
”Kau ini tidak bisa melihat jalan dengan benar?” tanya Shin Yixuan yang langsung menahan tubuh Shu Ye ketika ia akan terjatuh ke belakang.
Shu Ye sendiri merasa sangat terkejut dan wajahnya langsung membeku begitu Shin Yixuan bisa datang lebih cepat dari perkiraannya. Ia pun langsung berdiri kembali dan dengan cepat wajahnya berubah menjadi canggung. ”... Untuk apa kau datang kemari? Aku tidak menyuruhmu untuk mengikutiku kan?” tanya Shu Ye yang langsung melipat tangannya dan mengalihkan perhatiannya dari Shin Yixuan yang tampak heran dengan sikapnya.
”Kau pikir aku akan menunggumu terus di kota dan meninggalkanmu begitu saja sementara kau akan bermalam di sini?” jawab Shin Yixuan. ”... Lagipula, aku sudah bilang kan? Jangan kemari!” lanjutnya sambil menarik tangan Shu Ye kembali.
”Ehh! Tunggu sebentar!” ucap Shu Ye yang langsung mengambil tangannya dan melanjutkan, ”Aku tetap ingin masuk ke dalam! Apakah kau tega membiarkanku hidup dengan rasa penasaran yang memenuhi pikiranku bahkan sampai matipun aku mungkin tidak akan tenang sebelum melihatnya!” Shu Ye tak bernafas dan tak memberi jeda saat mengatakannya.
”Kau yang penasaran tetapi, akulah yang cemas di sini! Ayo pulang!” ucap Shin Yixuan dengan tegas sambil menarik Shu Ye yang tampak enggan untuk meninggalkan tempat tersebut.
Namun, saat keduanya hendak akan pergi dan baru saja berlangsung beberapa langkah, Shin Yixuan mendadak tersandung begitu ia merasa ada sesuatu yang menyengat di dalam sepatunya. Shu Ye yang melihatnya juga ikut terkejut dan langsung bertanya, ”Ada apa? Kau baru saja menginjak batu?”
Shin Yixuan langsung duduk dengan menekuk kedua lututnya dan menjawab, ”Ada sesuatu yang menyengat di dalam.” jawabnya sambil mencoba membuka sepatu botnya dibantu dengan Shu Ye yang tak percaya.
Saat sepatu kirinya sudah terlepas, keduanya menatap seekor kalajengking berukuran kecil yang sedang merayap di kakinya. Dengan cepat, Shu Ye langsung melepasnya dan melemparnya ke belakang.
”Bagaimana bisa kalajengking itu merayap hingga masuk ke dalam sepatumu?” tanya Shu Ye yang terlihat terkejut setelah melihat luka berupa lingkaran hitam dengan garis merah yang tampak seperti saraf manusia.
”Mana kutahu!” Shin Yixuan langsung menjawab, ”Ini salahmu karena terus-terusan bermain dengan kalajengking hingga dia melampiaskan kekesalannya padaku!”
__ADS_1
”Hah? Mengapa harus aku yang disalahkan? Lagipula aku yakin kalajengking yang menyengat kakimu bukan kalajengking yang aku temukan di rumah!” jawab Shu Ye dengan tegas.
”Ini salahmu! Karena kau memaksa untuk—” Shin Yixuan langsung menghentikan perkataannya saat racunnya mulai menyebar dengan cepat. Ia juga tidak menyangka tubuhnya akan membeku begitu racunnya mulai bekerja dan dengan perlahan menggerogoti seluruh organ tubuhnya.
Shu Ye tampaknya juga menyadarinya. Ia pun segera merobek jubahnya dan mengikatnya di kaki kiri Shin Yixuan agar racunnya tidak menyebar dengan cepat. ”Jangan bergerak! Aku melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri.” ucap Shu Ye sambil mengangkat kakinya lalu menghisap keluar racun yang masih tersisa di sana.
Shin Yixuan hanya terdiam kejut sambil menatapnya. Ia mungkin tak akan pernah mengira Shu Ye mau melakukan hal ini untuknya meskipun, ia tahu kalau ia tidak bisa melakukannya sendirian.
Shu Ye meludahkan racun yang sudah dihisap olehnya. Perlahan, lingkaran hitam itu memudar dan benang saraf tidak lagi muncul di permukaan kulitnya. Beberapa saat setelahnya, ia pun selesai melakukannya tetapi, hal itu tidak bisa mengeluarkan seluruh racun yang ada di dalam tubuhnya.
”Hanya sedikit yang bisa aku keluarkan. Mungkin Nyonya Shin bisa melakukan sesuatu untukmu.” ucap Shu Ye yang terlihat biasa saja. Ia kemudian meraih sepatu bot milik Shin Yixuan dan memakaikannya kembali. Dan setelah semua terlihat baik-baik saja, Shu Ye berdiri kembali lalu melanjutkan, ”Kenapa diam saja? Bukankah kau yang memintaku untuk pulang?”
Shin Yixuan membeku sambil menurunkan pandangannya. Ia meremas tanah yang ada di bawah tangannya dan tak berapa lama kemudian ia pun menjawab, ”... Aku bukannya tidak ingin pergi. Tapi, ada sesuatu yang telah menunggu di belakang sana dan juga yang ada di depan sini."
Benar saja tak berapa lama setelahnya, muncul gerombolan kalajengking yang berjalan mendekati mereka berdua dengan gerakan yang cukup cepat dan lincah. Bahkan beberapa dari mereka ada yang memiliki ukuran seperti seekor serigala liar.
”Kau benar. Mungkin akulah yang salah di sini. Saat ini kau tidak boleh banyak bergerak agar racunnya tidak menyebar semakin cepat.” ucap Shu Ye sambil menatap kawanan kalajengking itu dengan waspada.
”Berisik sekali.” ketus Shin Yixuan yang langsung mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke arah seekor kalajengking raksasa di depannya. ”... Kau pikir aku akan meminta perlindungan padamu? Jangan bercanda! Aku tidak mungkin melakukannya!”
__ADS_1
Shu Ye mendengus kemudian ia pun berkata, ”Jangan meminta bantuanku jika sesuatu yang buruk menimpamu lagi.”
Shin Yixuan langsung menjawab, ”Seharusnya aku yang mengatakan semua itu padamu.”
Keduanya terus mencari celah untuk bergerak pergi. Namun, gerombolan kalajengking ini terlalu banyak sehingga membuat langkah mereka terhenti selama beberapa menit. Sampai kapanpun, mereka tak akan memberikan kesempatan untuk bergerak bebas. Kalau begitu, tak ada cara lain selain melawan mereka dengan kekerasan.
Shin Yixuan langsung menarik Shu Ye pergi dari tempat tersebut. Dengan hanya membawa sebuah pisau belati di tangan kanannya, ia membelah tubuh para kalajengking yang memiliki ukuran berbeda-beda sehingga, membuat jalan mereka terbuka sangat lebar.
”Aku sudah bilang padamu! Jangan banyak bergerak!” seru Shu Ye yang langsung mempercepat langkahnya dan kemudian memapah tubuh Shin Yixuan dan membantunya berlari dengan melompati beberapa dahan pohon yang ada di atas mereka dan atap rumah penduduk yang terbuat dari kayu.
Para kalajengking kecil berhenti mengejar mereka. Akan tetapi, kalajengking yang paling besar itu tetap mengejar mereka meski harus melewati atap kayu yang jumlahnya belum diketahui.
”Bagaimana bisa dia melompat dari atap ke atap padahal dia itu satu keluarga dengan serangga?!” batin Shu Ye yang tampak terkejut.
Shin Yixuan tak hanya diam menunggunya untuk melakukan sesuatu. Ia segera mengambil satu genting milik rumah penduduk yang terbuat dari batu dan kemudian ia melemparkannya ke arah kalajengking yang berlari di belakangnya. Meskipun hal itu tidak membuatnya terluka, setidaknya pergerakan kalajengking itu perlahan melambat.
”Hei! Kau diam saja di sana! Tidak perlu melakukan apapun!” ucap Shu Ye yang masih memapahnya.
Shin Yixuan menatapnya tanpa ekspresi dan menjawab, ”Aku akan cepat lelah jika kau menyuruhku diam saja.”
__ADS_1
”Tapi, jika kau bergerak, racunnya akan semakin menyebar!” ucap Shu Ye sekali lagi.
”Aku sudah bilang kalau aku tidak ingin menjadi penunggu!” ucap Shin Yixuan dengan suara pelan. Setelah itu, tiba-tiba saja ia terjatuh ke samping karena tak sadarkan diri dan hal itu, membuat Shu Ye merasa ditarik olehnya untuk ikut jatuh bersamanya.