Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
[S2] CHAPTER. 72 - BERBURU


__ADS_3

Sebuah anak panah ditarik mundur ke arah seekor rusa yang sedang memakan dedaunan kering di tanah. Saat ini, Yun Weixian tengah bersembunyi dibalik semak-semak tanpa diketahui oleh mangsanya. Ia terlihat begitu fokus melihat seekor rusa yang bisa saja pergi sewaktu-waktu.


HACHIM!!!


Mendadak, suara bersin itu telah berhasil membuat rusa terkejut dan langsung lari menjauh. Yun Weixian tampak kecewa padahal saat itu ia akan menembak anak panahnya. Tetapi, Shin Yixuan yang tiba-tiba berdiri di belakangnya, malah mengejutkan mangsanya dengan suara bersinnya yang luar biasa.


”Tidak bisa ya, bersin di tempat lain?” tanya Yun Weixian yang langsung menatap ke arah Shin Yixuan.


Shin Yixuan mengusap-usap bagian bawah hidungnya yang berair karena kedinginan. Kali ini, tidak biasanya ia menggunakan tubuh dewasanya. Mungkin karena dia baru saja sembuh dari demamnya yang tidak biasa. Tetapi, apakah iblis seperti dia juga bisa terkena flu?


Beruntun sekali penyakitnya.


”Apakah aku mengacaukannya? Padahal aku hanya ingin melihat caramu berburu hewan tetapi, aku malah membuatnya kabur.” ucap Shin Yixuan sambil berjalan ke arahnya dan duduk berlutut di sebelahnya.


”Xuan-Ge sedang tidak sehat. Sebaiknya tetap beristirahat di rumah saja. Luo-Ge pasti akan menemani Xuan-Ge.” ucap Yun Weixian yang memperhatikan wajah kemerahan Yun Weixian yang lebih terlihat seperti alergi.


”Aku baik-baik saja. Aku akan membantumu berburu kelinci.” ucap Shin Yixuan yang langsung merebut busur panah di tangan Yun Weixian.


”H- Hei! Xuan-Ge! Hati-hati dengan benda seperti itu.” ucap Yun Weixian yang menyuruhnya untuk tidak menarik anak panahnya namun, malah dilakukan oleh Shin Yixuan dengan mudahnya. Benar saja, beberapa detik setelahnya, dua anak panah itu pun melesat jauh ke dalam hutan dan menancap pada sebuah benda yang berada di sana.


”Oh, tidak! Benda itu masuk ke dalam hutan! Jangan-jangan panah itu mengenai kepala seseorang hingga membuatnya mati di tempat.” batin Yun Weixian yang mulai cemas karena tak ada satupun suara yang muncul setelah dua anak panah itu dilepas.


”Xuan-Ge! Aku sudah bilang! Hati-hati dengan benda itu! Lihatlah! Kau sudah membunuh seseorang!” celetuk Yun Weixian yang langsung mengambil busur panah di tangannya.


Shin Yixuan menatap bingung pada hutan yang ada di depannya. ”... Rasanya, tadi aku menembaknya tepat sasaran. Mengapa tidak muncul reaksi apapun?” gumamnya yang penasaran.


”Tidak muncul karena Xuan-Ge sudah membunuh orang dan sekarang, kau harus mengubur mayatnya!” pinta Yun Weixian sambil berdiri dari tempatnya.

__ADS_1


”Aku tidak membunuh orang. Aku hanya berniat membunuh kelinci yang ada di sana.” jawab Shin Yixuan sambil menunjuk ke arah kelinci kecil yang ada di bawah pohon. ”... Tetapi, seranganku ini malah meleset ke arah dua mata kuning yang ada di sana.” lanjutnya sambil menunjukkan ke arah dua bayangan mata berwarna kuning yang muncul dari dalam kegelapan hutan.


”.....”


”Hah?! Dia malah mau membunuh hewan sihir?!” batin Yun Weixian yang hanya diam mematung saat menyaksikan kedua mata itu sedang menyorotinya dengan tatapan marah dan nafas yang berasap.


Merasa kalau ini adalah sebuah ancaman, Yun Weixian segera menarik Shin Yixuan berlari menjauhi bayangan tersebut. Dan secara bersamaan, muncul seekor kelinci raksasa dengan taring yang sangat besar dan tajam serta sebuah anak panah yang menancap di telinganya yang panjang.


Siapa yang tidak akan menduganya? Shin Yixuan yang berniat membunuh seekor kelinci kecil malah mendapatkan yang lebih besar lagi yaitu seekor kelinci raksasa bertaring tajam seperti hewan buas. Tidak bisa dibayangkan jika Yun Weixian berniat untuk berburu hewan sihir. Bisa saja, Shin Yixuan juga akan memanah seekor hewan sihir yang ukurannya sepuluh kali lebih besar dari hewan sihir yang diinginkannya.


”Lain kali, jangan limpahkan kesialanmu itu padaku!” ucap Yun Weixian sambil menarik kerah pakaian Shin Yixuan hingga membuatnya terseret bersamanya. Sementara, Shin Yixuan hanya diam, menonton seekor kelinci ganas yang sedang membuka mulutnya.


”Dia lucu. Mengapa tidak pelihara saja?” tanya Shin Yixuan dengan asal.


”Matamu buta?! Ukurannya terlalu besar untuk dipelihara!” jawab Yun Weixian yang masih berlari melewati jalanan rumput dan tanah yang tidak rata. Belum lagi, ia harus menarik Shin Yixuan sepanjang jalan karena dia terlalu loyo untuk diajak berlari.


”Tunggu! Bukankah tadi aku melempar dua anak panah? Mengapa hanya ada satu yang menancap?” tanya Shin Yixuan yang mulai menyadarinya.


”Ku harap tidak seperti yang aku duga sekarang.” batin Yun Weixian yang langsung menatap ke atas. Benar saja, di sana terdapat seekor landak raksasa yang sedang melayang di atasnya dan akan terjatuh menimpanya jika ia tidak segera menghindar.


Dengan cepat, Yun Weixian langsung menghindar ke samping dan bersamaan dengan hal itu, terdengar suara dentuman keras yang membuat debu tanah berterbangan dimana-mana. Landak itu akhirnya terjatuh tepat di depan matanya dan di kepalanya, terdapat sebuah anak panah yang sedang menancap di sana.


Yun Weixian terdiam pasrah saat kedua hewan sihir ini menatapnya dengan tajam.


”Aku saja yang akan mengalahkan mereka.” ucap Shin Yixuan sambil berjalan maju dengan menghunuskan pedang Shurui yang sudah lama tertidur.


”Firasatku benar-benar buruk. Memangnya dia bisa melakukannya?” batin Yun Weixian yang tampak sangat meragukannya.

__ADS_1


BRUKKK!!


”.... Kan.”


Belum sempat mengayunkan pedangnya, Shin Yixuan sudah merubah wujudnya menjadi anak kecil dan terjatuh dengan pedang yang masih di tangannya. ”... Pelajaran untukku. Jangan pernah mempercayainya!”


***


”Hmm, sudah sore. Kemana mereka pergi?” gumam Huang Luo ketika dia sedang menutup jendela sambil menatap ke arah hutan yang tampak berantakan setelah beberapa pohonnya tumbang ke segala arah.


”Ah! Xuan-Ge! Jangan memakannya!” teriak sebuah suara yang sedang memperingatkan seseorang yang di luar.


Begitu mendengarnya, Huang Luo segera berjalan mengarah ke pintu depan untuk melihat apa yang terjadi. Saat ia melihatnya, wajahnya tampak pasrah dan tidak menyangka dengan kejadian yang baru saja terjadi di depannya.


Setelah dikejar-kejar oleh dua hewan sihir sekaligus, Yun Weixian dan Shin Yixuan terjatuh ke dalam sebuah jurang yang tidak begitu dalam dan mendarat di tengah-tengah kubangan lumpur. Keduanya berhasil kembali dengan selamat namun, pakaian mereka tampaknya tidak selamat.


Hanfu putih yang masih baru, kini berubah menjadi coklat setelah tertutupi oleh lumpur yang sudah mengering. Wajah dan rambut mereka juga tidak luput dari lumpur yang sempat menenggelamkan mereka. Ditambah lagi, pemandangan Shin Yixuan yang langsung muntah setelah dia memakan sebuah kue basah yang ada di teras depan.


Melihat keadaan ini, jelas-jelas berhasil membuat Huang Luo merasa naik darah.


”Aku sudah bilang tadi! Jangan makan itu!” ucap Yun Weixian sambil menepuk-nepuk punggung Shin Yixuan.


”Tapi, aku lapar.” jawab Shin Yixuan dengan matanya yang terlihat berkaca-kaca dan ukuran tubuhnya yang masih belum kembali seperti semula. Mirip sekali dengan anak ayam yang tersesat.


”Hei! Kalian berdua! Lihatlah kemari!” ucap Huang Luo dengan suaranya yang dingin.


Shin Yixuan dan Yun Weixian langsung menatap ke arahnya dengan ekspresi bingung.

__ADS_1


Baru saja mereka menatap Huang Luo, tiba-tiba saja muncul seombak air dari dalam ember yang langsung mengguyur dan membasahi seluruh pakaian mereka yang kotor karena lumpur.


”Pergilah mandi dan cuci pakaian kalian sendiri!” ucap Huang Luo dengan tatapannya yang terlihat sangat marah dan dingin.


__ADS_2