Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 61 - GEMURUH DESA LANYAN


__ADS_3

Gemuruh di desa Lanyan terus menerus terjadi selama tiga hari berturut-turut. Saat ini, tanah yang mereka injak telah menjadi arena pertarungan antara Raja Iblis pertama dan ketujuh. Semua pohon di sekitarnya tumbang dan tanahnya pun berubah menjadi hitam. Beruntung saja saat pertarungan itu terjadi, Shin Yixuan masih bisa menyelamatkan mayat Shu Ye agar tidak hancur ketika pertarungan dimulai. Ia juga mengalirkan kekuatan spiritualnya agar tubuhnya tidak mudah membusuk sehingga membuat para hewan buas terpancing.


Tubuh Raja Iblis tidak mudah dilukai. Regenerasi mereka begitu cepat sehingga akan sangat sulit dikalahkan. Terlebih lagi, mereka berdua juga memiliki kemampuan yang sama. Bisa dipastikan bahwa pertarungan ini akan sulit untuk diakhiri.


”Kau sungguh kuat ya. Tetapi, luka yang kau berikan tidak benar-benar melukaiku.” ucap Lu Yuan sambil menunjukkan luka yang ada di bahunya perlahan menghilang dan sembuh padahal beberapa menit sebelumnya, Shin Yixuan baru saja melukainya dengan sebuah belati.


Shin Yixuan menyeringai dan menatapnya dengan sinis. Pedang yang diberikan oleh Luu Houyi sudah diputuskan namanya. Pedang itu, ia beri nama Shurui yang berarti pembawa petaka.


”Kita lihat saja sampai mana kau akan bisa bertahan!” ucap Shin Yixuan yang langsung melakukan serangan dari depan. Pedang Shurui begitu bersinar di tengah-tengah awan mendung seperti gunung es yang menjulang tinggi.


Shin Yixuan melompat dan mendekatinya. Kedua pedang mereka saling disilangkan dan energi kebencian yang berkumpul dalam pedang mereka saling berperang. ”... Kau pikir bisa mengakhirinya dengan cepat setelah berani macam-macam denganku?” tanya Shin Yixuan sambil menyeringai ke arahnya.


Lu Yuan langsung menjawab, ”Jangan terlalu percaya diri! Kau ini masih berusia 16 tahun! Anak kecil sepertimu tidak pantas bertarung denganku!”


Pedang Lu Yuan semakin menekannya sehingga membuat Shin Yixuan terpaksa bergerak mundur. Ia menapak di atas tanah yang lapuk dan kembali mengalirkan energi spiritualnya ke dalam pedang.


”Bagaimana rasanya memakan jantung manusia? Enak bukan? Sebelumnya, kau selalu menolak untuk memakannya tetapi, sekarang kau malah membabi-buta dengan membunuh semua orang-orang yang ada di desa ini termasuk teman terdekatmu sendiri.” ucap Lu Yuan sambil berjalan ke arahnya dengan senyum seringai.


Shin Yixuan mendengus dan menjawab tanpa keraguan, ”Enak! Enak sekali! Aku belum pernah memakan sesuatu yang tidak akan dimakan oleh manusia. Tetapi, untuk saat ini aku masih kelaparan dan aku hanya menginginkan sebuah daging segar untuk dibawa pulang. Aku rasa, kau tidak keberatan jika aku memintanya sedikit!”

__ADS_1


Shin Yixuan langsung bergerak cepat ke arah Lu Yuan dengan satu gerakan pedang. Lu Yuan masih terlihat begitu percaya diri seolah ia bisa menghindari serangan yang dilakukan oleh Shin Yixuan. Lu Yuan bergerak menghindar ke samping dan menjauhinya. Akan tetapi, tiba-tiba saja dari belakang muncul Shin Yixuan yang langsung menebas tangan kanannya hingga terputus! Ia tidak pernah tahu kalau Shin Yixuan yang langsung dihindari olehnya tadi merupakan ilusi yang dibuat olehnya.


Alhasil, tangan kanannya terlempar jauh dari tempatnya. Namun, saat Shin Yixuan melakukannya, Lu Yuan meletakkan telapak tangannya di perut Shin Yixuan dan menaruh sebuah kutukan yang tidak akan pernah menghilang.


Lu Yuan begitu terkejut setelah ia kehilangan tangan kanannya begitu juga Shin Yixuan yang merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perut dalamnya. Tetapi, rasa sakit ini tidak sebanding dengan Lu Yuan yang harus kehilangan tangan kanannya.


”Kenapa aku tidak bisa menyembuhkannya?! Aku harus menyatukannya kembali.” batin Lu Yuan sambil menatap sekeliling untuk mencari tangan kanannya. Lalu, pandangannya langsung terhenti ke arah Shin Yixuan yang juga sedang berdiri di sana sambil memegang tangan kanannya yang sedang dicari olehnya.


”Pak tua! Kau sedang mencari ini kan? Tangan kananmu yang sangat berharga dan sangat penting bagimu.” ucap Shin Yixuan sambil menunjukkannya. ”... Hah! Sayang sekali! Mulai sekarang kau harus belajar menggunakan satu tanganmu saja!” lanjutnya sambil menghancurkan tangan kanannya hingga berubah menjadi serpihan daging tanpa tulang.


Lu Yuan merasa sangat marah. Ia mengeluarkan seluruh kekuatannya yang merasuk ke dalam pedangnya. Sosok hitam tak berbentuk telah berkumpul di sekitarnya. Begitu banyak sampai-sampai nyaris menutupi dirinya.


Shin Yixuan menyeringai dan berkata. ”... Mencoba melawanku dengan seluruh kekuatanmu? Kau pikir bisa mengalahkan ku dengan semua itu?” ucapnya sambil menjentikkan jarinya lalu, muncul seekor serigala berkepala dua yang langsung menerkam Lu Yuan.


Namun, semua itu hanyalah sebuah pengalihan agar Lu Yuan bisa membiarkannya pergi begitu saja selagi dia disibukkan dengan semua serangan yang dilakukannya. ”Pergi kemana kau!” teriak Lu Yuan sambil memperhatikan sekitar.


”Yang Mulia. Sudah saatnya kita kembali.” ucap sebuah suara yang datang dari arah belakang. Dia adalah Guxun, kakak laki-laki Guju dan juga pelayan setia Lu Yuan.


”Pergilah!” teriak Lu Yuan yang langsung melancarkan serangan menggunakan sosok hitam tadi. Tetapi, serangan itu bisa dengan mudahnya dikalahkan olehnya dengan sekali kibasan tangan.

__ADS_1


”Yang mulia. Kondisi Anda tidak memungkinkan untuk meneruskan pertarungan. Sebaiknya Anda kembali ke Istana untuk memulihkan keadaan Anda sekarang. Tolong ikuti apa yang pelayan ini katakan untuk kebaikan Yang Mulia.” ucap Guxun sambil menunjukkan ekspresi seriusnya saat ini.


Di waktu bersamaan, Shin Yixuan tengah membawa mayat Shu Ye kembali ke bukit Xieyu. Saat berada di belakang sebuah desa, ia terjatuh sebab kutukan yang terus menyebar di perutnya. Hujan pun turun tiada henti seperti sedang menunjukkan kabar duka untuknya.


”Tolong, jangan terjadi. Kumohon bangunlah.” ucap Shin Yixuan sambil memeluk tubuh Shu Ye yang dingin dan kaku. Matanya terus terpejam dan jantungnya tidak berdetak sama sekali. Darah yang ada di pakaiannya sudah menghilang karena hujan yang mengguyur mereka.


Saat ia masih mempertahankan posisinya, ia merasa ada sebuah tangan yang menggenggam lengannya. Ia pun merasa sangat terkejut dan langsung menatap ke arah seorang pemuda yang kini berlutut di hadapannya.


”Kau siapa?” tanya Shin Yixuan.


Pemuda itu tersenyum dan menjawab, ”Kulihat kau sedang kesulitan di sini. Bisakah aku yang lemah ini membantumu?” pemuda itu berhenti selama beberapa saat. ”... Keadaanmu yang sekarang tidak lagi memungkinkan untuk bergerak. Kembalilah ke tempatmu dan aku akan memakamkan pemuda ini di bukit Xieyu, dekat dengan rumahmu.”


”Bisakah aku mempercayai orang sepertimu? Kita tidak pernah saling bertemu dan kau mengatakan seolah kau mengenalku sejak lama.” ucap Shin Yixuan yang tampak waspada.


”Tentu saja, Yang Mulia. Memangnya siapa yang tidak pernah mengenal seorang anak manusia yang menggantikan posisi Ayahnya sebagai Raja Iblis ketujuh?” jawab pemuda sambil tersenyum miring. ”... Shin Yixuan dari bukit Xieyu dan Putra dari Lun Heiyun, Lun Shu Ye.”


Shin Yixuan terkejut dan terdiam selama beberapa saat.


”Paman Xiu! Kau sedang berbicara dengan siapa?” seru seorang anak muda yang berlari menghampirinya dari belakang.

__ADS_1


”Ah! Suara ini?”


Belum sempat mengatakan apapun, pemuda ini langsung membuat Shin Yixuan berteleportasi kembali ke alam iblis. Ia menghilang dalam sekejap dan hanya menyisakan mayat Shu Ye di sana. ”... Jiwa yang suci dan tak pernah terpengaruh oleh energi kegelapan. Berikanlah dia sebuah kehidupan baru yang lebih baik lagi. Kumohon, beristirahatlah dengan tenang.”


__ADS_2