
Di pegunungan Houyuan, Xiu Huan berdiri di depan sebuah pohon besar berwarna emas. Di bawah pohon tersebut terdapat dua makam dari seorang wanita dan putranya. Mereka ini, adalah orang yang sudah membuat Shin Furong menjadi seorang pendeta.
”Ternyata kalian berdua masih setia menunggunya, ya? Pohon ini masih berdiri tegak meskipun sudah ratusan tahun lalu.” ucap Xiu Huan sambil menyentuh pohon tersebut dan memandangi dedaunannya yang tumbuh lebat di atasnya. ”... Furong, apakah kau mau menunjukkan dirimu untuk yang terakhir kalinya?”
Tak ada satupun jawaban yang datang dari pohon tersebut. Lalu, beberapa menit setelahnya, ketika satu helai daun jatuh dan mendarat di atas tanah, tiba-tiba saja sekitarnya berubah menjadi gelap dan hitam. Hanya ada pohon emas yang tumbuh di sana bersama dengan kedua makam yang masih berada di tempatnya. Saat itu pula, ia merasakan ada seseorang yang sedang berdiri di belakangnya.
”Terima kasih karena sudah memenuhi permintaanku.” ucap Xiu Huan yang langsung berbalik dan menatap ke arah Shin Furong yang sudah berdiri di sana.
Shin Furong terus mengalihkan perhatiannya. Ia bingung apakah ia harus marah atau sedih karena kematiannya sendiri. ”... Waktuku tidak banyak! Katakan saja apa yang kau inginkan saat ini?” ucap Shin Furong yang tak juga menatap wajah Xiu Huan. Sedangkan Xiu Huan sendiri tampak tidak begitu mempermasalahkannya.
”Maaf, sudah membuatmu ketakutan dan maaf karena sudah meninggalkanmu. Aku tak pernah mengakui diriku sebagai Gurumu maupun orang yang sudah menyelamatkanmu saat itu. Kau bisa menganggapku sebagai penjahat dan orang yang sudah membunuhmu.” ucap Xiu Huan sambil melihat ke bawah.
”... Bertemu denganmu seperti bertemu dengan diriku yang dulu. Kau sangat kesepian dan tak ada seorangpun yang mau menganggapmu. Setiap hari hanya dihujani oleh batu dan bisikan semua orang yang menerka. Aku selalu berada di posisi seperti itu dan saat Raja terdahulu membunuhku, aku merasa semua ini tidak adil meskipun dia menghidupkan ku kembali.” lanjutnya.
”Apakah hanya ini yang ingin kau katakan padaku?” tanya Shin Furong sambil menatapnya dengan serius.
”Ada banyak hal yang ingin aku katakan. Ada banyak kosa kata yang ingin aku tunjukkan padamu. Pada akhirnya, aku hanya akan mengatakan dua kata yang mungkin sangat berlawanan. 'Maaf' dan 'Terima kasih.' Aku senang karena bisa melihatmu lagi.” ucap Xiu Huan sambil mengeluarkan belatinya kembali.
Shin Furong tampak terkejut setelah mendengar dan melihatnya mengeluarkan sebuah belati yang langsung diarahkan pada lehernya sendiri. ”... Apa yang akan kau lakukan?” tanya Shin Furong yang terdengar mencoba memperingatkannya.
__ADS_1
Xiu Huan tersenyum tipis sambil menekan belatinya hingga membuat lehernya berdarah. ”... Aku tidak bisa membiarkanmu sendiri. Aku akan menemanimu sebagai ganti kesalahanku.” ucap Xiu Huan sambil menunjukkan senyum ketakutannya pada Shin Furong sebelum akhirnya, ia benar-benar menggorok lehernya sendiri.
Shin Furong terdiam sambil memandangi Xiu Huan yang telah jatuh ke tanah dengan lehernya yang memancarkan darah. ”... Kau tidak perlu menemaniku lagi. Aku tidak akan sendirian. Sejak awal, aku sudah mengatakan kalau aku tidak menginginkan kehidupan ini.” ucap Shin Furong dengan pelan. ”... Terima kasih, karena sudah menyelamatkan nyawaku berulang kali.”
***
”Sekitar satu milenium lalu, saat perang antara iblis dan manusia masih terjadi, aku bertemu dengan seorang gadis manusia. Kalau tidak salah, namanya adalah Luo Xiyun. Dia seorang jenderal dari Istana selatan. Saat itu aku tidak terlibat dalam perang karena aku menganggapnya sebagai hal yang paling menyusahkan dan merepotkan. Aku selalu memilih untuk duduk manis di sisi ruangan dan menyaksikan peperangan itu sebagai tontonan setiap hari.” jelas Fu Zhengyang pada Yun Weixian yang terus bertanya padanya.
”Lalu, bagaimana kau bertemu dengannya? Jadi, selama ini putramu itu manusia setengah iblis?” tanya Yun Weixian kembali.
Fu Zhengyang berpikir selama beberapa saat sebelum menjawab, ”... Saat aku tersedak makanan!”
”Kau ini mengatakan apa? Aku ini tetap makhluk biasa. Bukan makhluk luar biasa.” jawab Fu Zhengyang yang tampak tak terima. ”... Saat itu, aku penasaran dengan makanan yang dimakan manusia. Bagaimana rasanya ubi bakar dan seperti apa lembeknya beras ketan yang dimasak karena kebanyakan air. Tetapi, aku malah tersedak setelah merasakan makanan yang luar biasa tidak enak. Saat itulah, Luo Xiyun datang menolongku dan untuk pertama kalinya, ada seorang anak manusia yang mau mencemaskan Raja Iblis sepertiku.”
”Dia ini mudah sekali terbawa perasaan.” batin Yun Weixian yang kemudian bertanya, ”Lalu, apa yang terjadi sampai-sampai kau memiliki seorang Putra?”
”Luo Xiyun dituduh berkhianat lalu, dia langsung dihukum mati di depan umum. Tetapi, aku langsung mengeluarkannya dari dalam istananya dan membawanya pergi ke bukit Xieyu yang berada sangat jauh dari tempat tinggalnya. Saat itulah aku mulai dekat dengannya dan bahkan melakukan sebuah pernikahan secara diam-diam. Tetapi, karena aku ini murni berasal dari klan iblis, langit menjatuhkan hukuman padaku karena sudah melakukan pernikahan dengan seorang manusia. Aku sengaja tak mengatakannya pada Luo Xiyun karena saat itu ia sedang mengandung dan aku tidak ingin membuatnya cemas.
Namun, Luo Xiyun meninggal setelah melahirkan Luo Hein. Saat itu keadaannya benar-benar gawat. Luo Xiyun sudah tidak ada dan keadaan ku juga sedang sekarat semenjak hukuman itu dijatuhkan padaku. Pada akhirnya aku sadar kalau usiaku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Di depan mayat Luo Xiyun yang masih terbaring di atas tempat tidurnya, aku mencabut jantung Luo Hein dan menggantikannya dengan kristal milikku. Dia pun mendapatkan kehidupan keduanya sedangkan aku dan Luo Xiyun terbaring di dekatnya. Saat itulah, tabib wanita yang membantu Luo Xiyun datang dan dia tak menduga bahwa aku sudah membunuh diriku sendiri lalu, menjadikan Putraku yang baru lahir menjadi Raja Iblis ketujuh.”
__ADS_1
”Apakah itu yang pernah dialami oleh Xuan-Ge saat dia masih menjadi manusia?” batin Yun Weixian yang mendengarkannya.
”Ya, itulah yang bisa kukatakan saat ini. Cukup jelas bukan?” ucap Fu Zhengyang sambil mengangkat kedua bahunya.
”Kata siapa? Sangat berbelit-belit dan aku sama sekali tidak mengerti.” celetuk Yun Weixian sambil menatapnya dengan tidak peduli. ”... Lalu, apa yang harus kulakukan saat ini untuk menghentikan Xuan-Ge yang mengamuk di sana?”
Fu Zhengyang terdiam selama beberapa saat. ”... Saat ini, Yixuan sedang bertarung dengan Yin Chu. Monster besar yang ada di sebelahku ini.” ucapnya sambil mengelus kepala Yin Chu di sebelahnya. ”... Biasanya Yin Chu kubiarkan begitu saja di lembah perbatasan dan memakan siapapun yang berani datang ke tempatnya. Tetapi, saat ini Yin Chu sedang kelaparan karena tak ada siapapun yang mendatangi tempatnya ditambah lagi, saat dia tahu kalau aku sudah mati. Dia semakin liar dan akan memakan siapapun yang menghalanginya.”
Yun Weixian terdiam dan menunggu jawaban darinya.
”Kau bunuh saja Yin Chu yang ada di sana.” lanjut Fu Zhengyang yang berhasil mengejutkan Yun Weixian.
”Mengapa kau mudah sekali untuk mengatakannya? Apakah kau tidak menginginkannya lagi?” tanya Yun Weixian.
Fu Zhengyang tersenyum tipis dan menjawab, ”Yang aku inginkan hanyalah sebuah ketenangan. Aku tak peduli dengan apa yang terjadi di luar sana.”
”Bagaimana kau bisa mengatakan ini? Sejak awal kaulah yang sudah membuat masalah sebesar ini dengan melibatkan keturunanmu sendiri dan sekarang, kau ingin melibatkanku?” bentak Yun Weixian.
”Oh? Kau tidak ingin terlibat dalam masalah ini?” tanya Fu Zhengyang yang langsung beranjak dari kursinya dan menatap Yun Weixian dengan dingin. ”... Kau benar. Mungkin, aku harus bertanggung jawab dengan semua kekacauan yang aku buat ini meskipun, Luo Hein akan marah padaku karena sudah mengusik reinkarnasinya.”
__ADS_1
Yun Weixian tampak waspada setelah melihat Fu Zhengyang terus berjalan mendekatinya. Dan saat keduanya telah berpapasan dengan Fu Zhengyang yang langsung menepuk pundaknya, Fu Zhengyang berbisik, ”... Berikan tubuhmu padaku dan aku akan menyelesaikan masalahku sampai tuntas.”