Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 47 - YU YUANYI


__ADS_3

Shin Yixuan memandangi sebuah tubuh yang telah terjatuh dengan sebuah lubang yang ada pada dada kirinya. Wajahnya begitu terkejut dan tak pernah menduga bahwa pemuda ini adalah Shu Ye!


”Siapa dia?” gumam Shin Yixuan yang langsung menatap pemuda berambut putih yang sudah membunuh Shu Ye dengan pedang. Lalu, tak lama ia semakin terkejut karena wajah dari pemuda ini sangat mirip dengannya hanya saja dia memiliki rambut berwarna putih.


Langkahnya yang gemetar, langsung bergerak mundur dengan kedua mata yang terbelalak. Ia masih tak percaya dan menganggap orang itu bukanlah dirinya. ”... Siapa kau ini? Mengapa membunuhnya? Dia tidak salah sama sekali!” ucap Shin Yixuan dengan keras.


Pemuda itu mengibaskan pedangnya yang berlumur darah. Pakaian putih itu sudah tak lagi berbentuk dan rambut putihnya terlihat begitu berantakan seperti tidak pernah disisir. Kedua matanya berwarna merah menyala seperti darah ditambah lagi dengan pemandangan api yang membakar seluruh desa bahkan sampai ke tanah.


”Kenapa? Kau tidak mengenal wajahmu sendiri? Wajah dari Shin Yixuan di masa depan?” tanya pemuda sambil memiringkan kepalanya dan menatapnya dengan ekspresi terlihat kosong. Hanya berselang beberapa detik, pemuda di depannya tersenyum lebar dengan kedua matanya yang terbelalak seperti seseorang yang mengalami gangguan jiwa.


”Begitu, ya? Kau lupa dengan wajahmu sendiri?! Apakah aku harus membuatmu sepertiku agar kau bisa mengenal wajahmu sendiri?” ucap pemuda dengan suaranya yang begitu keras bahkan hampir membuat Shin Yixuan menutup kedua telinganya.


Sangat gila! Apakah seseorang sudah memukulnya hingga membuat jiwanya terguncang seperti kapal pecah?!


Akh!


Shin Yixuan mendapatkan sakit yang luar biasa muncul dari bagian dalam perutnya. Tak sampai memuntahkan seteguk darah, ia merasa ususnya seperti ditarik paksa keluar bersama dengan organ tubuhnya yang lain. Ia pun jatuh berlutut sambil memegangi perutnya. Keringatnya terus bercucuran keluar dari atas kepalanya. Untuk kedua kalinya ia merasakan perasaan yang sama tetapi, rasa sakit ini jauh lebih menyakitkan dibandingkan saat ia mencabut tanaman yang tumbuh di perutnya.

__ADS_1


”Bagaimana? Menyakitkan bukan?” ucap pemuda sambil menarik dagu Shin Yixuan hingga wajah mereka berdua saling bertatapan dengan sorot matanya yang tajam dan dingin. ”... Mengapa kau harus menyelamatkan semua orang jika pada akhirnya mereka akan dibunuh olehmu?”


Shin Yixuan mendecakkan lidahnya karena kesal. ”... Apa maksudmu? Sampai kapanpun, aku tidak akan membunuh mereka!” ucap Shin Yixuan dengan nadanya yang terlihat meyakinkan. Wajahnya seolah membuktikan bahwa ia tidak akan melakukannya. Dan hal itu, tentu membuat pemuda tertawa karena meremehkannya.


”Kau pikir kau memiliki kemampuan melihat masa depan seperti yang dimiliki adikmu?” teriak pemuda yang semakin menggila. ”... Akulah dirimu di masa depan! Iblis kejam yang paling ditakutkan bahkan keenam Raja Iblis tak berani menantang ku! Kau pasti senang karena tak ada satupun yang berani menantang ucapanmu dan kau akan menjadi penguasa!”


BUGH!!


Dengan cepat, Shin Yixuan meninju wajah pemuda itu dengan kuat bahkan membuatnya melangkah menjauhinya. ”... Kau pikir aku akan terpengaruh dengan semua ucapanmu?!” teriak Shin Yixuan dengan wajahnya yang terlihat sangat marah. ”... Aku tak akan pernah mau menjadi Iblis sepertimu! Aku menolak semua perkataanmu dan sekarang, pergilah dariku!”


Ia menatap ke arah Yu Yuanyi yang masih memeluk Shu Ye dengan erat seperti tak ingin kehilangannya lagi. Ia tampak seperti Ibunya namun, ia tak akan mengira kalau orang ini adalah Neneknya.


”Kau adalah Nenek Yuanyi. Aku turut bersedih atas kematianmu dan terima kasih karena sudah menyelamatkan jiwa Shu Ye dari keluarganya sendiri.” ucap Shin Yixuan dengan sopan sambil membungkuk padanya.


Yu Yuanyi terdiam sedih sambil mengelus kepala Shu Ye yang sedang tertidur. ”... Sudah cukup aku mengenalmu. Terima kasih karena sudah membiarkan Shu Ye masuk ke dalam kehidupanmu. Kuharap dia tidak berbuat kejahatan dan bertindak ceroboh selama dia tinggal bersamamu.” ucap Yu Yuanyi sambil menundukkan kepalanya..


Shin Yixuan mengangkat kepalanya kembali dan menjawab, ”Shu Ye sudah kuanggap seperti saudara sejak aku menemukannya. Dia orang yang baik dan menyenangkan. Aku harap, Nenek Yuanyi bersedia mengembalikan jiwanya.”

__ADS_1


”Mengapa aku harus mengembalikannya?” tanya Yu Yuanyi dengan tegas. ”... Shu Ye sudah bahagia bersamaku di sini. Aku ingin terus memeluknya seperti ini. Dia sudah cukup menderita saat usianya masih kecil dan aku datang padanya untuk membuatnya bahagia lagi.”


Shin Yixuan mulai merasa khawatir. Jika jiwanya tidak segera dikembalikan dalam waktu satu hari, Shu Ye akan mati padahal, ia sudah repot-repot datang kemari sampai-sampai ia mendapatkan tanaman gratis yang tumbuh di perutnya.


”Tapi, apakah Nenek Yuanyi mencoba membunuhnya? Nenek Yuanyi berharap dia bisa hidup dengan tenang. Tetapi, mengapa kau menginginkannya mati sekarang?” tanya Shin Yixuan.


Yu Yuanyi terlihat sangat marah dengan kedua matanya yang melotot ketika menatapnya, ”... Kau pikir aku tidak mengetahuinya?! Kau adalah Putra Iblis yang sudah membunuh keluarga kami bahkan hampir membunuh Shu Ye! Sudah selayaknya kau membayarnya dengan nyawamu sendiri!” ucapnya dengan berteriak sehingga membuat Shin Yixuan tampak terkejut.


Shin Yixuan tak tahu apalagi yang harus dikatakannya saat ini. Yu Yuanyi mengatakan sesuatu yang memang sudah diketahuinya sejak dulu. Luo Hein memiliki hobi membunuh orang dan memakan jantung korbannya. Jika hal itu tidak dirahasiakan, mungkin saja ia dan Shin Buyen akan dianggap sebagai penjahat sejak dulu dan semua orang akan datang beramai-ramai untuk membunuh mereka.


Shin Yixuan hanya mengatakan satu kata yang membuat Yu Yuanyi terkejut mendengarnya, ”... Maaf.”


Keheningan terjadi selama beberapa saat. Yu Yuanyi tahu kalau Shin Yixuan masih memiliki sesuatu yang harus dikatakannya saat ini. Karena itu, ia pun memberikannya kesempatan lagi untuk berkata, ”... Aku tahu aku tak pantas hidup. Ayahku sudah membunuh banyak manusia dan memakan jantung mereka. Sampai kapanpun, dia tidak akan membayar seluruh perbuatannya karena dia bukanlah manusia yang memiliki hati.” ucap Shin Yixuan dengan sopan sambil membungkuk padanya. ”... Karena itu, aku bersedia menanggung semua kebencianmu asalkan kau mengembalikan jiwa Shu Ye.”


Yu Yuanyi terdiam seribu kata. Ia menatap Shin Yixuan dengan ekspresinya yang terlihat heran sekaligus marah. Genggamannya semakin kuat menahan jiwa Shu Ye dalam pelukannya. Tak berapa lama setelahnya, muncul beberapa sosok bayangan hitam tak berbentuk yang keluar dari dalam pohon besar. Jumlah mereka begitu banyak bahkan sampai membuat langit menjadi hitam.


Yu Yuanyi mendecakkan lidahnya dengan masih menatap Shin Yixuan dengan tatapan yang sama. Ia berteriak, ”... Kau pikir aku akan percaya dengan semua ucapanmu?! Iblis sepertimu hanya bisa mengingkari janji! Sekarang pergilah!” teriaknya yang berhasil membuat Shin Yixuan terhempas ke belakang dan akhirnya ia pun kembali ke dalam tubuhnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2