
Kediaman Lun yang sudah ditinggal selama 11 tahun, kini berubah menjadi tumpukan batu yang hancur dan kayunya yang sudah rapuh. Tak hanya pemandangannya yang tampak tak mengenakkan, di tempat itu juga terdapat sarang para kalajengking yang memiliki ukuran berbeda-beda dan bahkan ada satu kalajengking yang memiliki tinggi sekitar 2 meter, menyamai hewan-hewan sihir lainnya.
Luu Houyi berdiri dengan pedang yang menggantung di tangan kanannya. Kakinya menapak di tengah-tengah para kalajengking yang haus darah. Di depannya saat ini, sudah ada satu dari mereka yang memiliki ukuran sangat besar. Ia tidak tahu darimana mereka muncul tapi, yang pasti keberadaan mereka benar-benar menyusahkan banyak orang.
”Kalian adalah wujud dari kebencian orang-orang keluarga Lun yang mati dibunuh oleh Raja ketujuh. Tidak heran jika racun yang kalian gunakan sangat berbahaya dan bahkan bisa membuat siapapun langsung mati. Orang-orang seperti kalian tidak bisa dirayu dan tidak ingin mengatakan hal yang kalian inginkan sekarang. Kalau begitu, aku juga tidak memiliki pilihan lain selain membunuh kalian semua.”
Luu Houyi bergeming tanpa menghiraukan para kalajengking yang akan menyengat kakinya. Meskipun sudah satu jam berada di sana, ia tidak pernah mendapatkan luka yang dihasilkan dari pertarungannya sendiri. Ia kemudian membuka sarung pedangnya dan menajamkannya.
”Meskipun harus menggunakan paksaan, aku harus membuat kalian mati dengan tenang.” ucapnya sambil berlari menuju para kalajengking yang sudah menunggunya di depan.
****
HAAHH!
Shin Yixuan langsung terbangun setelah ia mendapatkan mimpi yang sangat buruk. Saat itu malam telah tiba dan angin berhembus melewati celah-celah jendela yang sedikit terbuka dan menghembuskan tirai-tirai bambu yang tergelar ke bawah. Ia berkedip beberapa kali dan mencoba mengingat hal yang sudah menimpanya tadi.
Tak lama setelahnya, ia pun ingat kalau sebelumnya ia terkena racun kalajengking yang ada di kediaman Lun dan setelah kejadian itu, ia tidak lagi mengingat apapun. ”Ahh! Mengapa aku begitu ceroboh?!” batin Shin Yixuan yang terlihat malu sambil mencoba duduk di atas tempat tidurnya.
Namun, saat ia melakukannya, ia merasa ada sesuatu yang aneh di dalam selimutnya. Ia pun mencoba untuk melepaskannya dan melihat Shin Furong yang sedang memeluk pinggangnya saat ia tertidur. ”... Jadi dia yang membuatku terbangun tiba-tiba?” batin Shin Yixuan yang tampak heran dan setelah itu, ia pun menatap sebuah bercak darah yang ada pada pakaian putihnya dan juga tangan kanan Shin Furong.
”Apa yang sudah dilakukannya? Apakah dia melukai tangannya sendiri?” gumam Shin Yixuan yang langsung memperhatikan luka goresan pisau yang ada di tangan Shin Furong.
__ADS_1
Merasakan adanya satu gerakan kecil membuat Shin Furong membuka matanya perlahan dan langsung menatap wajah Shin Yixuan yang sudah terbangun. ”Kakak sudah sembuh?” tanya Shin Furong yang terlihat senang setelah melihatnya.
Melihatnya sudah terbangun, Shin Yixuan langsung bertanya, ”Furong! Apa yang terjadi pada tanganmu? Siapa yang melakukan ini padamu?” tanyanya dengan raut wajah yang terlihat cemas.
Shin Furong duduk di hadapannya dan menatapnya dengan tak berekspresi. Ia menatap tangan kanannya yang masih di genggam oleh Shin Yixuan, ”... Aku melakukannya sendiri.” singkatnya.
”Kenapa kau harus melakukannya? Bukankah ini terlihat sangat menyakitkan?” tanya Shin Yixuan yang tak berhenti menatapnya dengan ekspresi yang sama.
Shin Furong menggelengkan kepalanya dan menjawab, ”Tidak terlalu sakit jika aku membayangkan sesuatu yang lebih menyakitkanku.”
Shin Yixuan terdiam selama beberapa saat dan memperhatikannya. Tak lama setelahnya, ia pun menghela nafasnya dan menyentuh kepala Shin Furong. ”... Lain kali jangan melakukannya lagi. Jika sesuatu terjadi padamu, bukan aku saja yang akan khawatir tapi Ibu juga akan merasakan hal yang sama.” ucap Shin Yixuan sambil mengelap darah yang membekas di tangan Shin Furong dan membalutnya dengan kain putih yang tersimpan di bawah bantalnya.
Shin Furong masih menatap Shin Yixuan seperti seseorang yang mengalami kelumpuhan di wajahnya. Dia tidak berekspresi bahkan tidak terlihat senang maupun sedih. Semua tampak datar seperti seseorang yang tak memiliki perasaan.
Shin Furong menggelengkan kepalanya dan menjawab, ”Tidak ada. Aku hanya bingung. Ekspresi apa yang harus aku gunakan saat melihat kakak sudah pulih sepenuhnya? Kosakata apa yang bisa aku gunakan untuk kakak agar tidak mudah tersinggung dan marah?”
Shin Yixuan seketika terdiam dan tak bisa menyembunyikan raut wajah terkejutnya ketika mendengar Shin Furong mengatakan hal itu padanya. Lalu, beberapa detik setelahnya Shin Yixuan akhirnya tertawa pelan sambil menyentuh kepala Shin Furong. ”... Kau tidak perlu terlalu memikirkannya dan tidak perlu takut bagaimana hasilnya. Aku akan baik-baik saja.” jawabnya.
”Kupikir penyusup sudah masuk ke kediaman ini. Ternyata, kau sudah sadar ya?” ucap Shu Ye yang langsung membuka pintu kamarnya dan berdiri di tempat yang sama sambil melipat tangannya.
Shin Furong langsung menunjuk ke arahnya begitu ia selesai melihatnya. ”... Orang itu adalah orang yang sudah membuat kakak seperti ini dan membuat kakak disengat oleh kalajengking yang sangat berbahaya dan mematikan.” ucapnya dengan nada menuduh.
__ADS_1
”Hah?! Rasanya aku tidak memberitahukannya hal ini. Bagaimana dia bisa tahu? Apakah dia baru saja menguping pembicaraanku dengan Nyonya Shin tadi siang?” batin Shu Ye yang tampak terkejut dan tak melakukan apapun.
”Ya, itu benar. Dia yang sudah melakukan semua ini padaku. Jika kau merasa ingin melemparinya sesuatu, lakukan saja.” celetuk Shin Yixuan dengan nada bicara seperti sedang menyatakan perang.
”Hah?! Apa yang kau katakan barusan? Bukannya membuat adikmu menjadi orang baik, kau malah mengajarkannya untuk balas dendam?” ucap Shu Ye yang tak percaya. ”... Aku datang kemari untuk melihat keadaanmu! Lagipula, apakah kau sama sekali tidak berterima kasih padaku karena sudah membawamu kemari?”
”Mengapa harus melakukannya? Kau yang sudah memaksa untuk ikut denganku dan kau juga yang memancingku untuk menyusulmu. Kau pikir, aku hanya diam saja jika kau pergi tanpa mengatakan apapun?”
”Jadi, kau mengira semua itu adalah salahku?” bentak Shu Ye.
”Mengapa kau tidak pernah mengaku kalau selama ini kaulah yang menjadi biang masalah di sini?”
”Tapi, mengapa semua kesalahanmu jika dilimpahkan padaku? Ini sangat tidak adil!"
”.....”
***
Jauh di dalam hutan, terdengar suara seseorang yang sedang memainkan sebuah lagu menggunakan Erhu. Suara tersebut terdengar merdu di telinga siapapun. Tetapi, mereka semua tak akan pernah menyangka bahwa permainan itu bertujuan untuk memanggil seekor hewan sihir yang langka dan hanya keluar di waktu malam.
Lalu, tak lama setelahnya muncul sesosok hewan berkaki empat, menyeramkan karena memiliki mata berwarna merah dan hembusan nafas yang mengeluarkan asap karena suhu tubuhnya yang begitu panas. Setelah kemunculan sosok tersebut, pemuda yang sedang memainkan Erhu di atas batu langsung berhenti dan menatap ke arah sosok hewan tadi.
__ADS_1
”Kau mencoba mengatakan padaku kalau di bukit Xieyu, ada beberapa orang yang memiliki nama sama sepertiku?”