Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
[S2 TAMAT] CHAPTER. 81 - REINKARNASI


__ADS_3

”Yang mulia! Tolong hentikan!” seru Guju yang mencoba menghentikan Shin Yixuan ketika dia dan Yin Chu telah menghancurkan sebagian dari bukit Xieyu. Tidak ada lagi pepohonan hijau yang tumbuh di sana. Semuanya tumbang dan rata dengan tanah. Suara dentumannya pun terjadi cukup keras bahkan sampai terdengar ke luar bukit.


Shin Yixuan masih bertahan dengan wujudnya yang besar begitu juga dengan Yin Chu yang mulai kelelahan. Keduanya memiliki luka yang tidak sedikit dan bahkan sebagian dari daging mereka terkoyak. Mata kiri Shin Yixuan tertutup setelah cakar besar itu menghantamnya dengan sangat kuat bahkan membuatnya terhempas beberapa meter. Saat itu terjadi, Shin Yixuan membalas dengan memberikannya beberapa gigitan hingga membuat tanduk di kepalanya patah.


Jika terus seperti ini, tak ada satupun yang bisa bertahan hidup!


Guju kehabisan akal untuk menghentikan keduanya. Jika saja ia merubah wujudnya menjadi seekor ular besar, pertarungan ini akan terus berlangsung dengan saling menyerang. Shin Yixuan bahkan tidak ingin mendengarkan perkataannya lagi. Ia terus menyerang tanpa henti sampai Yin Chu mati di tangannya.


”Yang mulia! Hentikan! Kau akan cacat seumur hidup jika tetap melanjutkannya!” teriak Guju yang berdiri di sisi terdekat dengan pergulatan mereka berdua. Akan tetapi, suaranya ini kalah dengan suara dentuman keras yang berasal dari tubuh mereka yang saling dibanting ke tanah.


Guju mulai cemas dan mencoba mencari cara lain untuk menghentikan mereka berdua. Namun, saat ia akan melakukan sesuatu, seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan berjalan berpapasan dengannya.


Sosok pemuda dengan rambut dikuncir kuda dan pakaiannya yang berwarna biru, tentu Guju bisa mengenalnya dengan baik bahwa pemuda ini adalah Yun Weixian. Akan tetapi, hawa kekuatannya benar-benar berbeda dari sebelumnya. Dia jauh lebih kuat bahkan melebihi ketujuh Raja yang ada.


”Weixian! Apakah itu kau?” tanya Guju yang mencoba memastikan.


Yun Weixian menoleh sedikit ke arahnya dengan tanpa ekspresi. ”... Nama apa itu? Jelek sekali.” ucap Yun Weixian dengan pelan.


Guju sedikit terkejut dan langsung bertanya, ”Apa maksudmu? Kau bukan lagi Yun Weixian?” ucapnya dengan nada serius.


”Bukan.” jawabnya. ”... Demi menyelamatkan semua yang ada di sini dan agar aku bisa menyelesaikan masalah terbesar yang pernah ku buat hingga melibatkan kedua alam, anak ini menyerahkan tubuhnya begitu saja padaku. Baik sekali. Tidak ku sangka, kakek tua sepertiku bisa mendapatkan tubuh baru yang masih sangat muda.”


”Lalu, kau ini siapa?” tanya Guju sekali lagi.


Yun Weixian terdiam selama beberapa saat. Ia menyentuh pita biru yang mengikat rambutnya kemudian melepaskannya hingga seluruh rambutnya terurai sampai di bawah dada. ”... Bukankah sudah jelas? Jiwa yang telah tertidur selama seribu tahun tanpa ada rasa ketenangan sedikitpun. Fu Zhengyang, Raja Iblis ketujuh yang sebenarnya.” bersamaan dengan hal itu, rambutnya kini langsung berubah menjadi putih dengan kedua matanya yang berwarna merah menyala. Angin berhembus kencang dan menerbangkan ratusan helai daun yang berjatuhan dimana-mana.


Guju merasakan tekanan yang luar biasa keluar dari tubuh Yun Weixian yang sudah dikuasai sepenuhnya oleh Fu Zhengyang. Kekuatan ini sangat kuat bahkan nyaris menghancurkan jantungnya. Saat itu juga, Guju langsung berlutut di belakangnya seakan ia tahu kalau iblis ini bukanlah iblis sembarangan.


”Apakah kau mencoba untuk menghentikan mereka berdua?” tanya Fu Zhengyang. ”... Kau tidak akan bisa menghentikannya. Ucapanmu tidak lagi didengar olehnya. Bagaimanapun juga, yang kau peringatkan itu adalah seorang anak manusia dan Monster. Mereka tidak akan mendengarkan mu. Hati manusia sungguh rapuh. Ketika semuanya hancur, dia tidak akan mendengarkan perkataan siapapun. Dia itu, sangat berbeda denganmu dan juga denganku.”


Guju langsung terdiam dan menatapnya dengan waspada. Ia merasa seperti bertemu dengan kematiannya sendiri. Benar-benar menegangkan!


”Biar ku katakan satu hal padamu. Mulai hari ini, ketenangan akan terjadi. Tak ada yang perlu dicemaskan. Semua akan baik-baik saja tak akan ada satupun anak manusia yang terlibat dalam hal ini.” ucap Fu Zhengyang sambil menatap ke langit yang mulai terbit.

__ADS_1


”Apa yang akan Anda lakukan setelah ini?” tanya Guju dengan sopan.


Fu Zhengyang terdiam selama beberapa saat. ”... Menghentikan pertarungan ini untuk selamanya.” jawabnya sambil mengeluarkan sebuah pedang bermata dua yang muncul di atas tangan kanannya. Pedang itu bernama Murein, pedang yang mampu mengeluarkan lima elemen sekaligus dan pedang yang dibuat olehnya sendiri.


”Guju? Apakah itu namamu?” tanya Fu Zhengyang sekali lagi.


Guju menjawab dengan sopan, ”Ya, Yang Mulia.”


”Jaga mayat laki-laki yang ada di belakangmu dan siapkan beberapa lubang untuk mereka berdua. Aku akan segera kembali.” ucapnya sambil berjalan maju mendekati kedua Monster yang sedang saling bertarung.


Shin Yixuan benar-benar dibuat terpojok oleh Yin Chu yang sudah memberikannya luka yang tidak sedikit. Beberapa tulang rusuknya patah dan mata kirinya hancur. Dalam beberapa menit lagi, dia pasti tidak akan bisa bertahan dengan wujudnya yang sekarang.


Yin Chu tampaknya tak kelelahan sama sekali meskipun luka ada di sekujur tubuhnya. Kakinya tetap berdiri tegak tanpa bergetar sedikitpun. Nafasnya berasap dan tampaknya rasa lapar telah menguasai pikirannya.


Yin Chu melompat ke arahnya dengan menunjukkan taringnya yang begitu tajam serta keempat kakinya yang memiliki kuku seperti pedang. Shin Yixuan tampak tak bisa bergerak sama sekali. Pada akhirnya, kedua kaki depannya menekuk dengan sendirinya dan posisinya saat ini, seolah mengatakan bahwa ia telah mengalah dalam pertarungannya.


Namun, saat Yin Chu berada tepat di dekatnya, sebuah kilatan putih menyambar Yin Chu hingga membuatnya terhempas ke belakang. Puluhan tanaman rambat raksasa langsung mengikat tubuh Yin Chu hingga membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali. Sedangkan Shin Yixuan langsung merubah dirinya kembali menjadi wujud manusia.


Beberapa detik setelahnya, Yin Chu merubah dirinya menjadi wujud manusia dengan luka yang ada di seluruh tubuhnya setelah pertarungan itu terjadi. Yin Chu merangkak di depan Fu Zhengyang yang bertekuk lutut di depannya. Tangannya menarik kerah pakaian Fu Zhengyang dengan kuat hingga membuat Fu Zhengyang tidak bisa menahan tubuhnya untuk tetap tegak.


”Kenapa saat itu kau harus pergi? Kau tidak tahu apa saja yang sudah kualami selama bertahun-tahun itu? Semua orang mencariku dan ingin membunuhku. Apakah kau tahu, betapa menyedihkannya saat itu?!” ucap Yin Chu dengan kesal.


”Tentu aku mengetahuinya. Aku tahu semua kejadian itu dan aku bisa melihatnya. Sekarang, kau bisa tenang karena aku sudah ada di sini.” ucap Fu Zhengyang dengan pelan sebelum akhirnya, pedang Murein menembus tubuh Yin Chu.


Sosoknya kini perlahan berubah menjadi abu yang terbang ke langit seperti kertas yang sedang dibakar. Tak berselang lama, seluruh tubuh Yin Chu akhirnya menghilang dari pandangannya dan hanya menyisakan pakaiannya saja.


Setelah mengurus Yin Chu, Fu Zhengyang berjalan menghampiri Shin Yixuan yang seharusnya tak berada jauh darinya. Melewati beberapa pohon yang hancur karena terinjak-injak oleh kaki raksasa dan beberapa cekungan besar yang tentunya tidak begitu dalam, Fu Zhengyang berhasil menemukan Shin Yixuan yang sedang menaruh punggungnya di atas tanah.


”Weixian? Kau kah itu?” tanya Shin Yixuan dengan pelan sambil berusaha menoleh ke arah Fu Zhengyang yang sedang berjalan menghampirinya.


”Jadi, kau yang sudah memberikannya nama?” tanya Fu Zhengyang yang telah duduk di sebelahnya.


Shin Yixuan memperhatikannya selama beberapa saat. ”... Kau bukan Weixian lagi? Kemana perginya?"

__ADS_1


Fu Zhengyang terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya ia menjawab, ”... Dia sudah pergi. Anak itu memberikan tubuhnya padaku dan berharap aku bisa menyelesaikan masalah besar yang berawal dariku.”


Shin Yixuan tertawa pelan begitu ia mendengar jawaban yang sama sekali tak diinginkan olehnya. ”... Begitu, ya? Jadi mereka berdua sudah pergi di hari yang sama. Apakah aku akan menyusul mereka dan bertemu kembali dengan orang-orang yang pernah datang dalam kehidupanku?"


Fu Zhengyang menatapnya tanpa ekspresi. Ia memegang mata kiri Shin Yixuan yang telah hancur dengan telapak tangannya. ”... Maaf, sudah membuatmu seperti ini. Kau pasti begitu menderita. Kau harus merelakan kehidupanmu sebagai manusia demi melindungi alam fana dari alam iblis. Mulai sekarang, kau tidak perlu menderita lagi dan kau bisa beristirahat.”


Shin Yixuan memejamkan matanya sesaat dan berkata, ”Terima kasih sudah datang tepat waktu.”


Setelah mengatakannya, Fu Zhengyang menusuk dada kiri Shin Yixuan dan mengeluarkan kristal Iblis miliknya. Kristal itu tampak sangat hancur dan tak berbentuk. Namun, ketika kristalnya bersentuhan dengan telapak tangannya, kristal itu menyatu kembali menjadi bentuk seperti semula.


Setelah melakukannya, Fu Zhengyang menatap mata Shin Yixuan yang masih terbuka sedikit. Ia kemudian menggerakkan telapak tangannya dan menutup kelopak matanya yang tersisa. ”... Jadikan jiwa ini suci kembali. Biarkan dia menikmati kehidupannya sebagai manusia sekali lagi. Beristirahatlah dengan tenang.” ucap Fu Zhengyang.


***


50 Tahun kemudian, lapangan pelatihan Istana Hua.


”Lihatlah, Rong'er! Ada yang sedang berlatih di sana!” seru seorang kakak laki-laki berumur 10 tahun dan berpangkat sebagai Putra mahkota pertama di Istana Hua.


”Apa yang ingin kakak lakukan pada orang itu? Siapa mereka?” tanya adik laki-lakinya yang berumur lima tahun.


”Kakak akan menunjukkan sesuatu yang hebat padamu! Lihat saja!” ucapnya dengan antusias sambil menarik adiknya pergi ke lapangan pelatihan.


Di lapangan pelatihan saat ini, sudah ada dua orang anak laki-laki yang saling berlatih pedang. Mereka juga kakak beradik yang memiliki usia dua belas dan tujuh tahun. Keduanya merupakan putra dari seorang Panglima besar di Istananya.


”Kakak! Siapa mereka?” tanya adik sambil menunjuk ke arah dua anggota Istana yang sedang berdiri di dekat mereka.


”Ah! Yang mulia! Mengapa Anda menghampiri kami? Adakah yang perlu disampaikan saat ini?”


”Tidak ada. Aku hanya ingin berlatih pedang dengan seorang putra panglima besar.” jawab putra mahkota pertama. ”... Ngomong-ngomong, sepertinya adikmu tidak mengetahui siapa aku ini. Ah! Benar juga, dia baru saja datang kemari ya? Mungkin saja dia hanya tahu namaku dan tidak mengenal wajahku yang jarang terlihat.”


”Maaf, Yang Mulia. Dia tidak bisa menggambarkan ciri-ciri yang aku berikan padanya.” jawabnya. ”... Tampaknya, putra mahkota kedua juga tidak mengetahui siapa kami berdua. Izinkan saya untuk mengenalkan diri terlebih dahulu. Namaku adalah Shu Ye dan adik laki-lakiku Weixian dari keluarga Qin.” lanjutnya dengan sopan.


”Aku juga akan melakukan hal yang sama untuk Weixian.” ucap putra mahkota pertama sambil menunjukkan senyum senangnya. ”... Namaku Yixuan dan ini adik laki-lakiku, Furong dari keluarga Hou. Aku berharap besar pada kalian berdua untuk melindungi negara ini.”

__ADS_1


__ADS_2