
Malam harinya, Shin Yixuan duduk di halaman depan rumahnya. Ia sedang menunggu Luo Hein yang tidak kunjung pulang sejak siang tadi. Ia tampak cemas karena sebelumnya, ia melihat Luo Hein telah membunuh Yang Mulia Kaisar di hadapan semua orang. Ia takut Luo Hein akan dikejar oleh banyak orang yang ingin membunuhnya karena uang dan juga dendamnya.
”Yixuan? Kau masih berada di sana? Kau tidak ingin masuk ke dalam?” tanya Shin Buyen yang berdiri di depan pintu masuk.
Shin Yixuan menoleh sedikit ke arah Shin Buyen dan menjawab, ”Tidak. Aku akan menunggu Ayah di sini sampai dia kembali. Aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi. Ayah sudah membunuh banyak orang yang tidak bersalah sedangkan Raja Iblis yang lain tidak pernah membunuh manusia sebanyak itu. Aku pikir, langit pasti sangat marah padanya dan akan segera menghukumnya.”
”Kau tidak perlu mencemaskannya. Semua pasti akan baik-baik saja.” ucap Shin Buyen yang memutuskan untuk duduk di sebelahnya sambil menepuk kepalanya.
Shin Yixuan menatapnya tanpa ekspresi dan bertanya, ”Mengapa Ibu menikahi Ayah? Apakah saat itu Ibu tidak tahu kalau Ayah adalah Raja Iblis yang membunuh banyak manusia?”
Shin Buyen merasa terkejut setelah mendengarnya. Sebentar, ia tenggelam dalam pikirannya sendiri saat masih menatap ke arah Shin Yixuan. Tak lama setelahnya, ia kemudian menurunkan pandangannya dan menunjukkan senyum tipisnya.
”Aku juga tidak tahu. Kejadiannya terjadi begitu cepat. Aku sudah bertemu dengan Ayahmu saat usiaku sepuluh tahun. Lalu, kami berpisah selama 12 tahun dan aku bertemu lagi saat aku sedang membunuh keluargaku sendiri.”
***
10 Tahun lalu, wilayah Shuyu, kota Nanxin.
Di dalam sebuah kediaman luas, terdapat ratusan mayat manusia yang mati dengan cara berbeda. Tetapi, kebanyakan dari mereka semua mendapatkan luka gigitan ular yang sangat beracun dan beberapa dari mereka ada yang dimakan oleh ular raksasa milik Shin Buyen.
Saat itu, usianya masih berumur 22 tahun. Keluarga Shin adalah keluarga terkuat yang ada di wilayah Shuyu dan juga keluarga yang paling ditakuti oleh dunia. Orang-orang menyebut mereka sebagai keluarga Monster karena sebagian besar dari mereka mampu mengendalikan hewan-hewan sihir dan menjadikan hewan sihir tersebut sebagai peliharaan milik mereka.
Namun, karena kekuatan itulah ada banyak keluarga yang ingin menjatuhkan mereka. Tetapi, kemampuan mereka tidaklah sebanding sehingga membuat mereka semua terbunuh, terkoyak oleh cakar besar milik hewan buas.
__ADS_1
Suatu hari, keluarga Shin berencana untuk menguasai seluruh kota yang ada di wilayah Shuyu. Mereka akan mengadakan perang dan membunuh siapapun yang berani menghalangi mereka.
Shin Buyen sudah cukup lelah dengan pembunuhan yang selalu dilakukan oleh keluarganya sendiri. Setidaknya, ia harus melihat mayat di dalam rumahnya setiap hari dan bahkan mereka tak segan untuk saling membunuh jika salah satunya tidak menyetujui keputusan pemimpin.
Keluarga macam apa yang hanya mengikuti satu suara sedangkan yang lain harus membisu saat pedang berada di depan leher mereka?
Pada malam harinya, saat semua orang sedang tertidur, Shin Buyen berdiri diantara kegelapan dengan ratusan ular yang telah bersembunyi di dalam tanah. Ia melakukan ini secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan orang lain.
Ular yang berjalan di dalam tanah terus merayap masuk ke dalam satu-persatu kamar yang berada di sana. Ular yang sangat beracun itu menggigit kaki mereka dan mengalirkan racun ke dalam tubuhnya. Mereka yang tak menyadarinya akan mati secara perlahan tanpa merasakan sakit. Racun itu akan melumpuhkan seluruh pergerakan mereka dan membuat mereka bisu. Ini adalah sebuah kematian yang sangat tenang tanpa ada satupun orang yang berteriak kesakitan.
Namun, saat ia hampir berhasil membunuh semuanya, orang-orang yang ada di sana langsung berkumpul ke kamarnya dengan pedang yang saling dihunuskan ke arahnya.
Mereka sangat marah karena tak menduga Shin Buyen akan mengkhianati mereka sampai seperti ini. Kini, ia hanya bisa menunggu hukuman mati yang akan dijatuhi untuknya. Akan tetapi, Shin Buyen menolak untuk berhenti dan tetap akan membunuh seluruh keluarganya.
”Kotor! Kalian semua kotor sekali! Berterima kasihlah karena akulah yang akan membersihkan dunia ini dari kotoran seperti kalian!”
”Pengkhianat! Kami akan segera membunuhmu!” seru seorang pemuda.
Seekor elang besar muncul dari atas langit dan langsung mencabik-cabik tubuh ular yang sedang menghancurkan sebagian besar dari kediamannya. Shin Buyen tak sepenuhnya mengandalkan seluruh hewan sihirnya. Ia mengeluarkan pisau belati dari balik pakaiannya dan mulai membunuh orang-orang yang ada di sana.
Darah terciprat dimana-mana bahkan sampai mengenai wajahnya. Saat itu, semua orang bergerak bersama untuk menyerang ke arahnya. Namun, tiba-tiba saja tubuh mereka terhempas seperti didorong olehnya padahal, saat itu langit tidak sedang berangin.
Shin Buyen berlari keluar dan membunuh siapapun yang berpapasan dengannya. Tetapi, saat ia melakukannya, sebuah anak panah melesat ke arahnya dan tanpa diduga anak panah tersebut langsung menembus punggung dan bahu kanannya.
__ADS_1
Tatapannya langsung menyorot ke arah seorang pemuda yang bersembunyi di balik pintu yang masih tertutup. Dan saat itu juga, ia melemparkan pisau belati ke arahnya hingga pisau tersebut menembus kepala pemuda yang telah menyerangnya.
Tetapi. Setelah ia membunuhnya, sebuah pedang menembus dadanya hingga darah pun bercucuran keluar dan membasahi pakaiannya. Shin Buyen langsung terduduk di tempatnya dan mencoba menahan darah yang terus keluar dari dalam tubuhnya.
”Dasar pengkhianat! Lihat saja apa yang akan kami lakukan padamu!”
Saat pedang akan bergerak kembali ke arahnya, sekelebat bayangan muncul dan langsung menghancurkan pedang yang hampir membunuhnya.
Sesosok pemuda tinggi dan memakai jubah hitam langsung berdiri tepat di depannya. Semua orang tampak bingung dan mereka tak berhenti menatap ke arah pemuda yang muncul secara tiba-tiba. ”Siapa pemuda ini? Beraninya dia memanggil bala bantuan!”
Shin Buyen langsung menatap punggung pemuda tersebut. Tatapannya terlihat sangat terkejut karena ia merasa tak memanggil siapapun untuk membantunya.
”Apakah mereka yang sudah mengganggumu?” tanya pemuda.
Shin Buyen terdiam dan merasa bingung dengan pertanyaannya. Lalu, pemuda itu berkata kembali, ”Begitu, ya? Kau takut menjawabnya? Kalau begitu, aku akan membunuh mereka semua untukmu.”
Sedetik kemudian, pemuda itu menghilang lalu, terdengar suara ketakutan dan teriakan yang keluar dari mulut setiap orang yang ada di sana. Darah seperti akan membanjiri tempat tersebut dan menutupinya dengan warna merah meronanya.
Orang-orang yang mengepungnya mati dengan kepala yang terlempar jauh dari tempatnya. Melihat keadaan yang sudah berbalik, Shin Buyen segera berdiri kembali untuk melihat apa yang sedang terjadi di sini. Kedua kakinya melewati begitu banyak mayat yang berada bawahnya.
Tak lama setelahnya, ia pun akhirnya bertemu dengan pemuda yang sebelumnya telah membunuh seluruh keluarganya sampai seperti ini. Ia pun bertanya, ”Mengapa kau ingin membunuh mereka? Kau memiliki dendam pada kami?”
Pemuda itu menatap ke arahnya dan menjawab, ”Tidak ada. Aku hanya sedang mencari seseorang di sini.”
__ADS_1
Shin Buyen menatapnya dengan serius dan bertanya, ”Setelah pergi, apakah kau akan membunuhku juga?”
Pemuda itu tersenyum seringai dan berjalan mendekatinya. ”Mengapa harus melakukannya? Justru kaulah yang aku cari selama ini.”