Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 14 - SHIN BUYEN II


__ADS_3

Shin Buyen berjalan keluar dari dalam gua dengan pakaian yang berlumur darah dan sebuah kepala yang berada di tangan kanannya. Ia menyeka darah yang terciprat di bawah bibirnya dan juga di kedua matanya yang semakin membuat penglihatannya menjadi kabur.


”Ahh, apakah aku terlalu berlebihan? Lagipula, jumlah mereka tidak sedikit.” gumam Shin Buyen yang berhadapan dengan puluhan mayat yang mati karena gigitan ular beracun di leher mereka. Belakangan ini, mereka sering kedatangan tamu tak diundang yang ingin membunuh Shin Yixuan. Ia tidak tahu bagaimana mereka bisa mengetahui tempat persembunyian milik Luo Hein. Namun, tetap saja keberadaan mereka di sini benar-benar membuatnya resah!


Saat Shin Buyen terdiam di sana sambil memperhatikan satu persatu mayat yang dimakan oleh ular miliknya secara perlahan, muncul sebuah pisau kawat yang sedang melaju ke arahnya dengan sangat cepat. Begitu ia menyadarinya, ia pun segera melompat ke atas tanpa tahu kalau ada serangan yang sama di sana.


Begitu pisau kawat akan menembus kepalanya dan mengikat tubuhnya, Shin Buyen segera menghindarinya dengan bergerak ke samping. Namun, ia kurang cepat sehingga beberapa helai rambutnya terpotong. Kedua kakinya berdiri tegak di atas sebuah dahan pohon yang kokoh sambil memperhatikan dua orang pemuda yang juga berdiri di atas dahan pohon yang lebih rendah darinya.


Pakaian yang mereka gunakan terlihat sama tetapi, senjata yang mereka gunakan jauh berbahaya jika seseorang tidak waspada terhadapnya.


”Tidak! Kali ini mereka berasal dari tempat yang berbeda!” batin Shin Buyen yang memperhatikan. ”Jangan bilang kalau mereka berasal dari Istana Zhu!”


Tepat setelahnya, ratusan pisau kawat langsung bergerak cepat ke arahnya dengan gerakan yang terlihat sulit dibaca. Shin Buyen mencoba menghindarinya dengan melompat ke berbagai arah dan tak sempat mengeluarkan jurusnya. ”... Meskipun Istana Zhu sangat kuat, mereka selalu menggunakan cara curang untuk mengalahkan musuhnya! Mereka mencoba membuatku terdesak!” batin Shin Buyen yang langsung melangkahkan kakinya di atas tanah dan memunculkan ratusan ular dari bawah tanah.


Saat ular-ular itu sedang bergerak cepat menyerang dua pemuda, serbuk beracun keluar dari lengan pakaian salah satu pemuda yang langkahnya terhenti dan membiarkan rekannya berlari lebih dulu darinya. Serbuk-serbuk itu langsung membakar tubuh para ular hingga mereka berubah menjadi abu.


Untuk pertama kalinya, Shin Buyen merasa terkejut karena serangannya berhasil digagalkan. Selama ini, tidak ada yang bisa mengalahkan penyihir ular seperti dirinya selain para raja iblis yang bertemu dengannya.


”Akh!”


Shin Buyen tampak kesakitan saat pisau kawat itu berhasil mencambuk punggungnya. Ia pun jatuh berlutut dan merasakan darah terus keluar dari dalam tubuhnya. Ia meremas rumput tebal di bawah tangannya dan menatap satu persatu pemuda itu dengan dingin.

__ADS_1


”Kita tidak bisa menganggapnya remeh. Wanita ini sudah membunuh ratusan nyawa yang tidak bersalah. Mengapa Yang Mulia Kaisar menginginkannya?” tanya pemuda yang sudah menyerangnya.


Shin Buyen mencoba untuk berdiri. Namun, ia tidak pernah tahu kalau pisau kawat yang sudah mengenainya ternyata memiliki racun di dalamnya. ”Aku takut jumlah mereka tidak hanya dua orang saja. Jika aku tidak kembali dengan cepat, aku takut sesuatu terjadi pada Yixuan.” batin Shin Buyen sambil berpegangan pada dinding pohon yang ada di sebelahnya.


”Nyonya! Kami tidak akan melukaimu dan menyakiti Putramu jika kau ikut dengan kami.” ucap pemuda.


Shin Buyen tetap terdiam sambil menatap wajah pemuda itu dengan serius. Ia merasa nafasnya sangat berat dan tubuhnya terasa terbakar. Sebelumnya, ia juga sudah memuntahkan seteguk darah yang tidak sedikit. Ia tak menyangka racunnya akan bergerak secepat ini.


”Aku menolak!” jawab Shin Buyen sambil memunculkan seekor ular raksasa di belakangnya. ”... Aku hanya akan melakukan pertarungan sampai mati dengan kalian.”


Salah satu pemuda menghela nafasnya dan berkata, ”Seranganmu kali ini tidak akan mempan pada kami. Jika Nyonya ingin melakukan pertarungan sampai mati, lakukan dengan benar!”


Namun, saat itu terjadi, Shin Buyen langsung terjatuh dan bersandar pada sebuah tubuh yang menunggunya di belakang. Tetapi, saat itu terjadi, kedua pemuda itu langsung bergerak menyerangnya dengan cepat.


Berpikir kalau mereka berdua akan memenangkan pertarungan, tiba-tiba saja muncul puluhan akar pohon besar dari dalam tanah dan langsung menembus tubuh mereka hingga terbelah menjadi dua. Setelah semuanya berlangsung begitu cepat, akar tersebut menyeret masuk mayat kedua pemuda ke dalam tanah.


”Jika bukan karena aku, kau pasti tidak akan berada dalam bahaya.” ucap pemuda yang sedang membawa Shin Buyen saat ini.


Sementara itu, di dalam sebuah istana besar yang ada di selatan, berdiri seorang Kaisar muda yang sedang menghadap ke luar jendela ruangan megahnya. Pemuda dengan rambut berwarna oranye seperti senja, memiliki bola mata indah seperti ombak laut. Bibirnya tipis seperti pedang dan terdapat tahi lalat kecil di bawah matanya.


Dia adalah Kaisar Negara Zhu Selatan. Namanya adalah Hu Lingge. Dan seorang penasehat andalannya bernama Ji Yun.

__ADS_1


”Yang Mulia, adalah sebuah keputusan buruk untuk mengundang pembunuh seperti penyihir ular yang ada di bukit Xieyu. Apakah Anda berniat membunuh kami semua?” tanya Ji Yun yang berdiri di belakangnya dengan sebuah cambuk ekor kuda pada lipatan sikunya.


Hu Lingge sedikit menoleh ke belakang dan menjawab, ”Kami pernah saling kenal meskipun sebentar. Dia adalah putri keluarga Shin yang berbeda dengan saudara-saudaranya sendiri. Aku berencana menjadikannya sebagai permaisuri untuk negara ini.”


Ji Yun yang mendengarnya sangat terkejut dan ia pun langsung bertanya, ”Mengapa Yang Mulia memberikan keputusan yang tidak mungkin diterima oleh rakyat Anda sendiri?” ucapnya dengan cemas.


”Aku tahu.” jawab Hu Lingge sambil menundukkan kepalanya sedikit. ”... Tapi, setelah kau melihatnya, kau akan tahu kalau dia adalah orang baik.”


”Tapi, aku dengar dia membunuh keluarganya sendiri untuk kepentingan pribadinya sendiri. Apakah Yang Mulia sudah sangat yakin untuk menjadikannya sebagai permaisuri Anda? Bagaimana jika dia mengkhianati Yang Mulia?”


Hu Lingge menjawabnya sesaat kemudian, ”Dia memang membunuh mereka semua. Tetapi, dia melakukannya untuk mengembalikan perdamaian di wilayahnya. Jika saja dia tidak melakukannya, dalam waktu beberapa tahun saja, mungkin aku tidak akan memimpin negara ini sejak dulu.”


”Tapi, Yang Mulia! Dia sudah menikah dan memiliki seorang Putra! Bagaimana Anda bisa merebutnya?”


Seketika, Hu Lingge terlihat sangat murung dan mendung. Ia bahkan nyaris merusak tembok bangunan miliknya sendiri. Dengan perasaan kesalnya, ia menoleh ke arah Ji Yun dan berkata, ”... Mudah bagiku untuk merebut apapun di dunia ini. Apakah penasehat ku sendiri sedang meragukan ku?”


Ji Yun menjawab dengan ragu, ”Tentu saja, Yang Mulia.”


Tak berapa lama setelahnya, beberapa penjaga berjalan masuk ke ruangan tersebut dengan terburu-buru. Mereka langsung berlutut di hadapan Kaisar mereka dan berkata, ”Yang Mulia! Para pasukan yang Anda perintahkan tiba-tiba saja menghilang! Sepertinya mereka dibunuh oleh Nyonya Shin saat mereka mencoba membawanya.”


Hu Lingge menghela nafasnya seolah ia telah lelah dengan seluruh penjaganya yang tidak bisa melakukan tugasnya dengan benar. ”... Kalau begitu, aku saja yang akan bergerak ke sana. Siapkan kereta kuda untukku.”

__ADS_1


__ADS_2