
”Apa yang baru saja Xuan-Ge katakan?” tanya Yun Weixian yang tampak bingung karena tak begitu mendengar ucapan yang dikatakan oleh Shin Yixuan tadi.
Shin Yixuan terdiam seolah ia lupa dengan apa yang dikatakannya tadi. Ia melirik ke arah Yun Weixian yang masih duduk di sebelahnya dan bertanya, ”Aku dengar kau baru saja berbicara dengan Huang Luo. Bagaimana pembicaraan pertamamu dengannya?”
Yun Weixian tertegun setelah mendengar Shin Yixuan malah bertanya balik padanya. Ia berdeham sambil mengalihkan perhatiannya, ”Biasa saja. Tidak ada yang istimewa dari itu semua.” ucapnya dengan nada sedikit berbohong. ”... Dia bilang kalau dialah pemilik baru rumah ini. Tetapi, mengapa aku tidak pernah melihatnya di sini? Apakah dia tidak betah tinggal di sini karena aku?”
”Huang Luo tidak pernah seperti itu.” jawab Shin Yixuan. ”... Dia jarang kembali bukan karena kau ada disini tetapi, dia selalu pergi karena harus melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. Belakangan ini, wabah penyakit sering terjadi di berbagai tempat sejak usiamu dua tahun. Meskipun Huang Luo menawarkan diri sebagai tabib pribadiku, pemikirannya tentang mempedulikan orang lain tidak pernah jauh darinya. Kerena bukit Xieyu dihuni oleh banyak hewan-hewan sihir, tak ada seorangpun yang berani kemari sehingga ia yang harus pergi. Aku selalu meminta Guju untuk menemaninya dan kebetulan sekali, hari ini mereka kembali di waktu yang tepat.”
”Membicarakan seseorang bernama Huang Luo, sepertinya itu membuatnya semakin sedih. Harus cepat-cepat mengalihkan pembicaraan!” batin Yun Weixian yang memikirkannya.
”Aku sudah bilang, jangan sampai kau membuat Yang Mulia pergi dari tempat tidurnya!” bentak Huang Luo yang muncul di belakang Yun Weixian dan langsung menarik kerah belakang Shin Yixuan hingga membuatnya terseret.
Yun Weixian tampak heran dan langsung berteriak, ”Mengapa langsung membentak ku? Xuan-Ge sendiri yang ingin pergi kemari!”
”Itu salahmu juga karena membiarkannya pergi begitu saja!” balas Huang Luo yang langsung menatapnya dengan dingin dan membuatnya terdiam seketika. ”... Ayo, Yang Mulia. Kau harus segera tidur.” lanjutnya sambil berjalan masuk dengan menarik Shin Yixuan dalam posisinya yang sama.
”Bagaimana dia merubah sifatnya sampai-sampai seperti itu?” batin Yun Weixian yang tampak heran.
Yun Weixian menatap ke arah sebuah patung dewa, tempat Shin Yixuan mengambil kue ketan tadi. Ia mencoba berjalan ke arahnya untuk melihat wajah dari patung yang ada di sana.
__ADS_1
Patung yang terbuat dari batu halus ini, memiliki rupa seperti seorang laki-laki yang memegang sebuah pedang di tangan kanannya dan sebuah batang bunga persik di tangan kirinya. Di kepalanya, dia memakai sebuah mahkota yang berbentuk seperti sayap burung elang. Yun Weixian mungkin tidak akan pernah tahu kalau patung ini adalah wajah dari Raja ketujuh terdahulu, Luo Hein!
”Wajahnya, mengapa lebih mirip Xuan-Ge jika dilihat dari samping?” batin Yun Weixian yang memperhatikan. Ia mencoba untuk menyentuh patung tersebut. Namun, saat ia mulai menyentuhnya, ia merasa ada seseorang yang sedang berdiri di belakangnya.
Yun Weixian langsung menoleh ke belakang untuk melihatnya. Tetapi, tak ada seorangpun yang berdiri di sana meskipun ia sudah memperhatikan sekeliling. ”Itu aneh sekali. Bukankah seharusnya ada seseorang di sana? Mengapa aku tidak melihatnya?” gumam Yun Weixian yang tampak bingung.
”Kau sedang apa di sana?” tanya wanita yang sekarang sedang berjalan ke arahnya dengan sorot matanya yang dingin.
”Ah! Ju-Jie! Kau yang sebelumnya berdiri di belakangku?” tanya Yun Weixian setelah tahu kalau wanita yang ada di belakangnya adalah Guju.
Guju menatapnya dengan bingung seolah tak mengerti dengan apa yang dikatakan Yun Weixian padanya. ”... Apa maksudmu? Aku baru saja datang kemari. Mengapa bertanya seperti itu?” jawabnya.
Yun Weixian menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Ia menatap kembali ke arah patung yang ada di sebelahnya dan berpikir, ”Bagaimana kalau aku menyentuhnya lagi? Aku masih merasa penasaran.”
”Kau baru saja menyentuh patung ini, kan?” tanya Guju sambil menunjuknya.
Yun Weixian tertegun dan menjawab, ”I~ iya. Tadi, aku menyentuhnya lalu, tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang sedang berdiri di belakangku. Aku sendiri tidak mengerti apakah dia itu hanya ilusi atau benar-benar terjadi.”
Ekspresi Guju terlihat sangat serius. Ia menatap patung dan menatap kembali ke arah Yun Weixian. ”... Mengapa tidak menyentuhnya lagi untuk membuktikannya?”
__ADS_1
Yun Weixian tampak ragu. Ia memang penasaran dengan seseorang yang muncul di belakangnya. Disisi lain, ia merasa ragu hal itu bisa terjadi untuk kedua kalinya. ”... Apakah masih bisa?” batin Yun Weixian.
Tangannya mencoba untuk menyentuh wajah dari patung tersebut. Dan saat jarinya telah bersentuhan dengan permukaan yang halus, ia tidak merasakan apapun lagi. Sosok yang ada di belakangnya pun tidak lagi memunculkan dirinya seperti tadi. Ia merasa bingung dan setelah itu ia pun melepasnya lagi.
”Sepertinya tidak terjadi. Sosoknya sudah menghilang begitu cepat.” jawab Yun Weixian setelah memeriksanya.
”Tidak mungkin! Seharusnya sudah saatnya bagi Raja terdahulu untuk bangkit dari kematiannya. Mengapa tidak muncul juga?” batin Guju yang menatapnya dengan serius.
Yun Weixian menatapnya dengan bingung setelah dia melihat ekspresi serius Guju yang seperti sedang memastikan sesuatu. ”... Memangnya ada apa? Apakah itu masalah yang sangat besar untukku?” tanya Yun Weixian dengan canggung.
Guju terdiam selama beberapa saat. Beberapa detik setelahnya, ia pun berjalan pergi meninggalkannya sambil berkata, ”... Tidak! Bukan apa-apa! Kau kembalilah ke kamarmu. Tetapi, jika kau melihat seseorang dalam mimpimu, aku harap kau tidak mengabaikannya.”
”....”
Yun Weixian merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Guju padanya. Sedikit aneh seolah Guju telah mengetahui sesuatu darinya. Tentu ia tahu sejak dulu kalau Guju adalah pelayan Shin Yixuan selama bertahun-tahun dan Guju selalu membuatnya penasaran dengan semua perkataannya.
”Apakah itu pertanda Buruk untukku?” batin Yun Weixian yang menatap kembali ke arah patung.
”Yun Weixian!”
__ADS_1
Suara ini tiba-tiba terdengar di telinga Yun Weixian hingga mengundang perhatiannya. Ia menatap sekitar tetapi, ia tidak berhasil menemukan apapun. ”... Ilusi lagi? Tadi orang dan sekarang suara! Benar-benar aneh! Apakah aku tertular demam?” batin Yun Weixian yang langsung memegang dahinya.