatapannya yang terlihat sangat marah dan mata merahnya yang tampak seperti darah.
__ADS_1