
Seluruh pasukan bergerak maju mengepung kediaman tersebut. Kini, wanita dengan putrinya itu berdiri di depan barisan pasukan Istana. Dengan memelihara ekspresi yang sama, tentunya membuat Huang Luo merasa jijik saat melihatnya.
Yun Weixian berdiri di depan Huang Luo hingga menutupi pandangan mereka semua. Ia menatap waspada terhadap orang-orang yang ternyata berasal dari Istana Qin yang ada di sebelah barat sedangkan, wanita yang sebelumnya mendatangi mereka adalah salah satu selir kerajaan yang ditugaskan untuk menyampaikan kabar burung ini.
”Mau apa kalian kemari?!” tanya Yun Weixian.
Semua pasukan menghunuskan senjata mereka dan wanita yang berdiri di depannya terus menampilkan wajah sinisnya seperti tokoh antagonis dalam sinetron India. Orang ini jelas memiliki maksud tersembunyi untuk datang kemari. Tidak disangka, seorang selir kerajaan bisa menundukkan kepalanya di hadapan orang biasa seperti Huang Luo.
Wanita itu mendengus. Alisnya menukik tajam seperti dua lembah. Matanya terus menyorot ke arah mereka seolah ia sangat percaya diri dengan seluruh pasukan yang dibawa olehnya. ”... Memangnya rakyat jelata sepertimu pantas mengetahuinya?!” cibir wanita dengan suara keras. ”... Bawa orang tadi ke hadapan Kaisar!”
Semua pasukan bergerak maju menyerang Yun Weixian yang mencoba menghalangi. Langkah kaki mereka begitu ringan seperti telah dilatih bertahun-tahun. Tidak sedikit dari pasukan ini yang terluka. Mereka pasti mendapatkannya setelah para hewan sihir menyerang mereka.
Saat salah seorang pasukan mencoba menyerangnya dengan sebuah pedang, tiba-tiba saja muncul sebuah kilatan putih yang langsung menyambar orang tersebut dan menghempaskan seluruh pasukan yang bergerak ke arahnya.
Sosok berambut putih itu langsung berdiri tegak di hadapannya sambil mencekik leher pasukan yang ditahan olehhya. Kedua matanya seperti kilat merah yang menyambar serta jari kukunya yang tajam seperti pedang yang diasah berkali-kali.
Shin Yixuan merasa sangat marah begitu ia mendengar suara langkah kaki sekelompok orang yang mencoba mengganggu tidur siangnya. Ia bahkan mengabaikan tugas Guju yang seharusnya datang untuk melindunginya dan melakukannya dengan caranya sendiri.
”Padahal dia akan datang secara sukarela jika kalian memintanya baik-baik. Tapi, tindakan kalian benar-benar membuatku marah kali ini!” ucap Shin Yixuan dengan dingin dan langsung mematahkan leher pasukan tadi lalu melemparnya ke arah wanita.
Huang Luo tampaknya melihat sesuatu yang akan terjadi setelah ini. Wajahnya tampak terkejut dan langkahnya langsung bergerak maju mendekatinya. ”Yang mulia! Tolong hentikan!” seru Huang Luo yang langsung menarik tangan Shin Yixuan ketika dia akan melakukan serangan keduanya.
Shin Yixuan menatap Huang Luo dengan ekspresi tidak percaya. Dan saat itu juga, Huang Luo melanjutkan, ”... Jangan bunuh mereka! Kita akan mendapatkan masalah yang besar jika tetap melakukannya.”
__ADS_1
Mendengar hal itu, tentu membuat wanita tampak senang. Ia menggerakkan jari jemarinya yang ramping dan menatap mereka dengan meremehkan, ”... Akhirnya ada yang tahu diri juga! Sepertinya orang ini tahu kalau siapapun yang berani menentang Istana kami, orang itu akan langsung mati.” ucap wanita yang langsung memberi perintah, ”... Cepat! Tangkap tabib ini dan bawa ke hadapan Kaisar!”
Semua pasukan bergerak kembali tanpa menghiraukan kekuatan besar yang dimiliki oleh Shin Yixuan. Mereka berjalan maju dan mengincar Huang Luo. Akan tetapi, Shin Yixuan menghempaskan mereka semua ke belakang sehingga tak ada kesempatan untuk menyentuhnya sedikitpun.
”Yang mulia! Tolong hentikan!” ucap Huang Luo yang mencoba memperingatkannya lagi.
”Luo-Ge! Menghindar dari sana!” seru Yun Weixian yang langsung menarik Huang Luo. Dan beberapa detik setelahnya, tiga buah anak panah sudah menancap di tanah pijakannya tadi. ”... Aku tidak tahu apa alasanmu. Mengapa kau mencoba menghentikan Xuan-Ge padahal dia ingin melindungimu?” lanjutnya.
Huang Luo langsung menarik tangannya kembali dan menatap serius ke arah Shin Yixuan di depannya. ”... Dia harus segera dihentikan jika tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi.” ucap Huang Luo dengan pelan.
Yun Weixian tertegun. ”Apa maksudnya? Luo-Ge baru saja melihat sesuatu?”
Argh!
Sudah terlambat!
”Pembunuh! Menjauhlah dariku!” ucap wanita sambil membawa Putrinya dan berlindung di belakang seorang pemuda berjubah hitam dengan tudungnya yang menutupi setengah dari wajahnya.
”Xuan-Ge! Berhenti membunuh mereka!” seru Yun Weixian yang langsung menarik bahu Shin Yixuan. Tetapi, Shin Yixuan langsung menepisnya dan bergerak untuk membunuh wanita tadi.
Saat tangannya bergerak untuk membunuh wanita dan putrinya, tangan pemuda yang berdiri di depannya langsung menahannya dengan sangat mudah. Pertama kalinya ada seorang manusia yang bisa menahan serangannya semudah ini bahkan pemuda itu tampak tidak ketakutan sama sekali.
Pemuda itu menyeringai. Ia mencengkram tangan Shin Yixuan hingga timbul suara retakan lalu, membantingnya di atas tanah dan membuat suara dentuman yang cukup keras dan debu tanah yang bertebaran dimana-mana.
__ADS_1
”Tidak mungkin! Dia dikalahkan begitu saja?” batin Yun Weixian yang tampak terkejut begitu melihatnya. Belum sempat bernafas, pemuda tadi langsung bergerak mendekatinya dan langsung mencekiknya sampai terbanting ke tanah.
”Wah,... Wah,... Lihatlah! Siapa yang kembali ke dunia!” ucap pemuda sambil mengeraskan cengkraman tangannya yang terus mencekik leher Yun Weixian.
”Ah? Suara ini?” batin Huang Luo yang tampak terkejut setelah mendengarnya.
Yun Weixian langsung menendang perut pemuda hingga pemuda itu pun bergerak menjauhinya. Ia berdiri kembali di depan wanita tadi sedangkan Yun Weixian mencoba untuk bernafas kembali dan berdiri di depan Huang Luo.
”Dia itu apa-apaan?! Gerakannya cepat sekali.” batin Yun Weixian sambil memegang lehernya yang membekas.
Pemuda itu masih ditemani dengan senyum seringainya. Tudung di kepalanya belum juga terlepas sehingga mereka tidak bisa melihat wajahnya. ”... Apakah hanya segini saja kemampuan kalian? Aku bahkan belum serius dan kalian sudah seperti ini?” ucap pemuda sambil menginjak tangan Shin Yixuan yang berada di atas tanah.
Yun Weixian mulai menatapnya dengan serius. Ia mengeluarkan pisau belatinya dan bersiap untuk menahan serangannya. Namun, saat ia akan menyerangnya, Huang Luo menahan pundaknya hingga membuatnya sedikit terkejut dan langsung menatap ke belakang.
”Ada apa, Luo-Ge?” tanya Yun Weixian.
Huang Luo menatap serius ke arah pemuda dan berkata, ”Jangan ganggu pertarungan mereka.”
Lantas, beberapa detik setelahnya, muncul puluhan akar pohon dari punggung Shin Yixuan yang langsung menyambar pemuda. Pemuda itu menghindar bersama dengan wanita yang ada di belakangnya. Namun, karena ia memiliki sesuatu yang harus dilindungi, langkahnya sedikit meleng hingga akar tersebut menyambar tudung kepalanya sampai sobek.
Wajahnya pun akhirnya terlihat sangat jelas saat ia menapak kembali di atas tanah.
”Wajah ini?!”
__ADS_1
Huang Luo tampak begitu terkejut setelah melihatnya. Sosok pemuda dengan bola mata seperti langit malam tanpa bintang dan rambut hitam yang dikuncir kuda, tampak kontras dengan warna kulitnya yang putih seperti salju. Pemuda ini, sudah pasti adalah Xiu Huan, Guru sekaligus orang yang pernah menyelamatkan Shin Furong saat masih kecil!