
”Beraninya dia datang kemari!”
Shin Furong tampak sangat marah dan langsung mengangkat belatinya di atas kepala Shin Yixuan. Wajahnya seperti ingin membunuh Shin Yixuan saat ini juga mengingat, kepergiannya yang memancing orang-orang di rumahnya untuk melakukan bunuh diri dan mati bersama.
Tetapi, ia tidak berani melakukannya. Tangannya gemetar seakan takut dengan apa yang dilakukannya saat ini. ”Apa yang akan terjadi jika aku membunuhnya sekarang? Mengapa dia tidak bangun? Apakah dia sudah menyerahkan nyawanya padaku?” batin Shin Furong yang memperhatikan dan memikirkannya.
Shin Furong menggigit bibirnya. Ia sangat ingin membunuh Shin Yixuan sekarang juga tetapi, disisi lain ia tidak bisa melakukannya. Shin Furong terdiam kaku. Namun, tak lama setelahnya Shin Yixuan menunjukkan suatu pergerakan. Ia terbatuk berkali-kali dan wajahnya mulai terlihat menahan sakit dengan tangannya yang terus mencengkram dadanya.
”Maaf,...” rintih Shin Yixuan ketika ia masih tertidur dalam keadaan menahan sakit. Bersamaan dengan hal itu, Shin Furong langsung menjatuhkan belatinya dan membuka pakaian atas Shin Yixuan untuk melihat apa yang terjadi padanya.
Ekspresinya berubah ketika dia melihat tanda kutukan berupa garis hitam dan merah berada di sekujur tubuh Shin Yixuan bahkan nyaris merambat ke lehernya. ”... Darimana dia mendapatkan semua ini?” batin Shin Furong yang tidak bisa mempercayainya.
Wajah Shin Yixuan terlihat semakin kesakitan begitu kutukannya semakin menyebar ke tubuhnya. Matanya terpejam begitu kuat bahkan sampai melukai dirinya sendiri. Dengan cepat, Shin Furong segera mengambil belatinya kembali dan akan melukai pergelangan tangannya. ”... Tapi, untuk apa aku melakukannya? Bukankah aku membencinya dan akan membunuhnya tadi? Mengapa harus repot melakukannya?” batin Shin Furong yang langsung menundanya.
Aku biarkan saja dia mati di sini.
Saat Shin Furong akan berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut dan sudah berbalik membelakanginya, tiba-tiba saja Shin Yixuan langsung menahan lengan pakaiannya sehingga membuatnya berhenti melangkah saat itu juga.
Shin Yixuan melakukan ini secara tidak sadar dan sepertinya, dia sedang terjebak di dalam alam mimpinya sendiri.
”Jangan pergi. Kumohon jangan pergi. F~ Furong.”
Begitu mendengarnya mengigau, Shin Furong tampak sangat terkejut dan langsung menatapnya. Ia tak percaya dengan apa yang dikatakannya tadi. Ia juga merasa penasaran dengan mimpi yang sedang dipertontonkan olehnya saat ini. Mungkinkah dia sedang kembali ke masa lalunya dan melihat kematian Shin Furong yang masih kecil?
Shin Furong mendekatkan wajahnya ke telinga Shin Yixuan. Dilihat dari ekspresinya saat sedang tertidur, ia terlihat sangat sedih bahkan hampir menangis. Shin Furong berbisik, ”... Mengapa kau menyesal karena kehilanganku?”
__ADS_1
Selama beberapa saat, tidak ada jawaban yang diberikan padanya. Namun, tak lama setelahnya Shin Yixuan mulai membuka mulut, ”... M~ maaf. Karena nama yang kuberikan tidak bisa membuatnya bahagia. Dan malah berakhir kebalikannya.” jawabnya dengan sedih dan suara yang terdengar serak.
Shin Furong merasa sangat terkejut dan tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan olehnya tadi. Selama ini ia berpikir kalau namanya diberikan oleh Shin Buyen. Namun ternyata, nama itu diberikan langsung oleh Shin Yixuan ketika Luo Hein tidak sempat memberikannya nama.
Shin Furong mendengus dan berkata dengan tidak percaya, ”Apakah ini sebuah permainan kata-kata yang sengaja ditunjukkan padaku?” wajahnya tampak sedih dan tak percaya bahkan ia harus menggigit bibirnya agar bisa menahannya. ”... Kau sangat jahat! Jahat sekali!”
Selama beberapa detik, ia terdiam dengan ekspresinya yang sama. Ia kemudian mengambil belatinya yang berada di atas lantai kayu lalu, melukai tangannya sendiri dan meneteskan darahnya tepat ke dalam mulut Shin Yixuan yang sengaja dibuka sedikit.
Setelah darahnya mengalir sampai di tenggorokannya, kutukan yang ada di tubuhnya perlahan mulai menghilang. Wajahnya tak lagi terlihat pucat seperti tadi. Raut wajah kesakitannya pun juga ikut menghilang bersama dengan mimpi buruknya.
Shin Furong mengelap darahnya menggunakan jubah hitamnya dan melihat perubahan yang dialami oleh Shin Yixuan. Ia tampak lebih tenang dari sebelumnya dan ia hanya perlu menunggunya untuk sadar kembali.
Tak sampai satu menit, Shin Yixuan akhirnya membuka matanya secara perlahan. Ia masih bisa mengingat kalau sebelumnya ia telah masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi dan tanpa tahu kalau sudah ada seorang pemilik baru di sini.
”Kau sudah sadar? Bagaimana dengan keadaanmu saat ini?” tanya Shin Furong ketika dia melihat Shin Yixuan tampak baik-baik saja.
Tetapi, ia tidak sanggup mengingat wajah Shin Furong ketika dia masih kecil dan ia juga tidak tahu ada begitu banyak perubahan yang dialami oleh Shin Furong selama satu dekade ini.
Shin Yixuan langsung mengambil posisi duduk dan menatapnya dengan ekspresi canggung. ”... Maaf, aku sudah masuk tanpa permisi. Tadinya, kupikir rumah ini sudah tidak dihuni oleh siapapun lagi. Tapi, ternyata sudah ada pemilik barunya. Aku benar-benar minta maaf.”
”Dia bahkan tidak mengingat wajahku?” batin Shin Furong yang tampak terkejut.
Shin Yixuan menyempatkan diri untuk memperhatikan dirinya. Alangkah terkejutnya ia ketika tanda kutukan yang ada di tubuhnya sudah menghilang sepenuhnya tanpa sisa! ”... A- apakah kau yang sudah melakukan semua ini? Kutukannya menghilang?” tanya Shin Yixuan yang masih tampak tak percaya.
Shin Furong berpura-pura tidak mengetahuinya dengan berkata, ”... Aku tidak pernah melihat kutukan di tubuhmu. Tadinya, kau terlihat kesakitan jadi, aku membuka setengah pakaianmu untuk melihat apa yang terjadi. Tapi, ternyata tidak terjadi apa-apa.” ucapnya dengan lantang dan beruntungnya, darah yang ada di lukanya telah berhenti sehingga ia tidak terlihat mencurigakan.
__ADS_1
”Tapi, rasanya tidak mungkin pergi begitu saja. Bagaimana kutukan itu menghilang begitu cepat?” Shin Yixuan tampak penasaran dengan dirinya sendiri.
”Pikirkan sendiri dan jangan melibatkan ku.” jawab Shin Furong dengan cuek.
Shin Yixuan segera memakai pakaiannya dan setelah itu, ia berkata kembali, ”... Terima kasih karena tidak mengusirku dari sini. Sebelumnya, aku ingin tahu siapa—
”Mengapa kau datang kemari? Adakah sesuatu yang kau cari di sini?” tanya Shin Furong yang langsung memotong pembicaraan Shin Yixuan.
Shin Yixuan tampak canggung untuk menjelaskan semuanya. ”... Sebenarnya, aku tidak sedang mencari apapun di sini. Aku hanya ingin mengingat kembali. Tapi, kurasa semuanya tidak akan pernah kembali lagi. Aku hanya ingin melihat keadaan adik laki-lakiku di sini. Dia pasti sangat kesepian karena semua orang meninggalkannya. Aku selalu memikirkannya setiap saat dan khawatir dengan keadaannya saat ini. Apakah dia makan tiga kali sehari? Apakah beberapa orang melemparinya dengan batu sebagai bentuk penyesalan? Semua itu, selalu saja terbayang dalam pikiranku sampai saat ini.”
Shin Furong tampak terkejut karena semua yang dikatakan oleh Shin Yixuan hampir benar seluruhnya. Saat kecil dia jarang menyentuh makanan dan semua penduduk desa selalu melemparinya dengan batu sebagai bentuk kekesalan.
”Sepertinya kau sudah lama tinggal di sini. Apakah kau pernah melihat seorang anak laki-laki yang dulunya tinggal di sini? Dia berambut hitam, bermata dua dan seperti anak manusia kebanyakan?” tanya Shin Yixuan dengan nada tidak mendetail.
Shin Furong menatapnya dengan tanpa ekspresi dan berkata, ”Kurasa kau tidak bisa lebih mendetail lagi.”
Shin Yixuan tertegun dan beberapa detik setelahnya ia tertawa kecil sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. ”... Maaf, aku tidak bisa mengingat sosoknya lebih jelas lagi. Belakangan ini, ingatanku sedikit berantakan. Aku bahkan tidak pernah bisa mengingat seperti apa wajah Ibuku dan juga Ayahku.”
Shin Furong tertegun dan memperhatikannya. ”... Apakah kekuatan iblisnya juga mengacaukan semua ingatannya?” batinnya.
Belum sampai satu menit, Shin Yixuan bertanya kembali, ”Ngomong-ngomong, aku belum tahu siapa namamu. Kuharap aku bisa mengingat kebaikan yang kau lakukan untukku hari ini.”
Shin Furong tertegun dan berpikir sejenak. Ia menghela nafasnya sebelum akhirnya menjawab, ”... Namaku, Huang Luo. Semoga saja kau bisa mengingatnya dengan jelas setelah ini.”
...[TAMAT S1]...
__ADS_1
...✧Thanks for reading✧...