
Tiga hari kemudian, Shin Yixuan menatap ke arah sebuah mayat yang berada di tengah kota. Saat itu, ia memaksa Shin Buyen untuk ikut dengannya pergi ke kota. Alhasil karena ia tak berhenti merengek di depannya, Shin Buyen terpaksa membawanya juga meskipun sebenarnya, ia sangat cemas jika Putranya dilihat oleh orang-orang di kota.
Tetapi, saat ia akan membeli daging, ia malah kehilangannya.
Shin Yixuan menyentuh kepala mayat tersebut dan memperhatikannya selama beberapa saat. Yang dilakukannya ini sangat membuat seluruh penduduk yang menyaksikannya hanya diam karena heran. Beberapa dari mereka sudah memperingatkannya tetapi, Shin Yixuan tetap menyentuh mayat tersebut menggunakan tangannya.
Tak ada perasaan takut dalam benaknya. Semua ini dilakukannya karena ia merasa penasaran dengan mayat yang tergeletak di tengah jalan.
”Tanpa darah dan jantung. Sepertinya Ayah membunuhnya lagi. Tapi, apa kesalahannya? Mengapa dia harus dibunuh dengan cara seperti ini? Bukankah kematian itu terasa sangat menyakitkan meskipun hanya sebentar? Apakah Ayah tidak pernah berpikir seperti apa rasa sakit kematian itu?” batin Shin Yixuan yang memikirkannya. Ia kemudian menyentuh darah yang berada di kepala mayat dan mencoba untuk mencicipinya.
Akan tetapi, sebuah bayangan hitam langsung melesat ke arahnya dan menahan tangannya agar tidak mencicipi darah yang sudah kotor dan berbau.
”Yixuan! Apa yang kau lakukan di sini? Jangan dekati mayat ini!” seru Shin Buyen yang telah berdiri di sebelahnya dengan gerakan yang cukup cepat.
Shin Yixuan tertawa kecil dan berkata, ”Aku hanya melihat-lihat saja. Mayat laki-laki ini membuatku penasaran. Keluarganya pasti tidak jauh di sini namun, mereka tidak ingin mengakuinya karena dia dianggap sebagai beban keluarga. Menghirup aroma tubuhnya saja aku sudah tahu kalau dia adalah pemabuk yang berat dan setiap hari ia selalu berkunjung ke rumah para gadis. Pantas saja tidak ada seorangpun yang mau mengangkut mayatnya karena dia orang jahat.”
Sedetik kemudian, seluruh penduduk di sana tampak terkejut dan tak menyangka dengan kemampuan bicaranya. Bagaimanapun juga, dia hanyalah anak berusia lima tahun. Tetapi, bicaranya sudah seperti orang dewasa yang sedang menyelesaikan masalahnya.
”Kau ini bicara apa Yixuan! Ayo kita pulang!” ucap Shin Buyen sambil menarik Shin Yixuan pergi.
Shin Yixuan mencoba untuk melepaskan tangannya sambil berkata, ”Tapi, aku ingin tetap di sini! Ada sesuatu yang aku inginkan!” ucapnya.
__ADS_1
”Bukankah yang kau inginkan hanyalah bermain-main di tempat ini?” ucap Shin Buyen.
”Bukan! Sesuatu yang lain!” celetuk Shin Yixuan yang berusaha melepas tangannya.
Tak berselang lama, muncul puluhan pasukan kekaisaran yang berjalan di depan mereka. Pasukan-pasukan ini enggan untuk memilih jalan lain dan akan menghantam apapun yang menghalangi jalan mereka. Bahkan sebuah keranjang bambu yang tak sengaja terjatuh, sudah diinjak-injak sampai hancur tak berbentuk. Begitu juga dengan mayat laki-laki yang berada di tengah jalan. Mereka semua seperti manusia tanpa hati dan membiarkan mayat tersebut diinjak-injak oleh mereka.
”Lihatlah! Mereka adalah pasukan dari Yang Mulia Kaisar Xu!”
”Ku dengar mereka seperti manusia tanpa hati yang dikendalikan oleh amarah Kaisar. Mereka bahkan tega menginjak-injak benda apapun yang menghalangi jalan mereka dan bahkan mayat laki-laki tadi juga sudah menjadi korbannya.”
Setelah melihat dan mendengar bisikan dari para penduduk desa yang saling berbicara, Shin Buyen menatap kembali ke arah Shin Yixuan. Namun, ia merasa aneh dengan pegangannya saat ini. Ia pikir, Shin Yixuan masih memegang tangannya. Akan tetapi, dengan memanfaatkan keramaian yang ada, Shin Yixuan membuat Ibunya sendiri menggandeng sebuah ranting kayu yang memiliki ukuran sama seperti pergelangan tangannya.
”Menghilang lagi. Sekarang aku harus mencarinya dimana?” gumam Shin Buyen yang terlihat kesal.
”Ada banyak orang dan mereka memakai pakaian yang sangat sederhana. Tetapi, mengapa sebagian orang memakai pakaian yang mewah dan elegan?” gumam Shin Yixuan yang memikirkannya.
”Tuan muda, apakah kau tersesat?” tanya seorang pelayan wanita yang berdiri di belakangnya.
Shin Yixuan langsung menatapnya dengan bingung. Ia menatap sekeliling dan melihat ada begitu banyak orang yang memakai pakaian sama seperti wanita ini.
”Kakak pelayan di Istana ini?” tanya Shin Yixuan.
__ADS_1
”Itu benar Tuan muda. Adakah sesuatu yang Anda butuhkan saat ini?” tanya pelayan.
”Meskipun hidup di istana yang megah, apakah kakak harus melayani siapapun yang berada di sini?” tanya Shin Yixuan.
Pelayan itu terkejut setelah mendengar pertanyaannya. Ia terdiam selama beberapa saat dan kedua tangannya mendadak gemetar saat Shin Yixuan sedang menatapnya. ”... Tentu saja Tuan muda. Semua itu adalah pekerjaanku. Aku hidup untuk melayani anggota kerajaan yang ada di sini.” jawabnya.
Shin Yixuan kembali menatap sekeliling. Ia melihat ada seorang wanita cantik dengan pakaian dan rambut yang berhiaskan emas dan berlian. Sedangkan, saat ia berada di desa, ia tak melihat ada yang memakai pakaian semewah itu. Semuanya terlihat sederhana dengan pakaian lusuh yang sudah berlubang. Tidak sedikit beberapa dari mereka tidak memiliki tempat tinggal dan memutuskan untuk tinggal di jalanan. Selain itu, ada banyak penduduk yang kelaparan karena tak memiliki uang untuk makan.
”Pakaian apa yang mereka gunakan itu? Mengapa begitu bersinar dan terlihat mahal?” tanya Shin Yixuan sambil menunjuk ke arah wanita yang ternyata adalah salah satu selir kerajaan. ”... Emas yang menggantung di leher dan di telinga mereka bisa membahagiakan orang yang ada di kota. Istana semakin luas tetapi, ada banyak orang yang tak memiliki tempat tinggal. Katanya ini untuk menjaga wilayah mereka dari serangan kerajaan lain. Tetapi, jika ada banyak penduduk yang sengsara dan tak berpihak pada Yang Mulia Kaisar, bukankah hal itu sangat percuma dilakukan? Tidak adil jika anggota kerajaan bisa hidup makmur sedangkan rakyatnya hidup sengsara.”
Mendengarnya membuat pelayan itu semakin ketakutan. Tatapannya terkejut dan kedua tangannya kembali bergetar. ”... Tuan muda tidak pantas mengatakan hal itu di depan Kaisar. Tolong jangan katakan itu lagi di depan anggota kerajaan.” ucap pelayan.
”Apa yang dia katakan? Anak siapa ini?” tanya selir kerajaan yang sebelumnya ditunjuk oleh Shin Yixuan.
Pelayan itu tampak sangat ketakutan dan langsung berjalan mundur menjauhinya. ”... Mohon ampuni pelayan ini, Yang Mulia. Hamba menemukan anak ini di sini jadi, hamba mencoba berbicara dengannya.” ucapnya dengan penuh ketakutan.
Shin Yixuan mulai menatap ke arah selir kerajaan yang sedang menatapnya dengan dingin. Ia tahu kalau wanita inilah yang ditunjuk olehnya. Namun, ia tetap mencoba untuk tidak mengenalnya.
”Aku tidak pernah melihatmu! Kau pasti adalah penyusup kan?!” ucap selir tersebut. ”Kau mengatakan apa tadi? Hanya anggota kerajaan yang hidup makmur sedangkan rakyat hidup sengsara? Beraninya kau mengatakan hal ini di dalam istana.”
Setelah mengatakannya, selir tersebut langsung menampar wajah Shin Yixuan hingga membuatnya hampir terjatuh ke belakang. Tatapannya terlihat sangat marah dan suara dentingan gelang emasnya begitu terdengar di telinganya.
__ADS_1
”Ku harap Yang Mulia Kaisar memberikanmu hukuman mati!” ucapnya sambil mengangkat tangannya kembali dan mencoba untuk menampar wajah Shin Yixuan. Namun, sebuah gerakan tangan yang begitu cepat, langsung menampar wajah selir tersebut hingga membuatnya jatuh ke samping.
”Kau pikir wanita lac*r sepertimu pantas menyentuh wajah Putraku?!” ucap Shin Buyen yang terlihat sangat marah sambil menggandeng tangan Shin Yixuan kembali. Wajah dari selir itu pun mengeluarkan darah dan membuat seluruh pelayan di sana sangat terkejut ketika melihatnya.