Pewaris Raja Iblis

Pewaris Raja Iblis
CHAPTER. 62 - ANAK KEMARIN SORE


__ADS_3

10 Tahun Kemudian.


”Yang mulia. Kutukannya semakin menyebar. Apakah Anda yakin baik-baik saja?” tanya Guju setelah ia melihat punggung Shin Yixuan yang dipenuhi dengan garis hitam dan merah. Garis-garis ini adalah kutukan yang diberikan oleh Lu Yuan padanya setelah pertarungan tiga hari yang dilakukan olehnya sendiri ketika kematian Shu Ye terjadi.


Shin Yixuan tersenyum tipis sambil memakai jubahnya kembali. ”... Aku baik-baik saja. Aku yakin kutukan ini tidak akan terasa sakit jika aku mengabaikannya.” jawabnya.


”Tapi, Yang Mulia. Kutukan itu harus segera dihilangkan karena jika tidak, kutukan itu akan terus menyebar dan Anda akan mati.” jelas Guju.


”Tidak ada cara untuk menghilangkannya. Aku rasa aku hanya bisa menahannya untuk waktu yang sangat lama.” ucap Shin Yixuan sambil memakai pakaiannya kembali dan memakai jubah luarnya seperti akan pergi menuju suatu tempat.


”Kemana Yang Mulia akan pergi?” tanya Guju yang langsung berdiri menghampirinya ketika Shin Yixuan akan beranjak pergi meninggalkan ruangannya.


Shin Yixuan terdiam selama beberapa saat sebelum ia menjawab, ”Mengunjungi makam mereka. Aku sudah lama tidak pergi menemuinya dan aku harus meminta maaf sekali lagi.” jawabnya sambil berjalan pergi meninggalkannya.


”Berhati-hatilah, Yang Mulia.” ucap Guju dengan sopan.


***


Shin Furong meletakkan beberapa bunga di atas tiga makam yang ada di bawah pohon tabebuya dan menyalakan beberapa dupa untuk mereka. Tiga makam ini adalah milik Rui, Luu Houyi dan Shu Ye. Xiu Huan sengaja menempatkan mereka bertiga di tempat yang sama. Namun, ia masih belum menemukan mayat Shin Buyen dan Luo Hein yang terjatuh dari atas tebing. Karena hal itulah, Shin Furong menaruh sebuah kayu pusara yang bertuliskan nama mereka berdua.


Selama sepuluh tahun itu, Xiu Huan menduga bahwa Shin Furong tidak bisa berkultivasi dan hanya bisa menguasai beberapa jurus dasar yang tak mengandalkan energi alam. Karena hal itu pula, ia merasa sangat bingung dengannya. Tetapi, saat ia benar-benar tahu tentang kemampuan Shin Furong yang bisa melihat masa depan dan memiliki darah dan daging yang sangat mujarab untuk mengobati berbagai penyakit, ia pun hanya bisa mengajarkannya beberapa keahlian medis meskipun ia tidak tahu apakah Shin Furong membutuhkannya atau tidak. Bahkan, anak panah yang diberikan oleh Luu Houyi dihari kematiannya saja tidak pernah tersentuh olehnya sedikitpun.

__ADS_1


”Kumohon beristirahatlah dengan tenang. Jangan terlalu memikirkanku di sini. Aku baik-baik saja bersama dengan Paman Xiu. Maaf jika aku pernah membuat kalian marah dan aku sangat menyesal atas kematian kalian.” ucap Shin Furong dengan pelan sambil menepuk tangannya pelan.


Setelah berdoa untuk mereka, ia pun berjalan pergi kembali ke kediamannya yang sama. Tumbuh bersama dengan seseorang yang bukan keluarganya, sempat membuatnya khawatir dan takut. Namun kini, dia bukanlah anak kecil yang hadir sepuluh tahun lalu. Shin Furong yang sekarang adalah seorang pemuda yang tidak banyak mengeluarkan ekspresinya dan jarang berbicara. Kulitnya seputih bubur gandum dengan rambut hitamnya yang terurai sampai di bawah dada, serta terdapat tahi lalat kecil di bawah matanya.


Rumah bambu yang masih berdiri di bukit Xieyu tampak lebih rapi dibandingkan sepuluh tahun lalu. Terdapat beberapa jenis tanaman obat yang tumbuh di halaman belakangnya dan juga terdapat kolam ikan koi yang juga menghiasinya.


Mungkin tak ada yang pernah menduga kalau Shin Furong yang membersihkannya setiap hari. Ia sangat benci ketika rumahnya berantakan terlebih lagi, saat ia sedang memeriksa kamar Xiu Huan yang terlihat sangat berantakan ketika dia akan pergi keluar sebentar.


”Huh? Berkelana untuk waktu yang lama?” Shin Furong tampak kebingungan setelah ia mendengar Xiu Huan akan pergi meninggalkannya dan berkelana ke seluruh wilayah.


”Ya! Itu benar sekali! Aku akan pergi tanpa mengajak siapapun. Aku sudah cukup lama berada di sini dan kulihat, kau sudah bisa menjaga dirimu sendiri.” jelas Xiu Huan yang telah berdiri di teras depan dengan membawa beberapa barang di belakang punggungnya.


”Apakah harus secepat ini? Kau tidak ingin tinggal di sini lebih lama lagi?” tanya Shin Furong yang berekspresi sedih.


”Apakah aku tidak bisa ikut denganmu?” tanya Shin Furong.


”Aku sudah bilang kalau aku akan pergi sendiri. Sudah jelas bukan? Kau tidak boleh ikut denganku!” jawabnya dengan sedikit kesal hingga membuat Shin Furong terdiam dan tak mengatakan apapun untuknya.


Di sisi lain, Shin Furong mencoba untuk mengatakan sesuatu yang penting. Tetapi, ia tidak tahu kapan ia bisa mengatakannya.


”Kau bisa mengatakannya sekarang sebelum aku benar-benar pergi.” ucap Xiu Huan yang sudah berbalik membelakanginya dan akan pergi dari sana.

__ADS_1


Shin Furong tertegun. Selama beberapa saat ia terdiam dengan ekspresinya yang sama sebelum akhirnya, ia menunjukkan senyum tipisnya yang sangat jarang terlihat bahkan tidak pernah ditunjukkannya. ”... Terima kasih, karena sudah banyak menolong.” ucapnya dengan sopan.


Xiu Huan berekspresi kebingungan dan bertanya kembali padanya, ”Hanya itu saja?” tanyanya yang berhasil membuat Shin Furong tertegun dan terdiam selama beberapa saat. Lalu, tak lama setelahnya, Xiu Huan tertawa dan melanjutkan, ”Tidak apa-apa. Aku hanya bercanda. Aku akan pergi sekarang. Ngomong-ngomong, mengenai pertanyaanmu sepuluh tahun lalu, mata merah mu itu sangat istimewa seperti senja. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai Iblis pembunuh. Oh, ya! Sebentar lagi ada tamu yang akan berkunjung. Aku harap kau tidak membunuhnya.”


”Tamu seperti apa?”


Belum sempat ia menerima jawaban, Xiu Huan sudah pergi lebih dulu darinya. Shin Furong semakin bingung dan penasaran dengan semua ucapan yang dikatakannya tadi. Karena tak ingin rasa penasarannya berlangsung lebih lama, ia pun berjalan memasuki rumahnya yang sekarang sepi kembali karena tak ada seorangpun yang tinggal di sana selain dirinya.


Saat berada di dalam, perhatiannya tertuju pada kamar Shin Yixuan yang sudah kosong bertahun-tahun. Ini juga satu-satunya kamar yang tak pernah dikunjungi olehnya bahkan ia tidak pernah mau membersihkannya.


Dia marah karena Shin Yixuan yang sudah membuatnya menderita selama ini.


Namun, karena suatu hal, ia merasa harus membukanya sekarang juga.


Sedetik kemudian, Shin Furong akhirnya membukanya dengan perlahan. Debu tebal mulai berterbangan di sekitarnya. Semuanya tampak abu karena tak pernah tersentuh selama bertahun-tahun. Kamarnya pun terlihat sangat berantakan dengan tirai-tirai bambu yang mulai rapuh dimakan oleh serangga.


Ia masuk semakin dalam dan berhenti di depan tempat tidurnya. Ia berhenti karena merasa sangat terkejut setelah melihat sosok pemuda berambut putih yang sedang tidur di atasnya.


Shin Furong tampak waspada dan langsung mengeluarkan belatinya. Ia memberanikan diri untuk mendekati sosok pemuda tersebut hingga membalikkan tubuhnya.


”Hah?!”

__ADS_1


Shin Furong merasa tersambar petir begitu melihat wajah dari pemuda ini. Meskipun rambutnya berwarna putih dan kulitnya terlihat sangat pucat, Shin Furong langsung tahu kalau pemuda ini adalah Shin Yixuan!


__ADS_2