Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 50 - MENUNGGU


__ADS_3

3 bulan setelahnya, Istana Raja Iblis ketujuh.


UHUKK! UHUUK!


Saat akan berdiri dari atas tempat tidurnya, lagi-lagi Luo Hein mengeluarkan seteguk darah bersamaan dengan batuknya yang sempat tak berhenti selama beberapa saat. Ia pun mengurungkan niatnya dan duduk kembali di atas tempat tidurnya dengan mulut yang berdarah-darah.


”Yang Mulia, jika Anda tidak memilih tubuh baru atau seseorang yang akan menggantikan Yang Mulia, Anda akan terus tersiksa seperti ini.” ucap Guju yang mencoba menyarankan karena hal ini sudah terulang berkali-kali dalam waktu beberapa bulan saja. Ia cemas karena keadaannya semakin parah. Jantungnya tidak bisa disatukan lagi kecuali jika ia menaruhnya pada wadah tubuh yang lain.


”Aku tidak ingin melakukannya dan membuatnya menepati janjinya. Seharusnya, aku bisa mengambil Furong saat masih bayi. Tetapi, dia terus bersikeras menahanku hingga membuatku harus menundanya.” jawab Luo Hein dengan suara pelan.


”Mengapa Yang Mulia tidak langsung mengambilnya selagi dia menawarkan bantuan untuk Anda?” tanya Guju sekali lagi.


Luo Hein tersenyum hampa dan menjawab, ”Mendengarnya ingin melihat adiknya tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda, membuatku berpikir dua kali dan merasa kasihan jika aku mengambilnya lebih dulu. Karena itu, aku menundanya sampai bertahun-tahun dan menunggu waktu yang tepat.”


Guju terdiam selama beberapa saat dan menjawab, ”Kalau begitu, sekarang adalah waktu yang tepat. Dia sudah bersama dengan adik laki-lakinya selama enam tahun dan dia juga selalu bersamanya setiap saat. Karena itu, ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil tubuhnya. Aku tidak ingin melihat Yang Mulia terus tersiksa seperti ini.”


Luo Hein menatap kosong ke bawah. Ia juga berpikir kalau sekarang adalah waktu yang tepat. Tetapi, entah mengapa ia merasa tidak ingin melakukannya. Ia masih menganggap Shin Yixuan sebagai Putranya. Ia bahkan selalu ada saat Shin Yixuan berada dalam bahaya apalagi, saat usianya masih berumur lima tahun. Tetapi, seiring berjalannya waktu, semuanya berubah dengan perlahan. Bukan hanya usianya yang semakin tua dan kematiannya yang semakin dekat. Melainkan, ia harus menunjuk Shin Yixuan sebagai penggantinya sampai ia bereinkarnasi kembali.


Luo Hein berdiri dari tempat tidurnya dan memakai jubahnya kembali. ”... Bawa aku ke tempat mereka.” ucapnya sambil melirik ke arah Guju.

__ADS_1


***


”Kerja yang benar! Kau yang membuatnya seperti ini dan kau juga yang harus menanamnya kembali!” ucap Shin Yixuan dengan tegas saat ia sedang mengawasi Shu Ye yang tengah menanam kembali beberapa tanaman obat yang hancur karena ulahnya sendiri. Ia selalu salah memilih tempat saat sedang berlatih. Ketika ia melakukan kesalahan di dalam rumah, ia baru akan menyesalinya saat Shin Yixuan marah padanya.


”Aku tahu! Aku tahu! Kau ini selalu banyak bicara saat marah!” ketus Shu Ye sambil menggali sebuah lubang di tanah lalu mengubur sebuah akar tanaman yang sudah dirusak olehnya.


Shin Furong yang selalu bersembunyi di belakang Shin Yixuan mulai merasakan adanya sesuatu yang aneh di dalam tanah. Ia pun menyempatkan diri untuk melihatnya dan berkata, ”Jangan menggalinya terlalu dalam. Ada sesuatu yang menunggu di sana.”


Shu Ye tampak tak menghiraukannya dan terus menggali semakin dalam. Ia memang sedang kesal dan saat itu terjadi, ia tidak akan mau mendengar ucapan siapapun yang mencoba memberikannya saran.


Aaaahhh!!


Benar saja, saat ia sedang menggali tanah dengan kedua tangannya sendiri, sesosok ular besar muncul dari sana dan langsung melahap setengah dari lengannya sampai-sampai membuatnya terkejut dan jatuh ke belakang. ”... Hiyy! Mengapa bisa ada ular yang hidup di dalam tanah?!” ucap Shu Ye sambil mengibaskan tangan kanannya yang sudah ditelan bulat-bulat oleh ular yang ditemukannya.


”Furong sudah bilang tadi kan? Kau saja yang tidak mau mendengarkannya.” singkat Shin Yixuan yang tersenyum puas ketika melihat hal itu terjadi.


”Jangan lakukan ini! Aku tidak ingin mati muda!” teriak Shu Ye yang mulai panik dan terus menerus memberontak pada ular yang sudah melahap seluruh tangan kanannya sehingga membuat kedua mata mereka saling bertatapan. ”... Aaahh! Lakukan sesuatu!”


”Bukankah racun ular tidak akan berpengaruh padamu? Sebelumnya, kau juga sering bermain-main dengan hewan-hewan beracun dan kau sama sekali tidak takut ketika menghadapinya. Lalu, mengapa kau harus takut ular yang sebesar ini?” tanya Shin Yixuan sambil menunjukkan wajah jahatnya.

__ADS_1


”Lalu, apakah kau ingin Nyonya Shin marah karena tanaman miliknya belum selesai ditanam?” tanya Shu Ye sambil menatapnya dengan perasaan panik.


Shin Yixuan terdiam selama beberapa saat. Ia menghela nafasnya dan kemudian berkata pada ular yang hampir menelan Shu Ye, ”... Jangan memakan benda jelek dan menjijikan itu. Kembalilah ke dalam dan bersembunyilah di sana.” ucapnya yang langsung mendapatkan tatapan heran dari Shu Ye yang mendengarnya.


”Tidak usah diperjelas! Aku tahu aku tidak sempurna.” batin Shu Ye yang tidak tahu harus melakukan apa saat ini.


Beberapa detik setelahnya, ular itupun akhirnya melepaskan gigitannya dengan perlahan dan setelah benar-benar terlepas, ia segera masuk kembali ke dalam tanah dan bersembunyi.


Shu Ye yang telah mendapatkan tangan kanannya kembali langsung memeriksa keadaannya. Tampak baik-baik saja meskipun tertutupi oleh lendir milik ular tadi. ”... Sebaiknya selesaikan pekerjaanmu lalu pergi mandi! Beruntung saja ular itu mau mendengarkan ucapanku sehingga aku tidak perlu memotong tangan kananmu itu.” ucap Shin Yixuan sambil berbalik meninggalkannya bersama dengan Shin Furong yang berada di sebelahnya.


”......”


”Cih! Kesal!”


Di waktu bersamaan, Luo Hein yang telah kembali ke alam manusia, dikejutkan dengan keberadaan Lu Yuan yang berdiri di depannya. Tatapannya terlihat sinis seolah sedang mengejek keadaan Luo Hein saat ini. Lu Yuan juga tidak menyangka hukuman langit yang dijatuhkan padanya akan membuatnya berakhir seperti ini. Bahkan ia juga terkejut melihat Luo Hein yang bisa bertahan hidup sampai di titik ini.


”Kau masih hidup sampai sekarang adalah sebuah kejadian yang luar biasa. Apakah kau masih bisa menghunuskan pedang mu seperti dulu dan akan membunuhku berkali-kali meskipun kau tahu aku memiliki kemampuan untuk bereinkarnasi dalam waktu singkat?” cibir Lu Yuan sambil menatapnya dengan sinis.


Luo Hein yang masih sanggup berdiri dengan kedua kakinya mulai merasa jengkel dengan apa yang dikatakan oleh Lu Yuan. Tampaknya Lu Yuan tak akan membiarkannya pergi begitu saja dan keduanya akan segera memulai pertarungan singkat yang tak sampai membunuh salah satu dari keduanya.

__ADS_1


”Yang mulia, tolong jangan memaksakan diri Anda sendiri.” ucap Guju yang berdiri di sebelahnya.


Luo Hein menghalangi Guju untuk berdiri di sebelahnya. Ia terdiam tetapi, Guju sangat terkejut begitu melihatnya. ”... Kau carilah tempat yang aman dan jangan pernah membantuku di saat seperti ini.”


__ADS_2