Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 28 - MENAWAR


__ADS_3

Cahaya ungu yang jatuh dari langit memiliki kekuatan yang cukup besar bahkan bisa melumpuhkan kelima Indera orang biasa. Suara petir yang menyertainya, membuat pendengaran mereka semakin tuli dan membisu karena tak bisa melihat apapun. Shin Yixuan hanya terdiam dengan raut wajahnya yang tampak ketakutan sekaligus terkejut. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang sampai pada akhirnya, cahaya tersebut berhenti dan menghilang dari pandangan.


Kini Luo Hein tengah berdiri di tempat yang sama. Meskipun ia terlihat tegap, ia tak bisa menyembunyikan kedua kakinya yang terlihat gemetar dan mulutnya yang memuntahkan seteguk darah. Di tubuhnya, terdapat luka bakar yang tidak sedikit meskipun tertutup dengan pakaiannya yang lebar dan berwarna hitam. Warna matanya semakin memudar dan tampak mendung seperti orang yang akan mati.


Salah satu Dewa tertawa lepas begitu melihat hasilnya. Ia membanting tombaknya di atas awan dan berkata, ”Nikmatilah sisa hidupmu yang hanya bersisa penderitaan!” ucapnya sambil memandangnya dengan sinis.


Setelah semuanya terjadi begitu cepat dan menyakitkan, ketujuh Dewa ini pun pergi bersama dengan awan mendung yang datang bersama mereka. Ketika langit telah berubah menjadi biru dan putih bersama awan yang tersisa, Luo Hein akhirnya jatuh berlutut di tempatnya tadi tanpa menghiraukan kotor atau tidaknya.


Tanpa memikirkannya, Shin Yixuan segera berlari menghampirinya dan mengabaikan peringatan yang selalu diisyaratkan oleh Guanyun. Wajahnya terlihat sedih karena ia tahu kalau hukuman itu sangat menyakitkan untuknya. Dia pasti terluka sangat parah dan membutuhkan seseorang untuk mengobati lukanya.


”Ayah! Mengapa kau tidak menghindarinya? Lukamu sangat parah.” ucap Shin Yixuan dengan cemas sambil mengamatinya.


Luo Hein terdiam sambil memegangi dada kirinya yang nyaris saja berlubang karena serangan tersebut. Tampaknya, jantungnya telah berubah menjadi potongan-potongan kecil yang bisa membuat kehidupannya berakhir dengan cepat.


Seolah tak menghiraukan Shin Yixuan yang berdiri di depannya, Luo Hein mencoba untuk berdiri dan berjalan menuju suatu tempat dengan berdarah-darah. Shin Yixuan sendiri merasa curiga karena saat ini langkah yang dituju oleh Luo Hein menuju ke rumahnya.


”Tunggu! Ayah! Jangan pergi sendirian!” seru Shin Yixuan yang langsung berlari menghampirinya dan menghalangi langkahnya.


Luo Hein menghentikan langkahnya dan menatap Shin Yixuan dengan tatapan kosong. Ia merasa kedua kakinya akan putus dan seluruh organnya akan bergerak keluar dari dalam mulutnya. Ini adalah pertama kali baginya dan ia juga terlalu meremehkannya. Pada akhirnya, ia menjadi satu-satunya Raja Iblis yang tidak bisa berumur panjang seperti Raja yang lain.


”Jangan menghalangiku.” ucap Luo Hein sambil mendorong Shin Yixuan ke samping. ”... Aku harus mendapatkan tubuh adikmu.”

__ADS_1


Mendengar hal ini, jelas-jelas membuat Shin Yixuan merasa sangat terkejut dan menahan ekspresinya. Ia langsung menatap ke arah Luo Hein yang berjalan menuju rumahnya dengan tertatih-tatih.


Tak memikirkan bahaya yang mungkin akan terjadi, lagi-lagi Shin Yixuan menghalangi jalannya sehingga membuat langkahnya terhenti di tempat. ”Jangan ambil Furong dariku! Aku mohon!” ucap Shin Yixuan dengan wajahnya yang terlihat serius sekaligus takut padanya.


”Jika kau tidak ingin mati, jangan menghalangi langkahku!” bentak Luo Hein yang kembali berjalan melewatinya. Akan tetapi, tampaknya Shin Yixuan tak akan pernah membiarkannya begitu saja dan akan tetap menghalanginya meskipun Luo Hein berulang kali mengatakan ancaman.


”Aku tidak akan membiarkannya! Ayah bahkan belum pernah melihatnya dan Ayah sudah ingin mengambil tubuhnya?!” ucap Shin Yixuan dengan keras sambil menatapnya.


”Apakah kau ingin mati?!” tanya Luo Hein sambil mengeraskan kepalan tangannya.


”Jika itu bisa menyelamatkan Furong, aku merasa tidak keberatan. Bunuh saja aku dan ambil tubuhku! Aku tidak akan menghalangimu asalkan kau membiarkan Furong tetap hidup.” ucap Shin Yixuan tanpa memikirkannya lebih dulu.


Shin Yixuan mulai khawatir. Langkahnya mematung di depannya dan tak berkata sama sekali. Ia juga takut dengan kematian yang akan menimpanya. Meskipun begitu, ia sadar kalau semua ini adalah kesalahannya. Jika saja ia tidak pernah pergi dari rumah, apakah mungkin hal ini tidak terjadi?


”Ambil aku saja. Jangan libatkan Furong dalam hal ini. Dia masih belum bisa menatap dunia luar yang begitu luas. Lagipula, aku merasa sudah cukup untuk melihatnya. Jika aku yang mati, tak akan ada kesedihan yang berkepanjangan. Jadi, ambil aku saja. Aku tidak akan menghalangimu.” ucap Shin Yixuan dengan kedua tangan yang gemetar ketakutan.


Luo Hein tak berekspresi dan membisu selama beberapa saat. Ketika ia ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja ia jatuh berlutut dan kembali memuntahkan seteguk darah. Ia merasa sangat terbakar dan tak bisa bergerak selama beberapa saat.


Shin Yixuan langsung berlari menghampirinya dan berkata, ”Luka Ayah sudah sangat parah. Sebaiknya diobati lebih dulu.”


”Tunggu!” celetuk Luo Hein. ”Kau sungguh ingin mati untuk adikmu?”

__ADS_1


Shin Yixuan terdiam dan kemudian menganggukkan kepalanya meskipun ada sedikit keraguan dalam benaknya.


Tak lama setelahnya, Luo Hein mendekatkan mulutnya ke depan telinga Shin Yixuan dan mengatakan sesuatu untuknya. ”Kalau begitu bersiaplah! Mungkin ini akan sedikit menyakitkan dari apa yang kau kira.” bisiknya.


Shin Yixuan menelan ludah dan tubuhnya seketika menegang. Saat itu terjadi, tiba-tiba saja Luo Hein menggigit lehernya dan mengambil sesuatu yang ada di dalam tubuhnya. Dan begitu menyadarinya, Shin Yixuan mengerang kesakitan sambil mencengkram pakaian Luo Hein dengan sangat kuat. Lalu, tanpa sadar gumpalan darah itu mulai keluar dari dalam tubuhnya sehingga, kesadarannya pun semakin terganggu karenanya.


”Aku akan datang kembali untuk mengambilnya. Dan saat itu terjadi, kau harus siap untuk menerima kematian.” bisiknya.


***


”HAHH!”


Luu Houyi tiba-tiba saja terbangun di dalam sebuah kamar yang terdengar sunyi. Ia merasa kalau ia baru saja mendapatkan sebuah mimpi yang sangat buruk bahkan sampai membuatnya ketakutan. Nafasnya terengah-engah dan tubuhnya tidak berhenti mengeluarkan keringat dingin. Sadar kalau ada sesuatu yang aneh di sini, ia pun segera berlari keluar.


Namun, saat ia membuka pintunya, langkahnya seketika terhenti saat melihat Shin Yixuan yang sedang berdiri di sana dengan membawa sebaskom air hangat dan kain putih yang masih bersih.


Shin Yixuan juga ikut terkejut setelah melihat Luu Houyi membuka pintunya. Dengan cepat, ia segera merubah ekspresinya dan berkata padanya, ”Paman Luu tidak sadarkan diri selama tiga hari karena terjatuh dari atas tebing dan aku kemari untuk membasuh Paman Luu.”


Luu Houyi terdiam dan merasa ada sesuatu yang aneh dari perkataannya. Rasanya ia baru saja mencekiknya dan bahkan hampir membunuhnya di depan makam muridnya sendiri. Ia pun tampak pusing dan langsung bersandar pada ambang pintu di sebelahnya.


”Paman Luu! Kau baik-baik saja?” tanya Shin Yixuan yang tampak mencemaskannya. Lagi-lagi setelah Luu Houyi mendapatkannya, kesadarannya pun memudar hingga membuatnya terjatuh ke depan dan membuat Shin Yixuan harus menahannya sampai-sampai ia menjatuhkan baskom airnya.

__ADS_1


__ADS_2