
Beberapa saat sebelumnya, Shin Yixuan tengah berhadapan dengan Luo Hein yang sudah menunggunya di depan kuil Tanhua. Tanpa pedang yang terhunus ke arahnya, Shin Yixuan sibuk memikirkan dengan kejadian yang akan terjadi setelah ini. Ia sangat tahu kalau ia harus segera menepati janjinya 6 tahun lalu. Tetapi, ia mungkin sangat ketakutan untuk saat ini.
”Kau takut untuk menepati janjimu? Tidak apa, kau tidak perlu melakukannya. Aku hanya akan mengambil tubuh adikmu saja.” ucap Luo Hein yang duduk di atas tangga bangunan kuil tersebut.
”Tidak akan pernah!” jawab Shin Yixuan. ”... Aku sudah berjanji dan aku tidak boleh mengingkarinya. Di usianya saat ini, ia belum pernah melihat wajah Ayahnya langsung apalagi bergerak untuk melindunginya. Dia sangat berbeda denganku saat aku seusianya. Furong sudah cukup mengalami kesepian! Aku tidak boleh membuatnya menderita lebih dari ini.” lanjutnya sambil mengeluarkan pedangnya.
Luo Hein menyeringai. Melihat Shin Yixuan mengeluarkan pedangnya membuat Luo Hein merasa tertantang. Shin Yixuan yang baru berkultivasi selama 11 tahun, tidak mungkin bisa mengalahkannya yang sudah berkultivasi selama ratusan tahun. Kemungkinan Shin Yixuan bisa menang hanyalah 0,0001 persen dan sisanya adalah kemenangan telak yang akan didapatkan oleh Luo Hein.
”Kau mencoba melawanku meskipun kau tahu siapa yang akan menang?” tanya Luo Hein sambil menatapnya dengan sinis.
Shin Yixuan menguatkan pegangan pedangnya. ”... Aku melakukan ini untuk menghilangkan seluruh ketegangan dalam dirimu.” jawabnya.
Luo Hein memberi jeda sebelum ia menjawab, ”Baiklah. Kita lihat seberapa kuat kemampuanmu kali ini.” ia langsung melakukan serangan pertamanya dengan menendang kepala Shin Yixuan dalam satu gerakan cepat!
Shin Yixuan menyilangkan kedua tangannya dan menahannya dengan sekuat tenaga. Kaki kanannya berbelok dan ia pun langsung melompat menjauhinya. Shin Yixuan mendarat di atas dahan pohon, bersiap untuk melakukan serangan menggunakan pedangnya. Dan saat waktunya tiba, ia melompat dari atas dahan pohon ke arah Luo Hein yang sudah menunggunya.
Sisi tajam pedang yang mengarah padanya berhasil ditahan dengan hanya menggunakan kedua jarinya saja. Hal itu tentu membuat Shin Yixuan terpojok karena jika ia menggerakkan pedangnya, pedang itu akan patah menjadi dua. Tidak ada pilihan selain mengandalkan kaki kanannya yang bergerak untuk menendang perut Luo Hein. Dan begitu pertahanannya mengendur, Shin Yixuan segera menarik pedangnya dan bergerak menjauhinya.
”Aku ingat aku pernah melakukan ini.” batin Shin Yixuan yang langsung menghentakkan kedua telapak tangannya di atas tanah. Sedetik kemudian, muncul ratusan benang putih yang keluar dari dalam tanah.
__ADS_1
Benang-benang putih itu langsung melesat ke arah Luo Hein dengan gerakan cepat. Bersamaan dengan hal itu, Luo Hein juga ikut bergerak ke arahnya untuk melakukan serangan. Tetapi, saat benang-benang putih akan menyentuh ujung kepalanya, sebuah penghalang tak terlihat muncul dan langsung menghancurkan benang-benang putih!
Shin Yixuan tak memiliki pilihan selain menahannya dengan pedangnya sendiri. Saat pukulan itu tepat mengenai sisi tajam pedangnya, muncul sebuah retakan yang akan menghancurkan pedangnya. Benar saja, tak sampai lima detik, pedangnya patah menjadi dua sehingga, dirinya harus terhempas ke belakang sampai menumbangkan beberapa pohon di sana.
Akh!
Shin Yixuan memuntahkan seteguk darah setelah beberapa tulang rusuknya patah. Ia mencoba untuk berdiri kembali dengan berpegangan pada pohon di sebelahnya. Ia menyeka darah di bawah bibirnya dan memperhatikan Luo Hein yang telah berdiri di depannya.
Shin Yixuan menghela nafasnya selama beberapa kali. Luo Hein terus berjalan mendekat ke arahnya seperti penagih hutang. Bergerak ke belakang, hanya akan membuatnya bertemu dengan yang lain. Ia pun tak memiliki pilihan lain untuk segera bergerak maju ke depan dan kembali ke tempat pertarungan awal mereka. Ia bersiul, kemudian muncul sebuah landak raksasa yang langsung menimpa tubuh Luo Hein hingga membuat pandangannya tertutupi oleh debu.
Melihat sebuah peluang, Shin Yixuan segera bergerak menjauhi tempat tersebut dan kembali ke kuil. Namun, baru berlangsung beberapa puluh langkah dari tempatnya, Luo Hein sudah membunuh landak raksasa tadi menggunakan akar-akar pohon yang muncul dari dalam tanah.
Beberapa saat setelahnya, ia pun akhirnya sampai di depan kuil dan kembali menghunuskan pedangnya yang telah patah. Nafasnya begitu terengah-engah meskipun ia hanya melakukan beberapa serangan dan pertahanan yang berujung sia-sia. Saat ini, ia membayangkan betapa enaknya membaringkan tubuh di atas tempat tidur yang halus dan hangat dengan kue kering yang ada di atas mejanya. Tetapi, tampaknya ia tidak bisa menikmati hal itu sekarang.
HAH?!
Shin Yixuan terkejut setelah ia kedatangan serangan mendadak yang datang dari arah samping! Ia langsung menahan pukulan tangannya dengan pedang. Tetapi, lagi-lagi pedang itu patah hingga menyisakan pegangannya saja. Ia pun segera bergerak menjauhinya namun, tampaknya Luo Hein ingin segera mengakhiri pertarungan ini.
Ketika ia baru saja mendarat di atas tanah, tiba-tiba saja sebuah tangan menusuk dada kirinya dan langsung mencengkeram jantungnya dari dalam. Shin Yixuan terkejut begitu melihat darahnya sendiri menetes keluar dari dalam tubuhnya. Seketika, mulutnya membisu dan tidak bergerak seperti orang mati.
__ADS_1
”A- Ayah,...” rintih Shin Yixuan dengan mulutnya yang bergetar karena menahan sakit.
Saat menusuknya dengan tangannya sendiri, Luo Hein terlihat sangat sedih bahkan sampai menangis. Ia membisu. Takut dengan apa yang sudah dilakukannya saat ini. ”... M- maaf. Aku sangat meminta maaf.” ucap Luo Hein dengan pelan. Beberapa detik setelahnya, ia pun mencabut jantungnya keluar dan langsung memakannya.
Hal itu bahkan terjadi tepat di depan mata Shin Buyen yang baru saja sampai ke tempat tersebut. Ia tak sanggup melihat pemandangan ini. Kini, tubuh Shin Yixuan tergeletak di tanah dengan lubang yang ada di dada kirinya. Darah pun turut menyertai kematiannya yang begitu mengerikan.
Saat itu juga, Shin Buyen langsung jatuh terduduk dengan matanya yang terbelalak karena sedih melihatnya. ”... Apa yang sudah kau lakukan padanya?” tanya Shin Buyen dengan penuh tekanan.
Setelah Luo Hein selesai memakannya, perhatiannya langsung tertuju pada Shin Buyen yang sedang duduk di sana. Tidak hanya itu, ia juga melihat Shu Ye dan Shin Furong yang berada tidak jauh dari tempat tersebut. Jelas sekali kalau saat ini, Shu Ye sedang berusaha untuk menenangkan Shin Furong yang menangis keras begitu ia melihat kejadian tersebut.
Luo Hein memandangnya tanpa ekspresi dan menjawab, ”Menurutmu apa? Tentu saja membunuh Putramu dan memakan jantungnya yang sangat manis.” ucapnya diakhiri dengan senyum seringai. ”... Sejak dulu, kau memang tidak pernah mengerti. Aku membutuhkan seseorang yang bisa dipercaya untuk mewarisi singgasanaku. Dan tujuanku menikahimu adalah untuk ini. Kau pasti tidak akan pernah percaya kalau akulah yang akan membunuh darah dagingmu sendiri. Sekarang saksikanlah akibatnya! Seharusnya kau bisa menolak ku saat aku menawarkan tawaran itu padamu ketika kau membunuh keluargamu sendiri!”
Shin Buyen berdecak kesal. Ia memegang sebuah pisau belati di tangan kanannya dan langsung berdiri menghadap ke arah Luo Hein. Tatapannya terlihat sangat marah saat ia berteriak, ”Aku akan membunuhmu!”
Ia langsung bergerak menyerang ke arah Luo Hein. Tetapi, muncul sebuah akar pohon yang langsung menahan kedua tangan dan kaki Shin Buyen hingga membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.
Setelah melakukannya, Luo Hein berjalan menghampiri Shin Yixuan yang sudah berubah menjadi mayat. Ia menyeringai. Lalu, tangannya bergerak untuk menunjukkan pada Shin Buyen wajah menyedihkan Shin Yixuan ketika dia bertemu dengan kematiannya.
”Ingatlah baik-baik wajah dari Putramu ini! Kau tidak akan pernah bertemu dengannya lagi untuk selama-lamanya!” ucap Luo Hein sambil menatap Shin Buyen dengan sinis.
__ADS_1
Kesal karena ucapannya, Shin Buyen segera memunculkan sebuah ular besar di belakangnya. Seolah mencoba untuk menghindari pertarungan, Luo Hein langsung mengibaskan jubahnya dan setelah itu ia pun menghilang dari hadapannya bersama dengan Shin Yixuan!