Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 36 - KUNJUNGAN


__ADS_3

”Yixuan. Selama aku pergi, akan ada nenek dan kakekmu yang berkunjung kemari. Keduanya memiliki rambut putih yang tipis. Kakekmu selalu membawa Erhu dan memiliki bola mata berwarna biru. Selain itu, nenekmu selalu membawa payung berwarna hitam dan bola matanya berwarna kuning. Tetapi, kau harus berhati-hati pada nenekmu. Dia mungkin sedikit bermasalah.”


Setelah mengingatnya dan menceritakan semua yang dikatakan oleh Shin Buyen sebelum pergi, Shu Ye akhirnya mengerti mengapa kedua orang ini muncul tiba-tiba. Di rumahnya yang sudah terlihat rapi dari yang sebelumnya, mereka duduk saling berhadap-hadapan dengan sebuah meja persegi yang sudah terpasang beberapa minuman.


”Ohh! Cucuku tersayang! Aku belum pernah melihat kalian berdua!” seru pemuda berambut putih yang langsung memeluk erat Shin Furong hingga membuatnya sulit bernafas.


Seseorang yang seharusnya sudah berkeriput, rimpuh dan tidak bisa melakukan apapun. Siapa sangka mereka akan berkunjung kemari dari suatu tempat yang sangat jauh. Keduanya sudah berumur 100-an tahun. Tetapi, wajah mereka terlihat muda seperti masih berumur 30 an tahun. Mereka berdua adalah Shin Lujian kakeknya dan Bai Yunqing neneknya.


BUGH!!!


”Jangan menyiksanya!” teriak Bai Yunqing yang langsung membenturkan payungnya ke wajah Shin Lujian hingga membuatnya terhempas ke sudut ruangan dan menggetarkan dinding kayunya hingga rapuh.


”Berbicara di luar adalah ide yang sangat bagus.” batin Shu Ye yang tampak heran karena dinding kayu yang ada di depannya hampir saja roboh dan meruntuhkan rumahnya.


”Rong'er! Kau baik-baik saja kan? Tidak ada yang terluka? Bagaimana dengan keadaanmu? Apakah saat ini kau tertekan karena kakekmu sendiri?” tanya Bai Yunqing yang langsung menyentuh wajah Shin Furong dan memeriksa keadaannya untuk saat ini. Sedangkan, Shin Furong sendiri tampak biasa-biasa saja meskipun ia juga merasa kesal jika diperlakukan seperti ini.


Shin Lujian tampaknya tak penasaran dengan keadaan putrinya sendiri. Setelah Shin Buyen memutuskan untuk menghabisi keluarganya sendiri dan membiarkan Shin Lujian tetap hidup, mereka berdua tak pernah bertemu lagi. Shin Lujian dan Bai Yunqing tinggal di puncak Yongnan yang ada di pegunungan Yangshu sedangkan Shin Buyen hidup menyendiri di bukit Xieyu.


Selama bertahun-tahun tak bertemu dan tak saling memberi kabar. Mereka berdua hanya mendengar desas-desus kalau Shin Buyen telah menikahi Raja Iblis ketujuh yang halnya bersifat tabu. Semua orang berpikir kalau keturunan mereka tidak akan jelas darimana asalnya nanti. Entah mereka akan menjadi iblis, manusia atau mungkin keduanya. Tapi, tampaknya penilaian orang-orang itu salah.


Mereka tetap seperti manusia. Namun, kemampuan mereka masih belum ditunjukkan pada dunia.


Bai Yunqing memilki sepasang mata yang bisa melihat kemampuan tersembunyi milik seseorang. Ia tahu kalau Shin Furong memiliki kemampuan penyembuh yang luar biasa. Darah dan dagingnya bisa digunakan untuk obat mujarab. Tetapi, jika hal ini sampai diketahui oleh orang banyak, bisa-bisa mereka akan berlomba-lomba untuk mengambil darah dan dagingnya hingga pada akhirnya ia akan mati secara perlahan. Selain itu, dibalik kedua matanya yang berwarna merah menyala, dia mampu melihat hal buruk dan kematian yang akan menimpa seseorang di masa depan.

__ADS_1


Tetapi, apa yang tersimpan di dalam tubuh Shin Yixuan ia tak pernah bisa melihatnya maupun merasakannya.


”Aku harus mengujinya.”


***


BRUKK!!!


Saat menaiki sebuah gunung, Shin Buyen tak sengaja terjatuh setelah ia menabrak sebuah akar pohon yang keluar dari dalam tanah. Telapak tangannya berdarah setelah terbanting di atas tumpukan batu.


”Ada apa denganmu?” tanya Luu Houyi yang langsung berbalik menghampirinya.


Shin Buyen mengelap telapak tangannya dengan selembar kain miliknya dan menjawab, ”Aku baik-baik saja.” meskipun begitu, ekspresinya tampak sedang mencemaskan sesuatu. Ia menggigit bibir bawahnya dan mencoba untuk berdiri kembali.


Shin Buyen menganggukkan kepalanya. Pandangannya terus mengarah ke bawah dan menjawab, ”Aku takut sesuatu terjadi pada mereka. Aku khawatir nenek dan kakeknya akan mengujinya dan bahkan membuat mereka terluka.”


”Apakah mereka masih menyimpan dendam padamu karena kau membunuh keluarganya?”


Shin Buyen terdiam selama beberapa saat seperti sedang mengingatnya kembali. Sampai sekarang, hubungannya mereka bertiga belum bisa berjalan dengan baik seperti dulu. Masih ada dinding penghalang yang cukup tinggi yang membuat hubungan mereka tidak pernah membaik.


”Aku harap, kejadian buruk tidak sampai terjadi pada mereka. Terutama pada Yixuan. Kuharap mereka tidak memancingnya.”


***

__ADS_1


Malam harinya, Shin Yixuan masih berada di tempat yang sama sambil membuka sebuah gulungan yang selalu tersimpan rapi di kamarnya. Karena sudah cukup larut, semua orang tengah tertidur di kamarnya masing-masing dan hanya Shin Yixuan yang tersisa di sana.


Suasananya begitu tenang dan bahkan ia mampu mendengar suara desiran angin yang berhembus pelan. Namun, hal itu tidak bisa berlangsung lebih lama. Suara langkah kaki tajam mulai terdengar di telinganya. Ia pun melirik ke arah jendela yang masih terbuka tetapi, tak ada satupun yang sedang berjalan-jalan di sana.


Firasat ku benar-benar buruk.


Shin Yixuan mencoba untuk berjalan keluar dan memeriksanya sebentar. Lagi-lagi, tak ada satupun orang maupun hewan yang sedang berdiri di sana. Ia tidak mungkin salah dengar karena suara itu terdengar sangat jelas di telinganya.


Ia pun melirik ke bawah dan melihat jejak kaki seekor serigala yang baru saja melintas di depannya. Firasatnya pun semakin buruk ketika ia mencoba mengikuti jejak tersebut. ”Jangan bilang mereka menuju kamar Furong!” Shin Yixuan langsung mengambil langkah cepat dan segera pergi ke kamar Shin Furong dengan mengikuti jejak yang ada di bawahnya.


Benar saja, saat ia sampai di sana ia melihat seorang wanita berjubah hitam dan memakai topeng berwajah iblis, sedang meletakkan pisaunya di depan leher Shin Furong yang terbangun secara tiba-tiba. Di belakang keduanya saat ini, sudah berdiri seekor rubah hitam yang memiliki mata kuning dan bulu burung merak hitam yang ada di belakang lehernya.


”Hentikan! Lepaskan dia sekarang juga!” bentak Shin Yixuan sambil menatap wanita itu dengan serius.


”Jika aku berniat untuk melepaskannya, untuk apa aku harus melakukan hal yang merepotkan seperti ini? Sebaiknya kau turuti saja perkataanku jika ingin adikmu selamat.” ucap wanita dengan suara yang terdengar serak sambil terus menekan pisaunya di leher Shin Furong.


”Kakak jangan mendengarkannya. Dia bohong!” ucap Shin Furong yang tampak tak mempedulikan posisinya saat ini. Saat ini, ia telah melihat apa yang akan dilakukan oleh Shin Yixuan berikutnya dan ia menilai bahwa semua itu terlalu mengerikan untuk dilihat. Karena itu, ia berusaha membuat Shin Yixuan tetap tenang dan tidak terlalu memikirkannya.


”Kau pikir, aku berbohong?” tanya wanita yang sampai melukai leher Shin Furong hingga mengeluarkan darah.


”Lepaskan dia! Apa yang kau inginkan sekarang?” tanya Shin Yixuan sambil menatapnya dengan serius.


”Tenang saja. Aku tidak menginginkanmu. Tapi, sebaliknya. Aku akan mengambil anak ini.” setelah mengakhirinya, wanita dan hewan sihirnya menghilang bersama dengan Shin Furong menuju suatu tempat!

__ADS_1


__ADS_2